• Breaking News

    Kamang Magek Butuh Irigasi

    Kamang - Kecamatan Kamang Magek punya sawah yang luas. Ada sekitar 1.814 hektar sawah di sana. Namun sawahnya masih bersifat tadah hujan.

    Para walinagari di Kecamatan Kamang Magek menginginkan adanya pasokan air bagi sawah dan air minum sehari-hari mereka. Dibuat sumur bor, airnya kurang bagus pula untuk air minum.

    Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa dengan Camat Kamang Magek Hemizaidi beserta walinagari, Bamus dan KAN di kecamatan itu.

    "Sawah di sini luas dan tentu berpotensi untuk perekonomian nagari. Namun saya lihat, sawahnya masih tadah hujan. Perlu dipikirkan untuk mendapatkan sumber air tetap untuk mengairi sawah tersebut," ujar Leonardy.

    Leonardy menegaskan sumber air ini bermanfaat untuk meningkatkan hasil pertanian. Sawah tadah hujan biasanya hanya bisa dipanen dua kali setahun itu pun jika kemarau tak berkepanjangan.

    Selain ketersediaan air buat mengairi sawah, irigasi juga bermanfaat buat pasokan air minum. Air minum yang baik dan berkualitas akan meningkatkan kecerdasan pula.

    Sumber air itu bisa saja ada di Nagari Kamang Hilir, Kamang Mudiak maupun Magek. Bisa pula dari kecamatan lain.

    Sungai di daerah itu yang melimpah di musim hujan dan mengering saat kemarau bisa jadi alternatif pembuatan embung. Ada persediaaan air di saat kemarau. Embung itu salah satu program prioritas Kementerian Desa dan PPDT.

    Leonardy mengungkapkan, Simarasok punya irigasi sistem pipanisasi. Irigasi bisa dihadirkan setelah melalui proses pencarian sumber air ini juga. "Alhamdulillah pada waktu saya di DPRD Sumbar, irigasi itu bisa dibangun dan dinikmati hingga kini. Mengairi sawah seluas 1.000 hektar lebih," ungkap Leonardy. (wir)

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...