• Breaking News

    Diserahkan Wabup, Baznas Sijunjung Salurkan Santunan Biaya Hidup Tahap 1 Kepada 1.775 Penerima Manfaat.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung salurkan dana zakat Bidang Kemanusiaan Tahap I sebesar Rp. 710 Juta rupiah untuk santunan biaya hidup fakir miskin tahun 2026 kepada 1.775 penerima manfaat se Kabupaten Sijunjung.

    Santunan ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt bersama dengan Ketua Baznas Sijunjung, H. Hidayatullah, Lc. Ma, Kakan Kemenag  H. Okto Verisman, S. Ag, Ma, Camat Sijunjung, Khairuddin SE dan Kabag Kesra diwakili Amrizal di UDKP Kecamatan Sijunjung, pada Selasa 10 Maret 2026.

    Dalam sambutannya, Wabup Iraddatillah menyampaikan apresiasi kepada Baznas Sijunjung yang telah bekerja keras dalam rangka mengumpulkan zakat dari muzaki sehingga bisa disalurkan kembali kepada masyarakat yang berhak menerima.

    "Alhamdulillah dengan semangat ketua Baznas bersama pengurus yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah sehingga bisa mengumpulkan zakat saat ini. Dengan pengelolan yang baik akan terasa manfaatnya oleh kita semua, oleh karena itu marilah kita mendoakan pengurus baznas beserta semua muzaki yang telah berzakat agar selalu diberikan kesehatan dan rezeky yang berlipat ganda oleh Allah Swt hendaknya, "ujar Wabup.


    Kepada penerima manfaat, Wabup Iraddatillah juga berpesan agar bisa dipergunakan dengan sebaik mungkin terutama untuk kebutuhan wajib.

    " Pergunakanlah santunan ini dengan baik, utamakan dahulu untuk kepentingan yang wajib. Kami juga berharap bagi penerima manfaat agar bisa membayarkan zakat fitranya melalui Baznas nantinya, "harap Wabup Iraddatillah.

    Ketua Baznas Sijunjung, H. Hidayatullah menyebutkan, bahwa bantuan biaya hidup tahap I ini akan didistribusikan masing masig di delapan Kecamatan se Kabupaten Sijunjung.

    Hari Selasa ini (10/3) lanjut Hidayatullah, akan di Distribusikan di UDKP Kecamatan Sijunjung untuk 548 mustahik se Kecamatan Sijunjung dengan besaran dana Rp. 219.200.000,-, selanjutnya di UDKP Kecamatan IV Nagari untuk 79 orang mustahik dengan dana Rp. 31.600.000,-, di UDKP Kecamatan Kupitan disalurkan kepada 100 orang penerima manfaat dengan dana Rp. 40.000,000,- dan di UDKP Kecamatan Kecamatan Koto VII untuk 206 orang penerima dengan dana Rp. 82.400.000,-

    Sementara pada Kamis (12/3) akan disalurkan di UDKP Kecamatan Tanjung Gadang untuk 80 penerima dengan dana Rp. 32.000.000,- di UDKP Kecamatan Lubuak Tarok untuk 70 penerima dengan dana Rp. 28.000.000,- di UDKP Kecamatan Kamang Baru untuk 96 penerima dengan dana Rp. 38.400.000,- dan di UDKP Kecamatan Sumpur Kudus untuk 110 penerima dengan dana Rp. 44.000.000,-

    Sementara pada Jum'at (13/3), rencananya akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung kepada 105 orang penerima manfaat se Nagari Muaro dengan dana Rp. 42.000.000, ujar Hidayatullah.

    Ia berharap dana zakat ini bisa berguna dan bermanfaat bagi para mustahik penerima manfaat untuk kepentingan memasuki hari raya Idul Fitri nantinya. (Andri) 

    10 Hari Terakhir Ramadan, Saatnya Mendekat Lebih Dekat kepada Allah

     Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)

     

    Tidak terasa, perjalanan Ramadan kita telah sampai pada 10 hari terakhir. Hari-hari ini adalah bahagian paling istimewa dari bulan Ramadan. Jika di awal Ramadan Allah menurunkan rahmat-Nya, di pertengahan Allah membuka pintu ampunan-Nya, maka di 10 hari terakhir Allah menjanjikan pembebasan dari api neraka.

    Karena itu, Rasulullah memberikan perhatian yang sangat besar pada hari-hari ini. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:
    "Apabila sudah masuk sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.

    Ini menunjukkan bahwa  10 hari terakhir adalah puncak ibadah di bulan Ramadan.

     


    Di antara keistimewaan 10 hari terakhir Ramadan adalah adanya Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Lailatul qadar khairun min alfi syahr."
    Artinya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan
    .

    Seribu bulan sama dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, jika seseorang beribadah padBaca Jugaa malam Lailatul Qadar, maka pahalanya seakan-akan ia beribadah salama lebih dari 83 tahun.

    Masya Allah, ini adalah kesempatan luar bisa yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad. Karena itu, para ulama mengatakan: orang yang rugi adalah orang yang melewati Lailatul Qadar tanpa mendapatkan ampunan  Allah.

    Ada beberapa amalan yang perlu kita perbanyak di 10 hari terakhir Ramadan.

    Pertama, memperbanyak qiyamul lail atau ibadah malam.

    Jangan biarkan malam-malam terakhir Ramadan berlalu begitu saja. Isilah dengan shalat malam, membaca Al-Qur'an, dzikir, dan doa. Walaupun beberapa rakaat, tetapi dilakukan dengan hati yang ikhlas dan penuh harap kepada Allah.

    Kedua, memperbanyak  istighfar dan taubat.

    Setiap manusia pasti memiliki dosa. Ramadan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati dari dosa-dosa tersebut.

    Rasulullah mengajarkan sebuah doa yang sangat dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar.
    "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni."
    Artinya: Ya Allah, Engkau maha pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.


    Doa ini pendek, tetapi mengandung harapan besar agar Allah menghapus dosa-dosa kita.

    Ketiga, memperbanyak  sedekah dan amal kebaikan.

    Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadan. Memberi makanan berbuka, membantu orang lain, atau bersedekah kepada yang membutuhkan adalah amalan yang sangat dicintai Allah.


    Mari kita renungkan sejenak.
    Ramadan tahun lalu mungkin kita masih bersama banyak orang: keluarga, sahabat, atau tetangga. Namun hari ini sebahagian dari mereka sudah kembali kepada Allah. Itu berarti tidak ada jaminan bahwa kita akan bertemu Ramadan berikutnya.

    Karena itu, jangan sampai Ramadan yang tinggal beberapa hari ini berlalu tanpa kita manfaatkan dengan baik. Jika di awal Ramadan kita belum maksimal, jika di pertengahan Ramadan kita masih banyak lalai, maka 10 hari terakhir adalah kesempatan terakhir untuk memperbaiki semuanya.

    Perbanyak membaca Al-Qur'an.
    Perbanyak doa.
    Perbanyak istighfar.
    Dan dekatkan hati kita kepada Allah.

    Salam
    LH. 

    Safari Ramadan di Pessel, Muchlis Yusuf Abit Salurkan Bantuan Rp460 Juta untuk 8 Masjid dan 3 Musala


    PESSEL (sumbarkini.com) — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muchlis Yusuf Abit, melaksanakan Safari Ramadan di daerah pemilihannya di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp460 juta untuk 8 masjid dan 3 musala.

    Bantuan ini merupakan aspirasi yang diperjuangkan Muchlis Yusuf Abit bagi rumah ibadah di daerah pemilihan VIII yang meliputi Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. Penyerahan bantuan untuk masjid dan musala tersebut berlangsung Kamis (5/3), dalam kegiatan Safari Ramadan yang dilaksanakan Muchlis Yusuf Abit di Masjid Da’watul Iman Labuhan Tanjak, Air Haji Barat, Kecamatan Linggo Sari Baganti.

    Sejak diamanahkan di periode pertama 2019–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029, hampir seratus unit rumah ibadah yang telah mendapat bantuan aspirasi dari Muchlis Yusuf Abit selaku anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra.
     

    Saat diwawancarai, Minggu (8/3), anggota dewan yang biasa disapa Yusuf Abit itu menjelaskan, untuk Safari Ramadan tahun ini masing-masing masjid menerima bantuan sebesar Rp50 juta, sedangkan musala memperoleh bantuan Rp20 juta.

    Rumah ibadah yang menerima bantuan tersebut diantaranya, Masjid Syuhada, Masjid Da’watul Iman, Masjid Darul Huda, Musala Nurul Ijtihad, Masjid Nurul Haq, Masjid Nur Ikhlas serta Musala Nurul Huda di Kecamatan Linggo Sari Baganti. Kemudian, Surau Gadang di Kecamatan Lengayang serta Masjid Nurul Iman di Kecamatan Air Pura.

    Menurut Yusuf Abit, Safari Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

    “Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui Safari Ramadan ini kita tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga berupaya membantu kebutuhan rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat,” katanya.

    Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan ibadah serta meningkatkan kenyamanan jemaah dalam melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan selama Ramadan.

    Yusuf Abit juga menyinggung kondisi Kabupaten Pesisir Selatan yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, selain pembangunan fisik dan pemulihan ekonomi masyarakat, penguatan nilai-nilai keagamaan serta kebersamaan di tengah masyarakat juga menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

    “Masjid dan musala bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat. Karena itu kita ingin memastikan rumah ibadah ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Selaku anggota DPRD, Yusuf Abit sangat konsen terhadap kondisi daerah pemilihannya. Bukan hanya tempat ibadah yang mendapat perhatian, tapi juga banyak sektor lain, seperti pertanian, sektor pendidikan, perkebunan, kelautan, dan lain-lain.

    Dari hasil perjuangannya di DPRD Sumbar, pada tahun 2025 telah direalisasikan sejumlah program pembangunan di Pesisir Selatan. Di antaranya pembangunan jalan rabat beton di Durian Pandaan, pembukaan jalan usaha tani di Kampung Labuhan Tanjak, pembangunan pengaman tebing sungai di Kampung Labuhan Tanjak, serta bantuan sarana dan prasarana sekolah di beberapa kecamatan di Pesisir Selatan.

    Sementara untuk tahun 2026 sekarang, Muchlis Yusuf Abit telah menganggarkan pembangunan pengamanan tebing sungai di Nagari Air Haji Barat dan Nagari Pasar Lama Muara Air Haji dengan total anggaran sekitar Rp2,5 miliar, serta beberapa program pembangunan lainnya.

    “Dalam menjalankan amanah ini, kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat di tingkat provinsi,” tuturnya.

    Selain menyerahkan bantuan untuk sejumlah masjid dan musala, saat Safari Ramadan di Masjid Da’watul Iman Labuhan Tanjak, Yusuf Abit juga membagikan ratusan kain sarung kepada jemaah salat tarawih yang hadir. Dalam kesempatan itu turut hadir Kabag Kesra Provinsi Sumatera Barat, Wali Nagari Air Haji Barat, serta penceramah Buya Sihar dari Pasar Bukit Air Haji.

    Safari Ramadan yang dilaksanakan Muchlis Yusuf Abit disambut antusias oleh masyarakat dan pengurus masjid yang menerima bantuan. Mereka berharap perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah dan kegiatan keagamaan di daerah terus berlanjut demi memperkuat kehidupan sosial masyarakat di Pesisir Selatan. (*)

    Iqra, Perintah Pertama yang Menghidupkan Hati

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)



    Ketika wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad di Gua Hira, malaikat jibril datang dan menyampaikan satu kata yang sangat agung. Kata itu adalah Iqra. Firman Allah dalam Surah Al-'Alaq ayat 1:
    "Iqra' bismi rabbikal ladzī khalaq."
    "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan."


    Menariknya, Nabi Muhammad saat itu adalah seorang yang tidak bisa membaca dan menulis. Namun Allah tetap memerintahkan Iqra. Ini memberi kita pelajaran besar bahwa makna Iqra. tidak hanya sekadar membaca tulisan.

    Iqra berarti membaca kehidupan, membaca tanda-tanda kebesaran Allah, dan membaca diri kita sendiri.

    Jika kita membaca alam ini dengan hati yang hidup, kita akan melihat kebesaran Allah di mana-mana. Langit yang luas, matahari yang terbit setiap pagi, dan kehidupan yang Allah berikan kepada kita. Semua itu adalah ayat-ayat Allah yang harus kita baca dengan hati yang sadar.

    Para ulama mengatakan, ada dua ayat yang harus dibaca oleh manusia.

    • Pertama, ayat gauliyah, yaitu Al-Qur'an. 
    • Kedua, ayat kauniyah, yaitu alam semesta.


    Orang yang benar-benar menjalankan perintah Iqra akan semakin dekat kepada Allah. Ilmunya bertambah, dan juga kerendahan hatinya semakin dalam.

    Dalam ayat berikutnya Allah berfirman:
    "Alladzī 'allama bil qalam, 'allamal insāna mā lam ya'lam."
    "Yang mengajarkan manusia dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

     





    Ini menunjukan bahwa Allah memuliakan manusia dengan ilmu. Karena itu, peradaban Islam dahulu menjadi terang benderang. Umat Islam membaca, belajar, menulis, dan meneliti. Dari perintah Iqra lahirlah ulama besar, ilmuwan besar, dan peradapan yang mulia.

    Namun hari ini kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah kita masih hidup dengan semangat Iqra?

    Apakah kita membaca Al-Qur'an setiap hari?
    Apakah kita membaca tanda-tanda kebesaran Allah dalam kehidupan kita?
    Ataukah kita lebih sibuk membaca hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah?

    Para ulama tasawuf mengatakan, Iqra yang dalam adalah membaca hati kita sendiri. Apakah ia penuh dengan cinta kepada Allah? Ataukah ia penuh dengan dunia?

    Karena orang yang semakin dekat kepada Allah akan semakin sadar akan kekurangan dirinya, dan semakin rindu untuk memperbaiki hati.

    Oleh karena itu, mari kita hidupkan kembali perintah Iqra dalam kehidupan kita. Membaca Al-Qur'an dengan hati. Membaca kehidupan dengan iman. Dan membaca diri kita dengan muhasabah.

    Kiranya dengan itu Allah membuka hati kita, menambah ilmu kita, dan mendekatkan kita kepada-Nya.

    Salam
    LH.

    Peduli Jurnalis, Irfendi Arbi Bezuk Antoni Surya Roza di RS Adnaan WD PAyakumbuh

    Limapuluh Kota - Terkenal dengan empati dan suka bersilaturahmi, menjadikan Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021, Ir. H. Irfendi Arbi, M.P bakal mudah terpanggil nuraninya jika mendengar kabar ada yang sakit.  Begitu pun ketika Antoni Surya Roza terbaring sakit di Rumah Sakit Adnaan WD PAyakumbuh.

    Sebagai orang yang dekat dengan pers, Irfendi pun datang membezuk sahabatnya itu Jum’at siang (6 Maret/2026)..  ”Secara pribadi saya turut prihatin dan mendoakan agar rekan wartawan Antoni Surya Roza segera pulih dari sakit yang dialaminya dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa," ungkap Irfendi Arbi, Sabtu 7 Maret 2026.

    Irfendi tentu saja mengharapkan sahabatnya itu kembali bisa menjalankan tugas jurnalistiknya guna menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerahnya. Irfendi mengaku senang melihat sahabatnya itu sudah mulai membaik kondisinya dan sudah bisa bercanda ketika Irfendi datang membezuknya. .

    ”Saya datang untuk turut berduka atas musibah sakit yang dialami sahabat. Dan, Alhamdulillah, saat bertemu Antoni Surya Roza, kondisi kesehatannya sudah mulai tampak membaik,” ujar Bupati yang di masa kepemimpinannya membebaskan beberapa warganya yang dipasung itu,

    Ayah tiga putri dan dua putra itu  juga mengatakan, peristiwa kecelakaan yang dialami Antoni Surya Roza, tentunya menjadi pengingat bahwa  tugas seorang wartawan itu sangatlah berat dan dibutuhkan dukungan dari banyak pihak. 

    Suami dari Monalisas, S.Sos ini mengingatkan agar sahabatnya itu dan rekan pres yang bertugas di lapangan untuk lebih perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Jangan sampai keinginan menyampaikan informasi yang akurat dan bermafaat sampai membahayakan kesehatan sendiri.

    “Jurnalis adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sekali lagi, saya mendoakan agar kondisi kesehatan sahabat Antoni Surya Roza segera pulih dan bisa kembali beraktivitas dengan baik. Untuk semua rekan-rekan wartawan, semoga selalu dalam keadaan sehat dan terus semangat dalam menjalankan profesi yang mulia ini,” tambahnya. 

    Kedatangan, empati, doa dan bantuan yang ditunjukkan oleh Irfendi Arbi mempercepat proses penyembuhan Antoni Surya Roza. Betapa seorang Irfendi Arbi tidak hanya dekat ketika dia butuh publikasi. (*)  


     

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2