Dari Lintasan Grasstrack ke Porprov XVI, Atlet Muda Pasaman Barat Perebutkan Medali Kapolres Agung Tribawanto
PASAMAN BARAT, SUMBARKINI.COM — Deru mesin memecah suasana di lintasan Grasstrack Pasaman Barat. Di balik persaingan para pembalap menaklukkan tikungan, menjaga keseimbangan dan mengejar waktu terbaik, tersimpan sebuah agenda yang lebih besar: menyiapkan atlet untuk membawa nama Pasaman Barat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
Lomba Grasstrack Perebutan Medali Kapolres Pasaman Barat Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H. Ajang tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi dan penjaringan atlet Grasstrack yang dipersiapkan menghadapi Porprov XVI Sumbar.
Bagi dunia olahraga otomotif Pasaman Barat, kompetisi ini tidak hanya berbicara tentang siapa yang paling cepat melewati garis finis. Lintasan menjadi tempat untuk menguji kemampuan, mental bertanding, kedisiplinan, konsistensi dan kepatuhan terhadap aturan perlombaan.
Para pembalap mendapat kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan mereka dalam situasi kompetisi yang sesungguhnya. Setiap tikungan, lompatan dan perubahan karakter lintasan menuntut konsentrasi serta kemampuan mengendalikan kendaraan secara terukur.
Di sisi lain, kegiatan tersebut membuka ruang bagi pembalap muda untuk mengembangkan minat dan bakat melalui jalur olahraga yang lebih terarah.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan, penyelenggaraan lomba tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap pembinaan olahraga sekaligus upaya menjaring atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk Porprov XVI Sumatera Barat.
“Kegiatan ini kami laksanakan bukan sekadar untuk mencari siapa yang tercepat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan penjaringan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Pasaman Barat pada Porprov XVI Sumatera Barat,” ujar AKBP Agung Tribawanto.
Menurutnya, minat generasi muda terhadap olahraga otomotif perlu mendapatkan ruang yang tepat. Karena itu, kegiatan yang berlangsung secara resmi dan terorganisasi diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyalurkan kemampuan sekaligus membangun kebiasaan berkompetisi secara sehat. “Kami ingin memberikan ruang kepada para pembalap muda untuk menyalurkan hobi dan kemampuan mereka di tempat yang resmi, aman dan terukur,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus berkaitan dengan pentingnya keselamatan. Bagi olahraga yang mengandalkan kecepatan dan keterampilan mengendalikan kendaraan, penerapan aturan serta penggunaan lintasan yang sesuai menjadi bagian penting dalam setiap kompetisi.
Kapolres juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. “Saya berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, mematuhi seluruh aturan perlombaan dan tetap mengutamakan keselamatan. Tunjukkan kemampuan terbaik, tetapi jangan mengabaikan aspek safety dan ketertiban,” tegasnya.
Menyiapkan Atlet, Bukan Sekadar Pemenang
Porprov XVI Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Dalam penyelenggaraan tersebut, Pasaman Barat dipercaya menjadi tuan rumah untuk cabang olahraga Grasstrack dan Arung Jeram.
Posisi tersebut membuat agenda pembinaan atlet memiliki arti tersendiri. Selain mempersiapkan kontingen daerah, Pasaman Barat juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung terselenggaranya pertandingan di wilayahnya.
Dalam konteks itulah, lomba perebutan Medali Kapolres menjadi salah satu ruang untuk memberikan pengalaman bertanding kepada para pembalap.
Kompetisi memberi kesempatan kepada atlet untuk mengukur kemampuan secara langsung, mengenali kekurangan dan membangun mental menghadapi tekanan pertandingan.
Kapolres berharap proses pembinaan tersebut tidak berhenti ketika perlombaan berakhir. “Jangan berhenti berlatih setelah perlombaan ini selesai. Bagi yang berhasil, terus tingkatkan kemampuan. Bagi yang belum mendapatkan hasil terbaik, jangan berkecil hati. Jadikan kompetisi ini sebagai pengalaman untuk memperbaiki kekurangan dan terus berkembang,” pesannya.
Pesan itu menempatkan kompetisi sebagai bagian dari sebuah proses. Atlet yang belum memperoleh hasil terbaik tetap memiliki ruang untuk belajar, sementara mereka yang berhasil dituntut mempertahankan dan meningkatkan kemampuannya.
Kolaborasi untuk Masa Depan Olahraga Otomotif
Pembinaan atlet tidak berdiri sendiri. Pelaksanaan kompetisi membutuhkan dukungan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, KONI, Ikatan Motor Indonesia (IMI), panitia, komunitas otomotif hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut dibutuhkan bukan hanya untuk memastikan perlombaan berjalan tertib, tetapi juga untuk membangun ekosistem olahraga otomotif yang memperhatikan aspek pembinaan, keselamatan, fasilitas dan keberlanjutan atlet.
Sebelumnya, KONI Sumatera Barat juga telah melakukan koordinasi bersama KONI Pasaman Barat dan IMI Sumbar terkait kesiapan Pasaman Barat sebagai tuan rumah cabang olahraga Grasstrack dan Arung Jeram pada Porprov XVI Sumbar.
Karena itu, pengalaman kompetisi yang diperoleh para pembalap melalui lomba tersebut dapat menjadi bagian dari proses persiapan menuju ajang olahraga tingkat provinsi.
Harapannya, atlet yang terjaring bukan hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin, mental bertanding dan komitmen untuk menjalani proses latihan secara berkelanjutan.
AKBP Agung Tribawanto berharap olahraga otomotif di Pasaman Barat terus berkembang dan mampu melahirkan pembalap yang dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Kita ingin olahraga otomotif di Pasaman Barat semakin maju. Mudah-mudahan dari kegiatan ini muncul bibit-bibit pembalap yang memiliki prestasi dan karakter yang baik, sehingga ke depan mampu mengharumkan nama Pasaman Barat dan Sumatera Barat,” tuturnya.
Bagi masyarakat, geliat Grasstrack juga menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang pertemuan antara bakat, disiplin dan kesempatan.
Bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap dunia otomotif, keberadaan kompetisi resmi dapat menjadi jalan untuk mengembangkan kemampuan melalui proses yang lebih terarah dan bertanggung jawab.
Sementara bagi Pasaman Barat, pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya atlet untuk menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat.
Pada akhirnya, nilai sebuah kompetisi tidak hanya terletak pada pembalap yang berdiri di podium. Lebih jauh, keberhasilannya dapat dilihat dari kemampuan kegiatan tersebut membuka ruang bagi bibit-bibit baru, memperkuat budaya olahraga yang sehat dan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengubah minat menjadi prestasi.
Dari lintasan Grasstrack Pasaman Barat, proses menuju Porprov XVI Sumbar 2026 pun dimulai—dengan kecepatan sebagai bagian dari perlombaan, tetapi disiplin, sportivitas dan keselamatan tetap menjadi fondasi. (Tim)
