window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Empat Jam Berdiskusi, Aprinaldi dan Leonardy Harmainy Bicara Masa Depan Padang Pariaman - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    Empat Jam Berdiskusi, Aprinaldi dan Leonardy Harmainy Bicara Masa Depan Padang Pariaman



    PADANG (SUMBARKINI.COM) — Empat jam berlalu dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat. Namun, waktu yang panjang itu bukan sekadar silaturahmi. Ada gagasan tentang daerah, pengalaman perjalanan pemerintahan dan politik, serta pembicaraan mengenai bagaimana menyiapkan generasi yang akan menentukan masa depan Padang Pariaman.

    Ruang dialog itu mempertemukan Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, dengan tokoh Sumatera Barat H. Leonardy Harmainy, Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H., Selasa (22/9/2026).

    Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Sejumlah isu strategis menjadi bahan pembicaraan, mulai dari arah pembangunan Padang Pariaman, penguatan sumber daya manusia, pembinaan generasi muda, hingga dinamika pembangunan dan kehidupan sosial-politik di Sumatera Barat.

    Bagi Aprinaldi, dialog semacam itu penting karena pembangunan daerah tidak cukup hanya dibangun melalui rutinitas pemerintahan dan kebijakan formal.

    Gagasan, menurutnya, perlu terus diuji melalui percakapan dengan berbagai kalangan, termasuk tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan, politik dan kehidupan kemasyarakatan.


    “Kita butuh banyak masukan dan perspektif. Diskusi dengan Bapak Leonardy Harmainy yang memiliki pengalaman panjang di tingkat provinsi hingga nasional, sangat berharga untuk memperkaya gagasan kita dalam membangun Padang Pariaman,” ujar Aprinaldi.

    Pemuda Bukan Sekadar Pelengkap Pembangunan

    Salah satu perhatian penting dalam pertemuan tersebut adalah masa depan generasi muda. Aprinaldi memandang pemuda bukan sekadar kelompok yang menjadi sasaran program pembangunan. Mereka merupakan sumber daya yang kelak akan mengisi berbagai ruang kepemimpinan dan menentukan arah perjalanan daerah.

    Karena itu, pembangunan Padang Pariaman dinilai perlu melihat persoalan secara lebih utuh.  Infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi memang penting. Tetapi pada saat yang sama, daerah juga harus menyiapkan manusia yang memiliki pendidikan memadai, karakter, kemampuan beradaptasi, prestasi, sekaligus keberanian untuk mengambil tanggung jawab.

    “DPRD berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada pembinaan pemuda, baik di bidang pendidikan, olahraga, maupun kepemimpinan. Pemuda adalah investasi masa depan daerah,” tegas Aprinaldi.

    Pandangan tersebut sejalan dengan perhatian Aprinaldi terhadap dunia olahraga. Menurutnya, ruang bagi anak muda untuk berprestasi dan mengembangkan potensi harus terus diperluas.

    Olahraga, pendidikan, kreativitas dan kepemimpinan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun kepercayaan diri sekaligus belajar mengambil peran di tengah masyarakat.
    Pembangunan Membutuhkan Banyak Tangan

    Pembicaraan juga menyentuh pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dunia usaha, generasi muda hingga masyarakat perantauan.

    Padang Pariaman memiliki potensi besar yang tidak hanya berada di dalam wilayah administratifnya. Jaringan perantau dan sumber daya manusia yang tersebar di berbagai daerah juga dapat menjadi bagian dari kekuatan pembangunan apabila dibangun dalam pola kolaborasi yang baik.

    Karena itu, pembangunan daerah tidak dapat dibebankan kepada satu institusi. Pemerintah memiliki kewenangan dan kebijakan. DPRD memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Tokoh masyarakat membawa pengalaman serta jejaring sosial. Sementara masyarakat dan perantau memiliki energi, gagasan dan sumber daya yang dapat dikontribusikan sesuai kapasitas masing-masing.

    Pertemuan Aprinaldi dengan Leonardy Harmainy menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan perspektif tersebut. Bagi Aprinaldi, silaturahmi dengan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman panjang perlu terus dipelihara. Bukan hanya untuk bertukar pandangan, tetapi juga membuka kemungkinan lahirnya gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata.

    Sebab, gagasan yang baik akan memiliki arti ketika mampu menemukan jalan untuk hadir di tengah masyarakat. “Bersama membangun daerah, bersama menyiapkan masa depan. Itu semangat kita,” kata Aprinaldi.

    Pada akhirnya, empat jam perbincangan tersebut bukan tentang panjangnya waktu pertemuan. Yang lebih penting adalah apa yang dapat lahir setelahnya: gagasan yang semakin matang, komunikasi yang semakin terbuka, serta komitmen untuk memastikan pembangunan Padang Pariaman tidak hanya berbicara tentang hari ini, tetapi juga tentang generasi yang akan datang. (Tim)



    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad