• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label Pesisir Selatan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Pesisir Selatan. Tampilkan semua postingan

    Safari Ramadan di Pessel, Muchlis Yusuf Abit Salurkan Bantuan Rp460 Juta untuk 8 Masjid dan 3 Musala


    PESSEL (sumbarkini.com) — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muchlis Yusuf Abit, melaksanakan Safari Ramadan di daerah pemilihannya di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp460 juta untuk 8 masjid dan 3 musala.

    Bantuan ini merupakan aspirasi yang diperjuangkan Muchlis Yusuf Abit bagi rumah ibadah di daerah pemilihan VIII yang meliputi Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. Penyerahan bantuan untuk masjid dan musala tersebut berlangsung Kamis (5/3), dalam kegiatan Safari Ramadan yang dilaksanakan Muchlis Yusuf Abit di Masjid Da’watul Iman Labuhan Tanjak, Air Haji Barat, Kecamatan Linggo Sari Baganti.

    Sejak diamanahkan di periode pertama 2019–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029, hampir seratus unit rumah ibadah yang telah mendapat bantuan aspirasi dari Muchlis Yusuf Abit selaku anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra.
     

    Saat diwawancarai, Minggu (8/3), anggota dewan yang biasa disapa Yusuf Abit itu menjelaskan, untuk Safari Ramadan tahun ini masing-masing masjid menerima bantuan sebesar Rp50 juta, sedangkan musala memperoleh bantuan Rp20 juta.

    Rumah ibadah yang menerima bantuan tersebut diantaranya, Masjid Syuhada, Masjid Da’watul Iman, Masjid Darul Huda, Musala Nurul Ijtihad, Masjid Nurul Haq, Masjid Nur Ikhlas serta Musala Nurul Huda di Kecamatan Linggo Sari Baganti. Kemudian, Surau Gadang di Kecamatan Lengayang serta Masjid Nurul Iman di Kecamatan Air Pura.

    Menurut Yusuf Abit, Safari Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

    “Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui Safari Ramadan ini kita tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga berupaya membantu kebutuhan rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat,” katanya.

    Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan ibadah serta meningkatkan kenyamanan jemaah dalam melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan selama Ramadan.

    Yusuf Abit juga menyinggung kondisi Kabupaten Pesisir Selatan yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, selain pembangunan fisik dan pemulihan ekonomi masyarakat, penguatan nilai-nilai keagamaan serta kebersamaan di tengah masyarakat juga menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

    “Masjid dan musala bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat. Karena itu kita ingin memastikan rumah ibadah ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Selaku anggota DPRD, Yusuf Abit sangat konsen terhadap kondisi daerah pemilihannya. Bukan hanya tempat ibadah yang mendapat perhatian, tapi juga banyak sektor lain, seperti pertanian, sektor pendidikan, perkebunan, kelautan, dan lain-lain.

    Dari hasil perjuangannya di DPRD Sumbar, pada tahun 2025 telah direalisasikan sejumlah program pembangunan di Pesisir Selatan. Di antaranya pembangunan jalan rabat beton di Durian Pandaan, pembukaan jalan usaha tani di Kampung Labuhan Tanjak, pembangunan pengaman tebing sungai di Kampung Labuhan Tanjak, serta bantuan sarana dan prasarana sekolah di beberapa kecamatan di Pesisir Selatan.

    Sementara untuk tahun 2026 sekarang, Muchlis Yusuf Abit telah menganggarkan pembangunan pengamanan tebing sungai di Nagari Air Haji Barat dan Nagari Pasar Lama Muara Air Haji dengan total anggaran sekitar Rp2,5 miliar, serta beberapa program pembangunan lainnya.

    “Dalam menjalankan amanah ini, kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat di tingkat provinsi,” tuturnya.

    Selain menyerahkan bantuan untuk sejumlah masjid dan musala, saat Safari Ramadan di Masjid Da’watul Iman Labuhan Tanjak, Yusuf Abit juga membagikan ratusan kain sarung kepada jemaah salat tarawih yang hadir. Dalam kesempatan itu turut hadir Kabag Kesra Provinsi Sumatera Barat, Wali Nagari Air Haji Barat, serta penceramah Buya Sihar dari Pasar Bukit Air Haji.

    Safari Ramadan yang dilaksanakan Muchlis Yusuf Abit disambut antusias oleh masyarakat dan pengurus masjid yang menerima bantuan. Mereka berharap perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah dan kegiatan keagamaan di daerah terus berlanjut demi memperkuat kehidupan sosial masyarakat di Pesisir Selatan. (*)

    DPRD Sumbar Tinjau Implementasi SPBE di Pesisir Selatan untuk Optimalisasi Pelayanan Digital


    Pesisir Selatan(Sumbarkini.com)- Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat mengadakan kunjungan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (20/01/25), untuk menilai pelaksanaan dan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). 


    Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Syawal Datuak Putiah, yang disambut oleh Kepala Dinas Kominfo Pesisir Selatan, Wendi, beserta jajarannya.

    Syawal Datuak Putiah menjelaskan bahwa tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk memantau praktik SPBE di Pesisir Selatan, yang dikenal memiliki indeks SPBE yang cukup baik.

    "Karena indeks SPBE Pessel dinilai cukup baik," ujar Syawal, didampingi oleh anggota Komisi I DPRD Sumbar, seperti Bagas, Abdul Rahman, Masrizal, dan Epi.

    Selain itu, Syawal menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumbar tengah menyusun rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang SPBE.

    Hal ini dilakukan untuk memperoleh masukan dari kabupaten dan kota di Sumbar terkait penerapan SPBE, khususnya di Pesisir Selatan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Pesisir Selatan, Wendi, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPBE di wilayahnya merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan efisien.

    "E-government atau SPBE merupakan layanan yang semula manual beralih menjadi layanan digital, yang pastinya lebih memudahkan," ujar Wendi, didampingi Sekretaris Dinas, Hamdi, dan Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika, Syafruddin.

    Namun, Wendi juga menambahkan bahwa meskipun SPBE di Pesisir Selatan sudah berjalan, masih ada banyak ruang untuk perbaikan dan inovasi.

    "Tentu masih banyak kelemahan terkait pelayanan digital ini, dan Kominfo terus melakukan perubahan dan perbaikan," ujarnya.

    Penerapan SPBE mengacu pada Perpres 95 Tahun 2018, yang bertujuan untuk mempermudah pelayanan administrasi pemerintahan dan publik, menjadikannya lebih murah, cepat, dan profesional. 

    Kementerian PANRB melakukan evaluasi tahunan dengan mengukur indeks SPBE di berbagai daerah, dengan kategori mulai dari kurang, cukup, baik, sangat baik, hingga memuaskan.

    Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang efektif dan efisien di Sumatera Barat, khususnya di Pesisir Selatan.(*)

    Editor:Putra

    SMAN 1 Lengayang Miliki Aplikasi Radio Online Berkat Peran Alumni


    Kambang
    - Anggota DPRD Sumatera Barat, Zarfi Deson, SH mengapresiasi atas peran alumni SMAN 1 Lengayang, khususnya dalam pengembangan IT yakni atas inisiasi Apri Junaidi, Ketua Alumni angkatan 93 telah meluncurkan Radion Online SMAN 1 Lengayang.


    Hal itu disampaikan Zarfi Deson, dalam kegiatan reses masa sidang pertama tahun 2021/2022, Senin (1/11/2021) di kampus sekolah SMAN 1 Lengayang, Jl Ujung Padang, Kenagarian Kambang Barat, Kecamatan Lengayang.


    "Radio Online SMAN 1 Lengayang dilaunching agar kedepanya bisa sebagai wahana penyampaian informasi dan menjadi saluran yang mendukung pelaksanaan kegiatan belajar dari rumah (BDR) bagi adik-adik kita," ujar Zarfi Deson, anggota Komisi 1 DPRD Sumbar itu.


    Hal ini menurutnya dikarenakan penggunaan aplikasi dan IT di Pesisir Selatan tidak hanya digunakan di pemerintahan ataupun perusahaan, tetap juga telah menjadi lifestyle di masyarakat Lengayang secara umum dan keluarga besar SMAN 1 Lengayang secara khususnya.


    Hal ini tentunya tidak lepas dari peran alumni SMAN 1 Lengayang dimana pun berada yang telah mencapai ribuan alumni.


    "Sudah sepantasnya SMAN 1 Lengayang mendapat apresiasi, dikarenakan telah mampu melahirkan generasi IT yang digagas alumni angkatan 93 ini," ujar Zarfi Deson dari Partai Golkar ini.


    Sementara itu, Kepsek SMAN 1 Lengayang, Sarudin, SPd mengatakan radio adalah bentuk media elektronik yang utama sebelum munculnya media elektronik yang lebih populer yaitu televisi. Dua fungsi utama radio adalah sebagai wahana penyampaian informasi dan hiburan.


    "Pada masa pandemi ini, Radio Online SMA 1 Lengayang bisa memiliki fungsi strategis menjadi saluran yang mendukung pelaksanaan kegiatan belajar dari rumah (BDR). Siaran dilakukan untuk memfasilitasi siswa-siswi di Lengayang agar dapat memanfaatkan waktu belajar di rumah dengan baik.


    Ditambahkannya, selain program belajar mengajar, Radio Online SMAN 1 Lengayang juga mengalokasikan waktu khusus untuk sosialisasi program Diskominfo dan juga instansi/ OPD pemerintah.


    Sedangkan Camat Lengayang, Zoni Eldo mengucapkan terimakasi kepada Zarfi Deson, anggota DPRD Sumbar yang juga anggota alumni angkatan 81/82 yang telah memfasilitasi aplikasi radio online ini, sehingga bermanfaat dalam rangka membangun komunikasi.


    Secara terpisah, H. Raflis, SH MH, sebagai putra Lengayang mengapresiasi khusus ketua angkatan SMAN 1 Lengayang, Apri Junaidi yang telah menggagas berdirinya radio online tersebut.


    Dalam peluncuran Radio Online SMAN 1 Lengayang, turut dihadiri tokoh masyarakat Lengayang, diantaranya mantan Plt Bupati Pessel, Drs Mardi dan Prof Kurniawan selaku tenaga ahli DPRD Sumbar dan para majelis guru serta perwakilan alumni. (Agusmardi)

    Anggota DPRD Sumbar Goro Bersama Warga Lakitan


    Lakitan
    - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Zarfi Deson, SH melaksanakan kunjungan ke ke lahan pertanian di Kampung Sirandah, Nagari Lakitan Selatan, Kec. Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan


    Zarfi Deson dari Komisi 1 DPRD Sumbar itu datang ke Kampung Sirandah Lakitan Selatan bersama Wali Nagari Lakitan Selatan Hasan Basri, Danramil Kapten Arm. Syahrial Harahap dan Ketua PK Partai Golkar Kec. Lengayang Fajri Sanjaya.


    "Tujuan utama kami ke Kampung Sirandah Lakitan Selatan, yaitu untuk meninjau lokasi jalan yang dibuka oleh masyarakat dengan cara bergotong royong semua warga di kampung itu, mumpung saat kegiatan Reses masa sidang pertama selaku anggota DPRD Sumbar saya bisa menyatu dengan kegiatan goro masyarakat ini " kata Zarfi Deson, saat dihubungi media ini melalui pesan singkat WhatsApp.


    Dalam kesempatan itu, Zardi Deson yang merupakan politisi dari Partai Golkar tersebut juga ikut bergotong royong bersama warga. Ia mengatakan adanya program perkebunan masyarakat di sejumlah lahan di kampung itu. Perekonomian masyarakat bergerak positif. Anak-anak petani pun berhasil sekolah sampai perguruan tinggi, jadi Sarjana.


    "Pembangunan dan Pemberdayaan dan butuh motivasi dari semua pihak sehingga bisa mengantisipasi permasalahan dan potensinya yang ada bisa dimaksimalkan. Untuk itu dalam kegiatan Reses masa sidang pertamanya saya juga mengunjungi warga," ungkapnya. (Agusmardi)

    Terendam Banjir, Petani Sawit Butuh Perhatian Pemkab Pessel


    Kambang -- Curah hujan yang cukup tinggi berimbas pada kampung Kambang Harapan Kenagarian Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, ribuan hektar lahan kelapa sawit, sepanjang akhir pekan ini terendam banjir.

    Pantaua media ini, Ahad (31/10/2021), Kampung Kambang Harapan yang umumnya kawasan penanaman kelapa sawit yang pada dasarnya tidak dapat menyerap air dengan baik, sehingga di musim hujan air selalu akan mengenang, jika dibiarkan akan mempengaruhi produktivitas pertumbuhan kelapa sawit di daerah itu.

    Salah seorang warga di kampung itu, Syahril Saleh mengatakan Kampung Kambang Harapan Nagari Kambang utara ini setiap Hujan selalu direndam banjir. Untuk itu masyarakat mengharapkan Pemerintah Kabupaten Pessel memcarikan solusi terhadap masalah ini. 

    "Dilihat dari kacamata ekonomi kampung ini adalah penghasil sawit di kecamatan Lengayang, karena tanah yang subur dan rawah-rawah sangat cocok dengan tumbuhan ini.

    Masyarakat Kambang Harapan Berharap kepada Pemkab Pessel untuk mencarikan solusi bangaimana air ini bisa lancar dan ada pembungannya supaya hujan datang dan tak terjadi lagi banjir seperti ini," terang Syahril.

    Sementara itu, air di wilayah tersebut sampai saat ini belum surut, banjir ini disebabkan intensitas hujan tinggi sehingga air meluap ke kebun dan perumahan warga. (Agusmardi)

    Menuju Adiwiyata Nasional, SMA 1 Lengayang Galang Partisipasi Alumni

    Kambang - SMA 1 Lengayang satu sekolah yang menjadi duta Sumatera Barat menuju Lomba Adwiyata Tingkat Nasional Tahun 2021. Karena itu, guna menyukseskan program adwiyata disekolah tersebut termasuk para alumni bermusyawarah bersama untuk sharing tentang melibatkan partisipasi warga sekolah, Sabtu (25/9/2021).

    Kepala Sekolah SMA 1 Lengayang, Drs Saruddin mengatakan "Kami ingin peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Budaya peduli lingkungan yang dibiasakan di SMA 1 Lengayang ini menorehkan kepercayaan menjadi duta Sumbar untuk tingka nasional, karena itu butuh dukungan semua pihak, salah satunya peran alumni," katanya.

    Sebanyak 30-an peserta musyawarah menuju Program Adwiyata Tingka Nasional Tahun 2021 disekolah itu mendapat pengalaman yang luar biasa dari sejarah berdirinya SMA 1 Lengayang hingga menyemangati sekolah itu untuk mendukung program sekolah untuk berlomba di tingkat nasional.

    Pada kesempatan itu, Zarfi Deson SH, anggota DPRD Sumbar yang turut hadir dalam pertemuan itu menyatakan dukungan untuk meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Bahkan Zarfi Deson berkesempatan menceritakan sejarahnya bersekolah di awal-awal berdirinya SMA 1 Lengayang itu.

    "Saya berkomitmen memfasilitasi penyediaan sarana prasarana untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup di sekolah ini, karena bagaimanapun saya adalah alumni tertua disekolah yang kita cintai ini," ujar Zarfi Deson.

    Lebih lanjut, politisi senior Rang Pasisi ini mengungkapkan bahwa akhir tahun ini sekolah SMA yang pertama berdiri di Kecamatan Lengayang akan mendapatkan bantuan 1 unit mobil mini bus dan perbaikan rehabiltas taman serta pembangunan 1 lokal RKB yang dialokasikan dari dana Pokirnya di APBD Provinsi Sumbar melalui Dinas Pendidikan Sumbar.

    "Insyaallah tiga paket dana Porkir dari APBD Sumbar direalisasikan pada tahun 2021 ini," ujar Zarfi Deson, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbar, usai rapat itu, Sabtu (25/9).

    Sementara itu, Ketua Komite Sekolah SMA 1 Lengayang, Yusrizal SE mengatakan untuk menyukseskan Program Adwiyata Nasional ini pihaknya juga berupaya meningkatkan peran komite sekolah, diantaranya lebih memaksimal partisipasi orang tua siswa.

    Turut hadir dalam pertemuan itu, Camat Lengayang, Zoni Eldo, yang tahun 2019 lalu dinobatkan sebagai camat terbaik tingkat satu provinsi dan Kapolsek Lengayang serta tokoh masyarakat Lengayang lainnya. (Agusmardi)

    DPW PKPS Sumbar Apresiasi JuaraPilmapres 2021


    Padang -Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Sumatera Barat ikut merayakan keberhasilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) asal Pessel Refa Rahmaddiansyah, Sabtu 25 September 2021.

    "Dalam merayakan keberhasilan, Refa hendaknya bersyukur kepada Allah Swt. Keberhasilan Refa 

    yang menorehkan sejarah bagi kampusnya dengan menjadi pemenang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2021 itu juga membuat DPW PKPS Sumbar menjadi bangga karena ternyata generasi muda Rang Pasisa bisa juga mengharumkan nama Sumbar di pentas nasional," ujar Ketua DPW PKPS, S Budi Syukur didampingi Wakil Ketua, Edi Suandi dan Sekretaris DPW, Hamdanus di Padang, Sabtu (25/9).

    Selain Rektor Universitas Andalas Yuliandri mengucapkan selamat atas terpilihnya Refa sebagai juara pertama Pilmapres Nasional 2021, ucapan selamat dan sukses buat Refa juga disampaikan Ketua DPW PKPS, Budi Syukur.

    Budi Syukur mengatakan prestasi Refa selain menjadi salah satu kado istimewa bagi Unand yang merayakan Dies Natalies ke-65 pada 13 September 2021 lalu, sementara bagi DPW PKPS Sumbar adalah langkah awal yang baik dalam kepengurusan periode 2021-2026 untuk mendorong prestasi generasi muda Pessel di berbagai bidang. 

    Seperti diketahui, persiapan Refa pada seleksi Pilmapres tahun 2021, Refa didampingi oleh tim yang diketuai oleh Wakil Dekan III FISIP Unanda, Haiyyu Darman Moenir, mulai dari persiapan naskah hingga diskusi-diskusi di babak final.

    Refa mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan DPW PKPS Sumbar. Ia menceritakan, proses Pilmapres yang ia ikuti cukup panjang. Mulai dari bagaimana mengumpulkan prestasi-prestasi itu hingga tampil sebagai finalis Pilmapres

    “Prosesnya sudah sejak bulan Mei. Mulai seleksi tingkat fakultas, hingga tingkat universitas,” ujarnya.

    Pada Juni 2021, Refa diumumkan sebagai pemenang Pilmapres Unand. Atas prestasi tersebut, ia selanjutnya mewakili Unand untuk ajang Pilmapres Nasional 2021.

    Di tingkat nasional, ada beberapa tahapan. Pertama, seleksi berkas yang diikuti 450 orang mahasiswa. Dari jumlah itu, dipilih 90 orang terbaik untuk dilombakan.

    “Yang dilombakan adalah capaian unggulan, tidak hanya terbatas kepada penghargaan sebagai juara saja, tapi juga di sana ada prestasi sebagai pembicara, moderator, kepanitiaan, dan pengabdian masyarakat,” ujar Refa.

    Selain itu, kata Refa, juga ada perlombaan gagasan kreatif. Ia mengatakan topik pemanfaatan isolit katekin gambir untuk terapi pasien kanker paru.

    “Naskah saya dibantu oleh Pak Muhammad Makky dari Fakultas Teknologi Pertanian yang juga sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unand.

    Dari 90 peserta, Refa terpilih sebagai 15 orang untuk kategori sarjana. Seleksi dilanjutkan dengan presentasi video dalam bahasa Inggris.

    “Video presentasinya tidak boleh diedit, sekali rekam. Yang dinilai kelancaran kita dalam bahasa Inggris dan isi konten. Saya banyak dibantu oleh Pak Gindho Rizano dari Fakultas Ilmu Budaya,” ujar Refa.

    Mahasiswa angkatan 2018 ini sebetulnya sudah aktif mengikuti kegiatan dan kompetisi ilmiah baik nasional maupun internasional selama kuliah.

    “Kondisi sekarang ini merupakan bonus bagi orang-orang yang berprestasi karena banyak kesempatan mengikuti lomba yang diselenggarakan secara daring sehingga memangkas waktu dan biaya,” ujar Refa.

    Ia mengatakan hal tersebut karena pengalamannya mengikuti dua kompetisi internasional yang diselenggarakan secara daring.

    Pada Agustus 2020, Refa mengikuti ajang World Invention and Creativity Olympic (WICO) yang diselenggarakan Korea University Invention Association.

    Di ajang tersebut, ia meraih emas setelah membuat paper tentang pemanfaatan senyawa inulin dari bawang merah sebagai prebiotik untuk mencegah keparahan lanjutan pasien buruk.

    Selanjutnya, pada September tahun yang sama, ia juga merih emas dalam kegiatan ekshibisi riset World Invention Competition and Exhibition (WICE) yang diselenggarakan oleh Segi College Subang Jaya, Malaysia.

    Di ajang terakhir ini, ia meraih medali emas dan juga nilai tertinggi dari seluruh kontestan atas inovasinya membuat produk simbiotik yang dapat memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus dan meningkatkan imunitas.

    Menurut Refa, pandemi seharusnya tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk tetap berprestasi. (Ag)

    Terputusnya Peningkatan Kapasitas Kader PKK Se-Pessel, Zarfi Deson Realisasikan Dana Porkir untuk Pelatihan

    Padang -- Terputusnya peningkatan kemampuan individu penggerak PKK Kecamatan dan Kenagarian di Kabupaten Pesisir Selatan selama masa pandemi Covid-19 melanda Indonesia, tak pelak kegiatan pemberdayaan PKK dalam mendukung tugas dan kegiatan wali nagari terabaikan, maka Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Zarfi Deson SH juga menginisasi pelatihan buat tim penggerak PKK.

    Program Pemprov Sumbar yang berasal dari Dana Porkir Anggota Dewan Provinsi yang dititipkan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumbar, Rabu 1 September 2021 telah berlangsung di Hotel Basko Padang. Dalam pelaksanaannya dari Rabu hingga Jumat (1-3/9) sebanyak 130-an peserta dari kecamatan dan kenagarian se Pessel mengikutinya.

    Pada kesempatan pembukaan kegiatan tersebut, Zarfi Deson, anggota fraksi Golkar DPRD Sumbar dari Dapil 8 Sumbar (Pessel dan Mentawai) menekankan optimalisasi terlaksananya 10 program pokok PKK di Kecamatan dan Kenagarian ditentukan oleh kapasitas pengetahuan, keterampilan dan perilaku dan etika kerja dalam mengelola Tim Penggerak PKK di masing-masing tingkatannya.

    Zarfi Deson menyebutkan Dana Pokirnya untuk pelatihan peningkatan kapasitas bagi pengurus dan kader PKK yang diperjuangkannya selaras dengan pencapaian sasaran pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

    "Alhamdulilah keterlibatan PKK Kecamatan dan Kenagarian Se-Pessel dalam mengisi Pembangunan Pessel dapat dioptimalkan melalui pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader PKK ini," jelasnya disela-sela pembukaan kegiatan tersebut, Rabu (1/9) malam.

    Menurutnya, dengan keterlibatan PKK dalam mendukung tugas dan kegiatan Wali Nagari maka diharapkannya peningkatan sumber daya manusia tidak terputus lagi.

    "Oleh sebab itu, pelatihan kali ini kita harapkan ibu-ibu PKK bisa fokus dan serius selama mengikuti pelatihan ini. Kegiatan kita ini diorganisir oleh Kepala Bidang Kelembagaan Masyarakat dan Adat Dinas PMD Sumbar, Dra Hendrawati Roza, MSi,"terangnya.

    Menanggapi kegiatan tersebut, Zarfi Deson memberikan apresiasinya atas semangat kader PKK se-Pessel dalam meningkatkan kapasitas pengetahuannya yang dilaksanakan Dinas PMD Sumbar.

    "Dengan kondisi yang masih pandemi Covid-19, kegiatan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dibuka langsung oleh Kadis PMD Sumbar Pak Amasrul,"Imbuhnya. (*)

    Prestasi Hendrajoni Sesuai Fakta Lapangan

    Calon Wakil Bupati Pessel, Hamdanus bersama relawan di Posko Pemenangan Ganting Kambang. ist



    Pessel, sumbarkini.com-Dukungan terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni-Hamdanus terus mengalir. Para relawan, simpatisan, dan masyarakat pendukung di Posko Pemenangan HJ-HMD menyatakan tekad untuk memenangkan pasangan nomor urut satu ini. 


    Tekad untuk memenangkan HJ-HMD diungkapkan relawan, simpatisan, dan masyarakat pendukung di Posko Pemenangan HJ-HMD di Jorong Ganting Nagari Kambang Timur, kemarin malam. Relawan, simpatisan dan masyarakat pendukung bertekad memenangkan Hendrajoni di periode keduanya.


    Calon Wakil Bupati, Hamdanus yang hadir di Posko Pemenangan Ganting Kambang mengaku antusias dengan dukungan terhadap dirinya dan Hendrajoni. Dukungan ini sekaligus menjadi penyemangat dan menguatkan tekadnya untuk berbuat yang terbaik demi kampung halamannya, Pesisir Selatan.


    Menurut Hamdanus, ada sejumlah alasan kuat kenapa mendukung Hendrajoni untuk periode kedua sebagai Bupati Pesisir Selatan. "Prestasi Pak Hendrajoni yang ditulis Hebat di spanduk memang sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Hamdanus.


    Pembangunan Pesisir Selatan menurut Hamdanus melesat maju. Hal itu karena kepiawaian Hendrajoni dalam memimpin, terutama dalam membawa dana APBN ke Pesisir Selatan.  Lebih Rp 4 triliun dana APBN bisa dibawa ke Pessel untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, gedung-gedung perkantoran, pasar, rumah sakit, Puskesmas, bedah 7 ribu rumah dan lain sebagainya.


    Hendrajoni di periode keduanya mencoba menciptakan pembangunan yang seimbang di Pesisir Selatan. Tak hanya membangun fisik, tapi juga membangun sumber daya manusia yang difokuskan pada pembangunan karakter yang berakhklak islami. Karena itu, Hendrajoni merangkul sosok buya sebagai pendampingnya.


    Menurut Hamdanus, akhir-akhir ini banyak fitnah yang dituduhkan kepada Hendrajoni dan kepada dirinya sendiri. Hal itu bagi Hamdanus hanya perlu disikapi dengan kepala dingin. "Kita tetap mengedepankan sportivitas dalam pesta demokrasi ini," ujar Hamdanus. (Zal)

    HAMDANUS: Kisah Bedeng Tembok Pak Tepong

    Hamdanus. ist



    Pessel, sumbarkini.com-Bagi Hamdanus yang baru beranjak remaja, bekerja sebagai buruh di bedeng tembok bukanlah kehendaknya. Tetapi takdir hidup menyuruh untuk ada di tempat tersebut. Bermandi peluh, berletih-letih, telapak tangan sampai berdarah saat mengangkat dan mendorong gerobak pengangkut tembok, adalah bagian yang menyatu dengan cerita di bedeng tembok. 


    Pemilik bedeng tembok tersebut adalah Pak Tepong. Begitu orang memanggil laki-laki itu. Kualitas produksi tembok di tempat ini termasuk bagus. Sehingga banyak pemesanan dari orang di kampung. Pemasaran tembok Pak Tepong tidak hanya di sekitar wilayah Bungo Pasang, bahkan sampai ke Koto Ranah, saat ini masuk Kecamatan Bayang Utara.


    Di tempat inilah Hamdanus bersama dua saudara laki-lakinya berjuang menjalani hidup. Tugas pokok Hamdanus yang diberikan Da Et, sebagai pengelola sekaligus putra pak Tepong, adalah menyusun tembok yang baru dicetak di sepanjang bedeng.  Bilamana proses pengeringan tembok telah siap, maka Hamdanus bertugas mengangkut ketempat pembakaran.


    Hamdanus bersama masyarakat. ist



    Di lain waktu, terkadang Hamdanus dibawa serta untuk mengantarkan pesanan ke rumah penduduk. Tugasnya, memuat tembok keatas mobil truk dan menurunkan setiba dilokasi konsumen. Untuk tambahan pekerjaan ini, Hamdanus mendapatkan pula upah tambahan.


    Profesi sebagai tukang tembok, dijalani Hamdanus sepulang sekolah. Khususnya sejak kelas tiga MTsN Salido. Setelah makan dan mengganti pakaian sekolah, Hamdanus langsung menuju bedeng, sampai sore menjelang. Sepulang berkubang tanah tembok, Hamdanus akan lanjut aktivitas rutin lainnya.


    Di sekolah, MTsN Salido, Hamdanus hanya mendapatkan peringkat tujuh. Tradisi  sebagai juara satu di SD Kayu Anggang  dulu, tak dapat diraihnya. Sebab, di MTSN Salido sudah satu kelas dengan anak-anak dari Kota Painan dan Salido. Disamping itu, kebiasaan Hamdanus yang tidak pernah belajar di rumah sejak di SD dulu, masih bertahan. 


    Di samping kegiatan sekolah dan bekerja di bedeng tembok Pak Tepong, semenjak kelas 1 MTsN Hamdanus secara rutin berlatih lari marathon bersama Da Af Ojek, seorang atlit lari tingkat provinsi. Hamdanus disiapkan Da Af Ojek sebagai pelari marathon 10 km, binaan PASI Pessel. Lokasi latihan berpindah-pindah, terkadang di GOR Ilyas Ya'qub, di lain waktu di pinggir pantai. Pasir pantai menjadi media latihan untuk pengutan otot kaki. 


    Setiap latihan dan bertanding, Hamdanus selalu mencapai finish, walau terkadang sampai muntah, adalah aib di depan pelatih berhenti di tengah jalan. Latihan fisik dan mental yang baik ini pula yang kemudian membuat Hamdanus tetap fit dan penuh ketenangan di setiap medan perjuangan.


    Di suatu waktu, ketika Hamdanus habis mandi sore, menjelang waktu Magrib datang, ia kadang duduk termenung. Ia membuang kulit tangannya yang mengelupas akibat gesekan tembok dan juga membersihkan sisa tanah yang masih menyelip di kukunya. Hamdanus tidak menyadari ada amak yang memperhatikannya.


    “Nak, masih ingat ndak Hamdanus dengan cita-citanya dulu, waktu Apa masih hidup? Kalau Amak masih ingat. Hamdanus mau jadi presiden Painan. Kita mesti tetap bersemangat meraih impian, perjalanan hidup ini akan indah pada waktunya, yang penting harus terus dekat dengan Allah”, Amak menyemangati, waktu itu.


    Kata-kata Amak tersebut masih diingat Hamdanus.  Walaupun amak pun sudah kembali kehariban Allah. Tetapi kalimat “menjadi presiden Painan” betul-betul terpatri dihatinya. Hal ini pula yang membuatnya bersemangat dan tidak menyisakan keluh kesah menjalani hidup.


    Waktu berganti, musim beralih. Hamdanus muda terus bertumbuh. Masa awal remaja di MTsN Salido, akan berlanjut keterminal hidup  lainnya. Hamdanus muda tak ubah seperti bunga yang masih kuncup. Suatu saat bunga itu akan mekar bersama waktu.(arr)

    Allahuakbar! Hendrajoni Hamdanus Mendaftar ke KPU Pessel

    Hendrajoni-Hamdanus menuju ke KPU Pessel. ist


    Pessel, sumbarkini.com-Di tengah guyuran hujan, kandidat Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni-Hamdanus mendaftar ke KPU Pesisir Selatan. Menariknya, pasangan yang diusung Nasdem, PKS, dan Demokart dielu-elukan warga di sepanjang jalan. Hendrajoni dan Hamdanus juga disambut dengan teriakan takbir.

    Seperti hendak pergi ke medan jihad, pasangan Hendrajoni dan Hamdanus mendaftar pada Jum'at (4/9). Hendrajoni-Hamdanus datang ke KPU mengenakan baju koko putih dan kopiah hitam.

    Di tengah guyuran hujan, warga tak henti-hetinya mengelu-elukan pasanagan ini. Gema takbir juga berkumandang tanpa henti hingga Hendrajoni-Hamdanus sampai ke KPU Pessel.

    Hendrajoni menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga pendaftaran ke KPU berjalan dengan lancar. "Walaupun hujan, tapi tak menyurutkan relawan, ninik mamak, tokoh masyarakat untuk mengantar kami mendaftar ke KPU," sambut Hendrajoni.

    Hendrajoni-Hamdanus menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Pessel. ist




    Hendrajoni memohon doa dan dukungan masyarakat Pesisir Selatan untuk memimpin Negeri Sejuta Pesona. "Mari bersama-sama kita jadikan negeri yang kita cintai ini semakin maju, madani, dan bermartabat," ujar Hendrajoni.

    Hal senada disampaikan kandidat Wakil Bupati, Hamdanus. Ia mengaku bergetar dengan gema takbir yang dikumandangkan masyarakat sepanjang jalan menuju ke KPU. "Wajah-wajah yang hadir menyiratkan semangat kebersamaan dilandasi ketulusan dan kesadaran yang tinggi untuk mengambil peran penting dalsm perjuangan ini," ujar Hamdanus. (zl)

    Hamdanus Sayangkan Pernyataan Wagub Soal Kisruh BLT di Pessel

    Hamdanus.



    Pessel, Sumbarkini.com-Kisruh penyaluran Bantuan Langsung Tunai terdampak covid-19 menjadi persoalan yang merata terjadi di berbagai daerah. Upaya menyeluruh mesti dilakukan dengan tidak hanya melihat kasustik yang terjadi di suatu daerah.

    Hal itu diungkapkan Anggota DPRD-Sumbar asal Pesisir Selatan, Hamdanus, Rabu (13/5) menyikapi kisruh penyaluran BLT di Pesisir Selatan. Persoalan yang terjadi mesti diselesaikan secara komperhensif tanpa memberi stigma pada masyarakat dan daerah tertentu.

    Beberapa kasus kisruh penyaluran BLT terjadi di Pesisir Selatan. Mulai dari kisruh sampai pengrusakan Kantor Walinagari hingga dugaan Aparat Sipil Negara sebagai penerima. Kasus yang terjadi menurut Hamdanus jangan disikapi secara reaktif. Namun, mesti dilihat secara arif.

    Menyusul kisruh penyaluran BLT di Pessel, muncul reaksi banyak pihak. Bahkan, sampai Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit ikut bereaksi. Wagub bahkan berencana akan menurunkan Inspektorat Provinsi ke Pesisir Selatan untuk melakukan pemeriksa terhadap penerima BLT di Pessel.

    Hamdanus memahami pernyataan Wagub Nasrul Abit sebagai bentuk kepeduliannya terhadap Pesisir Selatan. Mengingat pula Wagub pernah menjadi Bupati Pessel. Namun, pernyataan menurunkan Inspektorat itu menurut Hamdanus kurang tepat. " Hal ini dinilai dapat menambah ruwetnya masalah yang dihadapi pemerintahan nagari. Seolah-olah salah sasaran penerima BLT itu ada unsur kesengajaan dari pemerintahan kabupaten maupun pemerintah nagari," ujar Hamdanus.

    Mengingat pernyataan itu ditujukan kepada Pesisir Selatan, hal itulah menurut Hamdanus bisa memunculkan stigma. “Saya kira statemen Pak Wagub Nasrul Abit, kurang elok. Kalau ingin menyelesaikan kisruh penyaluran BLT, seharusnya pernyataan itu ditujukan untuk seluruh kabupaten dan kota di Sumbar," ujar Hamdanus.

    Mestinya lanjut Hamdanus, Pak Wagub , mensuport dulu apa yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan juga pemerintahan nagari.
    “Sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat bisa diatasi dengan baik, dan Covid 19 ini bisa kita tanggulangi secara bersama," terang Hamdanus.

    Menurut Hamdanus, kisruh penyaluran BLT jangan sampai mendiskreditkan pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintahan nagari. Semua pihak sekarang sedang bekerja keras dan berbuat yang terbaik dalam menangani covid-19.

    Kisruh BLT bukan hanya di Pesisir Selatan, tapi telah merata terjadi di beberapa daerah di Sumbar, bahkan Indonesia. Namun di daerah lain itu tidak ada Wagubnya yang mengeluarkan statemen seperti yang dikeluarkan oleh Pak Nasrul Abit. "Oleh karena itu demi untuk memberikan apresiasi kepada pemerintahan di tingkat bawah, saya harap pak Wagub Nasrul Abit mencabut statemennya itu kembali, sehingga tidak memperparah kondisi pemerintahan di tingkat bawah," tambah Hamdanus.

    Selama pandemi covid-19 melanda Sumbar, Hamdanus mencatat sudah tiga kali Wagub menyampaikan pernyataan yang membuat gaduh di Pessel. Pernyataan itu di antaranya soal pasien 01 Pessel dibilang sudah meninggal, padahal masih hidup. Kemudian pernyataan semua akan dapat BLT, padahal tidak. Dan terakhir pernyataan akan menurunkan inspektoral untuk menyeldiki penyaluran BLT di Pessel. (Zal)

    Bertemu Ikadi, Hamdanus Harapkan Perhatikan Mubaligh dan Rumah Ibadah

    Anggota DPRD Sumbar, Hamdanus bersama Ikadi, mubaligh dan pengurus masjid di Pessel. ist


    Pesisir Selatan, Sumbark.com-Anggota DPRD Sumbar, Hamdanus mendesak pemerintah dan berbagai pihak agar memperhatikan mubaligh dan rumah ibadah yang terdampak virus korona atau covid-19. Saat ini banyak mubaligh yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dan ada masjid yang mesti berutang karena ketiadaan kas.

    Imbauan itu disampaikan Hamdanus usai bersilatirrahim dengan Ikatan Dai Indonesia wilayah Pesisir Selatan dan Dewan Masjid setempat, Kamis (16/4). Rumah ibadah dan mubaligh menurut Hamdanus banyak yang terdampak virus korona.

    Dari laporan mubaligh dan pengurus masjid di Pesisir Selatan, saat ini banyak masjid yang terlilit utang. Hal itu karena rata-rata masjid melakukan pembangunan atau pembenahan sarana dan prasarana untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Harapannya, di bulan Ramadhan nanti, semua biaya pembangunan bisa ditanggulangi dari bantuan jemaah. "Karena wabah covid-19, sulit bagi pengurus masjid menghimpun dana, sehingga ada masjid yang terlilit utang," ujar Hamdanus.

    Untuk kesulitan yang dihadapi rumah ibadah ini, Hamdanus mendorong kepedulian semua pihak, terutama pemerintah. Hal mendesak yang bisa dilakukan pemerintah melalui BUMN adalah memberikan keringanan pembayaran listrik. Selain itu, di masa susah sekarang ini, Hamdanus mengetuk hati dermawan untuk terus berinfak dan bersedekah ke masjid dan mushalla.

    Mubaligh juga perlu mendapat perhatian. Menurut Hamdanus, banyak mubaligh yang kini terdampak virus korona. "Mubaligh perlu dibantu. Dengan begitu, di masa susah sekarang pun kita harapkan para mubaligh ini tetap bisa berdakwah," jelas Hamdanus.

    Di sisi lain, Hamdanus mendorong masjid yang memiliki kelebihan kas dan telah menghimpun banyak dana dari berbagai pihak agar ikut bergerak membantu masyarakat yang terdampak covid-19.

    Menurut Hamdanus, di sejumlah tempat, pengurus masjid dan jemaahnya ada yang menggalang aksi kemanusiaan untuk membantu mereka yang terdampak virus korona. "Aksi solidaritas sangat efektif jika digalang dari masjid-masjid," tambah Hamdanus. (Zal)

    Kunjungi Pasien 01 Covid-19 yang sudah Sembuh, Hamdanus Tekankan Saling Menguatkan

    Anggota DPRD Sumbar, Hamdanus menyerahkan kurma kepada pasien 01 covid-19 yang sudah sembuh sebagai buah tangan menyambut bulan suci Ramadhan. ist


    Pesisir Selatan, Sumbarkini.com-Anggota DPRD Sumbar asal Pesisir Selatan, Hamdanus mengunjungi pasien 01 Covid-19 di Sumbar yang merupakan warga Pesisir Selatan. Hamdanus yang didampingi Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 DPD Pesisir Selatan, Syafriko Indra mengunjungi pasien 01 yang sudah sembuh ini dalam rangka silaturrahmi dan memberikan dukungan moral.

    Hamdanus kepada Sumbarkini.com, Rabu (15/4) menyebutkan, banyak hikmah dari kesembuhan pasien 01 ini. Kedisiplinan, perjuangan hidup, kebersamaan dan saling menguatkan bisa menjadi upaya untuk melawan covid-19.

    Pasien 01 di hadapan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menceritakan betapa mentalnya sempat drop ketika ditetapkan sebagi pasien terpapar covid-19. Namun, dengan perjuangan keras, berkat dukungan keluarga, dokter, tenaga medis dan kedisplinan menjalankan pengobatan membuat kondisi pasien 01 pelahan membaik. Hingga akhirnya dinyatakan sembuh dari covid-19.

    Kepada Hamdanus, pasien 01 menceritakan betapa dirinya dan keluarga mendapat stigma dan pengucilan dari masyarakat. Padahal, sebagai pasien terpapar covid-19, dirinya dan keluarga membutuhkan dukungan moril.

    Pasien 01 menekankan pula pentingnya menjaga diri agar tak terpapar virus korona. Terakhir, ia mendoakan semoga tak ada lagi yang terpapar covid-19 di Sumbar.

    Hamdanus menyebutkan, kehati-hatian menjaga diri, disiplin menjalankan imbauan pemerintah sangat penting dalam menangkal virus korona. "Ketika ada yang terpapar, jangan malah mengucilkan dan mendiskreditkan pasien. Semua harus saling menguatkan," ujar Hamdanus.

    Kesembuhan pasien 01 menurut Hamdanus bisa menjadi inspirasi bagi semua bahwa covid-19 bisa dilawan. Hamdanus berharap masyarakat mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa para pasien terpapar covid-19.

    Kedatangan Hamdanus yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 PKS Sumbar itu disambut antusias oleh pasien 01 dan keluarga. Pada kesempatan itu, Hamdanus menyerahkan paket kurma untuk menyambut bulan suci Ramadhan. (Zal)

    Resmikan Relawan Covid-19, Hamdanus Bagikan Masker

    Anggota DPRD Sumbar, Hamdanus menyerahkan bantuan masker kepada relawan. ist


    Pesisir Selatan, Sumbarkini.com-Peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya mencegah penyebaran virus korona atau covid-19. Karena itu, keberadaan relawan di tingkat nagari menjadi sangat strategis karena pencegahan perlu dilakukan dari struktur yang terkecil.

    Hal itu diungkapkan oleh anggota DPRD Sumbar yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 PKS Sumbar, Hamdanus, Selasa (14/4). Hamdanus meresmikan pembentukan Relawan Covid-19 di Nagari Salido Saribulan-IV Jurai, Pesisir Selatan.

    Pencegahan virus korona mesti dimulai dari membangun kesadaran masyarakat. "Di sinilah salah satu peran relawan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat di nagari," ujar Hamdanus.

    Sesuai dengan imbauan pemerintah, bentuk pencegahan covid-19 adalah dengan social distancing. Menghindari kerumunan, membatasi aktivitas di luar rumah, melakukan jarak fisik, menjaga kesehatan, senantiasa mencuci tangan, memakai masker dan lain sebagainya. Bentuk pencegahan lainnya, terkhusus bagi masyarakat yang baru kembali dari daerah pandemi, agar melakukan karantina mandiri dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Hal-hal semacam ini menurut Hamdanus harus selalu disosialisasikan kepada masyarakat.

    Saat ini, kesadaran masyarakat terkait pencegahan covid-19 belumlah maksimal. Karena itu, Hamdanus melihat peran strategis relawan yang harus bekerja keras mengedukasi masyarakat.

    Selain meresmikan relawan covid-19 di Nagari Salido, Hamdanus juga menyerahkan bantuan masker untuk relawan. (Zal)

    Satgas Covid-19 PKS Sumbar Bantu APD RSUD M. Zein Painan

    Ketua Satgas Covid-19 PKS Sumbar, Hamdanus menyerahkan bantuan APD ke Direktur RSUD M. Zein Painan, dr. Sutarman. ist


    Pesisir Selatan, Sumbarkini.com-Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 DPW Partai Keadilan Sejahtera Sumbar menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk dokter dan tenaga medis di RSUD M. Zein Painan. Bantuan ini sekaligus sebagai bentuk dukungan moril bagi dokter dan tenaga medis yang menjadi ujung tombak dalam penanganan virus korona.

    Bantuan APD diserahkan secara langsung oleh Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 DPW PKS Sumbar, Hamdanus, Jum'at (10/4) yang didampingi Ketua DPD PKS Pessel, Feby Rifli, Staf Ahli Anggota DPR-RI, Eko Kurniawan dan Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 DPD PKS Pesisir Selatan, Syafriko Indra Yopi. Bantuan diterima langsung oleh Direktur RSUD M. Zein Painan dr. Sutarman.

    Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 DPW PKS Sumbar, Hamdanus menyebutkan bantuan APD merupakan salah satu upaya yang dilakukan PKS untuk berperan dalam menanggulangi virus korona. "Dokter dan tenaga medis berada di garda depan dalam menangani virus korona. Semoga bantuan APD ini bermanfaat bagi dokter dan tenaga medis," ujar Hamdanus.

    PKS juga melakukan banyak hal dalam mencegah dan menanggulangi virus korona. Salah satunya memberikan bantuan disenfektan dan penyemprotan kepada rumah ibadah, fasilitas publik dan lingkungan warga. Selain itu, anggota dewan dari PKS juga menebar bantuan sembako untuk masyarakat terdampak virus korona. (Zal)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2