• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label konjen jepang. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label konjen jepang. Tampilkan semua postingan

    Potensi Hubungan Jepang dan Masyarakat Islam di Indonesia

    oleh Konsul Jenderal Jepang di Medan Takonai Susumu, Ph.D 


    “Saya menemukan Islam di Jepang”. Kata ini adalah kutipan dari perkataan seorang kyai dari sebuah pesantren yang mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Jepang melalui program Pemerintah Jepang. Beliau terkejut karena di mata beliau nilai-nilai yang dijunjung tinggi di dalam Islam dipraktekkan di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang sehingga beliau merasa banyak persamaan antara Jepang dan Islam. Banyak pemuka Agama Islam yang mengunjungi Jepang mengatakan, meskipun agama dan negaranya berbeda, ada nilai-nilai yang sama di antara Jepang dan Islam.

    Saya meyakini bahwa rasa hormat dan pengertian mendalam terhadap agama merupakan hal yang sangat penting untuk membangun hubungan kepercayaan di antara masyarakat atau negara-negara sehingga mengedepankan dialog antara umat atau bangsa adalah tugas yang penting untuk membangun perdamaian dan stabilitas di dunia. xPenduduk Muslim di dunia diperkirakan berjumlah lebih dari 1.8 miliar dan penduduk Muslim di Indonesia, yang menjadi mitra penting di dalam kawasan bagi Jepang dan dalam menghadapi masalah global, jumlah penduduk Muslimnya hampir mencapai 87 % dari total populasi penduduk. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya Jepang memperdalam hubungan dengan dunia Islam. Oleh karena itu, perkataan kyai yang dikutip di awal artikel ini memberikan saya harapan dan semangat.

    Meskipun Muslim masih relatif minoritas di Jepang dilihat dari angka penduduk, belakangan ini semakin banyak penduduk Muslim di Jepang seperti mahasiswa, pekerja, maupun peserta Technical Intern Training Program dari negara-negara mayoritas Muslim, dan juga orang Jepang Muallaf yang diperkenalkan ajaran Islam oleh para Muslim. Melihat jumlah wisatawan dari negara-negara Islam, dapat disimpulkan bahwa cukup banyak Muslim berada di Jepang.

    Sebelum pandemi Covid19, banyak wisatawan dari negara-negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, mengunjungi Jepang. Jepang sebagai negara yang memiliki Undang-undang Dasar yang melindungi kebebasan beragama, menghormati dan melindungi hak-hak Muslim sama seperti umat agama-agama lainnya. Seiring dengan pertambahan penduduk Muslim di Jepang, jumlah Masjid di Jepang juga terus bertambah sehingga total berjumlah lebih dari 80 bangunan. Ditambah dengan informasi terbaru, baru-baru ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jepang meresmikan sebuah Masjid di prefektur Ibaraki.

    Pemerintah Jepang dan sektor swasta juga berusaha untuk mengembangkan industri halal. Semakin banyak perusahaan Jepang yang mendapatkan sertifikat halal untuk produknya melalui kerja sama MUI dan BPJPH di Indonesia. Dengan kondisi ini, para pengunjung dan penduduk Muslim dapat menikmati berbagai jenis makanan halal di Jepang, mulai dari masakan Jepang hingga masakan Indonesia.

    Restoran ramen atau yakiniku halal menjadi tujuan kunjungan favorit bagi wisatawan Muslim di Jepang. Ke depannya, saya berharap bahwa dengan bertambahnya warga Muslim yang berkunjung ke Jepang akan meningkatkan pertukaran antara masyarakat Jepang dan masyarakat Islam di Indonesia.

    Perlu kami tekankan bahwa Jepang menilai pentingnya peran pesantren di dalam pendidikan Indonesia dan masyarakat di daerah. Mengingat hal tersebut, Jepang menjalankan program Kunjungan Pimpinan Pesantren ke Jepang sejak tahun 2004 hingga sekarang. Sampai saat ini, 164 pimpinan pesantren dari 34 provinsi di Indonesia telah berkunjung ke Jepang termasuk 17 pesantren dari 6 (enam) propinsi sebagai wilayah kerja Konsulat Jenderal Jepang di Medan.

    Para peserta program tersebut mengikuti kegiatan pertukaran di sekolah, universitas, instansi kebudayaan, dan fasilitas industri, juga berpartisipasi dalam program homestay bersama masyarakat lokal Jepang. Untuk pemuka Islam dari generasi muda, Jepang menyelenggarakan program untuk mengundang pemuda Muslim dari NU, Muhammadiyah dan UIN seluruh Indonesia dalam skema JENESYS (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths).

    Untuk menjaga dan meningkatkan hubungan persahabatan antara Jepang dan masyarakat Islam di Indonesia, khususnya Sumatera, saya bermaksud akan mengadakan acara Buka Puasa Bersama di kediaman saya pada bulan Ramadhan tahun depan apabila diizinkan. Acara ini diharapkan akan menjadi tempat silaturahmi para pimpinan dari masyarakat Muslim dan alumni program kunjungan ke Jepang.

    Seperti yang telah saya singgung di awal tulisan ini, kami sering mendengar perkataan dari alumni kunjungan program kunjungan ke Jepang bahwa mereka menemukan persamaan antara nilai-nilai yang dijunjung tinggi di Jepang dengan Islam. Hal yang menurut saya menarik pada khususnya adalah bahwa mereka terkejut ketika melihat murid-murid di Jepang membersihkan ruang belajar dengan tangan sendiri tanpa bantuan tenaga kebersihan.

    Meskipun itu merupakan hal yang biasa di Jepang, banyak alumni kunjungan menilai kegiatan bersih-bersih yang dilakukan oleh para murid tersebut adalah kegiatan yang baik dan akan menjadi pembelajaran bagi mereka untuk mempelajari pentingnya kebersihan lingkungan dan kemandirian. Saya dengar ada pepatah di dalam Islam “kebersihan adalah sebagian dari iman” maka banyak pesantren telah memulai kegiatan serupa sekembalinya dari program kunjungan ke Jepang.

    Satu hal lagi yang menarik adalah cerita alumni yang menemukan persamaan antara Islam dan nilai-nilai Budha di Jepang. Salah satu pimpinan pesantren yang melakukan dialog antar agama dengan biksu di Todai-ji (salah satu kuil Budha terkenal di Jepang) menyadari bahwa ada kesamaan antara Budha di Jepang dan Islam yaitu pentingnya nilai persaudaraan.

    Sekarang, beliau memulai kegiatan dalam upaya menciptakan masyarakat yang toleran berdasarkan nilai persaudaraan tersebut. Selain melakukan upaya meningkatkan saling pengertian dengan masyarakat Muslim di Indonesia seperti paparan di atas, kami juga bekerjasama untuk mendukung perkembangan masyarakat Islam di Indonesia.

    Konsulat Jenderal Jepang di Medan memiliki program kerjasama, yaitu Grant Assistance for Grass-Roots Human Security Projects atau Bantuan Hibah Grassroots. Program ini memberikan bantuan kepada organisasi masyarakat seperti yayasan, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga sosial serta lembaga non-profit lainnya dalam melaksanakan proyek pembangunan berskala kecil. Kami pernah memberi bantuan untuk pembangunan klinik kesehatan, bank sampah dan pengelolaan kompos di Provinsi Sumatera Utara.

    Program kerjasama ini dilakukan berlandaskan rasa saling menghormati dan rasa persahabatan antara Jepang dengan masyarakat Islam. Jepang melanjutkan koordinasi dengan dunia Islam di tingkat global. Jepang mengadakan “’Dialogue among Civilizations’ between Japan and Islamic World (Dialog Peradaban antara Jepang dan Dunia Islam),” seminar internasional dimana cendekiawan Islam dari seluruh negara Muslim berkumpul untuk mendorong dialog dan saling pengertian di tingkat internasional.

    Selama ini, seminar telah dilaksanakan di Bahrain, Tokyo, Iran, Tunisia, Arab Saudi, dan Kuwait dengan tema pembahasan tentang persoalan-persoalan masyarakat modern seperti Globalisasi, kesejahteraan dan perdamaian dunia, serta persoalan lingkungan. Seminar internasional ini menjadi tempat diskusi yang sangat aktif bagi para cendekiawan dari seluruh negara yang hadir, termasuk Indonesia.

    Mengenai persoalan perdamaian di Timur Tengah, Jepang juga mendorong upaya Palestina untuk menuju perdamaian dengan “solusi dua negara”. Sejak 2013, Jepang memulai CEAPAD (Conference on cooperation among East Asian countries for Palestinian Development atau konferensi tentang kerjasama antara Negara-negara Asia Timur untuk Pembangunan Palestina) dimana kami bekerjasama dengan Indonesia dan memberikan program bantuan yang berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Palestina.

    Baru-baru ini, sebagai salah satu kerja nyata dari program ini, telah diselenggarakan seminar untuk memberdayakan SDM di Palestina melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian RI dan JICA (Japan International Cooporation Agency). Jepang juga melakukan program bantuan kemanusiaan terhadap pengungsi di Negara Bagian Rakhine dan bantuan untuk pembangunan di Afganistan. Untuk menuju solusi terhadap persoalan-persoalan di dunia Islam, Jepang dan Indonesia memiliki visi yang sama.

    Oleh karena itu saya meyakini bahwa kerja sama kita akan berkontribusi pada perdamaian dan perkembangan di dunia Islam secara menyeluruh. Di situasi pandemi Covid-19, banyak kegiatan pertukaran yang selama ini telah dikembangkan antara Jepang dan Indonesia terpaksa dihentikan, ditunda, atau diundur.

    Akan tetapi, saya meyakini bahwa Jepang dan Indonesia mampu mengatasi situasi sulit ini dan kedua negara terus memperdalam silaturahmi, saling pengertian, persahabatan dan kerjasama antara Jepang dan masyarakat Islam di Indonesia ke depan. Kami berharap dapat memahami Islam secara lebih mendalam lagi melalui hubungan dengan Indonesia sebagai “jendela” bagi Jepang untuk dunia Islam.

    Dan kami juga ingin terus berjalan bersama dengan masyarakat Islam di Indonesia menuju masa depan di mana Jepang dan Indonesia tetap menjadi mitra kerja. Kami dapat berkontribusi untuk perdamaian dan perkembangan dunia. (*)

    Menlu Jepang Kecam Keras Teror Bom di Indonesia

    JAKARTA (sumbarkini.com) - Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono telah melakukan pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri dengan Y. M. Ibu Retno L. P. Marsudi, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Senin 21 Mei 2018. Turut hadir pada pertemuan para Menteri Luar Negeri G20 di Buenos Aires, Argentina.

    Pertemuan tersebut berlangsung selama 30 menit. Pada pertemuan tersebut Menlu Kono menyampaikan turut berbelasungkawa dari lubuk hati terdalam kepada korban dan keluarga yang tewas dan menjadi korban luka-luka pada peristiwa teror bom di beberapa tempat di Surabaya dan beberapa tempat lain beberapa waktu lalu.

    Menteri Kono menyatakan, "Teror yang tidak manusiawi ini dengan alasan apapun tidak
    bisa dimaafkan.


    Menanggapi hal tersebut, Menlu Retno mengatakan bahwa teror adalah ancaman nyata, dan ingin bekerja sama dengan Jepang di bidang penanggulangan terorisme. Di samping itu, sehubungan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik pada tahun ini, Menlu Kono menyatakan keinginannya untuk semakin memperkuat kerjasama antara Jepang dan Indonesia.

    Terkait hal ini, Menlu Retno menyampaikan bahwa beliau ingin menjadikan kesempatan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik untuk makin memperluas hubungan kerjasama antara Jepang dan Indonesia.

    Kedua Menteri Luar Negeri juga bertukar pendapat mengenai situasi regional termasuk
    Korea Utara, Laut Tiongkok Selatan, situasi di Timur Tengah, serta sepakat untuk bekerja sama
    dengan erat di masa mendatang. Lebih lanjut, Menlu Kono juga meminta pengertian dan
    kerjasama Menlu Retno terkait penyelesaian awal masalah penculikan. (*)

    Pemerintah Jepang Berikan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia

    Pemerintah Jepang memberikan beasiswa untuk para mahasiswa/wi Indonesia. Adapun
    penawarannya sebagai berikut:
    1. Pada tanggal 17 April 2018, Kedutaan Besar Jepang membuka penawaran beasiswa kepada
    mahasiswa/mahasiswi Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di universitas di Jepang
    sebagai research students (S2 / S3) pada tahun akademik 2019 (tahun ajaran baru per April
    2019/ per Oktober 2019) dalam Program Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho).
    2. Persyaratan untuk melamar:
    (1) Pelamar berkewarganegaraan Indonesia
    (2) Pelamar lahir pada atau setelah tanggal 2 April 1984
    (3) IPK dari universitas jenjang pendidikan terakhir diutamakan minimum 3,2
    (4) Nilai TOEFL diutamakan minimum 570/ TOEFL-IBT minimal 80/ IELTS minimal 6.5/
    TOEIC minimal 820/ nilai Japanese Language Proficiency Test (JLPT) minimal level 2/N2
    3. Selain tiket pergi pulang, uang masuk universitas, uang kuliah dibiayai dengan beasiswa
    Pemerintah Jepang (Monbukagakusho), para mahasiswa akan menerima uang setiap
    bulannya untuk biaya kehidupan sehari-hari.
    4. Registrasi Online dan Formulir pendaftaran dapat diperoleh pada website Kedutaan Besar
    Jepang (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_rs2019.html). Dokumen lamaran harus
    diserahkan kembali kepada Kedutaan Besar Jepang sebelum tanggal 8 Mei 2018, secara
    langsung atau dikirim melalui pos (paling lambat 8 Mei 2018 dokumen sudah harus diterima).
    5. Apabila terdapat pertanyaan mengenai program beasiswa ini, silakan menghubungi Kedutaan
    Besar Jepang di Indonesia melalui e-mail berikut: beasiswa@dj.mofa.go.jp.

    Program ini khusus untuk research students in 2019.


    Kemenlu Jepang dan Japan Foundation Selenggarakan Kontes Manga


    Padang (sumbarkini) - Kementerian Luar Negeri Jepang dan The Japan Foundation menyelenggarakan Kontes Manga
    International ke-12. Pendaftarannya telah dibuka. Informasi seputar pendaftaran dapat dilihat di website International Manga Award. (http://www.manga-award.mofa.go.jp/index_e.html / )

    Penghargaan Manga Internasional ini ditetapkan pada Mei 2007 atas inisiatif dari Menteri
    Luar Negeri Jepang saat itu, Bapak Aso Taro. Iven ini bertujuan untuk memberikan penghargaan
    kepada para komikus manga yang berkontribusi bagi penyebaran budaya manga. Sejak itu, Kontes Manga Internasional diselenggarakan setiap tahun.

    Dijelaskannya, periode pendaftaran dimulai tanggal 2 April  - 15 Juni 2018. Dokumen pendaftaran dikirim ke salah satu alamat a) Kedutaan Besar Jepang di Indonesia di JL.M.H.Thamrin 24 Jakarta Pusat 10350. Pengiriman ke alamat ini paling lambat tanggal 14 Juni 2018 (sampai di Kedutaan Besar Jepang). b) PO BOX khusus Kontes Manga Internasional ke-12, MBE193 The Twelveth Japan International MANGA Award Executive Committee Shinjuku Oak Tower 2F, 6-8-1 Nishi-Shinjuku, Shinjuku-ku, Tokyo, JAPAN 163-6002 (Tanggal 15 Juni 2018 harus sampai di PO BOX dan bukan cap pos).

    Para pemenang nantinya diumumkan sekitar Desember 2018. Adapun upacara Pemberian Penghargaan, direncanakan sekitar Maret 2019. (rel)

    Pemerintah Jepang Berikan Hibang ke MTs Peutoe ke Aceh Utara


    Lhoksukon - Pemerintah Jepang memutuskan untuk memberikan dana hibah senilai Rp 960.832.750
    untuk pembangunan gedung sekolah MTs Peutoe di Gampong Manyang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Hibah melalui program Grant Assistance for Grass-roots Human Security Projects untuk pembangunan ditandatangani pada Selasa, 6 Maret 2018.

    Acara tersebut dihadiri Nuryaumin, Ketua Yayasan Tanah Rencong dan Bapak Takeshi ISHII, Konsul Jenderal Takeshi ISHII dari Konsulat Jenderal Jepang di Medan.

    Menurut Ketua Yayasan MTs. Peutoe yang akan melaksanakan proyek pembangunan gedung sekolah merupakan satu-satunya sekolah menengah pertama di Gampong Manyang.  Sejak didirikan pada tahun 2003 sampai tahun 2005 MTs. Peutoe tidak memiliki gedung sekolah sendiri dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan meminjam gedung sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Gampong Manyang.

    "Sejak 2005, para murid belajar di gedung sekolah sendiri, namun karena pengaruh banjir yang terjadi pada akhir tahun 2014 lalu, selain bangunan sekolah mengalami kerusakan, meja dan kursi juga rusak. Akibat adanya pengaruh bencana alam, tidak hanya lingkungan belajar saja yang memburuk, karena keterbatasan dana, sekolah tidak dapat melakukan perbaikan," katanya. 

    Ditambahkannya untuk memberikan kesempatan belajar kepada murid-murid tingkat SMP di daerah, jumlah murid mencapai 140 orang melebihi kapasitas sekolah 91 orang. Untuk memperbaiki kondisi kelebihan kapasitas dan fasilitas belajar yang memprihatinkan tersebut, Pemerintah Jepang memutuskan untuk membantu agar MTs. Peutoe dapat membangun dua gedung sekolah (total enam ruang kelas) yang baru.

    Takeshi ISHII mengatakan melalui bantuan ini diharapkan para murid MTs. Peutoe dapat belajar di lingkungan pendidikan yang lebih baik, lalu bagi lebih banyak murid yang berada di daerah sekitarnya, sekolah ini menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan yang dekat.  (rel)

    Japan Day di Al Uswah Meriah

    MTs Al-Uswah di  Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat laksanakan “Japan Day”. Acara ini sekaligus peringatan hari jadi yang pertama setelah peresmian “Proyek Pembangunan Gedung Sekolah MTs Al-Uswah”.

    Dalam “Japan Day” tersebut, selain dilakukan peninjauan kondisi gedung sekolah, diadakan pula sesi pemutaran video Jepang dengan topik “The School Day”, “School Meals”, dan “School’s Event”, pertunjukan lagu Jepang “Tegami” dari para siswa-siswi, serta workshop origami yang diikuti siswa-siswi dan guru-guru MTs Al-Uswah.

    Pada 2015 MTs Al Uswah mendapat Bantuan Hibah Grassroots dari Pemerintah Jepang  dan pad a2016 diresmikan. Bantuan ini diberikan karena pihak sekolah mengalami masalah kurangnya ruang kelas dan kondisi bangunan yang sudah menua sehingga sudah kurang layak untuk lingkungan pendidikan. 

    Untuk mengatasi masalah ini, gedung sekolah dibangun melalui Bantuan Hibah Grassroots dari Pemerintah Jepang Tahun Anggaran 2015 senilai Rp 917 juta. Bantuan ini diberikan kepada Yayasan Al-Uswah Sumatera Utara dan gedung sekolah baru diresmikan pada 12 Oktober.

    Bantuan hibah ini membuat bangunan yang memiliki enam ruang kelas dan terdiri dari dua lantai. Tiap ruang kelas memiliki kapasitas sampai 30 orang. Saat ini sekolah memiliki jumlah murid 183 siswa-siswi. MTs Al-Uswah menetapkan biaya sekolah yang terjangkau dibandingkan dengan sekolah lain, bahkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu diberikan keringanan berupa pengurangan biaya sekolah.

    Melalui acara “Japan Day” ini, diharapkan siswa-siswi semakin tumbuh ketertarikannya terhadap Jepang, sehingga dapat mempererat hubungan persahabatan kedua negara.

    Pemerintah Jepang Beri Hibah untuk Dua Sekolah


    Medan - Pemerintah Jepang memberikan dana hibah senilai sekitar Rp 1,7 Miliar. Hibah ini disalurkan melalui program Grant Assistance for Grass-roots Human Security Projects. Kontrak kerjasama hibah senilai Rp 1,7 miliar ini ditandatangani pada Selasa, 16 Januari 2018.

    Hadir dalam acara tersebut Bapak Mukhlis Tanjung, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda Pulau-pulau Batu, Bapak Teungku Hanafi, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Mubarakah Kunyet Mule, dan Bapak Takeshi ISHII, Konsul Jenderal dari Konsulat Jenderal Jepang di Medan.

    Bantuan tersebut diperuntukkan untuk pembangunan gedung sekolah di Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Aceh Utara. Pemberian hibah kerja sama Konsulat Jenderal Jepang di Medan dengan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda Pulau-pulau Batu, senilai Rp 815.394.600 dan Yayasan Pendidikan Islam Al-Mubarakah Kunyet Mule senilai Rp 939.624.000.

    “Melalui Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda bakal dilaksanakan proyek pembangunan gedung MTs Darul Muta’alimin di Desa Simaluaya, Pulau Tello, Kabupaten Nias Selatan.  Sementara dengan Yayasan Pendidikan Islam Al-Mubarakah bakal dilaksanakan proyek pembangunan gedung SMP Sukma Al-Mubarakah di Gampong Kunyet Mule, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara,” ujar Takeshi ISHII.

     Menurutnya, proyek pembangunan MTs Darul Muta’alimin di Desa Simaluaya, Pulau Tello, Kabupaten Nias Selatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas gedung sekolah serta menyediakan lingkungan belajar yang lebih baik untuk anak-anak usia sekolah di Pulau Tello.

    Bangunan yang didirikan berupa satu gedung dengan lima ruangan: tiga ruang kelas, satu ruang guru, dan satu ruang perpustakaan. Kapasitas masing-masing ruang kelas sampai 32 orang.

    Sebelumnya gedung sekolah MTs Darul Muta’alimin hanya memiliki kapasitas 66 orang, namun jumlah murid mencapai 105 orang. Pada tahun 2016, diinformasikan bahwa ada 450 lulusan sekolah dasar di Kecamatan Pulau-pulau Batu, namun jumlah murid baru yang dapat diterima oleh empat sekolah (termasuk MTs Darul Muta’alimin) di Pulau Tello paling banyak hanya 350 orang anak.

    Kondisi ini menyebabkan banyak anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah atau harus ke sekolah yang lebih jauh di Kecamatan Teluk Dalam. Dengan meningkatnya kapasitas sekolah ini, diharapkan jumlah anak-anak yang tidak dapat sekolah karena keterbatasan kapasitas sekolah dapat berkurang dan dapat menjadi pendorong meningkatnya motivasi untuk pendidikan di Pulau Tello.

    Adapun SMP Sukma Al-Mubarakah didirikan pada tahun 2014. Anak-anak di Gampong Kunyet Mule harus menempuh jarak sejauh 17km untuk pergi ke sekolah. Untuk membantu mengatasi masalah jauhnya jarak sekolah dan menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih dekat, Yayasan Pendidikan Islam Al-Mubarakah Kunyet Mule mendirikan sekolah ini.

    Pada tahun 2017 ada 161 orang murid yang terdaftar di sekolah ini dan melebihi kapasitas sekolah yaitu 140 orang. Bantuan Hibah Grass-roots diberikan kepada yayasan untuk membangun satu gedung dua lantai yang terdiri dari enam ruang kelas dengan kapasitas mencapai 210 orang.

    Dengan adanya bangunan ini, total kapasitas sekolah dapat meningkat menjadi 270 orang dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di sekolah sebagai dukungan agar guru maupun siswa-siswi dapat memperoleh lingkungan pendidikan yang lebih baik. Kemudian, para murid tidak perlu lagi pergi ke tempat yang jauh untuk mendapatkan pendidikan.
    Bantuan Hibah Grass-roots untuk Keamanan Manusia merupakan salah satu skema bantuan hibah dari Pemerintah Jepang ditujukan untuk kepentingan masyarakat Indonesia di tingkat akar rumput secara langsung dan cepat, sebagai wujud kepedulian serta persahabatan rakyat Jepang terhadap rakyat Indonesia. Sejak tahun 2000, sudah ada 67 proyek (termasuk 32 proyek pembangunan gedung sekolah) yang dilaksanakan dengan skema ini di wilayah yurisdiksi Konsulat Jenderal Jepang di Medan (Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi) dengan total dana mencapai Rp 60 Miliyar. (rel1)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2