• Breaking News

    Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kegiatan lembaga pendidikan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
    Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kegiatan lembaga pendidikan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

    Dibuka Bupati Benny Dwifa, Sebanyak 90 Orang Guru Paud se Kabupaten Sijunjung Ikuti Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dalam rangka mendukung kebijakan merdeka belajar di Kabupaten Sijunjung, sebanyak 90 orang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah tersebut ikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka bagi jenjang Paud selama 3 hari, dimulai dari Jum'at sampai dengan Minggu, 16 s/d 18 Juni 2023 di Rocky Hotel Bukittinggi

    Bimtek yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung melalui Bidang PAUD yang berkolaborasi dengan Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Sijunjung, Syasmi Ultriadi ini dibuka Langsung Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S.STP, M.Si pada Jum'at 16 Juni 2023 malam

    Hadir pada pembukaan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Sijunjung, Ny. Riri Benny Dwifa, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Puji Basuki, SP. Ma beserta Kabid PAUD dan PNF, Hendri Nurka, S.Sos, M.Si, dan Kasi Kurikulum dan Penilaian PAUD, Delvianti Basri, SE 

    Mengawali sambutannya, Bupati Benny mengucapkan terima kasih kepada Bapak Syasmi Ultriadi yang sudah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan ikut memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi tenaga pendidik paud sehingga acara yang sangat penting ini bisa terlaksana, 

    "Semoga kegiatan ini akan selalu mendapat ridho dari Tuhan yang maha Kuasa demi kepentingan dan kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Sijunjung, dan diharapkan akan selalu tercipta rasa kebersamaan, mempererat tautan hati serta kebulatan tekat untuk selalu saling mendukung dan berbagi,"ujar Benny

    Bupati  Benny mengatakan bahwa Lembaga pendidikan Tingkat Pendidikan anak usia dini sarat dengan pendidikan Moral, Akhlak dan pembentukkan karakter sehingga dengan adanya kegiatan peningkatan kompetensi ini, akan tercipta guru guru yang handal, kreatif dan inovatif yang akan berimplikasi kepada pendidikan peserta didiknya.

    Keberhasilan anak usia dini merupakan landasan bagi keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya. Usia dini adalah usia emas bagi seseorang, artinya bila seseorang pada masa itu mendapatkan pendidikan yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan jasmani maupun rohaninya, maka ia akan memperoleh kesiapan belajar yang lebih baik yang merupakan salah satu kunci utama bagi keberhasilan belajar pada jenjang berikutnya.

    Perencanaan pembelajaran pada program paud telah disusun dengan matang untuk memberikan arah yang tepat dalam proses pembelajaran dengan mempertimbangkan keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan. 

    "Dengan adanya “ Kurikulum Merdeka” pada hari ini, kami berharap layanan pendidikan anak usia dini  dapat terlaksana dengan baik. Kami juga berharap proses pembelajaran yang ada dalam lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini terus berkembang, sehingga kedepan nantinya terus melahirkan anak-anak yang memiliki kesiapan, baik dari segi akhlak, pengetahuan umum, serta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan jenjang pendidikan yang akan ditempuh selanjutnya,"harap Benny

    Ia menambahkan bahwa Saat ini kebijakan merdeka belajar sudah berada pada episode ke 24, yaitu Transisi Paud ke SD yang menyenangkan, intinya adalah dalam pencapaian 3 target perubahan yaitu : Tidak Ada lagi tes Calistung dalam Penerimaan Peserta Didik Baru di SD, menerapkan Masa Pengenalan lingkungan  Sekolah (MPLS) pada 2 minggu pertama sekolah dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan dalam mencapai 6 pondasi dasar yang diperlukan anak.

    "Dalam rangka peningkatan kualitas anak indonesia melalui pelayanan pendidikan anak usia dini (PAUD) diperlukan upaya bersama dengan berbagai unsur seperti Seluruh OPD, DPRD, Bunda Paud, Wali Nagari dan Organisasi Profesi lainnya, ini juga dalam upaya kita dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sijunjung,"ucap Benny

    Diakhir sambutannya, Bupati Benny juga mengingatkan, tahun 2024 mendatang adalah tahun tahun politik. "Bijaklah dalam menggunakan media sosial, jangan murah di adu domba, terprovokasi oleh orang orang yang ingin memecah belah persatuan dan kebersamaan kita, terus dukung kami agar pembangunan akan terus berkelanjutan,"harap Benny

    Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, Syasmi Ultriadi dalam sambutannya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Bapak Bupati beserta bunda paud kabupaten sijunjung dan Jajaran, yang selalu serius dan fokus memperhatikan kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Sijunjung, di semua jenjang mulai dari Paud, SD dan SMP. 

    "Semoga akan berdampak terhadap peningkatan Indek Pembangunan Manusia di daerah kita, karena pendidikan merupakan salah satu indikator dalam penilaiannya,"ujarnya

    Syasmi Ultriadi mengatakan, Pendidikan merupakan salah satu sektor penting bagi kehidupan manusia, bahkan negara. Oleh karena itu, dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah Indonesia saat ini memperkenalkan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum alternatif yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan siswa. Serta dipercaya dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran apabila dipadukan dengan penggunaan media pembelajaran yang tepat.

    Tujuan dari kurikulum merdeka adalah Membuat sekolah dan pemerintah daerah memiliki otoritas untuk mengelola sendiri pendidikan yang sesuai dengan kondisi di daerahnya masing-masing, dengan memperhatikan kearifan lokal yang ada.

    "Mari kita terus tingkatkan persatuan dan kesatuan dalam membangun dunia pendidikan di Kabupaten Sijunjung, kami di lembaga DPRD akan siap selalu mendukung kebijakan , inovasi dan kreatifitas tenaga pendidik semua demi kamajuan pendidikan diranah lansek manih,"ucap Syasmi Ultriadi

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Puji Basuki mengatakan, latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini adalah kebijakan merdeka Belajar dari Kemendikbud ristek yang akan menerapkan kurikulum merdeka belajar di semua jenjang pendidikan di tahun 2024

    "Nara sumber pada Bimtek ini adalah Bupati Sijunjung, Bunda Paud, dan Yosi Srianita MPd dari BBPMP Provinsi Sumbar serta Trainer Motivator, Paljriati dari Padang,"ujar Puji  (Andri)

    Kemendikbud Adakan Bimtek di Sijunjung

    Padang (sumbarkini.com) - Aparatur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
    Sijunjung bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (KEMENDIKBUD RI) mengadakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) dan Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga , di Gelanggang Olah Raga (GOR) Sibinuang Sakti Muaro Sijunjung, Sabtu 14 Juli 2018.

    Kegiatan ini dibuka Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin dan dihadiri oleh Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud RI, diwakili oleh Kasubdit Program dan Evaluasi, Warisno,  Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan undangan lainnya.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Ramler, SH, MM selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Pembukaan Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga sekaligus Penutupan Bimtek yang telah dilaksanakan dari Rabu (11/7) kemaren.

    " Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara Direktorat Pendidikan Keluarga Kemendikbud RI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung dalam upaya memberikan penguatan kapasitas kepala satuan pendidikan dalam penyelenggaraan  pendidikan", ucap Ramler.

    Dijelaskannya bahwa, acara kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga yang telah dilaksanakan ini, diikuti 50 orang peserta terdiri dari Pengawas, Kepala Sekolah SD, SMP serta Organisasi Mitra (Himpaudi, IGTK, PKMB, PKG)yang dilaksanakan dari Rabu hingga Sabtu,(11 -14/7/ 2018).

    Kemudian, Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga hari ini diikuti 214 peserta terdiri dari semua pemegang kebijakan,  Pengawas, Penilik, Organisasi Mitra dan Kepala Sekolah ditingkat Satuan Pendidikan mulai dari PAUD, SD dan SMP serta lembaga Pendidikan non Formal lainnya, tambah Ramler.

    Bupati Yuswir Arifin dikesempatan itu menyampaikan, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada direktur pembinaan pendidikan keluarga beserta jajaran yang telah berkenan hadir memenuhi undangan di Sijunjung Nagari Lansek Manih ini.

    " Seperti kita ketahui, Peningkatan SDM merupakan hal yang harus segera kita tuntaskan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)," ucap bupati.

    "Untuk itu diharapkan , melalui pelatihan kali ini, betul betul diikuti dengan baik sehingga semua materi yang akan disampaikan oleh Narasumber maupun fasilitator dapat kita serap secara utuh dan dapat di implementasikan di satuan sekolah kita masing masing, dengan harapan berdampak yang luar biasa untuk kemajuan Pendidikan di Kabupaten Sijunjung ini" harap Bupati Yuswir.

    " Dengan program pendidikan keluarga ini akan semakin terjalin kemitraan dan keselarasan program pendidikan di satuan pendidikan keluarga dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif untuk menumbuh kembangkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik, sekaligus berdampak terhadap citra,  harkat dan martabat anak anak di Kabupaten Sijunjung, yang akan melahirkan anak anak sehat, cerdas, berkarakter dan berprestasi,' tambahnya.

    Di akhir sambutan, bupati langsung menutup Bimtek sekaligus membuka Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga tersebut. Andri Kampai.

    Bupati Benny Dwifa Buka Sosialisasi BOSP PAUD Sekaligus Berikan Santunan Kepada 100 Peserta Didik Paud Yatim/Piatu dari IJP Jakarta

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung melalui Bidang Pembinaan Paud dan PNF menggelar Sosialisasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

    Sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung ini dibuka langsung Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S.STP. M.Si pada Kamis 13 April 2023

    Acara sosialisasi yang diawali dengan pemberian santunan kepada 100 Anak Paud yang yatim/piatu dan kurang mampu kerjasama Pemerintah Kabupaten Sijunjung dengan Indojalito Peduli Jakarta ini turut dihadiri Bunda Paud Kabupaten Sijunjung Ny. Riri Benny Dwifa, Kajari Sijunjung, Adi Nuryadin Sucipto, S.H, M.H beserta seluruh Kasi dari kejaksaan Negeri Sijunjung

    Hadir juga Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Puji Basuki, SP.MMA, Kabid Paud dan PNF Hendri Nurka S.Sos,M.Si, besera Kasi Kurikulum dan penilaian, Delvianti Basri, SE, Kasi Sarpras, Widya Prada Neng Azmi S,Kom, dan Afdarul Syukri,S,Pd

    Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir dalam sambutannya mengapresiasi kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan beserta jajaran bersama Bunda Paud Kabupaten Sijunjung yang telah sukses melaksanakan sosialisasi ini walaupun dalam suasana libur dan bulan ramadhan masih bisa menghadirkan tenaga pendidik Paud pada hari ini dan berharap pertemuan ini dinilai ibadah oleh Allah SWT

    Bupati Benny mengatakan bahwa ia menyadari pendidikan paud berbeda dengan pendidikan lainnya, karena harus mengurusi usia balita yg membutuhkan tingkat kesabaran yang luar biasa

    "Usia Paud adalah pondasi yang harus dijaga, karena jika salah dalam mengajarkannya sejak dini akan berdampak terhadap pendidikan pada jenjang berikutnya bahkan sampai mereka dewasa. Maka harapan kami kepada seluruh pendidik paud mari terus meningkatkan kompetensinya dalam melakukan proses pembelajaran, apalagi sekarang kita harus melaksanakan program kebijakan merdeka belajar, dengan mengarahkan proses pembelajaran anak sesuai bakat dan minatnya,"ujar Benny

    Ia juga menyampaikan bahwa untuk tenaga pendidik paud, pada tahun 2023 ini  pemerintah akan memfasilitasi dengan  menaikkan insentif guru paud (sekitar 5 M lebih APBD untuk insentif guru paud). Pemerintah juga menyediakan 22 unit kenderaan roda dua kepada kepala sekolah PAUD Negeri

    "Insyaallah bulan depan proses pengadaannya akan selesai dan Untuk pembangunan dan revitalisasi lembaga/ sekolah paud pada tahun ini pemerintah daerah menganggarkan melalui APBD  lebih kurang 2 M lebih dan 1,5 M melalui dana DAK Fisik,"lanjut Benny

    Terkait dengan kegiatan ini ,karena lembaga difasilitasi Biaya Operasional Satuan Pendidikan, pada kesempatan itu, Bupati Benny mengingatkan kepada ibu-ibu semua agar membelanjakan BOP yang diberikan melalui DAK Non Fisik sesuai dengan juknis yang ada, agar nanti tidak bermasalah dengan aturan administrasi keuangan yang ada

    Setelah penyerahan santunan kepada 100 orang anak paud yang yatim/piatu dan kurang mampu, Bupati Benny mengatakan, ini adalah wujud kepedulian pemerintah daerah  kepada pendidikan anak usia dini dengan harapan tentunya mereka juga merasakan nanti kebahagiaan di hari kemenangan (idul fitri). Serta Bupati Benny juga mengucapkan terima kasih kepada Indojalito Peduli yang telah memberikan bentuan ini,"semoga bermanfaat bagi anak anak kita yang menerima dan kepada Indojalito Peduli semoga bisa dibalas oleh Allah hendaknya dan dimudahkan rezekinya dengan berlipat ganda oleh Allah Swt hendaknya,"harap Benny

    Diakhir sambutannya Bupati mengajak agar meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan serta kekompakkan seluruh tenaga pendidik paud, "mumpung kita bertemu hari ini kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sijunjung dan pribadi beserta keluarga mengucapkan selamat idul Fitri nantinya mohon maaf lahir dan batin kepada kita semua, tolong sampaikan salam hangat kami  kepada keluarganya dirumah,"tutup Bupati Benny Dwifa

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Puji Basuki SP,MMA mengatakan, kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 361 orang dari seluruh lembaga PAUD se Kabupaten Sijunjung dengan nara sumber tentang pengelolaan dana BOP adalah Kajari sijunjung Adi Nuryadin Sucipto, SH. Mh dan tentang dapodik Dodoy Syah Indra  

    "Kegiatan ini penting dilaksanakan agar nanti lembaga tidak salah dalam penggunaan dana BOP sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 63 tahun 2022,"ujar Puji Basuki. (Andri)

    Bunda Paud Kabupaten Sijunjung Ny.Riri Benny Dwifa Buka Kegiatan Bimtek Lingkungan Belajar Berkualitas.

    Sijunjung (Sumbarkini.com)- Bunda Paud Kabupaten Sijunjung Ny.Riri Benny Dwifa diwakili Hendri Nurka, S.Sos.M.Si membuka secara resmi kegiatan Bimtek Lingkungan Belajar Berkualitas di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sinjunjung, Selasa (13/9).

    Diawal  pengarahannya Hendri Nurka, S.Sos., M.Si yang juga Kepala Bidang Pembinaan Paud dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung menyampai ungkapan maaf dari pribadi Buk Riri Benny Dwifa selaku Bunda Paud dan Bapak Puji Basuki, SP.M.MA tidak bisa hadir bersama kita saat ini kerena kedua dinas luar.

    "Sayogianya yang akan membuka acara ini adalah  Bunda Paud Kabupaten Sijunjung Ny.Riri  Benny Dwifa, karena dalam waktu bersamaan,  beliau ada tugas ke Palangki Kecamatan IV Nagari,  maka disposisikan beliau  kepada saya untuk  membuka acara ini," ungkap Hendri.

    Kabid PAUD &PNF, Hendri Nurka, S.Sos, M.Si

    Dikatakan Hendri Nurka, dalam waktu bersamaan dengan acara ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung Bapak Puji Basuki juga melakukan dinas luar ke Jakarta konsultasi juga mengenai nasib tenaga PPPK kedepannya. 

    Hendri Nurka yang mewakili Bunda Paud Riri Benny Dwifa,  dalam pengarahan dan meresmikan kegiatan ini banyak hal yang disampaikan kepada peserta Bimtek menyangkut dengan kependidikan Paud Kabupaten Sijunjung.

    Sesungguhnya, kata Hendri Nurka semua lembaga Paud daerah ini telah berkualitas, namun masih ada disana sini perlu ada perbaikan dan penyempurnaan,  mudah mudahan usai bimbingan teknis Lingkungan Belajar Berkualitas ini  semua lembaga Paud bisa menciptakan suasana  berkualitas pada setiap elemen dalam lembaga  pendidikan usia dini 

    Peserta Bimtek saat mendengarkan materi

    Dikatakannya, Mas Mentri Nadim Makarim, telah melounching 21 episode merdeka belajar, kepada  semoga guru Paud disarankan agar  informasi  yang menyangkutkan dengan Paud harap di Up date, supaya kita jangan tertinggal dengan informasi tersebut.

    "Guru Paud harus selalu meng- up date 21 episode merdeka belajar itu,  terutama yang menyangkut dengan Paud itu sendiri,  dan sesama guru Paud sangat diharapkan adanya semangat berbagi dalam berbagai informasi terbaru," tegas Kabid Pembinaan Paud.

    Disebutkan juga oleh Hendri Nurka ternyata kita tidak tahu, selama ini pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) telah sejak lama melakukan riset dan penelitian pada alam Geopark Silokek. Banyak hal hal yang berharga ditemukan mereka disana.

    "Geopark Silokek ini perlu kita kembangkan, bahkan telah menjadi icon Kabupaten Sijunjung saat ini. Geopark Silokek dikembangkan  bukan hanya untuk riset  dan penelitian saja,  tetapi juga menjadi primadona pariwisata Lansek manih," papar putera daerah asli Muaro itu.

    Hendri Nurka, juga mengajak para guru penerima Tunjangan Profesi jangan kuatir, karena  tunjangan profesi tersebut dalam RUU Sisdiknas yang baru  tetap ada Tunjungan Profesi Guru itu  sampai ia  pensiun nantinya.

    "Undang undang itu baru dalam bentuk rancangan, seluruh warga masyarakat dapat memasukan usul dan saran jika dilihat dimana terjadi kekurangan atau sesuatu yang belum pas dalam RUU tersebut," ujar Hendri.

    Berkaitan dengan itu, Hendri Nurka menghimbau kepada semua guru khusus Paud, para Penilik Paud untuk dapat membaca rancangan undang undang itu, dan berikan masukan melalui saluran yang benar, sehingga nantinya bila RUU itu disahkan menjadi UU semua isinya tidak ada yang berpolemik lagi.

    Lebih lanjut,  Hendri Nurka  berharap kepada semua peserta Bimtek, "Ikuti kegiatan  ini dengan santai tetapi serius, sehingga semua para guru Paud daerah ini punya wawasan dan literasi tentang Lingkungan Belajar Berkualitas".

    Ketua Panitia Pelaksana, Delvianti Basri, SE

    Ketua Panitia Pelaksana Bimtek, Delvianti Basri, SE mengatakan, Bimbingan teknis Lingkungan Belajar Berkualitas kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi berlangsung selama dua hari Selasa dan Rabu, 13 dan 14 September 2022 di Aula Dinas Pendidikan, Muaro. 

    Peserta Bimtek LBB ini berjumlah 20 orang terdiri Ketua PKG, utusan Gugus Paud, Ketua IGTKI Kabupaten, Ketua Himpaudi Kabupaten, Penilik se Kabupaten Sijunjung. Kegiatan ini juga dihadiri Ibuk Dra.Nelis, M.Pd dari BBPMP Provinsi Sumbar Barat, Herman dan Andri dari Pokja Paud Kabupaten Sijunjung.

    Menurut Delvianti Basri, yang akan menjadi Nara Sumber dalam kegiatan Bimtek dua hari ini adalah Dra.Nelis, M.Pd dari BBPMP Provinsi Sumbar dan teman teman guru Paud yang telah dilatih langsung oleh kementerian di Medan sebelumnya.

    Usai dibuka secara resmi Bimtek Lingkungan Belajar Berkualitas oleh Bunda Paud Kabupaten Sijunjung diwakili Hendri Nurka, langsung penyampaian materi oleh Ibuk Dra.Nelis, M.Pd dari BBPMP Sumbar yang berjudul "Perencanaan Berbasis Data" 

    ( Herman/Andri)

    Dinas Dikbud Gelar Bimtek Peningkatan Kompetensi Tutor Pendidikan Kesetaraan se Kabupaten Sijunjung.

     

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Tutor Pendidikan Kesetaraan sekaligus mengukuhkan forum tutor se Kabupaten Sijunjung di Aula Dinas tersebut pada Selasa 16 November 2021.

    Bimtek ini dilaksanakan selama 3 hari, dari Selasa sampai dengan Kamis (16 - 18/11) dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Usman Gumanti, S.Pd, MM didampingi Kabid PAUD, Hendri Nurka, S.Sos, M.Si.

    Dalam sambutannya Kadis Usman Gumanti mengucapkan selamat atas telah dikukuhanya Forum Tutor Kabupaten Sijunjung periode 2021- 2024, "semoga dengan adanya forum tutor Kabupaten Sijunjung dalam menambah sinersigitas program tutor dengan progam lembaga PKBM guna meningkakan mutu pendidikan kesetaraan Kabupaten Sijunjung yang lebih baik lagi,"harapnya.
     
    Disampaikan Usman, Pendidikan kesetaraan adalah program pendidikan yang dirancang bagi warga masyarakat yang karena sesuatu hal tidak berkesempatan mengikuti pendidikan pada jalur pendidikan persekolahan.

    "Pendidikan kesetaraan didesain dengan mengkombinasikan 60 % pendidikan dasar umum/ akademik (bidang studi) yang setara dengan pendidikan formal dan 40 % Pendidikan Kecakapan Hidup / Life Skill,"lanjut nya.

    Pada waktu yang lalu pendidikan nonformal seringkali dipandang sebelah mata, dengan adanya UU no 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan PP No 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, pendidikan kesetaraan mempunyai peran yang sangat penting maka peran tutor menjadi sangat strategis.

    Peran pendidikan kesetaraan semakin diminati oleh masyarakat. Apalagi dengan adanya DAK fisik dan nonfisik maka pendidikan kesetaraan ini mulai bangkit.
    Dengan adanya program pendidikan paket dengan keterampilan kecakapan hidup tertentu yg harus dimiliki warga belajar sebagai bekal dalam berwirausaha.

    Selain itu diera milenial  agar para tutor kesetaraan meningkatkan kompetensinya terutama dalam hal penggunaan media teknologi informasi karena kemampuan tersebut sangat dibutuhkan  dalam membuat media pembelajaran yang efektif dan menarik, ditambah lagi dengan situasi pandemi covid-19 yang memaksa seluruh pembelajaran secara tatap muka ditiadakan, mau tidak mau, suka tidak suka harus menguasi IT dan tentunya juga Pendidikan Karakter serta Pembelajaran akan berbasis daring dan on line

    "Diharapkan setelah mengikuti kegiatan Bimtek ini Peningkatan Kompetensi Tutor Pendidikan Kesetaraan para peserta dapat memahami dan mengimpelementasikan kurikulum 2013 serta meningkatkan kemampuan, minat dan inovasi para tutor dalam mengelola pembelajaran Kesetaraan. Karena Keberhasilan yang dicapai oleh warga belajar sangat ditentukan oleh cara dan kemampuan tutor dalam menyampaikan bahan ajar,"harap Usman Gumanti.

    Kepala Bidang PAUD, Hendri Nurka, S.Sos, M.Si selaku panitia pelaksana dalam laporannya menyebutkan, tujuan diadakannya bimtek ini untuk meningkatkan kualitas tutor pendidikan  kesetaraan, meningkatkan mutu dan kompetensi tutor pendidikan kesetaraan sesuai dengan standar yang ditentukan, serta tercapainya pendidikan kesetaraan yang berkualitas.

     
    Peserta dari Bimtek ini lanjut Hendri terdiri dari 50 orang tutor, dimana masing masing lembaga menugaskan 4 orang tutor dari 12 lembaga kecuali PKBM Insan mandiri yang meugaskan 6 orang tutor dikarenakan PKBM Insan Mandiri merupakan pilot project inovasi daerah
     
    "Narasumber pada bimtek ini adalah Elvis Betrizon, S.Sos(Ketua Forum Tutor Provinsi Sumatera Barat  dan PNS Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman), Syamsul Hamdi, S.Sos (PCP Tutor Kesetaraan / Sekretaris Forum Tutor Provinsi dan Ketua PKBM YPBM Kabupaten Solok), Neng Alfitri, S.Pd, M.Pd (Widyaiswara BP PAUD Provinsi Sumatera Barat), Andri Alindra, ST (Instruktur TIK BLK Kab. Sijunjung / Ketua Forum PKBM Provinsi Sumatera Barat), Efitati (Pelaku UMKM Kab. Sijunjung Produksi Jahe Merah), dan Ayu Sartika (Pelaku UMKM Kab. Sijunjung Produksi Tas Jali-Jali),"ujar Hendri Nurka.

    Hadir dalam bimtek tersebut Kasi Kurikulum dan Penilaian, Delvianti Basri,SE, serta Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter,Neng Azmi,S.Kom (Andri)


     

    APTEKIM Sukses Gelar Munas di Padang

    Padang (sumbarkini.com) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas
    Bung Hatta (UBH) dan Univ. Surabaya (UBAYA) menggelar kegiatan yang diamanahkan Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia (APTEKIM). Kolaborasi ketiga institusi ini menghasilkan ketiga event ini bisa berlangsung dengan sukses.

    Ketiga kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Kyriad Bumi Minang,Padang, Sumatera Barat pada tanggal 4 sampai 6 Oktober 2018 tersebut adalah Musyawarah Nasional (Munas) APTEKIM ke-5, The 1st International Symposium of Indonesian Chemical Engineering (ISIChem), Seminar Nasional Teknik Kimia (SNTKI) 2018. 

    Kegiatan ini dibuka oleh Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka mewakili Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Revolusi Industri 4.0 tidak hanya berpotensi luar biasa dalam merombak industri, tapi juga mengubah berbagai aspek kehidupan manusia.

    “Peluang lebar terbuka bagi insinyur/sarjana Teknik Kimia baik di sektor publik maupun sektor swasta untuk menghasilkan produk bernilai ekonomis, sosial dan ramah lingkungan,” ujar Alumni Teknik Kimia ITS angkatan 1981 ini.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memfasilitasi para peneliti, akademisi, dan praktisi industri untuk menyajikan hasil penelitian/studi di dalam forum ilmiah bidang teknik kimia sehingga terjadi sharing knowledge antar peserta simposium, penjelasan  dari Juwari pada saat acara seremoni yang mewakili Ketua APTEKIM 2015-2018.
    Selain Ketua APTEKIM, Rektor UBH, Prof Dr. Azwar Ananda, MA juga mengucapkan terimakasih kepada APTEKIM yang telah memberikan kepercayaan pelaksanaan di Padang dan bisa berkolaborasi dengan ITS dan UBAYA. 

    Ketua Panitia Pelaksana Munas, ISIChem dan SNTKI 2018, Hakun Wirawasista Aparamarta menjelaskan bahwa ada sekitar 300 artikel yang terdaftar dengan topik bervariasi. Topik-topik itu meliputi teknologi biokimia, termodinamika dan teknologi superkritis, teknologi material dan nano, manajemen Teknik Kimia, teknologi pemisahan dan pemurnian, energi terbarukan, pengolahan air dan limbah, teknologi pangan dan farmasi, pendidikan Teknik Kimia, Teknologi Katalis dan Reaksi Kimia, dan Process System Engineering.
    Dimana paper yang masuk ini merupakan yang terbesar dalam sejarah APTEKIM. 

    “Seminar kali ini diikuti oleh 5 negara yakni Jepang, Taiwan, Hongkong, Thailand dan tentu saja Indonesia sebagai tuan rumah,” ujar ketua panitia yang lulus di NTUST Taiwan ini.
    Luaran dari kegiatan ini dimana artikel terpilih akan dipublikasikan dalam jurnal terindeks scopus. Adapun artikel yang tidak lolos seleksi akan dipublikasikan ke Proceeding IPTEK, tambah  Setiyo Gunawan, Sekretaris Departemen Teknik Kimia FTI ITS

    Tiga Even Sekaligus
    Juwari ST., M.Eng., PhD, menyatakan bahwa Munas APTEKIM adalah agenda tiga tahunan APTEKIM yang bertujuan untuk memfasilitasi pembentukan kepengurusan baru serta forum diskusi terkait Perguruan Tinggi Teknik Kimia. Kali ini Munas didampingi oleh seminar internasional yakni ISIChem 2018. Jadi pada tahun ini ada tiga event sekaligus yang yang ditangani tiga institusi yakni Munas APTEKIM ke-5,  ISIChem dan SNTKI.

    “Keputusan tempat pelaksanaan di Padang ini merupakan keputusan dari Dewan Pengurus APTEKIM periode 2015-2018” ujar  Juwari.

    Pria lulusan Malaysia ini juga menambahkan tempat pelaksanaan ini juga sebagai langkah nyata dalam mewujudkan Pendidikan Teknik Kimia di Indonesia secara merata.
    Hal ini berarti APTEKIM berkeinginan semua Lembaga Pendidikan Tinggi di Indonesia mempunyai jurusan atau Fakultas Teknik Kimia, mempunyai kurikulum dan kemampuan tenaga pengajar yang merata.

    Lebih jauh dijelaskan Sekretaris APTEKIM, Dr. Emma Savitri. Untuk merealisasikan harapan pengurus maka Munas diikuti semua anggota APTEKIM yang berasal dari perwakilan Program Studi Teknik Kimia atau program studi sejenis dari 47 perguruan tinggi di Indonesia. Dalam Munas dibahas laporan kegiatan kepengurusan APTEKIM 2015-2018, pembentukan pengurus APTEKIM dan Majelis Pertimbangan Asosiasi (MPA). Munas diagendakan juga untuk menghasilkan rekomendasi kegiatan kepengurusan periode 2018-2021. 

    Secara garis besar capaian pengurusan APTEKIM 2015-2018 oleh ITS-UBAYA pertama APTEKIM telah terdaftar di kemenkumham. Kedua, sudah disahkanya dokumen kurikulum inti Teknik Kimia mulai program D3 S1 S2 maupun S3. Ketiga , telah berlangsung kegiatan Staff dan student mobilty sesama anggota. Keempat, ditandatanganinya MoU antara APTEKIM, BKK- PII dan FIKI untuk memperkokoh link and match akademisi dan industri diantaranya kegiatan magang industri untuk dosen muda paparan Juwari dalam laporan pertanggungjawabannya.


    Undip Ketua
    Munas APTEKIM ke-5 telah memilih Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai Ketua APTEKIM periode 2018-2021. Munas pun berhasil menetapkan 11 anggota MPA yaitu ITS (ketua), ITB, UGM, UNSRI, UNDIP, POLINEMA, UMJ, UNTIRTA, UNIV BOSOWA, UNLAM dan UNRI.

    Keberhasilan Munas ini diapresiasi Juwari ST., M.Eng., PhD. Sebagai Ketua APTEKIM 2015-2018 dia berharap, “Semoga Munas APTEKIM 2018 bisa membawa berkah, barokah dan banyak manfaat untuk kemajuan Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia.” (*)

    Sebanyak 150 orang pengurus TK dan KB se Kab.Sijunjung ikuti Sosialisasi Akreditasi PAUD dan DIKMAS


    Sijunjung (Sumbarkini.com) - Sebanyak 150 orang pengurus Taman Kanak -kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) se-Kabupaten Sijunjung ikuti Sosialisasi Akreditasi PAUD dan DIKMAS yang dilaksanakan di Aula Paud Percontohan, Rabu 5 Desember 2018.

    Kegiatan ini dilaksanakan oleh Aparatur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung bekerjasama dengan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Formal (BAN PAUD dan PNF) Provinsi Sumatera Barat.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung diwakili Kabid PAUD dan PNF, Syamsul Bahri, S.Pd, MM pada kesempatan itu menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah untuk peningkatan mutu dari lembaga serta untuk memperoleh gambaran kinerja dari lembaga PAUD PNF tersebut.

    "Di Kabupaten Sijunjung saat ini terdapat 490 lembaga PAUD, dari semua itu terdapat 136 lembaga yang belum ter Akreditasi, untuk itu diharapkan kepada semua lembaga di Kabupaten Sijunjung pada tahun 2019 nanti sudah terakreditasi," harap Kabid Syamsul.

    Sementara Ketua BAN PNF Provinsi Sumatera Barat, Prof. Ahmad Subandi bersama anggota, Yurnalis,S.Pd pada kesempatan itu juga mengharapkan agar lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Sijunjung mendapatkan akreditasi dan nilai terbaik.

    ” Diharapkan lembaga pendidikan PAUD di Kabupaten Sijunjung ini memenuhi standar dan mendapatkan nilai yang terbaik, sehingga kedepan Sijunjung bisa dinyatakan benar-benar layak sebagai lembaga pelayanan pendidikan anak usia dini dan non formal," harap Ahmad Subandi.

    Dalam kesempatan tersebut materi yang disosialisasikan adalah akreditasi online yang telah menggunakan Sistem Penilaian Akreditasi (SisPenA) PAUD PNF 2018.


    Dinas Dikbud Sijunjung Adakan Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Sulingjar Bagi Pendidik PAUD.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung melalui Bidang PAUD dan PNF mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Survey Lingkungan Belajar Paud tahun 2025.

    Kabid PAUD dan PNF, Delvianti Basri, SE, MPd mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung pada Selasa 9 September 2025 ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Dikbud, Puji Basuki, SP, M.Ma dan turut dihadiri oleh Kasi , Penilik dan para Ketua PKG per kecamatan, serta Sri Astuti, STHI guru TK Insan Kamil Kecamatan Kupitan dan Trivahmi Handayani, S.Pd Kasi Kurikulum dan Penilaian selaku pemateri pada kegiatan tersebut.

    Kegiatan ini lanjut Delvianti Basri, di ikuti sebanyak 358 lembaga terdiri dari 150 lembaga TK, 203 Lembaga KB dan 5 lembaga TPA.

    "Sulingjar ini dibuka mulai tgl 15 September sampai dengan 10 Oktober 2025 ",ujar Delvianti.

    Delvianti mengatakan, seperti tahun tahun sebelum nya, Kabupaten Sijunjung selalu terdepan untuk sulingjar tersebut.

    Pada kegiatan tersebut, Kadis Dikbud, Puji Basuki juga membagikan alat sekolah bagi anak kurang mampu secara simbolis.

    Adapunn yang mendapatkan bantuan alat sekolah ini sebanyak 570 orang yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Sijunjung.

    Delvianti menambahkan bahwa tahun ini, PIP daerah juga sudah masuk ke rek siswa sebanyak 300 orang dengan rincian sebanyak 400 ribu per anak.

    Kegiatan ini lanjut Delvianti juga di samakan dengan penataan Dapodik yang cut off pada tgl 31 Agutus sudah 100 %.

    "Namun ada beberapa yang residu segera diperbaiki hingga penataan  Dapodik bersih dalam penerimaan BOSP paud dan saat ini penerima BOSP 533 lembaga karna ada beberapa lembaga yang tidak singkron sehingga 5 lembaga tahun ini tidak menerima BOSP,"tutup Delvianti Basri. ( Adek)


    Leonardy Dukung Penerapan ABS-SBK di PAUD

    Padang (sumbarkini.com) - PAUD Hauriyah Halum telah memperkenalkan adat dan budaya Minangkabau kepada anak didiknya. Filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK) disinergikan dengan kurikulum lembaga pendidikan mereka.

    Ini yang menarik bagi Anggota Komite III DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH. Dia mendukung implementasi nilai-nilai falsafah ABS-SBK di PAUD yang berlokasi di Kelurahan
    Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara. Makanya Senin (22/10), Leonardy datang ke sekolah itu.

    "Kita harus mendukung upaya-upaya penerapan ABS-SBK yang dilaksanakan PAUD Hauriyah Halum. Ini penting untuk mengenalkan pendidikan karakter sejak anak usia dini. Mereka mengaplikasikan alam takambamg jadi guru," ujar Leonardy seusai kunjungannya.

    Leonardy akan mendorong Nina Ramayenda agar terus memperkenalkan adat dan budaya minangkabau sejak usia dini di lembaga pendidikan yang dia buat bersama suaminya M. Rozi.

    "Bagus terobosannya untuk menjadikan PAUD Hauriyah Halum mempelopori pendekatan adat dan budaya kepada anak-anak didiknya. Ini sangat bagus. Pintar dia memilih keunggulan bagi lembaga pendidikannya," puji pria yang akrab dipanggil Bang Leo itu.



    Dari kunjungannya ke PAUD tersebut, Leonardy dapat membaca keunggulan lain dari lembaga itu. Menyulap sekolah bernuansa rumah akan mengakrabkan anak dengan sekolah. Anak-anak pasti nyaman mengikuti kegiatan bermain sambil belajar mereka.

    "Pola pendidikan dengan kurikulum berbasis budaya lokal seperti ini patut dipertahankan. Kita akan dorong Hauriyah Halum untuk merintis pendirian sekolah dasar. Agar pendidikan karakter yang mereka ajarkan tidak terputus. Minimal sampai jelang pra remaja mereka," ungkapnya.

    Jika tidak diterapkan secepatnya, maka pendidikan yang bagus di Hauriyah Halum bakal terputus. Pemanfaatan usia emas anak untuk membentuk karakter anak sejak dini menjadi tidak optimal.

    Prof. Raudah Taib juga mengatakan, pengenalan adat dan budaya sejak dini yang dilakukan Hauriyah Halum sangat bagus. Menurutnya penilaian implementasi ABS-SBK di Kota Padang dilakukan untuk memotivasi anak dan juga orang tuanya menerapkan norma-norma kehidupan sesuai agama dan adat minangkabau.

    “Penilaian ini untuk memotivasi masyarakat agar terus mempertahankan nilai-nilai adat dan agama yang menjadi falsafah sejak nenek moyang Minangkabau,” kata Raudah.

    Ia berharap, PAUD Hauriyah Halum nantinya menjadi PAUD Padang percontohan implementasi ABS-SBK. (zul)

    Leonardy Tekankan Pentingnya Pendidikan Kebangsaan Sejak Usia Dini



    PADANG – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bekerjasama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Padang mengadakan kegiatan sosialisasi empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pada Jum’at (30/6/2023) bertempat di Gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan Padang. Acara ini diikuti oleh Pengurus dan Anggota Himpaudi se-Kota Padang.

     

    Sebagai narasumber kegiatan ini, Anggota MPR RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH dan Rektor Universitas Ekasakti Padang, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd dan moderatornya Noviandi Amir, SH, MH. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Himpaudi Kota Padang, Desi Susanti, S.Pd, dan Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Padang Asmawati, SE., M.Si.

     

    Leonardy menyatakan sosialisasi ini merupakan tugas MPR RI sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 dan Undang-undang Nomor 02 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD untuk melaksanakan agenda memasyarakatkan Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

     

    Ditegaskannya sosialisasi ini penting artinya mengingat saat ini cukup banyak fenomena yang terjadi di masyarakat yang berpotensi memecah belah bangsa ini. Belum lagi kemajuan teknologi dan informasi saat ini yang menghilangkan sekat-sekat kebangsaan, memudahkan masuknya paham-paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia dalam Empat Pilar Kebangsaan. Untuk itu generasi penerus kita harus ditanamkan nilai-nilai ini sejak usia dini.

     

    Leonardy mengingatkan tugas guru PAUD adalah menanamkan nilai-nilai kepada anak-anak seperti kemandirian, kematangan emosi, menghormati orang tua, menghormati sesama teman, pandai bergaul. “Proses pembelajaran ini disampaikan melalui belajar dengan bermain, bermain dengan belajar, belajar dengan bernyanyi," ungkap Leonardy.

     

    Untuk itu Leonardy mengharapkan para guru PAUD dapat menyampaikan nilai-nilai luhur yang terkandung pada Empat Pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kepada anak didiknya saat proses pembelajaran tersebut.

    Leonardy melanjutkan, para anggota Himpaudi Kota Padang adalah guru atau orang-orang yang mengajar generasi muda yang masih pada usia dini dan berada di garis depan yang juga berinteraksi langsung dengan orang tua anak-anak tersebut. Ini tugas mulia sehingga pondasi atau dasar pengetahuan anak-anak terbentuk dan akan terus dipakainya selama masa hidupnya. Itulah mengapa empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara penting diajarkan sejak usia dini.

     

    Nilai-nilai yang diajarkan kepada anak-anak hendaknya sesuai dengan ideologi dan aturan yang ada di Indonesia. Nilai-nilai mulia itulah yang selanjutnya akan diteruskan oleh generasi emas dalam membangun bangsa di masa depan nanti.

     

    Guru PAUD yang sehari-hari berada di tengah-tengah masyarakat, kata Leonardy, diharapkan menyampaikan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada masyarakat di lingkungannya.

     

    Dalam kesempatan itu, Ketua Himpaudi Kota Padang, Desi Susanti, S.Pd juga menyampaikan bahwa mulai tahun ini (2023) menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar pada lembaga PAUD di Padang. Harapannya tentu agar anak-anak dapat dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan di tingkat selanjutnya.

     

    Dikatakannya bahwa Himpaudi Kota Padang tetap mengarahkan lembaga-lembaga PAUD yang dinaungi untuk menerapkan kurikulum terbaru kepada anak-anak didik. PAUD di Kota Padang juga menerapkan Senam Profil Pancasila. Melalui senam ini diharapkan pendidik PAUD bisa mengenalkan, memberi pemahaman tentang nilai-nilai luhur dalam keempat pilar kebangsaan kepada anak usia dini yang belajar di lembaga mereka.

     

    Desi juga mengungkapkan di Kota Padang ada 177 lembaga PAUD dan 572 pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Dia sangat mengharapkan dukungan Leonardy untuk guru PAUD. Sebab hingga saat ini lembaga PAUD masih berada di luar sistem pendidikan formal Indonesia dan belum ada dalam undang-undang pendidikan.

     

    “Hal ini membuat kami belum mendapatkan fasilitas dan benefit selayaknya tenaga kependidikan," ungkap Desi.

     

    Rektor Universitas Ekasakti Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd selaku narasumber menyampaikan bahwa materi Empat Pilar dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dapat disampaikan kepada anak-anak usia dini dalam bentuk sederhana. Sesuai dengan umurnya.

     

    “Misalnya dengan membuat peraturan di kelas, itu mengajarkan tentang pentingnya mematuhi peraturan dalam menjaga ketertiban," ungkap Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Sumatera Barat itu.

     

     

    Bagaimana Bersikap

     

    Dalam sesi tanya jawab bersama peserta, Ketua Himpaudi Kota Padang Desi Susanti, S.Pd menanyakan berkaitan dengan pelanggaran terhadap perundang-undangan. Ia mengatakan bahwa berita tentang pelanggar hukum dan undang-undang ini justru banyak juga si pembuat undang-undang itu sendiri. Ia khawatir bahwa pemberitaan ini akan dilihat anak-anak dan dicontoh. “Kita tentu khawatir anak-anak nanti malah mencontoh pelanggarannya,” ungkapnya

     

    Meni Effendi, S.Pd, Anggota Himpaudi dari Kecamatan Nanggalo mengatakan bahwa ia merasa pemerintah kurang konsisten dalam penegakan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Karena, saat ini saja di sekolah tingkat dasar dan menengah pelajaran tentang pancasila dan kewarganegaraan itu hanya dua jam dalam seminggu. “Bagaimana bisa menanamkan nilai Pancasila kepada anak jika diberi waktu hanya dua jam dalam seminggu," katanya.

     

    Selain itu, Meni juga mempertanyakan tentang materi sosialisasi empat pilar itu. Bagaimana caranya agar bisa menanamkan nilai Pancasila dan pilar lainnya, sedangkan anak usia dini masih belum bisa berfikir secara abstrak.


    Menanggapi pertanyaan para peserta sosialisasi, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd menjelaskan tugas kita adalah mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya mematuhi aturan. Tidak hanya dipatuhi, tapi juga aturan yang ada dilaksanakan secara konsisten. Bentuk kelompok atau grup kepada anak untuk mensimulasikan kehidupan bermasyarakat.

     

    Ditambahkannya Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara sangatlah penting untuk diajarkan kepada anak. Apalagi anak usia dini dimana daya serap anak masih sangat kuat. “Sehingga, jika kita menanamkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, kepatuhan, kemanusiaan dan keagamaan, maka nilai tersebut akan melekat hingga dewasa,” ungkap Rektor Unes tersebut.

     

    Prof. Dr. Sufyarma Marsidin melanjutkan meski pendidikan Pancasila atau kewarganegaraan hanya diajarkan dua jam, itu kan hanya pendidikan intrakurikuler. Artinya, pendidikan nilai-nilai kebangsaan ini dapat diajarkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Jangan hanya terpaku pada pembelajaran dalam silabus saja. Bisa dikembangkan melalui pembelajaran diluar materi yang disusun dalam kurikulum.

     

    H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH mengatakan bahwa pelanggaran hukum atau perundang-undangan itu dilakukan karena adanya kesempatan oleh si pelanggar maupun oleh pembuat aturan itu sendiri. Guru PAUD hendaknya menyaring berita yang dilihat atau ditunjukkan kepada anak, bisa juga memberikan contoh lain yang baik-baik saja. Ajarkan bahwa ada konsekuensi pada setiap pelanggaran terhadap aturan-aturan yang ada.

     

    “Harus disadari dan diajarkan pula, menjadi orang penting itu baik, namun menjadi orang baik jauh lebih penting,” kata Ketua Badan Kehormatan DPD RI tersebut.

     

    Apabila nilai kebaikan ini sudah tertanam, maka akan mudah untuk menyampaikan ilmu yang sudah kita dapatkan. Penting juga untuk menyadari bahwa anak masih belum bisa berfikir abstrak. Jadi pembelajaran melalui simulasi akan lebih baik.

     

    Berkaitan dengan dimasukannya PAUD ke dalam sistem pendidikan formal dan perundang-undangan sistem pendidikan nasional, Leonardy menyatakan, menyampaikanya pada pemerintah saat rapat kerja bersama pemerintah. “Kita akan desak pemerintah agar aspirasi dari Himpaudi dapat diakomodir," kata Leonardy. (*)










    Pemkab Sijunjung Kembali Akan Meraih Tiga Rekor MURI pada Tiga Kegiatan Dalam Festival Lensek Manih II tahun 2019.


    Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 70 Tahun 2019, Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Dikbud dan Dinas Parpora kembali akan meraih 3 (tiga) rekor MURI pada Tiga kegiatan dalam Festifal Lansek Manih II yang akan digelar tanggal 12 Februari mendatang.

    Ke-tiga rekor tersebut adalah, pertama penampilan 1000 kreasi anak PAUD yang dilaksanakan dalam bentuk karnaval dan diikuti oleh 5000 anak PAUD berpakaian unik sesuai kreatifitas anak bersama tenaga Pendidik di Masing masing lembaga. Selain berpakaian unik, Anak Paud nantinya juga mempromosikan kerupuk Ubi ( kerupuk gambok) yang bernutrisi ikan dan difasilitasi  oleh Dinas Pangan dan perikanan.

    Yang kedua yaitu pergelaran Tari Piring dengan penari terbanyak 3,000 orang penari yang diiringi talempong pacik utusan dari masing masing Jorong, Organisasi Perangkat Daerah (OPD)dan sekolah. Ketiga adalah Lomba menyajikan lamang ubi oleh jorong terbanyak. Pada kegiatan ini masing masing utusan menyajikan beraneka macam sajian lamang ubi dengan bentuk dan rasa yang berbeda (Original, Strobery, Nanas, Keju, Durian Sayuran,dll). Setelah acara, semua makanan ini akan dibagi bagikan secara gratis kepada seluruh pengunjung pada hari festival tersebut.

    "Ketiga rekor tersebut nantinya akan dilaksanakan pada Selasa, 12 Februari 2019, dimulai dari lapangan sepakbola Prof. M.Yamin, SH Muaro Sijunjung sampai di depan Gor Sibinuang Sakti Muaro,"kata Kepala Dinas Dikbud, Ramler, SH. MM yang disampaikan oleh Kepala Bidang PAUD dan PNF, Syamsul Bahri,S.Pd.MM melalui pesan WhatsAap nya, Selasa 5 Februari 2019.

    Dijelaskannya bahwa kegiatan ini dilaksanakan adalah dalam upaya membangun Sumber Daya Manusia ( SDM) sejak Usia Dini, mengembangkan dan membudayakan tradisi dan produak lokal, serta sejalan dengan upaya untuk mempromosikan wisata di Kabupaten Sijunjung yang baru saja ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional, sekaligus mendorong keterlibatan seluruh masyarakat dalam peringatan, Hari Jadi Kabupaten Sijunjung tahun 2019 ini, ujarnya.

    Pencapaian rekor Muri bagi Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, sudah memasuki tahun ke empat, dimana sebelumnya secara berturut turut telah sukses dalam kegiatan Cipta Lagu PAUD terbanyak oleh Pendidik PAUD, Pembuatan APE bahan dasar limbah dan tahun 2018 lalu melukis terpanjang oleh Anak Usia Dini yang bersamaan dengan kegiatan Prosesi Budaya menumbuk padi secara tradisional menggunakan lesung dan alu terbanyak yang juga sukses meraih rekor Muri.

    Pencapaian Rekor Muri tahun ini menurutnya optimis untuk diraih, sebab kegiatan ini masuk kedalam rangkaian kegiatan agenda kabupaten dan secara teknis ditangani oleh 3 (Tiga ) OPD yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga dan Dinas Pangan dan Perikanan yang juga langsung dikoordinir Ketua TP-PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. En Yuswir Arifin.

    Sampai saat ini berbagai persiapan telah dilakukan , baik oleh pendidik di lembaga PAUD, maupun oleh masyarakat di masing masing jorong dan tidak ketinggalan Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) sehingga nuansa Hari Jadi betul betul dirasakan sampai ke tingkat masyarakat nanti, harap Syamsul Bahri. (andri)

    ICDM 2020 Hadirkan 140 Makalah dari Ahli Kebencanaan Dunia

    Padang - Mitigasi bencana di Indonesia mulai mencuat pasca gempa yang disertai tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004. Dalam rentang 2004 hingga 2018, serangkaian gempa besar menimpa daerah rawan bencana gempa bumi di Indonesia. Banyak korban jiwa dan banyak bangunan yang mengalami kerusakan/keruntuhan. Sebagai contoh gempa besar pada 30 September 2009 di Sumatera Barat mengakibatkan lebih dari 1000 korban jiwa dan ribuan rumah dan bangunan mengalami kerusakan dan keruntuhan.

     

    Patut diingat, bencana yang menimpa Indonesia tidak hanya gempa dan tsunami, akan tetapi mencakup bencana lainnya seperti banjir, longsor, gunung meletus dan sebagainya. Ditambah lagi saat ini, kita sedang menghadapi pandemi Covid19. Belajar dari bencana-bencana tersebut mendorong para ahli untuk lebih intens meneliti dan mengusulkan tentang manajemen kebencanaan yang efektif untuk mengurangi dampak bencana tersebut.

     

    Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang terletak di daerah yang rawan bencana, Universitas Andalas pada umumnya dan Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik khususnya, sangat fokus pada topik tentang kebencanaan. Hampir semua pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat diarahkan pada topik kebencanaan ini,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Prof. Jafril Tanjung, Dr. Eng

     

    Jafril mengatakan, berkenaan dengan hal tersebut, Jurusan Teknik Sipil Universitas Andalas telah sukses melaksanakan International Conference on Disaster Management pada tahun 2018 (1st ICDM 2018). Keberlanjutan dari kegiatan tersebut, pada tahun ini, Jurusan Teknik Sipil kembali mengadakan 2nd International Conference on Disaster Management 2020 (2nd ICDM 2020) dengan tema Disaster Management 4.0 for Better Life in the Future. Topik kebencanaan yang akan dibahas dalam konferensi yaitu mencakup topik bencana alam dan non-alam beserta dampaknya kepada kehidupan bermasyarakat.

     

    Dilaporkannya, acara yang diadakan tanggal 30 September sampai 1 Oktober 2020 ini,dihadiri oleh sekitar 140 pemakalah, 10 pembicara kunci dan 14 pembicara undangan dari dalam dan luar negeri untuk mempresentasikan hasil penelitian maupun hasil pelaksanaan yang berkaitan manajemen kebencanaan.

     

    Untuk pembicara kunci, diisi oleh para ahli yang fokus dalam bidang kebencanaan yang berasal dari berbagai instansi dalam dan luar negeri seperti Prof Louise Comfort dan Prof Mohammad El Gawady dari Amerika Serikat, Prof Yasuhi Sanada dari Jepang, Nadine Sulkowky, MSc dari Inggris, Laksamana Madya TNI Dr Amarulla Octavian dari Universitas Pertahanan, Prof Iswandi Imran dari Institut Teknologi Bandung, Dr Danny Hilman dari LIPI, Prof Werry Darta Taifur, Dr Andani Eka Puta dan Dr Febrin Anas Ismail dari Universitas Andalas.

     

    Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bekerjasama dengan Universiti Tenaga Nasional Malaysia, Universitas Pertahanan, Universitas Mataram, Universitas Riau, Universitas Negeri Padang, Institut Teknologi Padang dan Politeknik Negeri Padang. Acara ini juga didukung dan disponsori oleh bebagai pihak, antara lain Rumah Sakit Universitas Andalas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Andalas, Pusat Studi Bencana Universitas Andalas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Asosiasi Ahli Rekayasa Gempa Indonesia (AARGI) Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Sumatera Barat (LPJK-P Sumbar) dan PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field. BNPB, IABI dan AARGI merupakan lembaga yang menjadi mitra tetap dalam pelaksanaan ICDM.

     

    “Tahun ini, kita menjalin kerjasama dengan PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field yang direncanakan akan menjadi mitra pada pelaksanaan ICDM selanjutnya serta kegiatan Universitas Andalas yang berkenaan dengan kebencanaan,” ujar Prof Jafril lagi.

     

    Disebutkannya, acara dibuka oleh Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Yuliandri. Dalam acara ini Gubernur Sumatera Barat Prof.  Dr. Irwan Prayitno ikut menyampaikan ucapan selamat dating kepada seluruh peserta.

     

    Dalam seminar ini, sebanyak 140 makalah yang terseleksi dipresentasikan dalam konferensi ini. Para presenter berasal dari  Indonesia, Jepang, India, Amerika Serikat, Inggris, Filipina, Malaysia dan Irak. Semua makalah yang diterima akan diterbitkan di prosiding  internasional dan jurnali nternasional terindeks scopus serta jurnal internasional.

     

    Dia juga mengungkapkan, hasil akhir yang diharapkan dari konferensi internasional online pertama di Sumatera Barat ini adalah untuk berbagi ilmu, hasil penelitian terbaru, masukan, ide, yang berkenaan dengan kebencanaan untuk dapat diaplikasikan dalam pengurangan dampak bencana. Selain itu diharapkan dalam kegiatan ini akan terjalin jaringan komunikasi ilmiah antara sesama ahli dan penggiat kebencanaan baik nasional  maupun internasional.

     

    Kegiatan ini juga sekaligus memperingati gempa besar 30 September 2009. Juga rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas Teknik ke-35 dan Dies Natalis Universitas Andalas ke-64. Informasi lengkap kegiatan ini ditampilkan pada situs http://conference.ft.unand.ac.id/index.php/icdm/2020. (*)

    Diikuti Ratusan Peserta, Bunda PAUD, Ny, Riri Benny Dwifa Apresiasi IGTKI Kecamatan Sijunjung Yang Sukses Gelar Peragaan Manasik Haji Cilik TK

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Sijunjung, Ny. Riri Benny Dwifa  didampingi Ketua GOW Kabupaten Sijunjung, Ny. Donna Iraddatillah membuka secara resmi kegiatan Peragaan Manasik Haji Cilik tingkat Kecamatan Sijunjung yang dilaksanakan di Lapangan Tanah Bato  Nagari Sijunjung,  Kecamatan Sijunjung pada Rabu 13 September 2023

    Kegiatan yang dilaksanakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Sijunjung ini dibuka dengan ditandai pelepasan balon ke udara olah Bunda Paud, Ny. Riri Benny Dwifa yang disaksikan Ketua GOW, Kepala Dinas Pendidikan diwakili Kabid Pembinaan PAUD dan Pnf, Delvianti Basri, S.E, M.Pd, Camat Sijunjung, Khairudin, SE beserta Unsur Forkopincam dan undangan lainnya

    Dalam sambutannya, Bunda PAUD, Ny. Riri Benny Dwifa memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana, wali murid beserta anak anak Paud/TK  yang luar biasa bersemangat mengikuti kegiatan ini

    "Kami sangat mengapresiasi sekali terlaksananya kegiatan ini, terutama terima kasih kepada IGTKI Kecamatan Sijunjung selaku panitia yang tahun 2023 ini luar biasa dengan pertama dari kecamatan lain se Kabupaten Sijunjung  melaksanakan kegiatan manasik haji cilik ini,"ujar Riri

    Bunda PAUD, Ny. Riri Benny Dwifa

    Kegiatan ini lanjut Riri  selain merupakan dalam rangka memperkenalkan kepada anak anak kita rukun islam ke 5 yaitu naik haji ke mekah, tapi juga untuk melatih kesabaran dan karakter anak anak kita tersebut

    "Peran kita sebagai orang tua adalah bagaimana memberikan motifasi kepada anak anak. Ini termasuk kedalam kegiatan merdeka belajar,"lanjut Riri

    Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Delvianti Basri, SE, M.Pd

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diwakili Kabid Pembinaan Paud dan PNF Delivianti, SE.M.Pd dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini adalah implementasi dari kurikulum merdeka yang lebih dikenal dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila(P5).

    Dalam implementasi P5 itu yang salah satu elemennya mengenai kita bersaudara, terkandung di dalamnya nya adalah 6 dimensi yaitu bernalar kritis, mandiri,beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, berbhineka global, dan bergotong royong.

    “Tentu kami dari Dinas Pendidikan mengapresiasi kreatif para guru TK Kecamatan Sijunjung atas terlaksananya kegitaan ini setiap tahun dimasing- masung kecematan,” ungkap Kabid Paud Delvianti Basri

    Sementara itu, Mayang Sari, S.Pd selaku panitia pelaksana pada kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 19 lembaga TK se Kecamatan Sijunjung dengan jumlah peserta didik sebanyak 699 orang dengan didampingi 85 orang majelis guru

    Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini lanjut Mayang, untuk mengenalkan rukun islam yang ke 5 yaitu menunaikan ibadah haji bagi yang mampu, serta suatu upaya dalam mengenalkan nilai nilai keagamaan sejak dini dengan simulasi yang mudah dan melatih kedisiplinan anak sejak dini dalam melaksanakan urutan urutan rukun islam

    "Kegiatan manasik haji cilik ini insyaallah memberikan pembelajaran yang bermakna dan kesan yang mendalam bagi anak anak didik kita dengan harapan kamj anak anak termotivasi melaksanakan ibadah haji nantiny ketika ia dewasa,"harapnya (Andri)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2