Bungus Teluk Kabung Matangkan Kafilah, Siap Berjuang di MTQN ke-42 Padang
PADANG — Semangat untuk melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an terus dipersiapkan Kecamatan Bungus Teluk Kabung menjelang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-42 Tingkat Kota Padang.
Bukan sekadar mengejar prestasi, keikutsertaan dalam MTQN menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk menunjukkan kemampuan yang telah mereka latih.
Camat Bungus Teluk Kabung, Afridon, mengatakan persiapan kafilah saat ini telah memasuki tahap akhir. Dari proses seleksi hingga Training Center (TC), berbagai tahapan telah dilakukan untuk memastikan peserta yang dikirim benar-benar siap mewakili kecamatan.
“Kami sudah melaksanakan seleksi dan TC. Jumat ini sudah final nama-nama peserta atau kafilah yang akan kami kirimkan untuk mewakili Kecamatan Bungus Teluk Kabung,” ujar Afridon saat ditemui di Balai Kota Padang Aie Pacah, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, TC telah dilaksanakan sebanyak lima kali, dengan pelaksanaan terakhir pada Sabtu lalu. Secara keseluruhan, persiapan pengiriman kafilah kini telah mencapai sekitar 85 persen.
Lebih dari 60 orang dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Bungus Teluk Kabung pada MTQN yang akan berlangsung 10–14 Oktober 2026 di Kecamatan Koto Tangah.
Kecamatan Bungus Teluk Kabung juga berupaya mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan. Namun, Afridon menyebut masih terdapat dua cabang yang belum dapat diikuti karena keterbatasan peserta.
“Salah satunya adalah peserta dari disabilitas, yaitu tunanetra,” katanya.
Keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat Kecamatan Bungus Teluk Kabung untuk memberikan penampilan terbaik. Apalagi, menurut Afridon, kecamatan tersebut selama ini memiliki kontribusi dalam mendukung kafilah Kota Padang pada MTQ tingkat provinsi.
Pada MTQ tingkat provinsi sebelumnya yang digelar di Bukittinggi, misalnya, terdapat enam kafilah yang berasal dari Bungus Teluk Kabung dan mewakili Kota Padang, serta berhasil meraih juara.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan yang terus dilakukan di tingkat kecamatan. Bagi masyarakat, keberhasilan seorang peserta bukan hanya tentang piala yang dibawa pulang, tetapi juga tentang proses panjang membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang melalui kegiatan yang positif.
Bukan Hanya Peserta, Akomodasi Juga Disiapkan
Persiapan tidak berhenti pada kemampuan peserta. Aspek pendukung selama pelaksanaan MTQN juga menjadi perhatian.
Kecamatan Bungus Teluk Kabung telah menyiapkan tempat penginapan di kawasan sekitar Kantor Balai Kota Padang Aie Pacah untuk kafilah selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Dengan persiapan tersebut, kontingen diharapkan dapat lebih fokus mengikuti perlombaan sekaligus menjaga kondisi selama pelaksanaan MTQN.
MTQN ke-42 Tingkat Kota Padang sendiri akan mempertemukan kafilah dari 11 kecamatan. Sebanyak 13 cabang lomba akan diperlombakan dalam ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 10–14 Oktober 2026.
Pembukaan dijadwalkan berlangsung di Lapangan APEKSI Balai Kota Padang Aie Pacah, Sabtu (10/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Bagi Bungus Teluk Kabung, panggung MTQN bukan semata-mata tempat untuk mengukur kemampuan membaca, menghafal, memahami, maupun mendalami Al-Qur’an. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi momentum memperlihatkan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terus bertumbuh.
Afridon pun menyampaikan harapannya kepada masyarakat Bungus Teluk Kabung agar memberikan dukungan kepada para peserta yang akan berjuang membawa nama kecamatan.
“Kami mohon doa kepada seluruh warga Kecamatan Bungus Teluk Kabung agar kafilah yang kami kirimkan dapat memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kecamatan Bungus Teluk Kabung pada MTQN ke-42 Tingkat Kota Padang,” ujarnya.
Doa dan dukungan masyarakat menjadi energi tersendiri bagi para peserta yang akan tampil. Sebab di balik setiap nama yang nantinya dipanggil ke arena perlombaan, terdapat proses latihan, pembinaan, dukungan keluarga, guru, pembimbing, serta harapan masyarakat.
MTQN pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Ia juga tentang bagaimana Al-Qur’an terus hadir dalam kehidupan generasi muda dan menjadi sumber nilai dalam membangun masyarakat. (Arizal)