• Breaking News

    DPW PKPS Sumbar Apresiasi JuaraPilmapres 2021


    Padang -Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Sumatera Barat ikut merayakan keberhasilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) asal Pessel Refa Rahmaddiansyah, Sabtu 25 September 2021.

    "Dalam merayakan keberhasilan, Refa hendaknya bersyukur kepada Allah Swt. Keberhasilan Refa 

    yang menorehkan sejarah bagi kampusnya dengan menjadi pemenang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2021 itu juga membuat DPW PKPS Sumbar menjadi bangga karena ternyata generasi muda Rang Pasisa bisa juga mengharumkan nama Sumbar di pentas nasional," ujar Ketua DPW PKPS, S Budi Syukur didampingi Wakil Ketua, Edi Suandi dan Sekretaris DPW, Hamdanus di Padang, Sabtu (25/9).

    Selain Rektor Universitas Andalas Yuliandri mengucapkan selamat atas terpilihnya Refa sebagai juara pertama Pilmapres Nasional 2021, ucapan selamat dan sukses buat Refa juga disampaikan Ketua DPW PKPS, Budi Syukur.

    Budi Syukur mengatakan prestasi Refa selain menjadi salah satu kado istimewa bagi Unand yang merayakan Dies Natalies ke-65 pada 13 September 2021 lalu, sementara bagi DPW PKPS Sumbar adalah langkah awal yang baik dalam kepengurusan periode 2021-2026 untuk mendorong prestasi generasi muda Pessel di berbagai bidang. 

    Seperti diketahui, persiapan Refa pada seleksi Pilmapres tahun 2021, Refa didampingi oleh tim yang diketuai oleh Wakil Dekan III FISIP Unanda, Haiyyu Darman Moenir, mulai dari persiapan naskah hingga diskusi-diskusi di babak final.

    Refa mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan DPW PKPS Sumbar. Ia menceritakan, proses Pilmapres yang ia ikuti cukup panjang. Mulai dari bagaimana mengumpulkan prestasi-prestasi itu hingga tampil sebagai finalis Pilmapres

    “Prosesnya sudah sejak bulan Mei. Mulai seleksi tingkat fakultas, hingga tingkat universitas,” ujarnya.

    Pada Juni 2021, Refa diumumkan sebagai pemenang Pilmapres Unand. Atas prestasi tersebut, ia selanjutnya mewakili Unand untuk ajang Pilmapres Nasional 2021.

    Di tingkat nasional, ada beberapa tahapan. Pertama, seleksi berkas yang diikuti 450 orang mahasiswa. Dari jumlah itu, dipilih 90 orang terbaik untuk dilombakan.

    “Yang dilombakan adalah capaian unggulan, tidak hanya terbatas kepada penghargaan sebagai juara saja, tapi juga di sana ada prestasi sebagai pembicara, moderator, kepanitiaan, dan pengabdian masyarakat,” ujar Refa.

    Selain itu, kata Refa, juga ada perlombaan gagasan kreatif. Ia mengatakan topik pemanfaatan isolit katekin gambir untuk terapi pasien kanker paru.

    “Naskah saya dibantu oleh Pak Muhammad Makky dari Fakultas Teknologi Pertanian yang juga sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unand.

    Dari 90 peserta, Refa terpilih sebagai 15 orang untuk kategori sarjana. Seleksi dilanjutkan dengan presentasi video dalam bahasa Inggris.

    “Video presentasinya tidak boleh diedit, sekali rekam. Yang dinilai kelancaran kita dalam bahasa Inggris dan isi konten. Saya banyak dibantu oleh Pak Gindho Rizano dari Fakultas Ilmu Budaya,” ujar Refa.

    Mahasiswa angkatan 2018 ini sebetulnya sudah aktif mengikuti kegiatan dan kompetisi ilmiah baik nasional maupun internasional selama kuliah.

    “Kondisi sekarang ini merupakan bonus bagi orang-orang yang berprestasi karena banyak kesempatan mengikuti lomba yang diselenggarakan secara daring sehingga memangkas waktu dan biaya,” ujar Refa.

    Ia mengatakan hal tersebut karena pengalamannya mengikuti dua kompetisi internasional yang diselenggarakan secara daring.

    Pada Agustus 2020, Refa mengikuti ajang World Invention and Creativity Olympic (WICO) yang diselenggarakan Korea University Invention Association.

    Di ajang tersebut, ia meraih emas setelah membuat paper tentang pemanfaatan senyawa inulin dari bawang merah sebagai prebiotik untuk mencegah keparahan lanjutan pasien buruk.

    Selanjutnya, pada September tahun yang sama, ia juga merih emas dalam kegiatan ekshibisi riset World Invention Competition and Exhibition (WICE) yang diselenggarakan oleh Segi College Subang Jaya, Malaysia.

    Di ajang terakhir ini, ia meraih medali emas dan juga nilai tertinggi dari seluruh kontestan atas inovasinya membuat produk simbiotik yang dapat memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus dan meningkatkan imunitas.

    Menurut Refa, pandemi seharusnya tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk tetap berprestasi. (Ag)

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2