window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Irwan Basir Pimpin LKAAM Padang, Tantangan Berikutnya Menjaga Kebersamaan - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    Irwan Basir Pimpin LKAAM Padang, Tantangan Berikutnya Menjaga Kebersamaan



    PADANG (SUMBARKINI.COM) — Musyawarah Daerah (Musda) IX Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang akhirnya menetapkan Irwan Basir Dt Rajo Alam sebagai Ketua LKAAM Kota Padang periode 2026–2031.

    Penetapan tersebut berlangsung melalui pemungutan suara setelah forum belum mencapai kesepakatan melalui musyawarah mufakat. Dalam pemilihan yang diikuti 23 pemegang hak suara itu, Irwan Basir Dt Rajo Alam memperoleh 15 suara. Sementara calon lainnya, Hendri Yazid Dt Rajo Diguci, memperoleh 8 suara.

    Musda IX berlangsung di Aula/Ruang Serbaguna Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Air Pacah, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Padang Fadly Amran Dt Paduko Malano dan dihadiri Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar Dt Sati, Ketua LKAAM Kota Padang Syafril Ulbi Dt Bagindo Rajo, unsur Forkopimda, perangkat daerah, camat, Bundo Kanduang, serta pengurus LKAAM kecamatan dan Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kota Padang.

    Komposisi pemegang suara dalam Musda menjadi bagian penting dari proses suksesi organisasi adat tersebut. Laporan mengenai tata tertib Musda menyebutkan terdapat 23 suara yang diperebutkan, yang berasal dari unsur LKAAM Sumatera Barat, LKAAM Kota Padang, forum kerapatan adat, LKAAM kecamatan dan KAN di Kota Padang.

    Dari proses tersebut, Irwan Basir memperoleh 15 suara atau lebih dari separuh suara yang tersedia. Hendri Yazid memperoleh 8 suara.

    Dengan hasil itu, forum Musda menetapkan Irwan Basir Dt Rajo Alam sebagai ketua untuk masa kepengurusan 2026–2031. Ia selanjutnya akan menyusun kepengurusan LKAAM Kota Padang untuk periode tersebut.

    Dari Persaingan Pemilihan Kembali ke Kepentingan Bersama

    Musda kali ini tidak hanya berbicara tentang siapa yang memimpin LKAAM Kota Padang selama lima tahun ke depan. Sebelum pemilihan berlangsung, panitia dan sejumlah tokoh adat telah mendorong agar proses suksesi ditempuh melalui semangat badunsanak, musyawarah dan mufakat. Namun, ketika kesepakatan tidak tercapai, forum kemudian menggunakan mekanisme pemungutan suara sesuai tata tertib yang telah disiapkan.

    Di titik inilah pekerjaan organisasi justru memasuki tahap berikutnya. Hasil voting telah menentukan pemimpin. Tetapi menjaga komunikasi, merawat persatuan dan memastikan seluruh unsur adat dapat berjalan bersama menjadi bagian penting dari perjalanan kepengurusan baru.

    Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar sebelumnya mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dalam proses suksesi. Sementara Ketua LKAAM Kota Padang terpilih Irwan Basir menyampaikan harapan agar suksesi tersebut menjadi kemenangan bagi seluruh anak nagari Kota Padang.
    LKAAM dan Harapan untuk Anak Kemenakan

    LKAAM memiliki ruang penting dalam kehidupan adat dan budaya Minangkabau. Karena itu, pergantian kepemimpinan tidak berhenti pada seremoni pemilihan ketua.

    Harapan yang lebih besar berada pada bagaimana lembaga adat dapat terus menjadi ruang komunikasi, pembinaan dan penguatan nilai-nilai adat di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

    Dalam pembukaan Musda, Pemko Padang juga menempatkan penguatan lembaga adat sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara unsur adat, pemerintah dan masyarakat. Tema Musda IX sendiri mengangkat penguatan peran LKAAM dalam mewujudkan nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah menuju Kota Padang yang berbudaya, bermartabat dan religius.

    Artinya, setelah suara dihitung dan keputusan forum ditetapkan, perhatian masyarakat kini dapat diarahkan pada pekerjaan yang lebih panjang: bagaimana kepemimpinan baru menerjemahkan amanah tersebut menjadi kerja nyata.

    Bagi masyarakat, terutama anak kemenakan, lembaga adat bukan sekadar struktur organisasi. Ia diharapkan hadir ketika nilai-nilai adat perlu diperkuat, ketika hubungan antargenerasi perlu dijembatani, dan ketika kebersamaan masyarakat perlu dirawat.

    Musda IX telah menghasilkan seorang ketua. Kini publik menunggu langkah berikutnya: bagaimana LKAAM Kota Padang di bawah kepemimpinan Irwan Basir Dt Rajo Alam membangun kepengurusan yang inklusif, memperkuat hubungan dengan KAN dan unsur adat lainnya, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

    Karena pada akhirnya, kepemimpinan dalam lembaga adat bukan hanya tentang mendapatkan suara terbanyak. Ia juga tentang bagaimana amanah tersebut dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk kebersamaan, pembinaan dan kerja nyata untuk anak kemenakan. (Zul/DaAn)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad