Perguruan Sabbihisma, Mempersiapkan Generasi Emas dengan Memadukan Ilmu dan Akhlak
PADANG (SUMBARKINI.COM) — Pendidikan bukan sekadar mencetak anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk generasi berakhlak, mandiri, dan peduli terhadap sesama. Semangat inilah yang mendasari perjalanan Perguruan Sabbihisma di bawah naungan Yayasan Fahmul Qur’an, Sumatera Barat.
Berawal dari cita-cita menghadirkan pendidikan Islam berbasis Al-Qur’an pada pertengahan 1990-an, Sabbihisma kini mengembangkan pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah dengan moto “Sekolah Langsung Mengaji.”
Motto ini sangat relevan hingga kini. Dilahirkan oleh pemikiran mendalam yang mendahului zaman. Para siswa yang belajar di Sabbihisma mendapatkan pendidikan umum yang dipadukan dengan Al quran sehingga tiap siswa paham bahwa semua persoalan ada bahasan atau jawabannya di Alquran, Tergantung kekuatan akal, pemikiran dan kalbu untuk menggali khasanah ilmu yang ada di dalamnya.
"Apak berkaca dari pendidikan zaman dulu di Bukittinggi, dimana anak sekolah di pagi hari dan sorenya mengaji di surau. Apak berkeinginan punya lembaga pendidikan yang memadukan sekolah sambil mengaji. Ilmu umum dapat, ilmu agama pun tergenggam erat," ujar H. Zulhendri Zulkifli Imam Said dan Dr. Zulherma Zulkifli Imam Said , S.Pd., M.Pd menceritakan niat yang mengawali didirikannya Perguruan Sabbihisma oleh ornngtua lelaki mereka, H. Zulkifli Imam Said.
Dr. Zulherma yang akrab dipanggil Ustazah Emma lebih lanjut menjelaskan lebih detail. Semua jadi nyata setelah musyawarah H. Zulkifli Imam Said dengan sejumlah pemuda yang tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumatera Barat sekitar tahun 1995. Kesamaan visi mereka melahirkan ikhtiar membangun lembaga pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan pembelajaran Al-Qur’an.
TK Al-Qur’an Sabbihisma berdiri pada 1 Juni 1996. Lembaga pendidikan ini kemudian dikelola Yayasan Fahmul Qur’an di bawah kepemimpinan H. Zulkifli Imam Said.
Pendidikan Umum dan Al-Qur’an Berjalan Bersama
Melalui konsep Sekolah Langsung Mengaji, Sabbihisma mengintegrasikan pembelajaran umum dengan pendidikan Al-Qur’an, meliputi baca tulis, tajwid, irama, dan hafalan. Materi pelajaran juga diarahkan untuk dikaitkan dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
"Pendekatan ini bertujuan menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembinaan spiritual dan karakter peserta didik," tegas Ustazah Emma.
Diungkapkannya visi lembaga tersebut adalah membentuk masyarakat Muslim yang cerdas (alim) dan berakhlak mulia (halim). Untuk mendukungnya, Sabbihisma mengembangkan program pembiasaan perilaku Islami, peningkatan kompetensi guru, pembelajaran bahasa Arab dan Inggris, serta target hafalan Al-Qur’an sesuai jenjang pendidikan.
Berkembang dan Menjangkau Masyarakat
Ustazah Emma menceritakan, Perguruan Sabbihisma mengelola delapan unit taman kanak-kanak, lima sekolah dasar, satu SMP, dan satu SMA. Unit-unit tersebut tersebar di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.
Lembaga ini juga telah meluluskan ribuan alumni dan memberdayakan ratusan tenaga pendidik serta tenaga kependidikan.
Selain pendidikan formal, kegiatan dakwah dilaksanakan melalui pengajian di lingkungan perguruan dan kegiatan keagamaan di masjid maupun musala.
Menyiapkan Generasi untuk Masa Depan
Menurut Emma, Perguruan Sabbihisma juga selain pengembangan sarana pendidikan, juga menghidupkan unit usaha ekonomi, pusat kegiatan keislaman, dan fasilitas kesehatan sebagai bagian dari arah pengembangan lembaga.
Sebagai pendidik dia yakin bahwa tantangan pendidikan bukan hanya memperluas akses sekolah, tetapi juga memastikan mutu pembelajaran, kompetensi pendidik, dan pembentukan karakter berjalan beriringan.
"Bagi Sabbihisma, pendidikan berbasis Al-Qur’an menjadi ikhtiar membangun generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan," tegasnya.
Sebab, keberhasilan pendidikan pada akhirnya tidak hanya diukur dari prestasi di ruang kelas, tetapi juga dari bagaimana ilmu dan akhlak peserta didik memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.
:"Merekalah pemuda yang akan menjadi generasi emas Indonesia nantinya," ucapnya optimis. (Zulfadli)
