• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Coca Cola. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Coca Cola. Tampilkan semua postingan

    CCEP Indonesia Perkuat Komitmen Ekonomi Sirkular

    Jakarta - Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) menegaskan komitmennya terhadap penanganan persoalan sampah di Indonesia dengan mendukung terwujudnya pendekatan ekonomi sirkular melalui transformasi Bank Sampah. Komitmen ini disampaikan pada acara Rapat Koordinasi Nasional Bank Sampah 2024 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Rabu (3/7).

    Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia menyampaikan pentingnya peran Bank Sampah dalam mencapai target pengelolaan sampah yang dicanangkan Pemerintah Indonesia. "Bank Sampah bukan sekadar wadah pengumpulan sampah, melainkan katalis perubahan pola pikir masyarakat tentang pengelolaan sumber daya. Melalui Bank Sampah, kita dapat mengubah paradigma sampah dari masalah menjadi sumber daya ekonomi dan sosial," ujar Karina. 

    Lebih lanjut, Karina menjelaskan bahwa Bank Sampah memiliki peran penting dalam mendorong perilaku pemilahan sampah, menciptakan nilai ekonomi, memberdayakan perempuan, hingga menciptakan tatanan sosial yang berkeadilan gender. Mengingat peran krusial tersebut, CCEP Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung transformasi Bank Sampah di Indonesia.Karina mengungkapkan bahwa Bank Sampah menghadapi berbagai tantangan dalam keberlangsungan operasionalnya. Berdasarkan temuan di lapangan, tantangan tersebut meliputi kurangnya pembeli tetap bahan daur ulang, keterbatasan kapasitas pengelolaan sampah dan keterampilan bisnis, fluktuasi harga material daur ulang, hingga hambatan peningkatan skala operasional dan kurangnya dukungan infrastruktur pengelolaan sampah di berbagai daerah. Karena banyak Bank Sampah yang tidak berumur panjang dan tidak dapat beroperasi secara optimal.

    Menanggapi tantangan-tantangan tersebut, katanya, CCEP Indonesia menghadirkan beberapa inisiatif inovatif untuk mendukung transformasi Bank Sampah. Inisiatif-inisiatif ini mencakup pelatihan manajemen dan keterampilan bisnis, pendampingan teknis untuk meningkatkan efisiensi operasional, pengembangan produk daur ulang bernilai tambah, pembukaan pasar baru untuk produk daur ulang, serta kolaborasi multi-pemangku kepentingan. CCEP Indonesia juga melibatkan kemajuan teknologi dan digitalisasi dalam upaya mendukung transformasi Bank Sampah. 

    Salah satu contoh keberhasilan dukungan CCEP Indonesia terhadap Bank Sampah dapat dilihat di Kota Metro, Provinsi Lampung. Melalui kolaborasi sinergis, Bank Sampah Metro Lampung saat ini telah berhasil menerapkan tata kelola persampahan tingkat kota yang berkelanjutan. Program- program yang diterapkan meliputi jaminan kerja sama tetap pembelian kemasan plastik PET, pelatihan intensif manajemen dan kewirausahaan, pengembangan produk daur ulang bernilai tambah, digitalisasi bank sampah, serta pendampingan akses ke insitusi keuangan dan pendidikan.

    Diungkapkannya, hasil yang dicapai dari program ini cukup signifikan. Bank Sampah Metro Lampung kini menaungi sekitar 22 unit bank sampah dan melayani kurang lebih 1.600 rumah tangga di Kota Metro, Lampung. Selain itu, terjadi peningkatan volume sampah yang terkumpul dan didaur ulang, pertumbuhan pendapatan Bank Sampah dan anggotanya, perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta peningkatan partisipasi dan pemberdayaan kaum perempuan setempat.
     

    Selanjutnya, Karina menyebutkan, sebagai produsen minuman kemasan, CCEP Indonesia berkomitmen menjadi katalis perubahan sistem pengelolaan sampah melalui pendekatan ekonomi sirkular yang menyeluruh. Pendekatan ini mencakup seluruh rantai nilai, dari hulu hingga hilir. Di hulu, perusahaan fokus pada desain kemasan berkelanjutan, transisi dari botol berwarna menjadi transparan, peningkatan penggunaan bahan baku daur ulang (recycled PET/rPET) pada kemasan, efisiensi sumber daya air dan energi, minimalisasi limbah produksi, serta peningkatan penggunaan energi terbarukan dalam proses operasi.
     

    Sementara di hilir, lanjut Karina CCEP Indonesia memberikan dukungan pada sistem pengumpulan kemasan pascakonsumsi yang bertanggung jawab melalui fasilitas daur ulang Amandina Bumi Nusantara dan yayasan Mahija Parahita Nusantara, serta edukasi dan kampanye kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
     

    "Kami percaya bahwa pendekatan ekonomi sirkular adalah kunci menuju masa depan yang
    berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Sampah, kami optimis
    dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
    (*/elsi)

    World Water Forum 2024, CCEP Indonesia Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Air dan Kesejahteraan Komunitas

    Bali – Di tengah krisis air global, lebih dari 2,4 miliar orang mengalami kekurangan air, sementara 2 miliar lainnya tidak memiliki akses ke air minum yang aman. Di Indonesia, lebih dari 25 juta orang hidup tanpa fasilitas sanitasi yang layak, memperburuk risiko kesehatan karena kualitas air yang buruk. Menanggapi tantangan ini, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) mengambil langkah proaktif dalam mengelola sumber daya air yang esensial—tidak hanya untuk keberlanjutan produksi tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.


    Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability, CCEP Indonesia, menyoroti langkah-langkah yang telah diambil oleh perusahaan untuk pengelolaan air dalam rangkaian sesi dialog di World Water Forum 2024 di Bali, Rabu (22/5). Karina menekankan, "Air adalah kebutuhan mendasar bagi lingkungan, masyarakat, dan proses produksi kami. Sebagai pengguna besar, kami bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya ini secara berkelanjutan, dan kami melakukannya dengan pendekatan holistik, termasuk manajemen operasional dan rantai pasokan, aksi kolektif, keterlibatan komunitas, kepatuhan terhadap regulasi, dan transparansi pelaporan."


    Inisiatif tata kelola air yang dilakukan telah menghasilkan penghematan signifikan melalui langkah-langkah efisiensi di fasilitas manufaktur. Pada tahun 2023, perusahaan mencatat penurunan Water Use Ratio (WUR) sebesar 25% dibandingkan tahun 2019, menunjukkan penggunaan air yang lebih efisien untuk setiap liter produk. Efisiensi ini dicapai melalui inovasi dan penerapan prinsip 3R—reduce, reuse, recycle—dalam proses manufaktur, termasuk optimalisasi proses Clean-In-Place yang mengurangi penggunaan air dan bahan kimia pembersih, serta pendaurulangan air. Sejalan dengan target global CCEP untuk tahun 2030, CCEP Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mengurangi WUR sebesar 10% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tahun 2019.


    Selain meningkatkan efisiensi operasional, CCEP Indonesia juga mengutamakan upaya konservasi air dan sanitasi melalui program WASH. Program terbaru ini akan diresmikan pada 4 Juni 2024 di Desa Kutamaneuh, Kabupaten Karawang. Program ini menggunakan model WASH yang inovatif, menggabungkan intervensi di bidang air, sanitasi, kebersihan, pengelolaan limbah, dan ketahanan iklim komunitas dalam satu pendekatan terpadu. Langkah ini memungkinkan penggunaan kembali air limbah domestik yang telah diolah untuk kegiatan berkebun oleh komunitas lokal. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Hal ini sesuai dengan komitmen global CCEP untuk mencapai pengembalian air 100% setiap tahunnya, termasuk melalui inisiatif untuk komunitas.


    "Dengan meluncurkan program terbaru, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih
    besar dalam mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Melalui kemitraan bersama pemangku kepentingan, kami berupaya mengatasi tantangan berkelanjutan secara holistik, terutama dalam penyediaan fasilitas sanitasi dan pengelolaan sampah dengan pendekatan ekonomi sirkular " ungkap Karina.


    Sesi dialog di World Water Forum memberikan kesempatan bagi CCEP Indonesia untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap pengelolaan air yang berkelanjutan serta kontribusinya dalam membentuk masa depan yang lebih tangguh dan inklusif. CCEP Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak untuk merangkul inovasi dan kemitraan demi melindungi sumber daya vital ini bagi generasi mendatang. (*/elsi)

    Yayasan Nurani Dunia Menerima Donasi untuk Pembangunan Fasilitas Belajar dan Pengembangan Ekonomi Sirkular di Kampung Ilmu Purwakarta

    Jakarta - Sebagai salah satu perusahaan barang konsumen terkemuka di dunia, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia), berkomitmen untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu wujud komitmen tersebut tertuang dalam program Dukung Aksi Pilihanku yang memberikan kesempatan bagi karyawan untuk menominasikan organisasi di bidang keberlanjutan untuk menerima donasi dana yang akan digunakan untuk memperluas cakupan inisiatif yang dijalankan.


    Program ini merupakan terusan dari inisiatif yang dijalankan oleh CCEP secara Group, _Support My Cause_, yang telah mendukung 44 yayasan lokal yang tersebar di seluruh wilayah Eropa dengan investasi lebih dari EUR 200.000. Tahun ini, program Support My Cause diperluas ke seluruh wilayah operasional CCEP, termasuk Indonesia.


    Yayasan Nurani Dunia, merupakan salah satu yayasan yang dinominasikan dan mendapatkan suara terbanyak untuk program Dukung Aksi Pilihanku 2022 oleh Denny Wahyudi, selaku Corporate Affairs Manager CCEP Indonesia wilayah Jawa Barat. Yayasan yang diinisiasi oleh Dr. Imam B Prasodjo, sosiolog Universitas Indonesia tersebut dinominasikan karena memiliki visi yang sejalan dengan komitmen perusahaan dalam membangun kapabilitas masyarakat dan meningkatkan ekonomi sirkular di Indonesia.


    “Sebagai personil yang menominasikan Yayasan Nurani Dunia dengan kegiatan sosial di Kabupaten Purwakarta lewat Kampung Ilmu-nya, tentu semakin semangat dan bersyukur atas raihan vote tertinggi pada agenda internal Dukung Aksi Pilihanku CCEP Indonesia. Semoga Yayasan Nurani Dunia semakin berkualitas dan terus menebar manfaat positif bagi masyarakat Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Denny.


    *Tentang Yayasan Nurani Dunia*

    Yayasan Nurani Dunia adalah organisasi non-profit dan non-partisan yang bertujuan membangun komunitas responsif, partisipatif dan integratif dengan mengedepankan prinsip kejujuran, keadilan, profesionalisme dan kemandirian. Visi dari yayasan tersebut adalah adalah terwujudnya komunitas responsif dengan menumbuhkan aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, kesehatan dan lingkungan secara partisipatif dan integratif.


    Melalui program pemberdayaan di Kampung Ilmu, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Yayasan Nurani Dunia menjalankan berbagai program untuk  mendorong tumbuhnya komunitas keilmuan dan keterampilan yang di dalamnya terbangun interaksi belajar mengajar dinamis antara berbagai pihak yang berasal dari kalangan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, memfasilitasi tumbuhnya wirausahawan sosial dan lingkungan dan membangun jejaring antar mereka guna mendorong tumbuhnya pembangunan komunitas yang berkeadaban, serta membangun unit-unit sosial tanggap bencana alam, sosial, pendidikan, ekonomi dan budaya sebagai bagian dari kesigapan dalam menangani berbagai krisis yang dapat terjadi kapan saja.


    *Penyerahan Donasi Dukung Aksi Pilihanku*

    Pada tanggal 25 November 2022, CCEP Indonesia menyerahkan donasi sebesar EUR 12.500 atau setara dengan Rp 186.250.000 yang diwakilkan oleh Lucia Karina, selaku Public Affairs, Communications & Sustainability Director CCEP Indonesia dan Papua Nugini kepada Dr. Imam B Prasodjo selaku pendiri Yayasan Nurani Dunia.


    "Melalui program Dukung Aksi Pilihanku, kami berfokus kepada dua hal sekaligus; membangun kesadaran karyawan akan isu sosial dan lingkungan dengan melibatkan mereka secara langsung, dan mendorong perubahan perilaku dan kualitas masyarakat dengan mendukung kegiatan yayasan yang kredibel" ungkap Lucia Karina.


    Donasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas pembelajaran sistemik agar aktivitas belajar dan pemberdayaan di Kampung Ilmu dapat berjalan secara efektif, serta pengembangan beragam fasilitas fisik dan program untuk menumbuhkan ekonomi sirkular dengan teknologi tepat-guna yang ramah lingkungan di bidang pertanian dan peternakan. Berbagai inisiatif akan dijalankan oleh Yayasan Nurani Dunia, termasuk: penyelesaian pembangunan kandang kambing perah percontohan, perintisan pengembangan budidaya ikan, penyelesaian pembangunan pengolahan pupuk organik menggunakan budidaya magote, penyelesaian pembangunan Rumah Entrepreneur, pelatihan produk makanan bergizi


    “Segenap relawan Yayasan Nurani Dunia sangat berterimakasih atas kehormatan yang diberikan segenap karyawan CCEP yang telah memilih Yayasan Nurani Dunia untuk menerima donasi program Dukung Aksi Pilihanku di bidang pemberdayaan. Bagi kami, ini adalah bentuk dukungan luar biasa terhadap visi dan misi kami dan banyak pihak yang selama 23 tahun (sejak 1999 hingga 2022) ikut bergotong-royong melakukan aksi kepedulian di berbagai wilayah Indonesia dalam upaya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelas Imam. (*) 

    Bina UMKM Merdeka Belajar Kuliah Kampus Merdeka Mendorong UMKM Tumbuh dan Mahasiswa Pendamping Tangguh

    Bandar Lampung - Coca-Cola Europacific Partners Indonesia berkolaborasi dengan APINDO DPP Lampung dan IIB Darmajaya kembali menggelar Bina UMKM Merdeka Belajar Seri-3 bersama 10 UMKM terpilih berdasarkan seleksi dan 10 Group Mahasiswa IIB Darmajaya.

    Acara Bina UMKM Merdeka Belajar Kuliah Kampus Merdeka dibuka Ketua Umum APINDO DPP Lampung Arry Meizari. Dalam sambutannya, Arry memberikan motivasi peserta pendampingan melalui Program Bina UMKM yang merupakan kolaborasi bersama dunia usaha dan pendidikan untuk melahirkan penggiat ekonomi yang tangguh hingga dapat mendorong pelaku usaha UMKM/IKM terus tumbuh. Menurut Arry semangat merdeka belajar juga harus dapat melahirkan semangat merdeka bagi UMK/IKM nya.

    Dalam kesempatan pendampingan seri-3 kali ini, selain menampilkan presentasi mahasiswa hasil pendampingan, para peserta mendapatkan refreshment tentang mental SDM yang harus dimiliki oleh para pelaku UMKM/IKM. Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah perlu memiliki growth mindset untuk dapat bertahan dari tantangan usaha yang sangat ketat hingga dapat mendorong pelaku usaha melakukan transformasi bisnis keberlanjutan yang lebih baik. Hal itu diungkapkan Alex Tribuana Sutanto pemiliki Paxel Lampung, dalam paparannya di Pelatihan Bina UMKM yang diinisiasi, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia), APINDO DPP Lampung dan IIB Darmajaya, Rabu, 27 Juli 2022, di RIKS Bandar Lampung.

    Alex menekankan bahwa pelaku bisnis UMKM sebaiknya memiliki Growth Mindset, yaitu integrasi dari mindset Thinker, Challenger, Lover, dan Dreamer. Pelaku bisnis Thinker adalah tipe orang yang pemikir dan birokrasi dalam berbisnis, pelaku bisnis Challenger adalah tipe orang yang result oriented, melakukan berbagai cara untuk mengejar hasil akhir, pelaku bisnis Lover adalah tipe orang yang mengedepankan menjalin relasi dalam berbisnis, penuh dengan etika, sedangkan pelaku bisnis Dreamer adalah tipe orang yang penuh dengan imajinasi, kreatif, dan inovasi.


     

    Yayan Sopian Regional Corporate Affairs Manager CCEP Indonesia, dalam keterangan persnya menyambut baik kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan bina UMKM/IKM yang disinergikan dengan peran anak muda dalam program merdeka belajar kuliah kampus merdeka.

    Disini, kata Yayan, para peserta mahasiswa dan UMKM/IKM benar-benar belajar banyak terkait inovasi,kreatifitas mereka mau mencoba, berani gagal dan bangkit lagi untuk sukses, sehingga mereka dapat menghasilkan terobosan dan ide-ide baru dalam hal produk, kemasan, distribusi, promosi, penjualan dan bahkan mereka dapat mengantarkan UMKM melakukan transformasi dalam memasuki ekosistem pasar digital. (*)

    Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Bersama DPP APINDO Lampung Membangun Optimisme UMKM di Masa Pandemic

    10 Juni 2021 - Bandar Lampung – Coca-Cola Europacifik Partner dan  DPP APINDO Lampung membangun optimisme para pelaku UMKM di masa pandemic, seperti yang kita ketahui dampak pandemic telah merubah peta jalan ekonomi diberbagai lapisan usaha baik mikro, kecil, menengah dan bahkan usaha besar tidakhanya di Indonesia tapi diberbagai belahan dunia. Diperlukan cara cerdas untuk bisa terus bertahan karena perubahan yang terjadi begitu sangat cepat memaksa kita untuk melakukan akselerasi terhadap perubahan dengan melakukan adaptasi, inovasi dan bahkan kolaborasi agar bisa mendorong UMKM yang tangguh dan terus tumbuh inilah yang melatarbelakangi DPP APINDO Lampung bekerjasama dengan Coca-Cola Europacific Partners. Ungkap Ketua DPP Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian dalam sabutannya.

    Pelatihan Kewirausahaan seri yang diselenggarakan di Galeri UMKM DPP Apindo Lampung Jl Sumantri Brodjonegoro, jalur dua kampus UNILA - Bandar Lampung.  kali ini menghadirkan Rajiev Dewangga CEO Edukasi 4.0 dan Owner Honey To The Bee Jakarta, Deki Andika dengan pembawa acara Asrian Hendi Caya. Tema yang di angkat adalah Strategi Pemasaran Digital Untuk UMKM. Pemasaran digital saat ini tengah gencar dilakukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti di bidang kuliner. Perkembangan teknologi internet dan persaingan yang semakin ketat menjadi alasannya.

    CEO Edukasi 4.0, Rajive Dewangga, mengatakan pemasaran digital (digital marketing) terbukti sangat membantu dan memudahkan pelaku UMKM untuk memberikan informasi dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen. Kemudian, memperluas pangsa pasar, meningkatkan awareness, serta meningkatkan penjualan produk.

    “Keberhasilan suatu produk dari hasil digital marketing yang paling dasar itu bisa diukur dari pendapatan profit via Google. Instagram dan Facebook adalah suatu hal yang kini wajib dimiliki UMKM. Setelah itu dapat memanfaatkan marketplace. Lalu yang paling bawah yaitu website, "kata Rajive Dewangga,

    Owner Honey To The Bee, Deki Andika, menekankan strategi pemasaran digital yang digunakan untuk memperluas jaringan tak cukup hanya melalui sosial media dan marketplace. Website dinilai menjadi hal yang sangat penting dan wajib dimiliki pelaku UMKM sebagai bentuk identitas suatu produk.

    “Idealnya yang paling wajib bagi UMKM adalah memiliki website. Sedangkan kalau kita hanya taruh di marketplace saingan varian di produk kita akan sangat banyak, "kata Deki yang memiliki usaha penjualan kue di Jakarta. Deki menambahkan dalam paparannya, pemilihan nama produk merupakan hal yang takkalah penting karena identitas menjadi segalanya. Dari segi pengemasanpun perlu diperhatikan. “Packaging itu tidak hanya menarik, karena ini merupakan suatu benda yang ketika siapapun menerima produk kita, itu akan selalu ingat tentang produk atau brand tersebut, ”ujar dia. “zaman sekarang masyarakat membeli suatu produk melalui mata, bukan atas apa yang mereka dengar. "Foto produk itu nomor satu, harus cerdas memahami foto yang baik itu seperti apa, "kata dia.

    Sebelum pelatihan kewirausahaan diakhiri ketua DPP APINDO Lampung menyampaikan pesan "UMKM ini dapat menjadi salah satu penopang untuk membantu perekonomian lokal. Untuk itu UMKM seharusnya diberikan banyak pelatihan dan pendampingan agar bisa terus maju menjadi UMKM yang tangguh dan terus tumbuh, "kata dia.

    Pelatihan Wirausaha 2021 seri diikuti para peserta yang sebagian besar pelaku UMKM kuliner yang tergabung dalam Apindo Lampung, baik yang hadir secara langsung maupun melalui zoom. (*)

    Bantu Pemulihan Bencana, CCAI Donasikan Minuman ke NTB, NTT dan Timor Leste

    Bima -Untuk kesekian kalinya sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap komunitas dan masyarakat di sekitar area operasional, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) melakukan inisiatif dalam membantu pemulihan pasca bencana banjir di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta juga di wilayah negara tetangga, Timor Leste.

    Bentuk dukungan yang diberikan oleh CCAI adalah bantuan produk air munum dalam kemasan yang secara keseluruhan berjumlah total 26.076 botol air minum dalam kemasan. Secara teknis alokasi ini terbagi dan disalurkan oleh perwakilan tim CCAI di tiap area wilayah operasi kepada masing-masing lembaga atau pihak di tiap Provinsi dan Negara terdampak untuk selanjutnya proses dan mekanisme penyalurannya diserahkan secara penuh kepada Lembaga atau pihak yang bersangkutan.

    Kegiatan serah terima bantuan produk minuman dari CCAI oleh tim perwakilannya, M Faiq Marwakepadatim BPBD Kabupaten Bima, pada Senin, 19 April 2021 di Posko Logistik Kantor BPBD Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat

    Pada Senin,19 April 2021, prosesi serah terima bantuan di wilayah Kabupaten Bima ini dilakukan di Posko Logistik yang berlokasi di kantor BPBD Kabupaten Bima, NTB. Sebanyak 6.000 botol bantuan produk minuman air mineral akan disalurkan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang turut serta membantu proses pemulihan dan revitalisasi fasilitas umum di wilayah Kabupaten Bima, NTB.

    “Kami selaku tim BPBD Kabupaten Bima sangat berterima kasih atas bantuan sejumlah produk minuman dari CCAI. Semoga ini dapat membantu proses pemulihan di wilayah kami” ujar Rizal, salah satu petugas dari tim BPBD Kabupaten Bima, NTB.

    Sementara itu di tempat dan waktu terpisah pada hari Jumat, 23 April 2021juga dilakukan proses serah terima bantuan di wilayah Provinsi NTT, yang dilakukan di Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT, di Aula El Tari Kantor Gubernur Provinsi NTT. Dukungan berupa 16.584 botol air minum dalam kemasan diterima dengan baik oleh Koordinator Pengelolaan Sumbangan Para Pihak,Sylvia Peku Djawang yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Provinsi NTT.

    “Terima kasih banyak atas partisipasi dan kepedulian CCAI untuk upaya pemulihan bencana banjir dan badai siklon tropis di hampir semua wilayah NTT. Saya selaku perwakilan petugas dan tim Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT mengapresiasi inisiatif dan semangat CCAI dalam membantu masyarakat sekitar yang terdampak. Nantinya sumbangan ini akan diatur dan disalurkan ke semua wilayah yang terdampak bencana. Semoga ini bermanfaat dalam mendukung upaya proses pemulihan bencana di NTT” ujar Sylvia.

    Dari pihak CCAI,Armytanti Hanum Kasmito selaku Regional Corporate Affairs Manager Corporate Affairs CCAI turut menyampaikan bahwa melalui dukungan ini, selain bertujuan membantu upaya proses pemulihan bencana, diharapkan pula bermanfaat sebagai salah satu upaya yang dapatmenguatkan semangat masyarakat sekitar yang terdampak di tengah situasi sulit pandemi Covid-19.

    Dukungan kepedulian bencana ini tidak hanya dilakukan di wilayah Indonesia saja, namun juga menyasar kepada negara tetangga, Timor Leste, yang ikut terdampak bencana akibat siklon tropis. Melalui pihak Centro De Coordenacao Operacional De Gestao De Riscos De Desastres atau yang dapat disebut sebagaiPusat Koordinasi Operasional Manajemen Risiko Bencana Timor Leste, CCAI memberikan bantuan 3.492 botol air minum dalam kemasan yang selanjutnya untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak di sekitar daerah bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Timor Leste.

    Bantuan tersebut diserahterimakanpada Rabu, 28 April 2021 yang diterima oleh tim perwakilan Superintendent of Policia Nacional de Timor Leste (PNTL), Ismael da Costa Baboselaku Director General of Civil Protection, Selain mempererat hubungan antar wilayah negara, bantuan ini juga bertujuan sebagai suatu bentuk kepedulian terhadap kesulitan yang tidak hanya ditujukan untuk WNI tetapi juga terhadap komunitas dan masyarakat negara tetangga yang berbatasan sangat dekat dengan wilayah Indonesia.

    Coca-Cola Amatil Indonesia juga senantiasa berusaha mendukung pengembangan masyarakat sekitar melalui berbagai inisiatif seperti program clean-up, bantuan pendidikan bagi anak-anak berprestasi di sekitar fasilitas Amatil Indonesia, penyediaan layanan kesehatan secara cuma-cuma di setiap poliklinik Amatil Indonesia, dukungan penanaman pohon, program pemberdayaan masyarakat lewat program Coca-Cola Forest, serta pengembangan bibit muda sepak bola melalui Coke Kicks.Amatil Indonesia juga fokus dalam pemberian bantuan kemanusiaan bagi masyarakat, salah satunya dalam menghadapi pandemi Covid-19, Coca-Cola Amatil Indonesia menyalurkan Alat Pelindung Diri, disinfektan, alat kebutuhan medis lainnya, serta paket produk minuman bagi mereka yang bertugas di garis depan dalam penanganan, pelayanan dan perawatan COVID-19 di tanah air dan akan disalurkan melalui mitra-mitra lainnya. (elsi)

    INAGURASI PELETAKKAN BATU PERTAMA FASILITAS DAUR ULANG BOTOL PLASTIK DI INDONESIA


    Jakarta, 5 April 2021: Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia mengumumkan pembangunan fasilitas daur ulang Polyethylene Terephthalate (PET) seluas 20.000 meter persegi yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Melalui investasi terbaru senilai AUD 50,51 juta (Rp 556,2 miliar), Amatil Indonesia dan Dynapack Asia akan menciptakan siklus tertutup (closed-loop) untuk kemasan plastic minuman dengan memproduksi pellet plastik yang aman untuk makanan dan minuman yang terbuat dari botol plastic pasca konsumsi.

    Dalam acara peletakan batu pertama hari ini, Amatil Indonesia dan Dynapack Asia juga memperkenalkan PT Amandina Bumi Nusantaradan Mahija Parahita Nusantara yang memiliki peran sebagai:

    • PT Amandina Bumi Nusantara – entitas yang akan mengoperasikan fasilitasr PET dan mengolah kembali limbah PET berkualitas rendah menjadi PET berkualitas tinggi menggunakan teknologi terbarukan yang terdepan;
    • Mahija Paramita Nusantara – yayasan non-profit yang akan mendukung pengelolaan collection center, memastikan pemenuhan hak asasi manusia dan regulasi dalam rantai kegiatan pengumpulan sampah, pelaksanaan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan para pemulung dan masyarakat, serta menjalankan penelitian dan pengembangan tentang peluang peningkatan daur ulang dan program lain terkait pemanfaatan PET dan pengumpulan plastik.

    Dalam acara inagurasi peletakaan batu pertama fasilitas daur ulang botol plastik, Presiden Direktur Coca Cola Amatil Indonesia Kadir Gunduz mengatakan bahwa kolaborasi antara Amatil Indonesia dan Dynapack Asia merupakan salah satudari Langkah konkret dalam mencapai Sustainability Ambitions 2020-2040 Coca-Cola Amatil yang baru saja diumumkan.

    “Selama beberapa tahun terakhir, kami tidak hanya terus berinvestasi dalam teknologi kami, kapasitas rantai pasok dan keselamatan serta kapabilitas karyawan kami, namun juga dengan sadar mengambil berbagai keputusan untuk berinvestasi dalam kemasan berkelanjutan, energy terbarukan, managemen air, serta kesejahteraan dari konsumen serta komunitas kami,” ujar Kadir. 

    “Fasilitas ini akan mulai beroperasi di tahun 2022 dan memiliki kapasitas untuk mengurangi jumlah resin plastic baru yang digunakan perusahaan sekitar 25.000 ton setiap tahun, perluasan industri dan percepatan laju daur ulang. Sebagai bagian dari anggota dewan di Kemitraan Aksi Plastik Nasional Indonesia (National Plastic Action Partnership/NPAP), kami berkomitmen untuk mendukung Rencana Aksi Nasional Indonesia dalam mencapai pengurangan sampah plastic laut sebesar 70% pada tahun 2025,” jelas Kadir.

    Managing Director Coca Cola Amatil Group Alison Watkins yang hadir secara virtual dalam acara tersebut menambahkan bahwa keberlanjutan merupakan salah satu bagian integral dan komitmen jangka panjang dari bisnis Amatil Group selama ini. 

    “Inagurasi yang dilaksanakan hari ini membawa kami lebih dekat dengan salah satu dari 10 ambisi prioritas, menutup siklus kemasan pada 2030, dengan membangun kemitraan dengan Dynapack Asia, mitra jangka panjang dari bisnis kami di Indonesia. Kami harap kemitraan ini dapat membuka jutaan kemungkinan yang dapat kami jajaki,” ujar Alison.

    Presiden Direktur dari PT Amandina Bumi Nusantara yang baru saja diperkenalkan Emmeline Hambali menyampaikan harapan serta kegembiraannya untuk segera mulai bekerjasama dengan berbagai pihak di Indonesia dalam menemukan berbagai solusi dan melakukan berbagai Tindakan nyata yang berkontribusi terhadap pengurangan masalah pencemaran plastic terhadap lingkungan. 

    “Di Amandina, kami percaya bahwa hanya melalui sebuah aksi bersama, kita dapat membuahkan hasil positif yang signifikan. Dengan adanya proyek ini, kami berharap dapat meningkatkan penggunaan plastic berulang di Indonesia, sehingga dapat mengurangi dampak buruk limbah Plastik terhadap lingkungan,” ungkap Emmeline.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Coca Cola Amatil Indonesia atas upayanya dalam memperkecil jarak antara sektor perindustrian dan lingkungan.

    “Semoga fasilitas ini dapat terus mendukung perwujudan program pembangunan berkelanjutan terkait pelaksanaan sirkular ekonomi di sektor industri.”

    Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Perindustrian Bekasi Effendi juga turut menyampaikan terimakasih atas komitment Coca Cola Amatil Indonesia dan Dynapack Asia dalam menjadi bagian dari solusi pengelolaan kemasan plastic pasca konsumsi dalam kerangka circular ekonomi. 

    “untuk mengatasi masalah ini, setiap pihak baik dari segi pemakai dan produsen, harus bekerjasama untuk mengatasinya. Masing-masing memiliki peran tersendiri untuk menjadi bagiandari solusi. Salah satunya dicontohkan oleh Coca Cola Amatil dan Dynapack Asia, yang melakukan daur ulang botol plastik,” ujar Efendi.

    Amatil Indonesia terus memperkuat komitmennya untuk mengurangi penggunaan plastik, salah satunya melalui inisiatif light-weighting botol PET yang telah berhasil mengurangi konten plastic sebesar 28,5% sejak tahun 2014, serta mengubah warna kemasan menjadi bening untuk mempermudah proses daur ulang. Bersama dengan Dynapack Asia, Amatil Indonesia telah mendukung banyak inisiatif untuk membantu mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan minuman, diantaranya program pembersihan pantai harian, Bali Beach Clean-Up, yang telah berjalan selama lebih dari 13 tahun untuk mengumpulkan lebih dari 40.000 ton serta beberapa program lingkungan lainnya. (*)

    Praktisi Wisata Serentak Gelar Kolaborasi Rangkaian Peringatan Hari Air Sedunia Bersama CCAI

    Lampung Selatan - Hari Air Sedunia diperingati pada tanggal 22 Maret setiap tahunnya. Tema tahun ini yaitu,  “Valuing Water’” yang kemudian diadaptasi dalam tema Indonesia bertajuk ‘Menghargai Air, Menjaga Keberlanjutan Kehidupan’.

     

    Peringatan Hari Air Sedunia 2021 di Lampung Selatan diwarnai dengan aksi penanaman pohon dan pembuatan lubang biopori yang dipusatkan di Kebun Edukasi yang berada di Areal Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Rabu 31 Maret 2021 melibatkan para pemangku kepentingan dengan jumlah peserta terbatas dan tetap mematuhi pada protokol Kesehatan.

    Acara rangkaian peringatan Hari Air Sedunia diinisiasi oleh Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan merupakan wujud kolaborasi bersama dengan para praktisi dunia parawisata.

    Kegiatan virtual menanam pohon dan membuat lubang biopori digelar serentak dari berbagai tempat berbeda melibatkan berbagai kalangan dunia usaha dari beberapa industry manufaktur a.l, NPA, CCAI, sedangkan dari Industri Perhotelan ada Grand Elty Krakatoa Resort , Novotel Bandar Lampung, Sheraton Hotel, Swiss Bell, Emersia Hotel, Hotel Kurnia, Bukit Randu Hotel, Sekolah Alam Lampung, dan 7 sekolah di Desa Sukanegara

    Hadir dalam kesempatan ini Pelaksana harian (Plh) Asisten Bidang Ekobang Pemkab Lampung Selatan, Muhadi, S.Sos, MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Feri Bastian, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Bibit Purwanto, Manufacturing Manager CCAI SSO Lampung, Teguh Widodo, dan Ketua Lampung Investment and Tourism Board, Valentina Yuliana.

    Dalam sambutannya Muhadi berharap, melalui peringatan Hari Air Sedunia, dapat mengingatkan masyarakat tentang rasa tanggung jawab akan pentingnya menjaga, mengelola, dan memanfaatkan air di lingkungan sekitar dengan bijak. “Perlakukan sumber air yang kita miliki sebagai suatu kebutuhan pokok. Sehinggasumberdaya air tetap terjaga kelestariannya,” kata Muhadi.

    Yayan Sopian CA Regional Manager Coca-Cola Amatil - West Indonesia dalam keterangan persnya menyatakan, “Inilah momen yang tepat untuk mengingatkan kembali kita semua akan pentingnya menghargai dan menjaga air di bumi sebagai tempat kita menjalani kehidupan. Melalui rangkaian kegiatan ini kami mengajak kita melihat dan mulai menghargai air sebagai bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi. Rangkaian peringatan Hari Air Sedunia hari ini akan ditandai dengan penanaman 100 bibit pohon durian dan pendistribusian bor biopori sebanyak 45 batang serentak di berbagai tempat dengan lebih banyak lubang biopori yang akan dibuat oleh para volunteer atas dasar kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan air di masa depan.

    Mitra Bukalapak Bersama Para Pemimpin Pasar Industri FMCG di Indonesia Perkuat Layanan Distribusi dan Kesediaan Stok Mitra Bukalapak

    Kerjasama ini akan membantu mempercepat pengiriman barang dan memastikan ketersediaan stok tetap terjaga di 7 juta Mitra Bukalapak di seluruh Indonesia


    Jakarta, 4 Maret 2021 – Bukalapak melalui Buka Mitra Indonesia yang menaungi Mitra Bukalapak, pada hari ini secara resmi mengumumkan penandatanganan kerjasama dengan sejumlah perusahaan FMCG terkemuka Indonesia, di antaranya Unilever, Danone, Coca-Cola Amatil, Heinz ABC Indonesia, Garuda Food, Suntory Garuda, dan Ultra Jaya. 

    Melalui komitmen bersamaini, Bukalapak dan para memimpin pasar di industri FMCG di Indonesia ini akan berfokus di hal-hal penting di seputar layanan distribusi dan kesediaan stok untuk para mitra bukalapak, termasuk:

            Memastikan layanan pengiriman dan ketersediaan stok di 7 juta Mitra Bukalapak di seluruh Indonesia melalui proses distribusi yang efektif dan lebih cepat.

            Memberdayakan para Mitra Buka lapak untuk memaksimalkan hasil penjualan barang – barang kebutuhan sehari – hari melalui harga penjualan yang lebih terjangkau. 

    CEO Buka Mitra Indonesia, Howard Gani menyampaikan, “Kami berterimakasih dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan dari perusahaan FMCG pada Buka Mitra Indonesia. Hal ini merupakan dukungan terhadap upaya Buka lapak untuk mendorong kemajuan digitalisasi warung – warung tradisional yang berdampak pada inklusi ekonomi Indonesia. Kami optimis kerja sama ini bisa makin meningkatkan layanan kami pada Mitra Bukalapak, yang juga akan memperkuatkualitas layanan para Mitra Bukalapak kepada para pelanggan mereka”, ujarnya.

    Hira Triadi, E-commerce Director PT Unilever Indonesia, sejalan dengan Bukalapak dalam hal pemberdayaan UMKM di nusantara melalui pernyataan, “Unilever sebagai perusahaan yang ada di Indonesia selama 87 tahun ingin turut berkontribusi secara nyata untuk bisa meningkatkan kapabilitas warung agar mampu beradaptasi dengan era digital saat ini. Terlebih bahwa warung yang merupakan bagian dari UMKM memiliki peranan penting bagi kemajuan perekonomian Indonesia. Untuk itu, berbagai upaya telah dilakukan Unilever, salah satunya adalah melalui kemitraan dengan Bukalapak melalui platform Mitra Bukalapak.”

    Keinginan yang seirama untuk memberdayakan dan mendukung kemajuan pelaku UMKM juga diekspresikan oleh Narto Sunarno, Head of Digital Business Development Garuda Food yang berharap kemitraan ini bisa memberi “akses lebih banyak lagi kepada UKM warung agar bisa lebih sejajar dan berdaya saing terhadap rekan-rekan mereka yang mempunyai format took lebih besar”, ucapnya.

    Di sepanjang tahun 2020, Mitra Bukalapak juga melakukan penyediaan produk grosir ke 28 provinsi di Indonesia melalui kerjasama dengan lebih dari 300 distributor lokal, yang jumlahnya telah meningkat sebanyak lebih dari 15 kali lipat sejak awal tahun 2020. Bukalapak juga mencatat kenaikan 50% terhadap jumlah Mitra Bukalapak selama tahun 2020. Saat ini Mitra Bukalapak telah tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

    Hal inilah yang juga menjadi pertimbangan para perusahaan FMCG dalam berkolaborasi dengan Buka Mitra Indonesia. “Seiring dengan pertumbuhan bisnis online dan akses digital di Indonesia, bekerjasama dengan Mitra Bukalapak akan membantu memperluas dan mengembangkan penetrasi produk-produk Suntory Garuda untuk para pelaku usaha kecil serta para konsumen dari berbagai lapisan di seluruh area di Indonesia”, ucap Ong Yuh Hwang, Chief Executive Officer and President Director PT. Suntory Garuda Beverage.

    Pernyataan ini juga didukung oleh Dewi Larasati, E-Business Director Danone Waters Indonesia yang melihat kerjasama dengan Buka Mitra Indonesia adalah strategi yang tepat untuk mengatasi tantangan dari proses distribusi barang secara konvensional. “Tantangan kami yang terbesar adalah kecepatan distribusi dan jangkauan pasar, terutama untuk varian produk kami lainnya, seperti Vit dan Mizone. Dengan adanya kemitraan dengan Mitra Bukalapak, produk-produk kami tersebut terlihat terjadi pertumbuhan yang positif. Hal ini menunjukan peran kemitraan dengan Mitra Bukalapak merupakan langkah yang tepat untuk menjangkau lebih banyak konsumen di Indonesia”, ujarnya.

    Sementara itu, Ultra Jaya dan Coca-Cola Amatil menggandeng Buka Mitra Indonesia sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan produk bagi seluruh masyarakat.

    Semua orang Indonesia berhak untuk dengan mudah mendapatkan produk-produk yang berkualitas baik seperti produk-produk dari Ultra jaya, kapan pun dan di manapun. Oleh karena itu, tujuan kami bermitra dengan Mitra Bukalapak adalah untuk mengoptimalkan semua peluang untuk mendistribusikan produk-produk Ultra Jaya agar tersedia di mana pun dan kapan pun”, ungkap Au Djamhoer, GM Sales & Distribution Ultra Jaya.

    Salah satu perubahan yang terjadi [karena adanya pandemi COVID-19] adalah perubahan perilaku pada aktivitas belanja, pembelanjaan secara online dan penggunaan aplikasi berbasis digital meningkat signifikan. Perubahan ini memaksa industry harus beradaptasi cepat untuk tetap dapat berinteraksi dan melayani konsumen mereka, termasuk Coca-Cola Amatil Indonesia. Seiring dengan peralihan pola belanja konsumen tersebut, kamipun harus memastikan produk-produk Coca-Cola Amatil Indonesia tersedia di platform marketplace di Indonesia, seperti Mitra Bukalapak. Kami berharap melalui kemitraan yang baru dengan Bukalapak, akan memperluas dan memperkuat jaringan home consumption dan B2B Coca-Cola Amatil Indonesia,” jelas Kadir Gunduz, Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia. 

    Hal senada juga diungkapkan oleh Reynold Pandapotan Hutabara, Sales Director PT Heinz ABC Indonesia yang menempuh langkah kerjasama dengan Buka Mitra Indonesia agar produk-produknya dapat “menjangkau distribusi sampai ke level end user maupun small retailers untuk membawa produk-produk berkualitas Kraft Heinz ABC kesemua rumah tangga di Indonesia”.

    ***

    Tentang Bukalapak

    Kami adalah perusahaan teknologi unicorn berbasis di Indonesia yang lahir pada 2010 dengan fokus untuk membantu menciptakan kesetaraan perekonomian bagi seluruh masyarakat. Melalui platform perdagangan, baik di online maupun offline, kami ingin memberikan pilihan dan kesempatan untuk semua orang agar dapat hidup dengan lebih baik. Melayani lebih dari 6,5 juta Pelapak (online sellers), 7 juta Mitra Bukalapak beserta 100 juta pengguna, kami juga terus melengkapi layanan kami dengan meluncurkan lini bisnis B2B e-procurement melalui Buka Pengadaan Indonesia (BPI) di 2019 serta Buka Investasi Bersama (BIB), sebuah APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) berbasis digital.

    Pencapaian kami lainnya di antaranya Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Pemerintah Indonesia pada tahun 2016 untuk Co-Founder kami, Achmad Zaky di 2016 dan Fajrin Rasyid di 2019, perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tertinggi ke-14 di Asia Pasifik, selain itu kami juga mendapatkan penghargaan Best Companies to Work For berturut-turut di tahun 2019 dan 2020 serta The Most Caring Company di 2020 dari HR Asia, serta The Best Contact Center Indonesia tahun 2018 dan 2019 oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA).

    Supaya Bukalapak bisa #bikin asik hidupmu, kunjungi www.bukalapak.com 

    Kontak media:

    Gicha Graciella

    Senior Corporate Communication Manager Bukalapak

    E-mail: public-relations@bukalapak.com

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2