• Breaking News

    Iqra, Perintah Pertama yang Menghidupkan Hati

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)



    Ketika wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad di Gua Hira, malaikat jibril datang dan menyampaikan satu kata yang sangat agung. Kata itu adalah Iqra. Firman Allah dalam Surah Al-'Alaq ayat 1:
    "Iqra' bismi rabbikal ladzī khalaq."
    "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan."


    Menariknya, Nabi Muhammad saat itu adalah seorang yang tidak bisa membaca dan menulis. Namun Allah tetap memerintahkan Iqra. Ini memberi kita pelajaran besar bahwa makna Iqra. tidak hanya sekadar membaca tulisan.

    Iqra berarti membaca kehidupan, membaca tanda-tanda kebesaran Allah, dan membaca diri kita sendiri.

    Jika kita membaca alam ini dengan hati yang hidup, kita akan melihat kebesaran Allah di mana-mana. Langit yang luas, matahari yang terbit setiap pagi, dan kehidupan yang Allah berikan kepada kita. Semua itu adalah ayat-ayat Allah yang harus kita baca dengan hati yang sadar.

    Para ulama mengatakan, ada dua ayat yang harus dibaca oleh manusia.

    • Pertama, ayat gauliyah, yaitu Al-Qur'an. 
    • Kedua, ayat kauniyah, yaitu alam semesta.


    Orang yang benar-benar menjalankan perintah Iqra akan semakin dekat kepada Allah. Ilmunya bertambah, dan juga kerendahan hatinya semakin dalam.

    Dalam ayat berikutnya Allah berfirman:
    "Alladzī 'allama bil qalam, 'allamal insāna mā lam ya'lam."
    "Yang mengajarkan manusia dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

     





    Ini menunjukan bahwa Allah memuliakan manusia dengan ilmu. Karena itu, peradaban Islam dahulu menjadi terang benderang. Umat Islam membaca, belajar, menulis, dan meneliti. Dari perintah Iqra lahirlah ulama besar, ilmuwan besar, dan peradapan yang mulia.

    Namun hari ini kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah kita masih hidup dengan semangat Iqra?

    Apakah kita membaca Al-Qur'an setiap hari?
    Apakah kita membaca tanda-tanda kebesaran Allah dalam kehidupan kita?
    Ataukah kita lebih sibuk membaca hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah?

    Para ulama tasawuf mengatakan, Iqra yang dalam adalah membaca hati kita sendiri. Apakah ia penuh dengan cinta kepada Allah? Ataukah ia penuh dengan dunia?

    Karena orang yang semakin dekat kepada Allah akan semakin sadar akan kekurangan dirinya, dan semakin rindu untuk memperbaiki hati.

    Oleh karena itu, mari kita hidupkan kembali perintah Iqra dalam kehidupan kita. Membaca Al-Qur'an dengan hati. Membaca kehidupan dengan iman. Dan membaca diri kita dengan muhasabah.

    Kiranya dengan itu Allah membuka hati kita, menambah ilmu kita, dan mendekatkan kita kepada-Nya.

    Salam
    LH.

    Peduli Jurnalis, Irfendi Arbi Bezuk Antoni Surya Roza di RS Adnaan WD PAyakumbuh

    Limapuluh Kota - Terkenal dengan empati dan suka bersilaturahmi, menjadikan Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021, Ir. H. Irfendi Arbi, M.P bakal mudah terpanggil nuraninya jika mendengar kabar ada yang sakit.  Begitu pun ketika Antoni Surya Roza terbaring sakit di Rumah Sakit Adnaan WD PAyakumbuh.

    Sebagai orang yang dekat dengan pers, Irfendi pun datang membezuk sahabatnya itu Jum’at siang (6 Maret/2026)..  ”Secara pribadi saya turut prihatin dan mendoakan agar rekan wartawan Antoni Surya Roza segera pulih dari sakit yang dialaminya dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa," ungkap Irfendi Arbi, Sabtu 7 Maret 2026.

    Irfendi tentu saja mengharapkan sahabatnya itu kembali bisa menjalankan tugas jurnalistiknya guna menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerahnya. Irfendi mengaku senang melihat sahabatnya itu sudah mulai membaik kondisinya dan sudah bisa bercanda ketika Irfendi datang membezuknya. .

    ”Saya datang untuk turut berduka atas musibah sakit yang dialami sahabat. Dan, Alhamdulillah, saat bertemu Antoni Surya Roza, kondisi kesehatannya sudah mulai tampak membaik,” ujar Bupati yang di masa kepemimpinannya membebaskan beberapa warganya yang dipasung itu,

    Ayah tiga putri dan dua putra itu  juga mengatakan, peristiwa kecelakaan yang dialami Antoni Surya Roza, tentunya menjadi pengingat bahwa  tugas seorang wartawan itu sangatlah berat dan dibutuhkan dukungan dari banyak pihak. 

    Suami dari Monalisas, S.Sos ini mengingatkan agar sahabatnya itu dan rekan pres yang bertugas di lapangan untuk lebih perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Jangan sampai keinginan menyampaikan informasi yang akurat dan bermafaat sampai membahayakan kesehatan sendiri.

    “Jurnalis adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sekali lagi, saya mendoakan agar kondisi kesehatan sahabat Antoni Surya Roza segera pulih dan bisa kembali beraktivitas dengan baik. Untuk semua rekan-rekan wartawan, semoga selalu dalam keadaan sehat dan terus semangat dalam menjalankan profesi yang mulia ini,” tambahnya. 

    Kedatangan, empati, doa dan bantuan yang ditunjukkan oleh Irfendi Arbi mempercepat proses penyembuhan Antoni Surya Roza. Betapa seorang Irfendi Arbi tidak hanya dekat ketika dia butuh publikasi. (*)  


     

    Ditlantas Polda Sumbar Tetapkan One Way di Lembah Anai

    PADANG - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat resmi menetapkan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di jalur utama Padang–Bukittinggi. One way ini khusus diberlakukan pada kawasan Lembah Anai. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.

    Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor dalam menyambut Operasi Ketupat 2026. Langkah ini diambil mengingat kondisi infrastruktur di Lembah Anai yang belum pulih total pascabencana beberapa waktu lalu.

     


    Menurut Reza, sistem one way dibagi menjadi dua shift harian guna menjamin kelancaran arus.  Shift Pertama dari arah Padang menuju Bukittinggi pada pukul 10.00–14.00 WIB. Sementara shift kedua dari arah Bukittinggi menuju Padang pada pukul 14.00–18.00 WIB. 

    "Kami juga memberlakukan clearance time atau waktu steril selama 30 menit sebelum perpindahan arus. Selama masa tersebut, jalur sepanjang 20 kilometer akan dikosongkan untuk memastikan keamanan dan mencegah benturan kendaraan dari arah berlawanan," ujar Kombes Pol Reza, Jumat, 6 Maret 2026.

    Meskipun diterapkan sistem satu arah, pihak kepolisian menargetkan perbaikan infrastruktur jalan dapat selesai tepat waktu. "Perbaikan terus dikebut. Kami menargetkan pada H-7 Lebaran, jalur Lembah Anai sudah dapat difungsikan secara normal dua arah selama 24 jam," tambahnya.

    Lebih jauh dijelaskannya, guna memastikan keamanan, Polda Sumbar mendirikan pos pantau di titik-titik krusial seperti Lembah Anai dan Padang Panjang. Pemantauan tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga mengandalkan teknologi modern.

    “Kita melakukan pemantauan 24 jam melalui sistem Regional Traffic Management Centre (RTMC) serta patroli udara menggunakan drone untuk memantau titik kepadatan secara real-time,” imbuhnya.

    Untuk jalur alternatif Padang Bukittingi via Malalak, pihak kepolisian belum memberlakukan sistem one way karena status jalan yang masih dianggap darurat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mematuhi instruksi petugas di lapangan, dan selalu memantau informasi terkini sebelum memulai perjalanan mudik. (nelvi)


    Mempererat Tali Silaturahmi, Pengurus KONI Sijunjung Gelar Buka Puasa Bersama.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi diantara sesama pengurus serta persiapan Porprov XVI Tahun 2026 , Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sijunjung menggelar buka puasa bersama di Kantor Sekretariat KONI tersebut pada Jum'at 6 Maret 2026.

    Buka puasa bersama ini dihadiri Kepala Dinas Parpora Diwakili Kabid Olahraga, Indrawadi, Ketua KONI Sijunjung, Rusdianto, Wakil Ketua, Yulius Adi dan Nasril, Sekretaris, Hasmeri Hamjas dan Indra Devi, Bendahara, Zelni Novalia serta pengurus KONI Lainnya.

    Kadis Parpora diwakili Kabid Olahraga, Indrawadi dikesempatan itu memberikan apresiasi kepada KONI Sijunjung dan berharap pengurus KONI selalu kompak dalam memajukan olahraga di Kabupaten Sijunjung.

    "Dengan kekompakan, insyaallah kita bisa memajukan olahraga di Kabupaten Sijunjung ini, " harap Indrawadi.

    Ketua KONI Sijunjung, Rusdianto mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sijunjung melalui Dinas Parpora yang selalu memberikan support dan dukungan bagi KONI Sijunjung.

    Ia mengatakan bahwa, kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antar pengurus KONI Sijunjung di bulan suci Ramadan.

    Menurutnya, buka puasa bersama tidak hanya menjadi ajang ibadah dan refleksi diri, tetapi juga sarana membangun solidaritas demi kemajuan olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional.

    “Momentum Ramadan mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat berbagi. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat olahraga, dengan kebersamaan ini, insyaallah kita bisa memajukan olahraga secara bersama sama dan kita berharap di Porprov XVI yang direncanakan pada bulan Oktober nanti, kita bisa masuk 10 besar,” ujar Rusdianto. (Andri)

    Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman : PAP Bukan Objek Pajak Baru

    Sijunjung- Pajak air permukaan (PAP) bukan objek pajak baru. Namun objek pajak lama yang telah ada sejak Tahun 2022 sebagaimana diatur dalam undang-undang (UU) 1  Tahun 2022. 

    Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman saat kegiatan sosialisasi PAP di Kabupaten Sijunjung, Selasa (3/3). 

    Evi mengatakan sejak tahun 2022 itu PAP yang menjadi kewenangan provinsi telah dilaksanakan. Namun belum dioptimalkan. Untuk itu lah sekarang pemerintah provinsi dan DPRD berupaya melaksanakan sosialisasi ke daerah-daerah sebagai upaya agar PAP bisa dilaksanakan dengan lebih optimal. 

    "Terutama kita perlu memastikan bahwa wajib pajak PAP itu bukan hanya perusahaan sawit saja. Namun seluruh air permukaan yang digunakan secara langsung maupun tidak langsung untuk keperluan komersial dan industri," katanya. 

    Item ini pun, kata Evi telah diatur dalam UU tersebut. Menilik UU tersebut maka wisata air, PLTA, industri pertanian, industri kehutanan, perkebunan dan sejenisnya yang memanfaatkan air permukaan wajib PAP. 

    Evi mengatakan, untuk menerapkan PAP di Sumbar, DPRD telah melakukan kajian bersama tenaga ahli. Selain mempelajari bagaimana penerapannya di provinsi lain. Hal serupa juga dilakukan Pemprov. 

    "Tujuan kami melakukan kajian dan studi adalah bagaimana PAP bisa dioptimalkan untuk menyokong pembangunan daerah, dan di sisi lain juga tidak memberatkan pelaku usaha atau industri," paparnya lagi. 

    Untuk itulah, lanjut Evi, PAP tidaklah memberatkan. Ia mencontohkan misalanya PAP untuk perusahaan sawit. Pajak yang dikenakan hanya 3-5 persen per hektare dari Rp3-Rp5 juta. 

    "Ini sengaja diambil angka yang tidak memberatkan. Karena nilai penghasilan per hektare sawit biasanya terendah Rp5 juta per hektare. Pajak rumah makan saja belasan persen," paparnya lagi. 

    Evi berharap PAP bisa menyokong pembangunan daerah yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui PAP pula pelaku usaha/industri yang memanfaatkan air permukaan bisa berkontribusi. 

    Saat sosialisasi tersebut hadir Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, Ketua DPRD Sijunjung, Forkopimda , Asisten 3 Pemprov Sumbar, Kepala Bapenda Sumbar serta sejumlah OPD Sijunjung. Terutama pula hadir para pelaku usaha/industri kabupaten Sijunjung. (*)

    Kolaborasi LKAAM Sumbar dan Jurnalis Makin Erat Demi Kemajuan Ranah Minang


    PADANG (sumbarkini.com)
    – Perkembangan teknologi informasi dan tersebarnya hoaks yang kian cepat, kekuatan silaturahmi tetap menjadi pondasi utama dalam menyatukan stakeholder terkait guna membangun daerah. Inilah semangat yang mendasari Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) menginisiasi pertemuan sederhana namun sarat makna bersama Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati.

    ‎Pertemuan di kediaman tokoh Sumbar, kawasan Gunung Pangilun Padang, Selasa 2 Maret 2026, KJI sukses merangkul rekan-rekan Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI) dalam sebuah momen buka puasa bersama yang penuh kekeluargaan.

    ‎Fauzi Bahar, yang juga Wali Kota Padang dua periode, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang digagas oleh KJI. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pers adalah mitra strategis yang tak terpisahkan dari lembaga adat maupun pemerintah.

    ‎"Sinergi yang digagas rekan-rekan hari ini adalah cermin dari kedewasaan profesi. Kami berharap harmoni antara KJI dan IKW-RI terus terjaga, karena peran jurnalis sangat krusial dalam memberikan informasi yang konstruktif bagi publik," ungkapnya.

    Ia juga menekankan bahwa di era digital saat ini, penyampaian informasi yang berimbang dan berlandaskan fakta menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas daerah. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara lembaga adat dan media dapat mencegah kesalahpahaman serta memperkuat nilai-nilai kearifan lokal.

    Sementara itu Ketua Umum KJI, Andarizal menyebutkan silaturahmi semacam ini penting untuk memperkuat kepercayaan dan sinergi dalam menyampaikan informasi kepada publik. Andarizal menyampaikan terimakasih atas gerbagn keterbukaan informasi dari LKAAM Sumbar dalam membangun komunikasi dengan insan pers. 

    “Ini menunjukkan komitmen Bang Fauzi Bahar untuk terus membangun komunikasi terbuka dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan jurnalis. Kita semua sama-sama ingin pembangunan daerah yang harmonis dan berlandaskan nilai adat serta budaya Minangkabau,” tegasnya.

    ‎Acara yang berlangsung hangat ini, diisi dengan rangkaian kegiatan yang menggugah. Kultum singkat di momen jelang buka puasa bersama itu menekankan pentingnya kejujuran dan etika dalam menyampaikan informasi. Menunjukkan bagaimana KJI mau seayun selangkah dengan rekan jurnalis lintas organisasi guna menciptakan kondusifitas dan kerjasama yang erat dalam membangun informasi yang kuat dan valid serta bermanfaat bagi Ranah Minang. (elsi)


    Asosiasi PPKIPAITI Kota Padang Resmi Dilantik untuk Masa Bakti 2026-2031

    PADANG (sumbarkini.com) – Babak baru bagi organisasi profesi di Kota Padang dimulai hari ini. Segenap keluarga besar Asosiasi PPKIPAITI menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses atas terlaksananya pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Padang untuk periode 2026 s.d 2031.
     

    Acara yang berlangsung khidmat pada Senin, 02 Maret 2026, ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa perubahan positif dan sinergi yang lebih kuat bagi para anggotanya di wilayah Kota Padang.
     

    "Selamat bertugas kepada jajaran pengurus baru. Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian yang memberikan dampak luas bagi kemajuan Asosiasi PPKIPAITI di Kota Padang." ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi PPKIPAITI, Antonius Lase, S.Sos.
     

    Antonius mengharapkan kepengurusan DPC Asosiasi PPKIPAITI Padang di bawah pimpinan Nelviani, S.Pd. berkomitmen untuk memperkuat solidaritas antaranggota serta meningkatkan peran aktif Asosiasi PPKIPAITI dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan profesi di Kota Padang.
     

    Ketua Asosiasi PPKIPAITI Padang, Nelviani S.Pd menyatakan kesiapannya membawa organisasi sebagaimana yang diharapkan oleh DPP. Dia dan pengurus lainnya siap menyelenggarakan kegiatan strategis, teknis, edukatif, sosial dan advokatif di Kota Padang. 
     

    “Kami siap berkontribusi atas tumbuh dan berkembangnya pelatihan teknis dan vokasi di berbagai bidang berbasis SKKNI, KKNI dan trend global,” ujarnya.
     

    Nelviani optimis dukungan yang mengalir dari berbagai pihak, dapat menjadi penyemangat pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan inovasi demi kemajuan organisasi. Dia menegaskan pengurus akan segera melakuan rapat kerja untuk menentukan rencana program kerja satu tahun ke depan. 
     

    Adapun susunan pengurus inti DPC PPKIPAITI Kota Padang adalah Nelviani, S.Pd. (Ketua), Belin Heyo Fathia (Sekretaris) dan Tuti Sismonita, S.Pd.I., S.Pd (Bendahara). Pengurus akan dibantu oleh empat bidang yaitu 1). Bidang Organisasi dan Keanggotaan, 2.)Bidang Pengembangan Kompetensi, Penelitian dan Ketenagakerjaan, 3.) Bidang Hukum, Advokasi dan Etika Profesi dan 4.) Bidang Humas, Kemitraan dan Publikasi. (elsi)


    10 Hari Kedua Ramadan: Saatnya Membersihkan Dosa dan Hati

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)


    Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi r.a., Rasulullah bersabda bahwa Ramadan terbagi menjadi tiga bagian: 10 hari pertama rahmat, 10 hari kedua ampunan, dan 10 hari ketiga pembebasan dari api neraka.

    Kini kita memasuki 10 hari kedua, fase maghfirah–fase ampunan. Ini adalah momentum besar untuk membersihkan hati.

    Wapres RI ke-6 Try Sutrisno Wafat, Negarawan yang Paripurna

    Jakarta - Berita duka menyeruak di Pagi Senin, 2 Maret 2026. Duka mendalam tidak saja bagi keluarga tapi juga duka bagi Indonesia. 

    Diketuai Sekdaprov, Arry Yuswandi, TSR IV Prov Sumbar Kunjungi Masjid An Nur Wisma Indah Muaro Gambok.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat, Arry Yuswandi, S. Km, M. Km pimpin Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemprov Sumbar tahun 2026 (1447 H) di Masjid An Nur, Wisma Indah Gambok, Jorong Muaro Gambok, Nagari, Muaro, Kecamatan Sijunjung, Minggu 1 Maret 2026.

    Fauzi Bahar Menyelamatkan Generasi Muda Lewat Pesantren Ramadhan

    Di awal milenium, ketika gelombang modernisasi mulai menyapu pesisir Sumatra Barat, sebuah kecemasan kolektif muncul, apakah nilai-nilai tradisional Minangkabau akan larut dalam hiruk-pikuk perubahan zaman? Di tengah persimpangan budaya itu, muncul sebuah gagasan yang melampaui zamannya. H. Fauzi Bahar, M.Si., Wali Kota Padang periode 2004–2014, tidak memilih membangun monumen fisik yang dingin. Ia memilih membangun "monumen hidup" dalam jiwa generasi muda.

    Meraih Maghfirah di Pertengahan Ramadan

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)

      

    PERTENGAHAN Ramadan adalah fase yang sangat intimewa. Jika 10 hari pertama adalah rahmat, maka 10 hari kedua adalah maghfirah–ampunan dari Allah.

    Andarizal : KJI Sulsel Resmi Hadir, Edy Basri Ajak Jurnalis di 24 Kabupaten/Kota Berkolaborasi

    MAKASSAR  - Angin segar berembus bagi dunia pers di Sulawesi Selatan. Pasca dilantik pada 14 Februari 2026, Pengurus Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan kini bergerak cepat dengan membuka ruang bagi insan pers di seluruh pelosok daerah untuk bergabung dalam barisan.

    Samsat Drive Thru Telah Hadir di Sijunjung, Pengurusan Lebih Cepat Tanpa Turun Dari Kendaraan.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sijunjung resmi meluncurkan layanan SAMSAT Drive Thru sebagai upaya meningkatkan kemudahan dan kenyamanan masyarakat dalam mengurus administrasi kendaraan bermotor. Layanan ini berlokasi di Jl. Lintas Sumatera, Simpang Kantor DPRD Kabupaten Sijunjung.

    Bangun Citra Perusahaan Bersama KJI, Agar Tangguh di Mata Publik

    DI era informasi yang begitu dinamis dan penuh tantangan, membangun citra perusahaan yang positif dan melekat di hati dan fikiran publik  bukanlah tugas yang mudah. Tantangan ini semakin kompleks dengan adanya fenomena fake news dan hoaks. Dua hal yang dengan cepat mampu merusak reputasi yang telah dibangun dengan susah payah. 

    Indahnya Ramadhan

    oleh : H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu) 

     

    RAMADHAN adalah bulan yang penuh cahaya. Ia datang bukan sekadar membawa kewajiban puasa, tetapi membawa kesempatan untuk membersihkan hati, menata ulang niat, dan mendekatkan  diri kepada Allah. 

    Wabup Iraddatillah Buka RAT Tutup Buku Tahun 2025 Koperasi Sijunjung Success Mandiri Kamang Baru.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah,S. Pt membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 Koperasi Sijunjung Succsess Mandiri yang dilaksanakan di UDKP Kecamatan Kamang Baru, pada Kamis 26 Februari 2026.

    Safari Ramadan 1447 H, Evi Yandri Gaungkan Rehabilitasi Narkoba dan Zero Pasung di Padang

    Padang (sumbarkini.com) - Momentum Safari Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Dt Rajo Budiman, untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap persoalan penyalahgunaan narkoba dan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

    Mau Tagihan Setelah Lebaran Aman? Ini Kiat dari Perumda Air Minum Padang

    Padang – Ramadhan sudah bergulir beberapa hari. Tak lama lagi datang Idul Fitri. Untuk itu Perumda Air Minum Kota Padang mengingatkan pelanggannya untuk lebih rhati-hati terutama jika memanaatkan mmen dul fitri itu dengan berkumpul engan keluarga du kampung halaman. 

    Agar momen itu makin berkesan dan pelanggan tidak mengalami kejutan di Bulan April 2026, sebaiknya pelanggan melakukan beberapa hal yang disarankan oleh Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, Selasa 24 Februari 2026.  

    alam libur idul 1447 H/2026 sebentar lagi. Momen ini biasanya di gunakan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman, merayakan lebaran bersama sanak keluarga.

    "Pertama, saat meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama, pelanggan harus memastikan stop kran dalam keadaan terkunci. Jika masih khawatir, mematikan stop kran di dekat meteran air untuk memastikan tidak ada air mengalir akibat kebocoran di instalasi pemipaan di rumah pelanggan," ujar Adhie.

    Adhie mengingatkan seperti itu, berkaca dari pengalaman-pengalaman atau keluhan dari pelanggan. Mereka merasa tidak memakai air sebanyak itu, lantaran cukup lama di kampung. 

    Biasanya, kata Adhie, karea buru-buru mau pulang kampung ada beberapa hal yang terlupa. Termasuk mematikan kran air dan stop kran dekat meteran. Tentu hal ini akan mengakibatkan air akan mengalir terus, angka di meteran pun selalu bergerak sesuai kecepatan aliran air yang melewati meteran tersebut. Dan ujung-ujungnya tagihan membengkak.

    "Selama terjadi aktivasi stop keran meteran dan keran air yang ada di rumah, akan mengakibatkan angka meteran bergerak sesuai kecepatan air yang mengaliri meteran tersebut. Berapa yang tertera, dan selisihnya dengan angka meteran bulan lalu, sebesar itulah yang harus dibayar pelanggan," tegasnya.

    Petugas hanya mencatat angka yang tertera di meteran. Dan pihak Perumda pun hanya berpedoman kepada angka yang tertera tersebut, untuk menentukan berapa besar tagihan pelanggannya.

    "Jadi sebelum hal ini terjadi, makanya pihak kami mengingatkan demi kebaikan berasma. Pelanggan senang, petugas kami pun tenang," ungkapnya sambil bercanda.

    Adhie berharap, pelanggan tidak terkena kejutan di tagihan airnya pada April nanti. Jangan disangka Perumda tengah melakukan April mop terhadap pelanggannya. 

    "Lebih baik berhati-hati dan memastikan semuanya mati. Kran air mati, semua peralatan listrik mati, kompor mati sebelum bepergian. Tagihna aman, liburannya pun nyaman," pungkasnya. (zul)

     


    Hal ini tak lepas dari aktivasi kran saat penghuni rumah berada di kampung halaman. Termasuk rembesan air di pipa yang berdampak pada tagihan.

    Humas Perumda Air Minum Kota Padang memberikan trik kepada pelanggan sebelum bepergian ke kampung halaman atau saat melakukan libur lebaran.



    Hal ini sebagai antisipasi dari aktivasi air dari beberapa kran yang ada di dalam rumah yang mengakibatkan membengkaknya tagihan air. (rif)

    Ramadan Tamu Agung yang Dirindukan

    oleh H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi  dan Bengkulu)

     

    RAMADHAN bukan sekadar bulan dalam hitungan kalender hijriah. Ia adalah tamu agung yang setiap tahun mengetuk pintu hati orang-orang beriman. Tamu yang membawa rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Tamu yang menghadirkan suasana  berbeda–lebih tenang, lebih khusyuk, lebih dekat kepada Allah.

    Sebagai mana tamu mulia, Ramadan tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa hadiah terbesar: kesempatan memperbaiki diri.

    Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

    "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."
    (QS.Al-Baqarah ayat 183)

     

    Tujuan Ramadan jelas: takwa. Bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih jiwa agar tunduk dan patuh kepada Allah.

    1. Ramadan Datang untuk Membersihkan Hati

    Selama sebelas bulan, hati kita sering dipenuhi debu dosa–lalai dalam shalat, mudah marah, gemar menggunjing, berat bersedekah. Maka Ramadan hadir seperti hujan yang membersihkan bumi yang kering.

    Puasa mengajarkan kita keikhlasan. Tidak ada yang tahu kita benar-benar berpuasa kecuali Allah. Di situlah latihan kejujuran dimulai.

    Ketika kita menahan diri dari yang halal (makan dan minum), makan seharusnya kita lebih mampu menahan diri dari yang haram: lisan yang menyakiti, mata yang memandang maksiat, dan hati yang penuh iri.

    2. Ramadan Menghidupkan Hubungan dengan Al-Qur'an

    Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur'an. Karena itu, orang beriman merindukan tilawah, tadabbur, dan air mata yang jatuh saat ayat-ayat Allah menyentuh relung hati.

    Rumah-rumah yang biasanya sunyi dari bacaan Al-Qur'an mendadak hidup. Masjid-masjid yang biasanya lenggang menjadi penuh oleh jamaah tarawih.

    Ini pertanda bahwa jiwa kita sebenarnya rindu pada cahaya, hanya saja sering tertutup oleh kesibukan dunia.

    3. Ramadan Melatih Kepedulian

    Ketika kita merasakan lapar, kita belajar memahami saudara-saudara kita yang kekurangan. Maka zakat, infak, dan sedekah menjadi ringan dilakukan.

    Ramadan mendidik kita agar tidak agois. Bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang kenyang sendiri, tetapi tentang berbagi dengan yang lain.

    4. Sambut Ramadan dengan Kerinduan

    Para sahabat dahulu menyambut Ramadan dengan doa berbulan-bulan sebelumnya agar dipertemukan dengannya. Mengapa?
    Karena mereka tahu, tidak semua orang diberi kesempatan bertemu Ramadan berikutnya.

    Ramadan adalah tamu yang tidak pernah lama tinggal. Ia hanya singgah sebentar, lalu pergi. Jika kita tidak memuliakannya, bisa jadi ia datang dan pergi tanpa meninggalkan bekas dalam jiwa kita.

    Ramadan adalah tamu agung yang dirindukan. Ia datang membawa rahmat. Ia mengetuk hati yang ingin kembali kepada Allah.

     

    Salam LH 

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2