• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan

    PKW Laksanakan Pelatihan dan Pendidikan untuk Masyarakat Kurang Mampu

    Padang - PKW (Pelatihan Kecakapan Wira usaha) Senin (4/9) yang merupakan, kerjasama antara SPNF-SKB Wilayah II Kota Padang dengan UMKM Kripik Balado Salsabila Asri Pelaminan dan catering dan kerupuk singkong Hikecy, Lembaga Permodalan PT. Permodalan Nasional Madani Cabang Padang dan Platform Digital Fabriek Block Padang dan Minarko Padang.


    SKB WILAYAH II Kota Padang adalah satu-satunya SKB yang mendapat bantuan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi dan mendapat kehormatan mengadakan pelatihan pada masyarakat kurang mampu sehingga kedepannya nanti para peserta tidak terlalu bergantung pada orang tua.


    SKB WILAYAH II bekerja sama dengan DIRJEND PENDIDIKAN VOKASI Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi mengadakan pelatihan Pendidikan Kewirausahaan kepada masyarakat sekitarnya.


    "Dalam mengadakan kegiatan kami hanya memberikan berupa barang karena disini kita perlu ekstra hati-hati sebab semua kegiatan difoto dan divideokan. Dengan kata lain belajar di sini tidak main-main dan itu pun diperiksa," ujarnya.


    Peserta adalah masyarakat yang berusia produktif yakni antara  16 sampai dengan 26 tahun dengan tujuan utama adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.


    Adapun kurikulum atau materinya berupa wirausaha, keselamatan dan kesehatan kerja karena kesehatan harus dijaga. Adapun pemateri didatangkan dari PNM Kota Padang.


    Adapun peserta nantinya akan diberikan modal berupa pinjaman lunak dimana nantinya akan diberikan untuk usaha bagi peserta, tujuan utama dari pelatihan ini adalah mendukung sepenuhnya, masyarakat kurang mampu sehingga menjadi mampu dan mandiri.


    "Maka dari itu kepada para peserta diminta, ikutilah kegiatan ini dengan sepenuh hati karena itu merupakan modal dasar dari diri sendiri, dengan kata lain, perempuan itu harus mampu merobah keadaan yang kurang cemerlang menjadi baik dan sukses hendaknya," ujar Fauzia menjelaskan.

    HRA Bersama Unand Laksanakan Coaching for Millenial di Youth Center Padang


    Padang
    - Human Resources Akademy (HRA) bekerjasama dengan Universitas Andalas Padang, Kamis (11/8) mengadakan kegiatan Coaching for Milenial bertempat di Gedung Youth Center jalan Bagindo Azis Chan Padang. Dalam kegiatan ini HRA menghadirkan pembicara Oknovia Susanti dari Unand.


    HRA yang diketuai Coach Wulan melalui pada kegiatan tersebut berusa memotivasi dan memberikan arahan kepada para peserta bagaimana seharusnya menjalankan usaha dalam masa-masa sulit seperti ini.


    Dalam paparannya baik Coach Wulan maupun Oknovia Susanti mengatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah mempersiapkan generasi milenial untuk menjadi pengusaha muda dan menciptakan lapangan kerja pada era ini.


    Menurut mereka, yang terpenting dalam berusaha adalah niat dan keseriusan serta fokus dalam menjalankannya. Selain itu faktor investor juga sangat mendukung dalam mencapai kesuksesan di masa depan.



    Hal demikian pulalah yang dilakukan oleh Elfi Suzana dan keluarga dalam memasarkan produk andalannya Keripik Mini Echa selama ini. Dia berharap Unand bisa membimbing serta membantu jadi investor untuk bisa membantu kesulitan dana untuk pengembangan usahanya ke depan kelak.


    Rakik Mini Echa yang beralamat di Jalan Lubuk Lanching Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, saat ini sudah banyak pesanan dari para pelanggan. Karena kekurangan dana sangat sulit bagi Elfi untuk dapat memenuhinya. Untuk kedepannya Elfi berharap  sekali kucuran dana segar atau dengan kata lain dukungan investor bagi usahanya ini. (*)

    Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Bersama DPP APINDO Lampung Membangun Optimisme UMKM di Masa Pandemic

    10 Juni 2021 - Bandar Lampung – Coca-Cola Europacifik Partner dan  DPP APINDO Lampung membangun optimisme para pelaku UMKM di masa pandemic, seperti yang kita ketahui dampak pandemic telah merubah peta jalan ekonomi diberbagai lapisan usaha baik mikro, kecil, menengah dan bahkan usaha besar tidakhanya di Indonesia tapi diberbagai belahan dunia. Diperlukan cara cerdas untuk bisa terus bertahan karena perubahan yang terjadi begitu sangat cepat memaksa kita untuk melakukan akselerasi terhadap perubahan dengan melakukan adaptasi, inovasi dan bahkan kolaborasi agar bisa mendorong UMKM yang tangguh dan terus tumbuh inilah yang melatarbelakangi DPP APINDO Lampung bekerjasama dengan Coca-Cola Europacific Partners. Ungkap Ketua DPP Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian dalam sabutannya.

    Pelatihan Kewirausahaan seri yang diselenggarakan di Galeri UMKM DPP Apindo Lampung Jl Sumantri Brodjonegoro, jalur dua kampus UNILA - Bandar Lampung.  kali ini menghadirkan Rajiev Dewangga CEO Edukasi 4.0 dan Owner Honey To The Bee Jakarta, Deki Andika dengan pembawa acara Asrian Hendi Caya. Tema yang di angkat adalah Strategi Pemasaran Digital Untuk UMKM. Pemasaran digital saat ini tengah gencar dilakukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti di bidang kuliner. Perkembangan teknologi internet dan persaingan yang semakin ketat menjadi alasannya.

    CEO Edukasi 4.0, Rajive Dewangga, mengatakan pemasaran digital (digital marketing) terbukti sangat membantu dan memudahkan pelaku UMKM untuk memberikan informasi dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen. Kemudian, memperluas pangsa pasar, meningkatkan awareness, serta meningkatkan penjualan produk.

    “Keberhasilan suatu produk dari hasil digital marketing yang paling dasar itu bisa diukur dari pendapatan profit via Google. Instagram dan Facebook adalah suatu hal yang kini wajib dimiliki UMKM. Setelah itu dapat memanfaatkan marketplace. Lalu yang paling bawah yaitu website, "kata Rajive Dewangga,

    Owner Honey To The Bee, Deki Andika, menekankan strategi pemasaran digital yang digunakan untuk memperluas jaringan tak cukup hanya melalui sosial media dan marketplace. Website dinilai menjadi hal yang sangat penting dan wajib dimiliki pelaku UMKM sebagai bentuk identitas suatu produk.

    “Idealnya yang paling wajib bagi UMKM adalah memiliki website. Sedangkan kalau kita hanya taruh di marketplace saingan varian di produk kita akan sangat banyak, "kata Deki yang memiliki usaha penjualan kue di Jakarta. Deki menambahkan dalam paparannya, pemilihan nama produk merupakan hal yang takkalah penting karena identitas menjadi segalanya. Dari segi pengemasanpun perlu diperhatikan. “Packaging itu tidak hanya menarik, karena ini merupakan suatu benda yang ketika siapapun menerima produk kita, itu akan selalu ingat tentang produk atau brand tersebut, ”ujar dia. “zaman sekarang masyarakat membeli suatu produk melalui mata, bukan atas apa yang mereka dengar. "Foto produk itu nomor satu, harus cerdas memahami foto yang baik itu seperti apa, "kata dia.

    Sebelum pelatihan kewirausahaan diakhiri ketua DPP APINDO Lampung menyampaikan pesan "UMKM ini dapat menjadi salah satu penopang untuk membantu perekonomian lokal. Untuk itu UMKM seharusnya diberikan banyak pelatihan dan pendampingan agar bisa terus maju menjadi UMKM yang tangguh dan terus tumbuh, "kata dia.

    Pelatihan Wirausaha 2021 seri diikuti para peserta yang sebagian besar pelaku UMKM kuliner yang tergabung dalam Apindo Lampung, baik yang hadir secara langsung maupun melalui zoom. (*)

    Produk Olahan Bank Sampah Pancadaya Berbasis Social Preneur

    Padang (sumbarkini.com)
     - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Bank sampah bisa menjadi salah satu usaha berbasis social teknopreneur. Saat ini ada 205 Bank sampah yang telah memiliki izin usaha mikro kecil. 

    "Pengelolaan sampah menjadi salah satu solusi yang tepat mengatasi persoalan lingkungan hidup," ujar Dosen Universitas Taman Siswa yang jadi Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat, Sepris Yonaldi.

    Menurut Sepris, Bank Sampah yang berlokasi di Kelurahan Kalumbuk Kecamatan Kuranji Kota Padang ini bagian dari 23 kelurahan kumuh di Kota Padang yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Walikota Padang No. 163 Tahun 2014 tentang Lokasi lingkungan perumahan dan permukiman kumuh terkait dengan sebaran permukiman kumuh yang ada di Kota Padang. Berdasarkan SK Walikota itu terdapat pada 23 kelurahan kumuh dari 104 kelurahan dengan luas sebaran 107,96 Ha di 23 kelurahan itu.

    Dijelaskannya, Bank Sampah Pancadaya sebagai salah satu UKM yang bersifat wirausaha social (socialpreneur) dalam pengelolaan usahanya menggunakan konsep Aerob Composter, Daur ulang dan Kumpul Timbang Tukar poin (KTT). Bank sampah beranggotakan 85 orang mengolah jenis sampah seperti plastik kemasan, botol, gelas, kresek, karton, kertas putih, koran, dan buram, kaleng, besi, aluminium dan seng.

    Rata-rata sampah yang diolah per bulan secara rata rata: plastik 80 kg/bulan, karton/kertas  150 kg/bulan, dan kaleng/seng/acc 30 kg/ bulan.  Sementara Bank Sampah Pancada beroperasional pada Senin, Rabu dan Jum`at pukul 09.00- 12.00 Wib.

    Adapun beberapa persoalan yang dihadapi oleh Bank Sampah Pancadaya, adalah: 1) Sampah yang merupakan sebagai inti bisnis Bank sampah Pancadaya belum terkelola dengan baik , 2) Permasalahan dalam bidang produksi, 3) Permasalahan dalam bidang manajemen, 4) Permasalahan pemasaran.


    Berdasarkan persoalan dan potensi yang ada pada mitra sasaran tersebut, maka Sepris Yonaldi dan tim sebagai dosen Universitas Tamansiswa Padang melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dibiayai oleh Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional. Tema program adalah Pemanfaatan Sampah Sebagai Sumber Wirausaha Baru dalam menghasilkan produk kerajinan olahan sampah berbasis social teknopreneur pada Bank Sampah Pancadaya Kota Padang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tahun 2020 selama 10 Bulan.

    Berikut solusi, luaran dan indicator capaian program dengan tahapan berikut, yaitu :1) Penyuluhan; 2)Pelatihan dan pembekalan; 3)Percontohan; 4)Pelatihan manajemen usaha; 5)Pelatihan produksi; 6) Pendampingan pemasaran. Luaran dari kegiatan ini adalah berkembangnya kelompok usaha Bank Sampah Pancadaya dalam usaha dalam pengolahan produk kerajinan olahan sampah yang sangat berdaya saing, sehingga meningkatkan pendapatan keluarga dan terciptanya hunian asri serta layak huni. (*/rel) 

    Usung Lima Program Strategis, Bidik UMKM Naik Kelas

    Jakarta (sumbarkini.com) - Dalam periode kedua, pemerintahan Presiden Jokowi akan fokus untuk penguatan ekonomi rakyat, UMKM dan koperasi, serta Sumber Daya Manusia. “Ini perintah Presiden Jokowi kepada kami. Jadi, kami harus segera merumuskan kira-kira harapan Presiden seperti apa. Di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak mudah itu bagaimana UMKM bisa tumbuh dan bisa menyerap lapangan kerja lebih banyak. Situasi seperti ini, ada kebutuhan untuk devisa. Karena itu, ini akan menjadi kebijakan kami bagaimana masalah kebutuhan devisa dapat di selesaikan lewat dua hal. Yaitu, bagaimana produk-produk UMKM bisa masuk global value chain dan bagaimana bisa mensubsitusi barang-barang impor”, kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam jumpa pers sekaligus acara perkenalan dengan wartawan di kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Selasa (5/11).

    Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM bertekad akan membawa produk-produk koperasi dan UKM memiliki daya saing tinggi supaya bisa masuk dalam global value chain. Untuk itu, Kemenkop dan UKM menyusun dan menetapkan lima program unggulan. “Lima program ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan koperasi dan UMKM yang jumlahnya lebih dari 60 juta itu sebagai andalan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penyerapan tenaga kerja, terutama di tengah situasi perekonomian global yang kurang baik saat ini,” kata Teten.

    Program strategis pertama yang akan dilakukan adalah memperbesar akses pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sehingga tercipta peluang dan permintaan terhadap produk-produk koperasi dan UMKM. “Ke depan, pelaku koperasi dan UMKM dapat bekerja maksimal tanpa perlu takut produknya tidak bisa dipasarkan. Salah satu cara adalah dengan mendukung dan membantu penjualan secara online, dengan membuat regulasi agar perusahaan aplikasi dari luar negeri turut mempromosikan dan menjual produk koperasi dan UMKM kita,” ujar Teten.

    Program strategis kedua adalah peningkatan kualitas produksi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa yang dihasilkan. “Kita bantu menyediakan teknologi dan sarana pendukung, untuk memperbaiki kualitas dan kapasitas produksi yang bisa digunakan secara kolektif,” jelas Teten seraya menambahkan bahwa Kemenkop dan UKM juga akan membantu sertifikasi produk-produk baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri, sehingga dapat bersaing di pasar global.

    Program strategis ketiga menyangkut agregasi pembiayaan yang akan menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan koperasi dan UMKM. ”Kami sudah mengadakan pembicaraan dengan instansi dan lembaga terkait untuk mencari skema pembiayaan yang tepat, dengan membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar, untuk menjadi off-taker produk UMKM dan avalis untuk pembiayaan,” jelas Teten.

    Selain itu, ditekankan pula pentingnya kelancaran dan efisiensi transaksi bagi UMKM seperti digital payment, dan juga kelancaran logistik sehingga memperkuat daya saing.

    Program strategis keempat adalah pengembangan kapasitas manajemen dan usaha koperasi dan UMKM yang diwujudkan antara lain melalui pemberian konsultasi, pelatihan dan pendampingan oleh para ahli. Selain untuk memperbaiki kualitas layanan, program ini diharapkan dapat menambah pengetahuan untuk memasarkan produk ke luar negeri.

    Program strategis kelima adalah memberikan kemudahan dan kesempatan mengembangkan usaha bagi Koperasi dan UMKM. “Dengan langkah ini produk-produk lokal memiliki kesempatan yang sama untuk ditempatkan sejajar dengan produk-produk impor di mal-mal besar di Indonesia maupun negara sahabat,” ujar Teten.

    Kemenkop dan UKM juga menargetkan untuk menumbuhkan usaha dan startup-startup baru di kalangan anak muda dengan melibatkan universitas dan pusat-pusat UKM sehingga pengusaha muda tumbuh dengan signifikan. Menurut Teten, sangat perlu menyediakan playing field atau ladang usaha yang sama bagi koperasi dan UMKM dengan importir. Karena itu perlu didukung dengan insentif seperti pajak. Selain itu, akan ada pendampingan dan mitigasi hukum bagi pelaku koperasi dan UKM dari berbagai ancaman masalah, termasuk melindungi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang mereka miliki dan juga perlindungan dari resiko fraud.

    “Ke depannya, koperasi dan UMKM Indonesia yang memiliki potensi di sektor unggulan seperti perkebunan, pertanian, perikanan, fashion, makanan dan minuman, home decor, kerajinan dan pariwisata dapat benar-benar menjadi andalan dalam menggerakkan pertumbuhan perekonomian Indonesia melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan devisa,” tukas Teten.

    Bagi Teten, bila produk UMKM mau masuk dalam Value Global Chain, maka harus terintegrasi dengan cara produksi dunia. Dimana UMKM harus bekerjasama dan melakukan bisnis dengan mitra bisnis di luar negeri. “Yang paling penting, jika kita mau masuk pasar luar negeri, selain kita harus memperbaiki kualitas produk, kita juga harus memiliki sertifikasi dan harus memiliki kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar. Dan itu merupakan suatu keniscayaan," ujar Teten.


    Modernisasi Koperasi

    Di samping itu, Teten pun berkeinginan untuk terus memodernisasi koperasi di seluruh Indonesia. “Kalau di lihat dari skala bisnisnya, itu ada di UMKM. Koperasi adalah wadahnya saja. Jadi, saya kira, modernisasi koperasi itu termasuk di kelembagaan dan penggunaan teknologi. Misalnya, Koperasi Simpan Pinjam bila tidak segera menggunakan teknologi, maka akan kalah dengan Fintech," kata Teten.

    Apalagi, lanjut Teten, sekarang ini model pembiayaan dan modernisasi, orang lebih tertarik menanamkan investasinya di perusahaan-perusahaan Fintech itu. “Jadi, kalau koperasi tidak segera memperbaiki kelembagaannya dan tidak menggunakan teknologi, serta tidak memiliki kemampuan membaca selera pasar, tidak mampu membaca perkembangan perubahan-perubahan ekonomi dunia, saya rasa koperasi akan ketinggalan," tandas Teten.

    Problemnya, koperasi adalah kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Ada beberapa fakta, koperasi tidak bisa selincah swasta. “Ini bisa diatasi dengan modernisasi kelembagaannya. Koperasi sebagai anggota pemilik modalnya. Tetapi, untuk bisnisnya, dalam bentuk korporasi. Dan saya sekarang akan lebih fokus bagaimana produknya," tegas Teten.

    Terobosan konkrit untuk koperasi, Teten mengungkapkan, harus ada transformasi dari koperasi dan pemanfaatan teknologi, supaya koperasi juga tidak kalah dengan perusahaan aplikasi. “Secara produksi koperasi agar lebih efisien, dan itu juga tantangan untuk jumlah keanggotaan yang lebih besar," pungkas Teten lagi.

    Padang Cari Ikon UMKM Kerajinan Tangan


    PADANG (sumbarkini.com) - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Padang, Syuhandra menjelaskan perkembangan UMKM di Kota Padang. Disebutkannya, UMKM di Kota Padang lebih banyak bergerak di bidang kuliner disertai kerajinan tangan serta jasa dan lainnya.

    "Kita masih mencari ikon UMKM di bidang kuliner selain rendang dan lainnya. Dimana kita perlu menyesuaikan dengan identitas kedaerahan kita, yaitu lebih banyak kepada kerajinan tangan," sebutnya dalam kegiatan diseminasi bersama Dinas Kominfo di Media Center Balai Kota Padang Senin 19 Agustus 2019.

    Menurut Syuhandra biasanya kerajinan tangan yang ditampilkan suatu daerah spesifik dengan daerahnya. Sementara saat ini Kota Padang memang belum memiliki ikon untuk industri kerajinan tangan.

    "Jadi kita sekarang sedang mencari bentuk, kira-kira apa yang akan ditampilkan menjadi ikon kerajinan tangan di Kota Padang. Setelah ditemukannya ikon itu, baru kita merintis bagaimana produk UMKM tersebut bisa dimanfaatkan dunia perhotelan. Seperti yang saya alami sewaktu studi banding ke Banyuwangi beberapa tahun lalu."

    Syuhandra menilai hampir seluruh produk UMKM di daerah itu dimanfaatkan oleh seluruh hotel yang ada di sana. Mulai dari sendal, sabun, shampo, handbody, handuk termasuk spray. "Sekarang saya baru menemukan pelaku UMKM di Kota Padang yang membuat sendal. Semoga ke depan akan ditemukan lagi pelaku UMKM lainnya yang akan membuat berbagai kebutuhan di hotel. Jadi kalau semuanya sudah ada dan sudah siap kita tentu akan membicarakan kerjasama dengan pihak hotel. Sebagaimana jumlah kamar hotel di Padang diperkirakan mencapai 4.000 lebih," tukasnya mengakhiri. (*/Jusni)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2