Pemuda, Jangan Hanya Menjadi Penonton
Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
Allah berfirman:
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS. Al-Kahfi: 13)
Pada 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda, sebuah tekad untuk bersatu sebagai satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Pemuda tahun 1928 berjuang mempersatukan bangsa.
Pemuda tahun 1945 turut berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Lalu, bagaimana dengan pemuda tahun 2026?
Setiap zaman memiliki perjuangannya sendiri.
Jika dahulu para pemuda berjuang melawan penjajahan, sekarang para pemuda harus berjuang melawan kebodohan, kemalasan, kemaksiatan, dan segala sesuatu yang merusak masa depan.
Jadilah pemuda yang berilmu, beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama.
Jangan habiskan masa muda hanya untuk menjadi penonton keberhasilan orang lain.
Ingatlah, masa muda adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Pemuda dahulu telah membuktikan perjuangannya. Sekarang giliran kita membuktikan perjuangan melalui ilmu, iman, dan amal saleh.
Jangan hanya menjadi penonton. Jadilah bagian dari kebaikan yang membawa perubahan.
Ya Allah, bimbinglah para pemuda kami, kuatkan iman mereka, jauhkan mereka dari kemalasan dan kemaksiatan, serta jadikan mereka generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan sesama. Āmīn.
Terinspirasi dari masukan seorang sahabat.