Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Akankah Rohana Kudus Jadi Pahlawan Nasional

    Rumah yang pernah didiami Rohana Kudus, wartawan dan pemimpin redaksi perempuan pertama Indonesia itu masih sepi. Kediamannya yang nomor tiga dari simpang tiga Labuah Gadang, Nagari Koto Gadang, Kabupaten Agam itu terlihat sepi. Sama halnya dengan nagari asal kaum cerdik pandai  yang kini tak lagi ramai.

    Rumah dengan empat kamar yang dibuat seolah mengelilingi ruang tamu itu terlihat terkunci. Hanya saja sudah kelihatan bersih, sudah sedikit tacelak kata orang-orang yang diperlihatkan foto rumah Rohana Kudus.

    “Kebetulan yang memegang kuncinya sedang keluar. Kabarnya pergi ke Pasaman,” ujar Nurmalayati, warga yang  tinggal berdekatan dengan rumah Rohana Kudus, awal pekan ini.

    Nurmalayati yang akrab dipanggil Eti itu tengah membersihkan kebun pisangnya yang bersebelahan langsung dengan rumah salah satu pendiri Yayasan Amai Setia tersebut.

    “Iko sadang mamotong dan mambuangi daun pisang nan cabiak-cabiak ko ha (Ini lagi memotong dan membuang daun pisang yang koyak-koyak akibat angin),” ujarnya.

    Dari Eti didapatkan kabar,  rumah tersebut selama ini dibersihkan Zanidar alias ni Awak. Ni Awak biasanya memberikan kesempatan luas kepada orang-orang berkompeten yang ingin melihat seisi rumah itu.  Eti yang awalnya agak tertutup dalam menanggapi pertanyaan akhirnya mau berbincang lepas setelah disebutkan ada kaitannya kedatangan itu dengan Ketua KAN Nagari Koto Gadang, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa yang pulang kampung bersama para datuk lainnya untuk menggelar rapat sekaitan rencana perkembangan Nagari Koto Gadang dan ada dua kaum yang datuknya meninggal beberapa waktu lalu dan mengembang bidai (menyelenggarakan proses pengangkatan datuk baru mereka).

    Dari mulut Eti-lah didapatkan cerita biasanya rumah selalu sepi. Keluarga terdekat dari Rohana Kudus yang bersuku Sikumbang itu kebanyakan berada di Jakarta. Ada juga yang di Bukittinggi. Makanya rumah dititipkan kepada Ni Awak.

    Eti mengungkapkan, Kamis lalu ada serombongan orang datang ke rumah tersebut. Mereka melakukan sejumlah aktivitas di sana, melihat-lihat ke seluruh sisi rumah, memotret, mengukur dan lainnya.

    Janeydi Juni, cucu tertua Rohana dari anak laki-laki satu-satunya itu pun membenarkan bahwa ada perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Agam yang datang ke rumah ibu kandung ayahnya (Djasma Juni) itu. Dia pun tak tahu ikhwal kedatangan tersebut, kebetulan dia bersama adiknya Nuridayati sekeluarga pulang kampung untuk urusan mengembang bidai dan rapat nagari Koto Gadang di balai adat.

    “Untung kami datang dan bisa mengikuti sedikit perkembangannya. Kami pun sudah memberi tahu keluarga Tuo Rohana yang di Jakarta untuk pulang dan bisa ikut acara pada 6 Februari nanti,” ujar pria yang akrab dipanggil Edi Juni itu.

    Pencanangan renovasi bagi Tuo Rohana itu disambut gembira oleh Edi Juni. Ada terus perhatian terhadap nenek ayahnya itu. “Semoga status pahlawan nasional bisa segera diberikan kepada Rohana Kudus. Semoga dorongan dari berbagai pihak khususnya Anggota DPD RI yang juga Ketua KAN Koto Gadang H. Leonardy Harmainy lewat media maupun jalur DPD, ini segera terealisasi,” ujarnya.

    Dalam rapat Nagari Koto Gadang di Balai Adat, Senin (29/1), perjuangan menjadikan Rohana Kudus pahlawan nasional juga mengemuka. Anak nagari dari berbagai kota di Indonesia datang dan menyatakan dukungan penuh mereka.

    “Alhamdulilah, jelang HPN 2018, Rohana Kudus kembali bergema. Semoga perjuangan berbagai elemen ini berhasil menjadikan Rohana Kudus sebagai pahlawan nasional. Dalam rapat di DPD pun, hal ini mendapat dukungan,” ujar Anggota Komite IV H. Leonardy Harmainy.

    Dikatakannya, Rohana Kudus wanita pertama yang tak hanya jadi wartawati tapi pemimpin redaksi pertama. Ia sezaman dengan Kartini, tapi nasib baik sebagai pahlawan singgah lebih awal pada Raden Ajeng.
    Rohana Kudus, untuk masa yang lama di Ranah Minang tak tergantikan. Dalam buku 111 Wartawan Sumbar yang segera akan terbit, ada satu wartawati yang jadi pemred,  Vinna Melwanti yaitu di Padang TV.

    Bagi hampir semua wartawan Rohana Kudus adalah inspirasi yang menyertai langkah mereka sampai hari ini. Ketika HPN, bukunya yang ditulis wartawati Fitriani akan dibagikan kepada para peserta HPN. (z01)

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728