Jakarta - Berita duka menyeruak di Pagi Senin, 2 Maret 2026. Duka mendalam tidak saja bagi keluarga tapi juga duka bagi Indonesia.
Fauzi Bahar Menyelamatkan Generasi Muda Lewat Pesantren Ramadhan
Andarizal : KJI Sulsel Resmi Hadir, Edy Basri Ajak Jurnalis di 24 Kabupaten/Kota Berkolaborasi
MAKASSAR - Angin segar berembus bagi dunia pers di Sulawesi Selatan. Pasca dilantik pada 14 Februari 2026, Pengurus Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan kini bergerak cepat dengan membuka ruang bagi insan pers di seluruh pelosok daerah untuk bergabung dalam barisan.
Bangun Citra Perusahaan Bersama KJI, Agar Tangguh di Mata Publik
DI era informasi yang begitu dinamis dan penuh tantangan, membangun citra perusahaan yang positif dan melekat di hati dan fikiran publik bukanlah tugas yang mudah. Tantangan ini semakin kompleks dengan adanya fenomena fake news dan hoaks. Dua hal yang dengan cepat mampu merusak reputasi yang telah dibangun dengan susah payah.
Ramadan Tamu Agung yang Dirindukan
oleh H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH
(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
RAMADHAN bukan sekadar bulan dalam hitungan kalender hijriah. Ia adalah tamu agung yang setiap tahun mengetuk pintu hati orang-orang beriman. Tamu yang membawa rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Tamu yang menghadirkan suasana berbeda–lebih tenang, lebih khusyuk, lebih dekat kepada Allah.
Sebagai mana tamu mulia, Ramadan tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa hadiah terbesar: kesempatan memperbaiki diri.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."
(QS.Al-Baqarah ayat 183)
Tujuan Ramadan jelas: takwa. Bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih jiwa agar tunduk dan patuh kepada Allah.
1. Ramadan Datang untuk Membersihkan Hati
Selama sebelas bulan, hati kita sering dipenuhi debu dosa–lalai dalam shalat, mudah marah, gemar menggunjing, berat bersedekah. Maka Ramadan hadir seperti hujan yang membersihkan bumi yang kering.
Puasa mengajarkan kita keikhlasan. Tidak ada yang tahu kita benar-benar berpuasa kecuali Allah. Di situlah latihan kejujuran dimulai.
Ketika kita menahan diri dari yang halal (makan dan minum), makan seharusnya kita lebih mampu menahan diri dari yang haram: lisan yang menyakiti, mata yang memandang maksiat, dan hati yang penuh iri.
2. Ramadan Menghidupkan Hubungan dengan Al-Qur'an
Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur'an. Karena itu, orang beriman merindukan tilawah, tadabbur, dan air mata yang jatuh saat ayat-ayat Allah menyentuh relung hati.
Rumah-rumah yang biasanya sunyi dari bacaan Al-Qur'an mendadak hidup. Masjid-masjid yang biasanya lenggang menjadi penuh oleh jamaah tarawih.
Ini pertanda bahwa jiwa kita sebenarnya rindu pada cahaya, hanya saja sering tertutup oleh kesibukan dunia.
3. Ramadan Melatih Kepedulian
Ketika kita merasakan lapar, kita belajar memahami saudara-saudara kita yang kekurangan. Maka zakat, infak, dan sedekah menjadi ringan dilakukan.
Ramadan mendidik kita agar tidak agois. Bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang kenyang sendiri, tetapi tentang berbagi dengan yang lain.
4. Sambut Ramadan dengan Kerinduan
Para sahabat dahulu menyambut Ramadan dengan doa berbulan-bulan sebelumnya agar dipertemukan dengannya. Mengapa?
Karena mereka tahu, tidak semua orang diberi kesempatan bertemu Ramadan berikutnya.
Ramadan adalah tamu yang tidak pernah lama tinggal. Ia hanya singgah sebentar, lalu pergi. Jika kita tidak memuliakannya, bisa jadi ia datang dan pergi tanpa meninggalkan bekas dalam jiwa kita.
Ramadan adalah tamu agung yang dirindukan. Ia datang membawa rahmat. Ia mengetuk hati yang ingin kembali kepada Allah.
Salam LH
Sekilas Surya Tri Harto, Urang Awak di Pucuk Pimpinan PT Pertamina International Shipping
Padang - Ir. H. Surya Tri Harto, MT., MBA akrab dipangil leh eman-teman atau adik-adik alumninya Oyon. Ternyata adalah urak awak. Dari Namanya, orang bakal menduga dia orang Jawa. Padahal dia adalah orang asli Solok yang memulai kariernya di PT Pertamina pada 1994 dan kini menjabat sebagai Direktur Utama PT International Shipping, salah satu sub-holding Petamina di bidang Integrated Marine Logistics.
“Saya kelahiran Solok, dibesarkan di Solok dan baru meninggalkan Solok ketika kuliah. Sementara kampung di Jorong Batu Panjang, Nagari Koto Laweh Kecamatan X Koto Tanah Datar. Anak Kemenakan dari Dt Rangkayo Mulia. Suku saya Guci,” ujarnya sambil tertawa saat ditanya orang soal namanya yang berbau Jawa itu.
Sebagai penegas keminangannya, dia berhak menyandang gelar Datuak Rangkayo Mulia Nan Di Apa. Ia lahir di Solok Tanggal 21 Oktober 1966, dari rahim Ibu bernama Yasminar yang berasal dari klan suku Guci Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kaum suku Guci asal ibunya inilah yang memercayakan amanah kepadanya untuk memimpin kaum dengan gelar adat Dt. Rangkayo Mulia Nan Di Apa.
Sedangkan ayahnya Syamsuar berasal Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Ayahnya seorang guru yang mengakhiri pengabdiannya sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
Surya menghabiskan masa kecilnya di Kota Solok sampai menyelesaikan pendidikan menengahnya di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Solok. Ia melanjutkan pendidikan sarjana di Fakultas Teknik Universitas Andalas Jurusan Teknik dan lulus pada tahun 1991, dan kemudian berkiprah di Pertamina, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang minyak dan gas (migas).
Perjalanan Karir
Sebagai praktisi perminyakan, ia telah menjalani berbagai penugasan yang memperkaya dirinya dengan berbagai pengetahuan, keterampilan dan pengalaman baik di dalam maupun di luar negeri di bidang Engineering, Project Management, Operation Management, Supply Chain Management, Sales & Marketing, Strategic Planning, Business Development, Business Partnership & Negotiation Management serta Leadership.
"Saya memulai karier di Pertamina sebagai engineer staff (tahun 1994)," ungkapnya.
Ia pernah memegang berbagai jabatan mulai dari Business Development Manager, Supply Chain Management & Infrastructure Manager, Vice President Ship Chartering & Performance (2019-2020), Vice President Petroleum Product Operation[10]. Lalu Director of Human Capital & Corporate Services PT Pertamina International Shipping. Dan saat ini memegang amanah sebagai Direktur Utama PT Pertamina International Shipping.
Sebagai penujang karirnya, Surya mengikuti pendidikan eksekutif, General Management Program di Harvard Bussiness School, Amerika Serikat tahun 2012. Juga ikut Global Executive Development Program, kerjasama Pertamina dengan INSEAD Singapore tahun 2014.
Surya juga tak lupa dalam pendidikan akademik lanjutan. Ia meraih gelar Magister Teknik dalam bidang Manajemen Proyek dari Universitas Indonesia pada tahun 2002 serta Master of Business Administration (MBA) dari Universitas Gadjah Mada tahun 2009.
Suka Berorganisasi
Sejak di Sekolah Menengah Pertama, ia telah dipercaya memimpin organisasi di antaranya sebagai Ketua Umum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 2 Solok, serta Sekretaris Umum OSIS di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Solok.
Semasa kuliah, ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Andalas periode 1987-1990. Setelah berkiprah sebagai profesional bisnis, ia juga memiliki aktivitas organisasi kemasyarakatan dengan menjadi pendiri dan terpilih sebagai Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas (KATUA) dalam dua kali Kongres KATUA periode 2005 - 2010 serta periode 2010-2015.
Pada tahun 2016, eksponen KATUA memberikan dorongan kuat baginya untuk menjadi salah satu calon dalam pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) periode 2016-2021. Proses pemilihan berlangsung dengan bergairah di antara dua calon yaitu Surya Tri Harto dan Asman Abnur yang saat itu adalah Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pemilihan berakhir dengan antiklimaks dengan musyawarah mufakat yang menetapkan Asman Abnur sebagai Ketua Umum dan Surya Tri Harto sebagai Wakil Ketua Umum/Ketua Harian IKA Unand Periode 2016-2021.
Di tengah kiprahnya sebagai profesional di BUMN, ia pun dipercaya menjadi Anggota Dewan Penasehat Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) Sumatera Barat yang dipimpin oleh Fadli Amran yang saat itu adalah Wali kota Padang Panjang. Dia juga didapuk sebagai Anggota Dewan Penyantun Gebu Minang Pusat yang dipimpin oleh Osman Sapta Odang (OSO) Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo.
Peduli Alumni
Bersama beberapa sahabat aktifis sosial kemasyarakatan, ia mendirikan Yayasan Kateda yang bergerak di bidang introduksi perubahan perilaku, alih teknologi dan pemberdayaan masyarakat dengan salah satu programnya Gerakan Keluar Bersih.
Lewat Kateda, Surya ingin membantu adik-adik alumninya, terutama alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas. Kateda menjadi semacam incubator bagi para alumni agar memiliki pengalaman dan skill yang dibutuhkan dunia kerja.
Dengan adanya Kateda, Surya membuktikan keinginannya berkontribusi nyata terhadap kampung halaman dan niat tulusnya agar para alumni meraih pekerjaan yang dicita-citakannya. Kateda berhasil bergandengan tangan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memberikan nilai tambah terhadap pembangunan daerah Sumbar sebagai daerah tujuan wisata.
Kateda mengajak masyarakat Sumatera Barat 'berinvestasi' lewat toilet. Toilet dibuat dengan memperhatikan nilai Kesehatan, aksesibilitas, keamanan, kenyamanan serta lokasi dan ketersediannya. Gerakan Keluar Bersih adalah cara Kateda mengedukasi masyarakat agar memperhatikan kebersihan toilet setelah mereka gunakan. (*)
Satu Tahun Kepemimpinan Fadli-Maigus, Perkuat Sinergi di Acara Buka Bersama
Padang - Pemerintah Kota Padang gelar Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Padang di gedung Youth Centre Bagindo Aziz Chan, Jumat 20 Februai 2026. Ratusan orang hadiar dalam acara yang tutup dengan buka bersama itu.
Pj. Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengatakan acara bertema Satu Tahun Kepemimpinan, Satujuan untuk Kejayaan Kota Padang merupakan momentum untuk menguatkan komitmen dalam. "Ini adalah momentum untuk mewujudkan pembangunan Kota Padang yang unggul dan berkelanjutan," tegasnya.
Raju mengatakan acara itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Dalam kegiatan ini pemimpin Kota Padang ingin lebih dekat dengan warganya. Mereka ingin mendengarkan aspirasi masyarakat. Keduanya, Fadli dan Maigus berkesempatan memaparkan apa saja yang telah dilakukan sesuai visi dan misi pasangan tersebut. Masyarakat yang hadir diberi waktu untuk menyampaikan pendapat dan harapannya.
"Kita ingin acara ini menjadikan pertemuan ini hangat dengan diskusi membangun untuk kemajuan kota yang kita cintai. Makanya acara ini diselaraskan dengan buka bersama untuk menambah suasana kekeluargaan," pungkasnya. (zul)
Okupansi PT KAI Divre II Sumbar Tembus 99 Persen di Libur Imlek 2026
Padang (sumbarkini.com) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan penumpang yang signifikan selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Hingga Selasa (17/2/2026), tercatat sebanyak 30.896 tiket telah terjual, atau setara dengan 99,2 persen dari total kapasitas yang disediakan.
Menyambut antusiasme masyarakat, KAI Divre II Sumbar tidak hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga menghadirkan kemeriahan khas Imlek di lingkungan stasiun dan kereta api.
Selama periode 14–17 Februari 2026, suasana Stasiun Padang dan rangkaian kereta api tampak berbeda dengan dominasi ornamen merah dan emas. Selain dekorasi, para petugas baris terdepan (frontliner) juga mengenakan pakaian bertema Imlek guna memberikan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi pelanggan.Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan bahwa momentum ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan suasana perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga penuh kehangatan. Melalui pembagian souvenir dan dekorasi khusus, kami berharap pelanggan merasakan kegembiraan Imlek bersama KAI,” ujar Reza.
Untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang ini, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan KA lokal. Secara rata-rata, tersedia 7.792 kursi per hari untuk melayani berbagai rute di wilayah Sumatera Barat.
Melihat tingginya angka okupansi yang hampir menyentuh angka 100 persen, KAI terus mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal.
Bagi masyarakat yang masih ingin bepergian, KAI menyarankan pemesanan online menggunakan aplikasi access by KAI atau kanal resmi lainnya untuk efisiensi. Nanun PT KAI juga dapat dibeli langsung di loket stasiun mulai tiga jam sebelum keberangkatan. Tiket Go Show itu sangat bergantung pada sisa ketersediaan kursi.
KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu di tengah tingginya volume penumpang pada musim libur ini. (*)
Gaspool KJI Sulsel Tancap Program Lima Tahun
“Usai pelantikan 14 Februari kemarin, agenda berikutnya adalah rapat kerja (Raker) setelah Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Edy Basri, Kamis, 19 Februari 2026.
Tidak ada euforia berkepanjangan. Tanpa fase bulan madu organisasi. Hanya ada konsolidasi cepat.
Menurut Edy, Raker nanti bukan sekadar formalitas tahunan. Itu akan menjadi peta jalan lima tahun kepengurusan KJI Sulsel periode 2026–2031.
“Struktur sudah terbentuk. Sekarang waktunya menyusun arah gerak. Kita tidak ingin organisasi ini hanya hidup saat pelantikan,” tegasnya.
Edy sadar, tantangan organisasi wartawan di era digital tidak ringan. Disrupsi media membuat lanskap berubah drastis. Kecepatan informasi sering mengalahkan akurasi. Monetisasi makin kompetitif. Trust publik naik turun.
Karena itu, Raker nanti akan difokuskan pada penguatan struktur kabupaten/kota, peningkatan kapasitas anggota, serta positioning KJI Sulsel sebagai organisasi yang adaptif dan relevan.
“Target kita jelas. Kepengurusan lima tahun ini harus meninggalkan legacy, bukan sekadar laporan kegiatan,” ujarnya.
Ia juga menyebut, momentum pasca-Lebaran dipilih agar seluruh pengurus bisa hadir dengan energi baru. Ramadan dijadikan ruang refleksi. Setelah itu, eksekusi. Bagi Edi KJI Sulsel ingin bergerak sistematis. Tidak sporadis. Tidak reaktif.
Dalam pandangan Edy, organisasi profesi hari ini harus punya roadmap. Tanpa itu, ia hanya akan jadi klub diskusi tanpa dampak.
Raker nanti juga akan membahas ekspansi kepengurusan di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Targetnya, KJI Sulsel tidak berhenti sebagai struktur provinsi, tetapi benar-benar berakar di daerah.
Kepengurusan 2026–2031 ini, lanjut Edy, diharapkan menjadi fase akselerasi. Fase di mana KJI Sulsel naik kelas—bukan hanya dari sisi struktur, tapi juga kualitas program dan pengaruh kebijakan.
Dan semua itu akan dimulai dari satu meja Rapat Kerja—usai gema takbir Idul Fitri mereda. (*)
Suksesi di KI Sumbar, Idham Khalid Gantikan Musfi
Padang – Terjadi pergantian kepemimpinan di Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat. Komisioner KI Sumbar memilih Idham Khalid sebagai ketua untuk menggantukan Musfi Yendra. Pemilihan dilakukan dalam rapat pleno yang dilaksanakan di Kantor KI Sumbar, Rabu, 18 Februari 2026.
"Saya menghormati Perki 1/2024 tentang Tata Kelola dan Kelembagaan Informasi yang menyatakan bahwa masa jabatan ketua satu periode, tapi menghargai kesepakatan saat pleno pertama terpilih sebagai ketua KI pada 12 Februari 2024, bahwa setelah 2 tahun dilakukan rotasi komisioner, untuk itu saya mengundurkan diri sebagai ketua," ujar Musfi, Kamis 19 Februari 2026.
Selanjutnya Musfi mengatakan dia memberi kesempatan kepada komisioner lain untuk sisa 2 tahun masa jabatan. Keputusan ini untuk menjaga agar semua komisioner tetap solid dalam menjalankan tugas hingga sisa masa jabatan.
“Dengan terpilihnya saudara Idham Fadhli, Insya Allah apa yang sudah saya lakukan dua tahun ini sebagai Ketua KI Sumbar, saya yakin akan dilanjutkan dan disempurnakan, karena 2 tahun ini beliau juga selalu mendampingi saya dalam melakukan berbagai inovasi untuk kemajuan KI Sumbar,” ujar Musfi.
Selain pemilihan ketua, juga dilakukan pemilihan wakil ketua dan jabatan ketua-ketua bidang. Mona Sisca terpilih sebagai wakil ketua. Kemudian Musfi Yendra sebagai Ketua Bidang PSI, Riswandy Ketua Bidang ESA dan Tanti Endang Lestari Ketua Bidang Kelembagaan. (zul)
Leonardy Ucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan, Jadikan Perbedaan sebagai Rahmat Allah
Padang - Anggota DPD RI periode 2014-2019 dan 2019-2024 mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah. Dia mengajak umat Islam di Sumatera Barat khususnya dan Indonesia umumnya untuk memanfaatkan momen Ramadhan tahun ini sebagai ladang amal terbaik kita selama ini.
"Mari manfaatkan Ramadhan tahun ini untuk melaksanakan amalan-amalan yang mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Bisa meraih derajat taqwa, menjadi orang yang bersyukur dan kembali fitrah," ujar politisi senior yang akrab di sapa Bang Leo ini.
Dikatakan oleh Leonardy, guru-guru kita telah sering menyampaikan pesan-pesan Al-quran bahwa Allah itu dekat dan ketika Allah dekat, maka Allah akan mengabulkan doa-doa kita.
Untuk itu Leonardy mengajak, "Marilah kita mendekatkan diri kepada Allah. Perbaiki hubungan dengan Allah melalui taubat dan memperbaiki shalat. Lalu perbaiki dan perbanyak zikir. Di bulan puasa inilah kekuatan untuk beribadah itu semakin tinggi. Makanya manfaatkan momen ini sebaik-baiknya."
Banyak yang menanti Ramadhan datang menjelang, Bahkan menjadi jeritan rindu orang yang beriman. Mereka tidak akan pernah menyambutnya dengan biasa-biasa saja. Akan ditunggunya bagai orang yang kehausan menunggu air, bagaikan jiwa yang letih menunggu pelukan.
Leonardy mengingatkan, Ramadhan datang setiap tahun. Tapi kita belum tentu selalu ada. Betapa banyak yang tahun lalu puasa bersama kita, kini namanya tinggal di doa. "Kalau tahun ini kita masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan, maka sejatinya ia membawa pesan yang sangat halus namun mendalam, Jika Allah masih memanggilmu ke Ramadhan, berarti Allah masih menginginkanmu. Ramadhan adalah undangan untuk pulang," ungkapnya.
Terkait perbedaan yang terjadi akibat penggunaan metode hilal dan rukyat dalam penentuan awal puasa, Leonardy mengajak semua elemen untuk menahan diri, tidak memperuncing keadaan dengan memperbanyak perdebatan di media sosial atau ruang publik lainnya.
"Masing-masing pihak pasti memiliki dasar, dalil atau hujjah yang kuat untuk menentukan awal Ramadhan 1447 H. Perbedaan itu terjadi bukan hanya saat ini, sejak dulu. Jangan sampai kita merusak kesucian hati, merusak silaturahmi," tegasnya.
Ditegaskan Leonardy, baik Pemerintah, Muhammadiyah, NU, Syattariyah, Naqsabandiyah sering berbeda memulai puasa. Namun jangan sampai itu yang dipermasalahkan. "Permasalahkanlah apakah puasa kita sudah sesuai tuntunan Allah dan rasul-Nya. Apakah puasa kita membawa dampak signifikan pada diri kita? Apakah puasa kita diterima?" ujarnya.
Leonardy juga mengingatkan pentingnya saling memafkan sebelum memasuki Ramadhan. "Marhaban yaa Ramadhan. Saya, Leonardy Harmainy Datuak Bandaro Basa mengucapkan selamat meunnaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan bathin," pungkasnya. (zul)
Angin Cinta dari Timur, Andarizal Optimis KJI Semakin di Hati
Sidrap (Sulsel) - Pengurus Kolaborasi Jurnalistik Indonesia Sulawesi Selatan (KJI Sulsel) sengaja memilih 14 Februari 2026 sebagai hari pelantikan mereka. Tanggal 14 Februari yang disebut sebagai Hari Kasih Sayang itu mewujudkan Kasih Sayang yang terbentuk antara para jurnalis di Sulawesi Selatan dengan KJI.
Dimotori oleh Edi Basri, jurnalis yang sudah banyak memimpin organisasi wartawan di Negeri Angin Mamiri itu memutuskan bergabung dengan KJI.
Ketua KJI Sulsel, Edi Basri pun tancap gas. Dia menyatakan, "Kita konsolidasi secepatnya. Rapat kerja kita agendakan usai Lebaran sekaligus penguatan struktur daerah. Pokoknya gaspol, tapi tetap terukur. Kita memulai dengan Bismillah,"
Edi Basri pun mengungkapkan meski tak hadir dikarenakan agenda penting yang tak bisa diwakilkan, Dandim 1420/Sidrap, Andi Zulhakim tetap mengirim pesan moral. KJI dan TNI, khususnya Kodim 1420/Sidrap harus lebih bersinergi lagi. Senada, Kapolres Sidrap, Dr. Fantry Taherong, dan Kapolres Parepare, Indra Waspada Yuda, juga memberi dukungan penuh. Keduanya bahkan mengirim karangan bunga berukuran jumbo untuk KJI Sulsel.
Ditegaskannya, kontribusi Dandim dan dua Kapolres ini tidak perlu diteriakkan. Tapi terasa. Mereka menjaga ruang publik tetap kondusif. Mereka memastikan organisasi seperti KJI bisa tumbuh tanpa beban psikologis. "Itu modal besar kami, KJI Sulsel," tegasnya.
Tentus saja hal ini membanggakan. Ketua Umum KJI Andarizal dan Ketua KJI Nasional Nurfandri jelas bahagia melihat gegap gempitanya dukungan terhadap KJI di Sulsel. Dalam pelantikan itu hadir unsur Kejari Sidrap, Ketua Kadin Sidrap Andi Muh
Yusuf Ruby, Owner Puncak Bila Ahmad Shalihin Halim, pimpinan PWI, JMSI,
HIPSI, KWRI, SMSI, KNPI dan ormas.
"KJI Sulsel lahir bukan dalam ruang hampa. Ia lahir di tengah ekosistem. Tak banyak kata, tak banyak drama mereka membuktikan tekadnya untuk membesarkan KJI di Sulawesi Selatan. Terbukti hanya selang dua bulan, mereka melaksanakan pengukuhan pengurus tanda mereka resmi mengusung nama KJI," ungkap Ketua Umum KJI, Andarizal, usai pelantikan.
Betapa Andarizal tak berbunga-bunga, perjuangan berat mewujudkan organisasi wartawan yang lahir di Ranah Minangkabau akhirnya berbuah manis.
Andarizal, ingin organisasi lahir di tempat kelahiran tokoh pers terkemuka Indonesia: ADINEGORO. tak hanya lahir di Sumatera Barat, organisasi itu harus berkembang, mengepakkan sayapnya ke seantero nusantara.
Dan di tahun kedua KJI hadir, KJI mulai resmi dikukuhkan sebagaimana layaknya sebuah organisasi. "Kami ingin kebangggaan para jurnalis terhadap organisasi wartawan yang lebih dulu hadir, membuncah pula untuk KJI. Sulawesi Selatan telah memulainya," ungkap Andarizal.
Andarizal pantas bangga, sepanjang tahun 2026 ini, akan beruturut-turut provinsi lainnya minta dikukuhkan pula kepengurusannya. Bulan depan direncanakan KJI Medan akan dikukuhkan, "Jabar, Bali dan sejumlah lainnya terlah mengonfirmasi untuk dikukuhkan pula. Semoga angin cinta dan penuh sayang dari Sulawesi Selatan ini, dari Timur ini, menjadikan KJI sebagai organisasi wartawan yang punya marwah, punya harkat dan martabat namun dibungkus dengan etika," tegasnya. (zul)
Libur Imlek, PT KAI Divre II Siapkan 31.168 Tempat Duduk
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan bahwa ketersediaan tempat duduk tersebut setara dengan rata-rata 7.792 kursi per hari. Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas masyarakat dan wisatawan di Sumatera Barat tetap lancar selama long weekend.
KAI menyiagakan tiga layanan kereta api lokal yang menjadi favorit masyarakat untuk bepergian maupun berwisata. KA Pariaman Ekspres yang melayani Pauh Lima – Naras beroperasi 10 perjalanan sehari dengan tarif terjangkau Rp5.000. Kereta ini menjadi andalan wisatawan yang hendak menuju objek wisata Pantai Gandoriah, Pariaman.
KA Minangkabau Ekspres yang melayani rute Pulau Aie – BIM beroperaso 12 perjalanan sehari dengan tarif Rp10.000. Selain akses ke bandara, layanan ini mendukung wisata edukasi melalui program tiket rombongan.
Sementara KA Lembah Anai yang beroperasi pada rute Kayutanam – Padang melayani 6 perjalanan sehari. Untuk rute ini ditawarkan pengalaman perjalanan dengan pemandangan alam asri khas Sumatera Barat.
"Kehadiran ketiga layanan ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pariwisata dan perekonomian lokal Minangkabau," ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2).
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Tiket kereta api lokal dapat dipesan secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan.
Reza juga menekankan agar calon penumpang hanya melakukan transaksi melalui aplikasi resmi Access by KAI. Hal ini penting untuk menjamin keamanan transaksi dan menghindari potensi penipuan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
"Kami berkomitmen terus meningkatkan layanan, baik dari sisi ketepatan waktu maupun kenyamanan, guna menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi pada momen libur panjang ini," pungkasnya. (*/nelvi)
Edi Basri Resmi Nakhodai KJI Sulsel, Lawan Tsunami Hoaks dengan Kolaborasi
Sidrap - Pengurus Kolaborasi Jurnalis Indonesia Sulawesi Selatan (KJI Sulsel) masa bakti 2026-2031 resmi dilantik. Acara yang berlangsung di kawasan wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidrap, Sabtu (14/2) ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, Ketua KJI Nasional, jajaran Forkopimda Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Sidrap, tokoh pers, serta sejumlah jurnalis senior. Mereka hadir menyaksikan Edi Basri secara resmi menakhodai organisasi ini bersama jajaran pengurus baru.
Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, menegaskan bahwa KJI hadir bukan sebagai kelompok eksklusif, melainkan sebagai wadah perjuangan untuk masyarakat. "Hari ini bukan sekadar seremoni pelantikan atau memakai atribut baru. Hari ini adalah Ikrar. Sebuah janji bahwa KJI hadir bukan untuk menjadi 'menara gading' yang eksklusif, melainkan menjadi jembatan informasi yang kokoh bagi masyarakat," tegasnya.
Andarizal juga menyoroti tantangan dunia pers saat ini yang harus berhadapan dengan "tsunami" informasi dan maraknya hoaks. Ia menekankan pentingnya nama "KOLABORASI" dalam organisasi ini sebagai kunci profesionalisme.
Ia menitipkan tiga misi utama bagi pengurus KJI Sulsel. Pertama, mencerdaskan masyarakat. Kedua menyuarakan kebenaran. Ketiga menjaga etika jurnalistik.
"Khusus untuk pengurus yang dilantik, jaga marwah organisasi ini. Ingat, kartu pers yang rekan-rekan pegang adalah amanah besar. Gunakan untuk membuka kebenaran, bukan untuk kepentingan pribadi. Makassar adalah kota pejuang, maka berjuanglah lewat pena dan karya," pesannya dengan tegas.
Andarizal pun erharap agar para pengurus menghormati sumpah dan janji pengurus yang diucapkan saa dilantik. Patuhi kepemimpinan Edi Basri. Pengurus hendaknya komitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, patuh terhadap AD/ART organisasi, serta menjaga marwah profesi dan kode etik jurnalistik.
KJI Sulsel juga dimintanya untuk berkomitmen memperjuangkan kemerdekaan pers dan membangun kolaborasi yang sehat demi kemajuan informasi di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara luas. Dengan pelantikan ini, KJI Sulsel diharapkan segera bergerak menjalankan program kerja yang inovatif dan berdampak positif bagi dunia pers di wilayah Sulawesi Selatan. (KJI/Elsi)
Lisda Hendrajoni Kecam Kemensos dan BPJS Main-main dengan Nyawa Manusia
Padang - Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni geram. Kegeraman Lisda disebabkan penonaktifan 11 juta penerima manfaat BPJS PBI oleh pemerintah pusat pada awal Februari lalu.
“Ini menyangkut nyawa manusia. Kenapa pemerintah mensimulasikan seperti uji coba atau main-main. Berapa banyak masyarakat kita yang terpaksa terhenti berobat, atau tidak mendapatkan pelayanan kesehatan selama masa penonaktifan,” ujar Lisda pada salah satu program televisi.
Lisda menjelaskan PBI bukanlah bantuan biasa, PBI adalah bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat miskin mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai amanah undang-undang.
Ditegaskan Srikandi Partai Nasdem itu, penonaktifan 11 juta yang dinonaktifkan secara tiba-tiba ini bukan hanya sekedar administrasi. Tapi ini mengenai hak dasar warga negara untuk sehat dan juga pelayanan kesehatan, yang tidak tercapai,” jelas Lisda.
Lisda juga menegaskan, perihal validasi data yang dilakukan Kemensos dan BPS hingga saat ini masih belum terdapat keakuratan.
“Kalaulah validasi data yang menjadi alasan untuk penonaktifan kemarin, buktinya sampai saat ini masih juga terdapat ketidak akuratan data. Masih ada penerima yang harusnya mendapatkan manfaat tapi malah tidak menerima, begitu juga sebaliknya. Lalu apa urgensifnya penonaktifan tersebut,” ungkap Lisda.
Srikandi Partai Nasdem ini juga menyebut, berdasarkan fakta di lapangan, data DTKS yang dipakai oleh pemerintah untuk penonaktifan BPJS juga dinilai sangat tidak akurat.
Lisda menggambarkan, ada masyarakat yang tinggal di suatu rumah namun dihuni oleh 3-4 keluarga, biasanya ini rumah warisan turun temurun. Ternyata ada diantara mereka yang masih belum memiliki pekerjaan atau dalam keadaan sakit sehingga dapat dikategorikan tidak mampu.
Linda mencontohkan di daerahnya. Mereka tiba-tiba dinonaktifkan, dengan alasan sudah memiliki rumah sendiri, tentu ini kita pertanyakan keakuratan datanya.
Lisda juga meminta agar ini segera di evaluasi, agar validitasi data itu terpenuhi sesuai dengan amanah undang-undang.
“Validasi data itu merupakan salah satu tugas dari Kementrian Sosial. Saya berharap kedepan ini betul-betul akurat dengan turun langsung ke masyarakat, melihat masyarakat. Petugas jangan mudah percaya dengan kondisi yang dilaporkan tanpa melihat langsung. Bila perlu berikan sanksi kepada petugas yang terbukti bermain-main dengan data,” pungkas Lisda. (*)
Pelantikan KJI Sulsel Melawan Pakem, Menjemput Semangat Jurnalisme dari Daerah
SIDRAP - Ada yang berbeda dengan konstelasi organisasi pers di Sulawesi Selatan tahun ini. Jika biasanya pelantikan pengurus tingkat provinsi selalu identik dengan kemegahan hotel berbintang di Makassar, Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulsel justru memilih jalan "melawan arus".
KJI Sulsel secara resmi menjadwalkan prosesi pelantikan pengurus periode 2026-2029 di Aula Taman Wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), pada Sabtu siang, 14 Februari 2026.
Keputusan untuk memusatkan acara di Sidrap, daerah yang akrab dijuluki sebagai "Kota Beras" bukan tanpa pertimbangan matang. Ketua KJI Sulsel terpilih, Edy Basri, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk apresiasi terhadap akar sejarah dan upaya mendesentralisasi energi organisasi.
Edy, yang akan memimpin KJI Sulsel bersama Muh Tohir (Sekretaris) dan Ersan (Bendahara), menyebut momen ini sebagai ajang "pulang kampung" untuk menjemput semangat jurnalisme dari daerah.
"Alhamdulillah, Pak Ketum DPP dan Pak Ketua KJI Nasional sudah mendarat. Besok siang keduanya langsung ke Puncak Bila dijemput oleh panitia pelantikan," ujar Edy Basri, Kamis (12/2/2026) malam.
Tak sekadar seremoni ketuk palu, panitia juga telah menyiapkan sesi talkshow sebagai pembuka. Dengan mengusung tema "Jurnalisme Kolaboratif untuk Sulsel yang Transparan dan Berkemajuan", KJI Sulsel ingin menegaskan bahwa di tengah fragmentasi media saat ini, kolaborasi adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Hingga berita ini diturunkan, persiapan di lokasi acara dilaporkan telah mencapai 90 persen. Pilihan lokasi di Puncak Bila Sidrap seolah mengirimkan pesan kuat kepada publik pers di Sulawesi Selatan, bahwa pusat perubahan tidak selalu harus bermuara di ibu kota.
Dengan memilih Sidrap, KJI Sulsel sedang mencoba menanam benih kolaborasi di daerah lumbung pangan, dengan harapan hasil dari pemikiran jurnalisme ini nantinya dapat memberi kontribusi bagi kemajuan seluruh penjuru Sulawesi Selatan.
Acara ini dipastikan berbobot dengan kehadiran pucuk pimpinan pusat. Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, dijadwalkan melantik langsung kepengurusan KJI Sulsel. Turut hadir Ketua KJI Nasional, Nurfandri. (*/elsi)
Hadapi Lebaran 1447 H, PT KAI dan DJKA Lakukan Inspeksi Keselamatan
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan langkah preventif ini merupakan komitmen perusahaan untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas tertinggi. "Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Sumatera Barat yang akan melakukan perjalanan mudik. Inspeksi ini memastikan seluruh aspek layanan berada dalam kondisi optimal sesuai regulasi," ujar Reza dalam keterangan resminya, Kamis (12/2).
Pelaksanaan inspeksi ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015. Tim gabungan melakukan penyisiran mulai dari kelaikan prasarana hingga fasilitas penunjang bagi penumpang di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api.
Inspeksi meliputi: fasilitas penumpang di stasiun yang terdiri dari pemeriksaan kesiagaan alat pemadam api (APAR), jalur evakuasi, fasilitas kesehatan (P3K & kursi roda), fungsi CCTV, hingga kebersihan area publik seperti toilet dan musala. Daalm hal kelaikan kereta, pemeriksaan ditujukan pada rem darurat berfungsi normal, ketersediaan alat pemecah kaca, suhu pendingin ruangan (AC) yang stabil, serta fasilitas ramah disabilitas.
Sementara itu kesiapan prasarana & SDM, meliputi validitas sertifikasi kompetensi petugas, kondisi fisik rel, wesel, bantalan, jembatan, serta sistem drainase untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
Inspeksi ini juga mencakup diskusi teknis terkait prosedur operasional darurat. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis mengingat adanya potensi peningkatan volume penumpang yang signifikan pada periode Lebaran mendatang.
Reza menegaskan bahwa keselamatan adalah fondasi utama. KAI Divre II Sumbar berkomitmen menjaga keandalan layanan agar tradisi mudik masyarakat tahun ini berjalan lancar.
"Melalui verifikasi ketat ini, kami berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, selamat, tertib, dan andal, sejalan dengan semangat kami, Semakin Melayani," pungkasnya. (Elsi)
Suryopratomo Meriahkan HPN 2026 dengan Peluncuran dan bedah Buku Panggil Saya Tommy
SERANG, BANTEN - Saat merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, jurnalis senior sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, secara resmi meluncurkan buku terbarunya yang berjudul "Panggil Saya Tommy" di Serang, Banten, pada Minggu (8/2).
Acara yang dikemas dalam bentuk peluncuran dan bedah buku ini dihadiri oleh tokoh-tokoh pers nasional, jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) serta sejumlah pejabat daerah.
Buku "Panggil Saya Tommy" merangkum perjalanan hidup dan refleksi pemikiran Suryopratomo, terutama selama masa tugasnya sebagai diplomat di Singapura (2020-2025). Judul buku ini diambil dari sapaan akrabnya yang mencerminkan gaya kepemimpinan yang egaliter dan terbuka, baik saat masih berkarier di dunia jurnalistik maupun saat menjalankan misi diplomasi.
Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Mas Tommy ini menekankan pentingnya tradisi menulis bagi insan pers. "Menulis adalah cara kita mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan. Bagi seorang wartawan, menulis bukan sekadar profesi, melainkan cara berpikir sistematis untuk memberi dampak bagi masyarakat," ujarnya kepada hadirin di aula Hotel Aston Banten.
Peluncuran ini bagian dari program literasi HPN 2026. Porgram ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual di kalangan wartawan. Dan, melalui buku ini, Tommy berbagi strategi diplomasi Indonesia di tengah tantangan global, termasuk saat menghadapi krisis pandemi COVID-19 di mancanegara.
Akhmad Munir Ketua Umum PWI Pusat dalam sambutannya mengapresiasi karya Suryopraomo sebagai referensi berharga bagi generasi muda. Khususnya dalam memahami irisan antara dunia media dan kebijakan luar negeri. (Tim KJI)
HPN 2026 Soroti Peran AI Dalam Transformasi Digital
Acara yang berlangsung pada sore hari ini mengangkat tema strategis: "Pers, AI, dan Transformasi Digital. Membangun Ekosistem Informasi Untuk Kepentingan Publik". Panel diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh media dan pakar teknologi untuk membedah bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat diintegrasikan ke dalam ruang redaksi tanpa mengesampingkan kode etik jurnalistik.
Dalam sesi tersebut, para pembicara menekankan bahwa tahun 2026 menjadi titik krusial bagi media massa untuk beradaptasi. Penggunaan AI tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan alat untuk meningkatkan efisiensi produksi berita dan analisis data yang lebih mendalam bagi publik.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam konvensi ini antara lain: keberlanjutan media, integritas informasi, kepentingan publik.
Pemilihan lokasi di Kota Serang, Banten, juga memberikan warna tersendiri bagi perhelatan HPN tahun ini. Lokasi konvensi yang terletak di Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani menjadi saksi lahirnya gagasan-gagasan baru yang akan dibawa ke tingkat nasional. (Tim KJI)
HPN-2026 Banten, Empati Kepala Daerah di Sumbar Rendah?
Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, seharusnya menjadi panggung kehormatan bagi seluruh insan pers di Indonesia. Namun, bagi delegasi jurnalis asal Sumatera Barat, perjalanan tahun ini terasa lebih dingin, bukan karena pendingin ruangan bus atau angin laut di Selat Sunda, melainkan karena dinginnya hati para pemimpin daerah di Ranah Minang.
Di tengah keriuhan persiapan keberangkatan, kita dipaksa menyaksikan sebuah potret ironi yang telanjang, para kepala daerah mulai dari Gubernur, Bupati, hingga Walikota tampak kompak mengenakan "rompi antipati" terhadap kuli tinta.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa pejabat di Sumatera Barat adalah konsumen setia dari jasa publikasi. Mereka gemar bersolek di depan kamera jurnalis, haus akan headline yang memuji kinerja birokrasi, dan sangat reaktif jika pena pers mulai menyoroti borok kebijakan. Pers dianggap mitra strategis saat mereka butuh panggung, namun mendadak menjadi "orang asing" saat momentum HPN tiba.
Ketidakhadiran fasilitasi dan absennya rasa empati dalam mendukung keberangkatan insan pers ke Banten bukan sekadar masalah anggaran. Ini adalah masalah mentalitas penguasa. Mereka fasih berpidato tentang pers sebagai pilar keempat demokrasi, namun di balik meja kekuasaan, mereka memperlakukan jurnalis layaknya pelengkap penderita yang hanya dibutuhkan saat musim pencitraan atau syahwat politik menjelang pilkada.
Sangat memuakkan melihat kenyataan bahwa daerah yang melahirkan raksasa pers seperti Adinegoro dan Rohana Kudus, kini dipimpin oleh orang-orang yang picik dalam menghargai profesi wartawan. Keengganan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan moral maupun fasilitasi nyata adalah bentuk pengkhianatan terhadap sejarah intelektualitas Sumatera Barat itu sendiri.
Apakah para pemimpin ini lupa, bahwa tanpa ketukan tuts kibor dan goresan pena kuli tinta, prestasi-prestasi yang mereka banggakan itu hanyalah sunyi yang tak terdengar? Atau barangkali, mereka memang sengaja membiarkan pers berjalan terseok-seok agar fungsi kontrol sosial melemah?
Perlu ditegaskan, kegelisahan insan pers hari ini bukan karena haus akan bantuan materi, melainkan tuntutan akan martabat. Kehadiran delegasi Sumbar di HPN 2026 adalah untuk membawa nama daerah di kancah nasional. Namun, ketika pemerintah daerah memilih untuk menutup mata dan mengunci rapat pintu empati, mereka sebenarnya sedang mengirimkan pesan perang terhadap transparansi.
Jangan salahkan pers jika ke depan, tinta yang digoreskan akan terasa lebih pahit. Sebab, hubungan yang sehat dibangun atas dasar saling menghargai, bukan saling memanfaatkan. Jika untuk urusan HPN saja para kepala daerah ini "kikir" empati, maka publik patut bertanya: untuk siapa sebenarnya mereka bekerja?
Biarlah kuli tinta melangkah ke Banten dengan peluh sendiri. Namun ingatlah, setiap tetes keringat itu akan berubah menjadi catatan kritis yang tak akan lekang oleh waktu. Para pemimpin yang abai terhadap pers adalah mereka yang sedang menggali lubang isolasi bagi dirinya sendiri.
Mari kita bedah lebih dalam. Di saat para pejabat daerah di Sumatera Barat begitu cekatan meneken Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) untuk rombongan birokrasi yang gemuk, seringkali dengan dalih "studi banding" yang hasilnya menguap begitu saja, mengapa untuk urusan HPN mereka mendadak menjadi akuntan yang paling pelit?
Ada ketidakadilan yang telanjang dalam tata kelola anggaran. Uang rakyat yang dikelola pemerintah daerah mengalir deras untuk menyewa baliho raksasa berisi wajah-wajah tersenyum para kepala daerah, namun mendadak "kering kerontang" saat diminta mendukung penguatan kapasitas pers. Ini bukan lagi soal efisiensi anggaran, melainkan soal skala prioritas yang cacat. Mereka lebih memilih membiayai kemewahan seremonial kantor daripada menjaga nyala api demokrasi yang dirawat oleh para jurnalis.
Absennya empati ini mengirimkan sinyal bahaya, apakah kepala daerah di Sumatera Barat hanya menginginkan pers yang "manis"? Pers yang hanya duduk manis menerima siaran pers humas, mencatat pidato tanpa bertanya, dan memuja-muji kebijakan tanpa kritik?
Jika pengabaian ini adalah bentuk hukuman atas kritisnya pers Sumbar selama ini, maka para penguasa tersebut sedang melakukan kesalahan sejarah. Pers yang sehat tidak lahir dari belas kasihan pemerintah, namun pemerintah yang sehat mutlak membutuhkan pers yang dihargai. Dengan membiarkan insan pers melangkah ke Banten tanpa dukungan moril dan fasilitasi yang layak, pemerintah daerah sebenarnya sedang memutus jembatan komunikasi dengan rakyatnya sendiri.
Ketika delegasi dari provinsi lain di Indonesia hadir di Serang dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah mereka, sebagai bentuk kebanggaan atas eksistensi media lokal, kontingen Sumatera Barat justru membawa beban luka dari rumah sendiri. Di Serang, para kuli tinta mungkin akan tetap berkarya, namun mereka membawa catatan hitam, bahwa di Ranah Minang, kepedulian pemimpinnya telah "mati suri".
Kita ingatkan kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota se-Sumatera Barat. Jabatan Anda dibatasi oleh periode, namun goresan sejarah yang ditulis oleh pers akan bertahan melampaui masa jabatan Anda. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa Anda adalah generasi pemimpin yang gagal memahami arti penting kemitraan, pemimpin yang fasih berjanji namun kikir dalam empati.
HPN 2026 di Banten akan usai, namun luka atas pengabaian ini tidak akan cepat mengering. Jika narasi "sinergi" dan "kolaborasi" hanya menjadi jargon kosong di atas kertas sambutan, maka jangan salahkan jika ke depan, pers Sumatera Barat akan berdiri dengan jarak yang lebih tegas.
Bukan untuk bermusuhan, tapi untuk menunjukkan bahwa martabat jurnalis tidak bisa dibeli dengan recehan janji, dan tidak akan mati hanya karena ditinggalkan oleh para pemimpin yang mabuk akan kuasa namun buta terhadap nurani.
Penutup:
"Pemimpin yang baik adalah mereka yang berani dikritik saat salah dan tetap menghargai saat disapa oleh pena pers. Pemimpin yang buruk adalah mereka yang butuh sorotan kamera, namun mematikan lampu saat pers membutuhkan dukungan."
Serang, 8 Februari 2026
Oleh: Andarizal, Ketua Umum DPP-KJI



















Social Media Icons