Macet Bukan Berarti Perjalanan Berakhir
Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”(QS. Asy-Syarh: 5)
Ketika jalan macet, kita ingin semuanya segera bergerak. Hidup pun kadang begitu. Rezeki terasa macet, usaha belum berkembang, dan doa terasa belum terjawab.
Jangan buru-buru mengeluh. Bisa jadi Allah sedang mengatur jalan yang belum kita lihat.
Tetap ikhtiar, tetap berdoa, dan jangan berhenti berbuat baik. Tidak semua keterlambatan berarti kegagalan. Ada waktunya kita berjalan cepat, ada waktunya Allah mengajarkan kita menunggu.
Macet bukan berarti perjalanan berakhir. Kita hanya sedang diminta bersabar sebelum kembali melangkah.
Ya Allah, lapangkan jalan hidup kami, mudahkan urusan kami, dan kuatkan hati kami dalam menunggu pertolongan Allah.
