• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label Solok Selatan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Solok Selatan. Tampilkan semua postingan

    Anggota DPRD Sumbar H. Nurfirman Wansyah Dorong Ketahanan Keluarga Melalui Bimtek di Solok Selatan

    Solok Selatan(Sumbarkini.com)- Persoalan dalam keluarga tidak hanya berdampak pada anggotanya, tetapi juga memengaruhi kehidupan bermasyarakat hingga pemerintahan tingkat bawah dan negara secara keseluruhan. Menyikapi hal ini, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Nurfirman Wansyah, menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama bagi keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

    Hal tersebut disampaikan H. Nurfirman Wansyah saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Ketahanan Keluarga yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat di Wisma Umi Kalsum, Sabtu (25/10/2025).

    Kegiatan yang didanai melalui Anggaran DP3AP2KB Sumbar ini merupakan bagian dari dukungan dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) H. Nurfirman Wansyah. Bimtek ketahanan keluarga di Solok Selatan digelar selama dua hari untuk Angkatan IX dan X, dengan menghadirkan 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat Kabupaten Solok dan Solok Selatan pada setiap sesi.

    Dalam sambutannya, H. Nurfirman Wansyah menekankan pentingnya perencanaan dalam mewujudkan keharmonisan keluarga. “Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda, sehingga masalah yang muncul pun berbeda. Namun, berbagai masalah keluarga dapat diminimalisir jika setiap pasangan memiliki perencanaan keluarga yang baik untuk mewujudkan ketahanan keluarga,” jelasnya.

    Ia juga mengajak peserta untuk mengikuti Bimtek dengan serius karena pemateri yang hadir merupakan ahli dan kompeten di bidangnya. Beberapa hal penting yang menjadi fokus pembahasan adalah pengamalan ilmu agama, pembangunan fungsi sosial budaya, cinta kasih, sosialisasi dan pendidikan, serta fungsi reproduksi, ekonomi, dan perlindungan keluarga.

    Kegiatan tersebut dihadiri Kadis DP3AP2KB Provinsi Sumbar dr. Herlin Sridiani, M. Kes, Kadis P2KB, PP & PA Solok Selatan dr. Erawati, Wakil Ketua P2TP2A Provinsi Sumbar Dra. Hj. Daslinur, Dr. H. Budiman Dt. Malano Garang (LKAAM Sumbar), Panpel Bimtek Zulkarnaini, ST, MM, serta ratusan masyarakat setempat.

    Suasana hangat terlihat saat salah seorang peserta yang baru akan menikah meminta pencerahan terkait kehidupan berumah tangga. Banyak peserta lainnya menyampaikan apresiasi karena materi yang diberikan dinilai sangat bernilai dan dapat menjadi pedoman menjaga keutuhan serta ketahanan keluarga di tengah kondisi sosial yang kompleks saat ini.

    Pemateri hari kedua Bimtek meliputi dr. Herlin Sridiani, M. Kes dengan materi Arah dan Kebijakan Provinsi dalam Pembangunan Keluarga Sumbar, H. Nurfirman Wansyah dengan materi Peran Pemerintah dalam Menanggulangi Permasalahan Ketahanan Keluarga, Dra. Hj. Daslinur dengan materi Peningkatan Ketahanan Keluarga dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, serta Dr. H. Budiman Dt. Malano Garang yang membawakan materi Penerapan ABS-SBK dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga.

    Kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga di Solok Selatan, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah secara menyeluruh.(putra)

    Gubernur Sumbar Ajak Solsel Tentukan Satu Nama Khas Durian Terbaiknya

    Sangir - Sumatera Barat memiliki potensi aneka ragam buah durian dan setiap daerah memiliki khas enaknya juga berfariasi. Begitu juga di Kabupaten Solok Selatan ragam enaknya buah durian sayang hingga kini belum ada varitas durian kualitas baik dari Solsel yang ternama seperti Durian Tambago dari Tanah Datar. 

    Hal ini sampaikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar Nasir Ahmad dalam sambutannya pada acara Pencangan Festival Durian di Kabupaten Solok Selatan di objek wisata Pulau Mutiara, Sangir Solsel, Senin (7/6/2021).

    Asisten Administrasi Umum katakan, dari sekitar 5.198 batang durian di Solok Selatan mesti menemukan dan menentukan nama khas durian terbaiknya, 

    "Dari sekian banyak buah yang turun berbuah itu tentunya akan ada satu atau dua varitas durian yang sangat enak dan dapat menjadi rasa khas Solsel. Jika ini ada tentunya setiap musim panen durian akan menjadi daya tarik orang datang merasakan enaknya durian khas Solsel ini " ajaknya. 

    Nasir Ahmad atas nama pemprov Sumbar juga menyampaikan apresiasi dan bangga akan kreatifitas pemkab Solsel mengelar acara Festival Durian sebagai upaya memberdayakan potensi daerah dan menggerakan kreatifitas masyarakat Soloj Selatan. 

    "Ada pencanangan festival durian, lomba durian unggul, pameran makanan olahan durian, pesta makan durian bersama masyarakat dan event - event budaya lainnnya. Hal ini tentunya jika teragenda setiap tahun akan mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan Solok Selatan", ungkapnya.  

    Nasir Ahmad sampaikan, berdasarkan data Dinas Pertanian Sumbar, jenis durian unggulan lokal segera didaftarkan untuk diberi nama varietas sehingga semakin mudah dikenal agar bisa di komersialkan. 

    "Pada tahun 2020 tercatat luas pertanaman durian di Sumbar 643.054 pohon (6.430 ha) dengan produksi 131.430 ton . Produksi durian terbesar terdapat di kabupaten Agam, kab Padang Pariaman, kab Pesisir Selatan dan Kota Padang. Khusus untuk kab Solsel terjadi peningkatan luas tanaman tadi tahun 2019 sebanyak 1.678 pohon menjadi 5.198 pohon," ungkapnya.

    Ia juga tambahkan, Provinsi Sumatera Barat melalui surat keputusan gunbernur nomor 521.849.2019 tanggal 13 November 2019 telah menetapkan kawasan durian pada 9 (sembilan) kabupaten /kota di Sumbar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Tanah Datar, Dhamasraya, Kab Solok, Solok Selatan, Pasaman dan Kota Solok.


    "Di kabupaten Solsel khusus penghasil durian di Lubuak Gadang Utara dan Jorong Koto Rambatan. Berdasarkan data sementara terdapat lebih 2000 batang durian dengan 32 jenis buah durian. Khas jenis durian Solsel Tepi Lubang, Durian Bulek, Durian Kunyit. Pastikan salah satu varietas durian yang memang dapat membawa Solsel menjadi daya tarik ekowisata yang dikunjungi banyak orang," harap Nasir Ahmad.

    Bupati Solok Selatn Khairunas juga katakan  penganekaragaman buah-buahan saat ini menjadi hal yang sangat penting. Dari sisi ketersediaan upaya tersebut dapat menyediakan pilihan buah-buahan yang lebih beragam dengan pengembangan sumber daya lokal, sehingga dapat mengembangkan kekayaan alam dengan bijak. 

    "Secara umum, Indonesia khususnya Sumatera Barat merupakan Negara yang memiliki plasma nutfah durian terlengkap didunia. Bahkan Menteri Pertanian sendiri telah melepas 71 varietas durian unggulan yang terbukti keandalannya seperti halnya durian sahalai sarawa, durian hijau, durian putiah, durian kunyik, dan lain sebagainya," ujarnya.

    Khairunas katakan, potensi buah durian sebetulnya sudah menjadi salah satu buah lokal unggulan Solok Selatan sejak dahulu kala yang memiliki citarasa berbeda dibandingkan durian lokal daerah lainnya. Dan festival hari ini sebagai bentuk penghargaan hasil panen para petani durian, rasa syukur kepada Allah SWT  dan rasa hormat kepada orang tua serta leluhur yang telah menanam durian hingga dapat kita nikmati hari ini.

    "Tanaman durian di Solok Selatan dengan puluhan varian citarasa tersebut, bahkan ada durian yang usia pohonnya mencapai 80 sampai 90 tahun, mulai dari daerah Tanjung Durian, Abai, Buluh Kasok, Koto Rambah, Bariang, Sungai Durian, Durian Capang Tigo dan Kenagarian lainnya, maka kita adakan kontes ini dengan tujuan memperkenalkan kepada masyarakat akan kekayaan potensi durian lokal agar tetap dapat kita wariskan kepada generasi anak cucu kita," katanya.

    Bupati juga ungkapkan, festival durian yang pertama kali ini, kami bersama OPD terkait dan panitia juga melibatkan peneliti dari Balai Penelitian Buah, pemerhati serta tenaga kesehatan terkait untuk mempertahankan kualitas tanaman durian hingga layak rilis untuk dikonsumsi. 

    "Karena yang kita makan nantinya tidak hanya dalam bentuk durian mentah saja, tetapi juga beraneka ragam olahan seperti halnya es krim durian, dodol durian, asam durian dan juga campuran durian dengan malamang yang sudah menjadi tradisi warga Solok Selatan dari tahun ke tahun," pungkas Khairunas.

    Rangkaian kegiatan festival durian ini,  juga ada atraksi anak nagari seperti tradisi menangkap ikan di Batang Sangir hanya menggunakan tangan, kegiatan mahunian durian, sepeda santai, lomba foto bertemakan festival durian dan tentu pantia sudah menyiapkan beragam hadiah menarik untuk para pengunjung maupun peserta lomba. (*)

    Sidang Paripurna DPRD Solok Selatan Tetapkan, Perda Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah


    Padang Aro (Sumbarkini-com)  Setelah pembahasan yang cukup alot, akhirnya DPRD Solok Selatan menetapkan Raperda Perubahan Perda nomor 3 tahun 2011 Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah menjadi Perda. Penetapan Perda Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah itu dilakukan dalam siang Paripurna DPRD Solok Selatan yang dipimpin Ketua DPRD Solok Selatan, Sidik Ilyas, di hadiri Bupati H. Muzni Zakaria, pimpinan DPRD, Armensyah Johan, serta anggota DRPD Solsel dan pimpinan OPD dilingkungan Pemkab. Soslel, Senin (29/7)

    Bupati H. Muzni Zakaria dalam sambutannya mengungkapkan rasa apresiasinya pada seluruh anggota DPRD Solok Selatan yang telah menuntaskan tugas bersama dengan OPD terkait, sehingga telah dapat menetapkan Ranperda ini.

    "Walau diakhir masa jabatan,  Anggota DPRD Solsel telah melakukan aktifitas pembahasan agenda yang telah sesuai jadwal dan tetap berkomitmen untuk mensahkan Ranperda ini menjadi Perda,” tukuk Muzni Zakaria.

    Tuntasnya beberapa pembahasan dan penetapan ranperda ini dalam sidang Paripurna adalah bagian dari bukti nyata komitmen Pemkab. Solsel dan DPRD Solsel untuk membangun Solok Selatan" ujar Bupati Muzni Zakaria.

    Masih di hari yang sama DPRD Solok Selatan bersama Bupati Solsel dan OPD juga melaksanakan Rapat Paripurna penanda tanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS APBD TA.2020 dan Paripurna Nota pengantar KUPA PPAS APBD - Perubahan tahun 2019

    Juru bicara Banggar Isril Yani yang membacakan laporan banggar mengatakan bahwa dalam menyusun plapon anggaran diharapkan untuk tidak keluar dari dari perda Rencana Tata Ruang Wilayah, dimana ibukota Kabupaten Solok Selatan itu adalah Padang Aro. Artinya dalam menganggarkan kegiatan dalam APBD Solok Selatan, harus menjadi skala prioritas pembangunan. Sehingga wajah dari pusat ibu kota itu akan tercerminkan dari orang yang baru datang ke daerah ini, demikian Isril Yani. (Yoriza)

    Musda IV BPC Gapensi Solsel Sukses, Tetapkan Ikhsanul Bahrein Ketua Terpilih


    Padang Aro, (Sumbarkini-com)  Bupati Solok Selatan diwakili Asisten III, Sekdakab. Solsel, Amdani menghadiri acara Musda Gapensi (musyawarah daerah Gabungan Pelaksana Konstruksi Seluruh Indonesia) ke- IV di Aula Wisma Umi Kalsum Muara Labuh, Sabtu (3/7)

    Sambutan Ketua Pelaksana, Jondril Arison, mengucapkan rasa terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Musda Gapensi. Digelarnya Musda ini, bagian dari pelajsanaan amanah dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gapensi.

    Sementara itu Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Gapensi Solsel, Ikhsanul Bahrein menyebutkan sekaitan dengan habisnya masa jabatan Ketua dan Pengurua Gapensi masa bhakti 2014 - 2019 tentu perlu di gelar Musda untuk memilih pemimpin yang baru.

    Hal ini tentu dengan harapan terpilihnya pemimpin organisasi jasa kontruksi Solsel jedepan yang sesuai hati nurani anggota untuk kemajuan organisasi kedepannya.

    "Muscab ke IV Gepensi Solsel, dengan mengusung tema Meningkatkan Peran Jasa Konstruksi untuk menghasilkan pembangunan infrastruktur yang bermutu dan berkualitas menuju Solsel yang lebih baik," terang Ikhsanul Bahrein.

    Dalam kata sambutannya, Bupati Solsel sebagaimana dibacakan Amdani menyampaikan rasa bangga dan mengapresiasi organisasi kedua tertua di republik untuk menunjang pembangunan. Artinya keberadaan organisasi telah terbukti mampu mengayomi anggotanya untuk keberlanjutan anggita organisasi dalam berusaha.

    Zaman telah berganti musim telah berubah, kedepan diharapkan Gaoensi kembali mampu menjadi pencerah dan penggiatan pembangunan yang berkualitas dan menjamin profesionalitas bekerja dalam berbagai karya pembangunan yang dilaksanakan anggota Gapensi

    Selanjutnya Asisten III Setdakab Solsel, Amdani secara resmi membuka Muscab ke IV. Secara umum Pemkab Solsel sangat mendukung penuh terlaksana Muscab IV Gepensi Solsel.

    "Termasuk organisasi tertua di Sumbar, mempunyai peran sangat besar dalam pembangunan daerah," ujarnya di Wisma Ummi Kalsum, Muara Labuh, Sabtu (3/8).

    Ia berharap, kedepan kerjasama Pemkab Solsel dengan Gapensi bisa lebih baik dan semakin meningkat dari sebelumnya. "Semoga berjalan lancar," katanya.

    "Kami berharap banyak hal besar yang ingin kita bangun bersama dan berbagai fasilitas untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di kabuoaten yang baru saja lepas dari status daerah tertinggal, sangat dibutuhkan peran serta dan sentuhan tangan para pengusaha yang tergabung di Gapensi Solsel, harap bupati

    "Anggota Gapensi jangan jadi penonton di daerah sendiri dan harus terus berkarya" tutup Faurani," pungkas bupati

    Ketua Badan Pimpinan Daerah ( BPD) Gapensi Sumbar, Darmizon didampingi Sekretaris Umum Gapensi Sumbar Hendri Sapta menyebutkan Muscab ke IV Gepensi Solsel menentukan masa depan Gapensi lima tahun ke depan.

    "Baik itu melalui program kerja dan lainnya," ucapnya.

    Usai pembukaan Musda dilanjutkan dengan kegiatan sidang-sidang komisi peserta Musda, guna menentukan ketua. akhir dari rangkaian sidang-sidang komisi Gapensi, menetapkan Ikhsanul Bahrein sebagai ketua terpilih secara aklamasi periode 2014 - 2019. Pasalnya yang mencalonkan diri untuk menjadi ketua Gapensi hanya satu orang, yaitu mantan ketua BPC Gapensi Solsel periode 2009-2014. Yoriza

    OSN Tingkat Sekolah Dasar Tahun 2019 Digelar Di SD Negeri 07 Mudiak Lawe

    Padang Aro, (Sumbarkini.com) - UPT Pendidikan Kecamatan Sungai Pagu menggelar seleksi peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kecamatan tahun 2019. Kegiatan yang di ikuti 28 Sekolah Dasar yang ada di Sungai Pagu itu dipusatkan di SD Negeri 07 Mudiak Lawe, Sabtu (23/2).

    Panitia pelaksana kegiatan OSN, Nelviaroza, S.Pd menjelaskan, peserta dari SD Negeri tercatat sebanyak 54 orang ditambah dari SD Islam Terpadu (SDIT) Marhamah sebanyak 2 orang. Artinya masing-masing sekolah mengutus dua orang peserta untuk mengikuti lomba Matematika dan IPA. Selain itu, juga melibatkan seluruh kepala sekolah dan guru yang ada di wilayah UPT Pendidikan Kecamatan Sungai Pagu.

    “ kita sangat berharap, kegiatan OSN kali ini akan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya, dan dapat pula menghasilkan duta kecamatan untuk mengikuti lomba di tingkat kabupaten, bahkan kalau bias hingga ke tingkat provinsi”, harap. Nelviaroza yang juga Kepala SD Negeri 26 Pulakek.

    Tujuan selanjutnya dari seleksi OSN adalah anak-anak SD punya pengalaman untuk bisa meningkatkan daya ingat dan pemahaman terhadap sesuatu, meningkatkan penalaran dan kemampuan untuk melihat yang nyata dan yang abstrak, terang Nelviaroza,

    Sementara itu, Koodinator UPT Pendidikan Wilayah Sungai Pagu, Ahmad Khatib didampingi, Pengawas Nursiwanti dan Masrinal usai membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) dihalaman SDN 07 Mudia Lawe menambahkan, kegiatan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

    Pada  tahun ini semua soal disiapkan lansung dari pihak Kabupaten. Selain itu, kegiatan ini juga serentak di laksanakan diseluruh wilayah UPT Pendidikan di kabupaten yang berjuluk Nagari Saribu Rumah Gadang ini.

    “ soal untuk kegiatan lomba OSN kali ini semuanya berasal dari kabupaten, hal ini bagian dari usaha untuk menjaga tidak bocornya soal lomba pada peserta”, terang Ahmad Khatib.

    Menurut dia, OSN merupakan kompetisi bergengsi dalam dunia pendidikan, dengan melombakan dua cabang mata pelajaran yakni Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada dasarnya, seleksi dilaksanakan setiap tahunnya secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional.

    Ahmad Khatib menambahkan, kegiatan OSN kali ini diharapkan dapat membawa nama baik untuk masing-masing sekolah dan untuk pendidikan di Kecamatan Sungai Pagu pada umumnya. Pasalnya lomba ini selain orientasinya untuk menguji kemampuan siswa juga sebagai evaluasi bagi guru dalam memberikan pembelajaran, terutama untuk dua matapelajaran yang dilombakan kali ini, yaitu Matematika dan IPA.

    Meski banyak harapan optimis untuk hasil kegiatan lomba, Ahmad Khatib, juga mengeluhkan masalah penganggaran kegiatan jika sudah menjadi juara.

    “ selama ini, kalau kita berhasil meraih juara 1 di tingkat kabupaten, maka untuk menuju ke tingkat provinsi kita akan terbebani juga biaya untuk ke provinsi”, kata Ahmad Khatib.


    Selain itu, juga belum adanya pembinaan yang optimal untuk para peserta lomba yang akan menuju lomba di tingkat yang lebih tinggi. Kedepan hal ini tentu kita sangat berharap adanya semacam pembekalan materi bagi peserta yang akan mengikuti lomba di tingkat provinsi, serta adanya dukunga financial bagi peserta,harap, Ahmad Khatib. Afriyoriza

    Bawaslu Solsel Ajak Berbagai Lapisan Masyarakat Kawal Pemilu


    Padang Aro, (Sumbarkini.Com) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Solok Selatan, gelar sosialisasi pengawasan Pemilu 2019 pada berbagai unsur masyarakat, sebagai bagian dari usaha untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan konflik pada pemilu yang akan dilaksanakan serentak pada tahun besok (2019-red).

    "Sosialisasi ini, sebagai upaya pencegahan terjadinya pelanggaran dan konfik. Tentu saja dengan harapan, Pemilu berjalan aman dan lancar, sehingga pandangan negatif yang sudah melekat selama ini yaitu Solok Selatan rawan konflik bisa dihilangkan", kata Ketua Bawaslu Solok Selatan M Ansyar, saat kegiatan sosialisasi yang di gelar di Wisma Umi Kalsum, Rabu (31/10).

    Pemilu katanya, bukan hanya saat pencoblosan tetapi ada tahapannya mulai dari pendaftaran, kampanye, pemutakhiran data pemilih dan rangkaian kegaitan lainnya.

    M. Ansyar, pengawasan bukan hanya dilakukan oleh Bawaslu saja tetapi masyarakat hendak ikut bersama-sama melakukan pengawasan, sehingga tercipta Pemilu tertib dan damai. Maka dengan kegiatan sosialisasi ini seluruh peserta dapat melaksanakan perannya sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan, undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu.

    Dijelaskannya, dengan keterbatasan tenaga yang ada di Bawaslu, seperti adanya satu orang pengawas di setiap nagari, keterlibatan berbagai unsur masyarakat sangatlah membantu terjaminnya ketertiban dalam penyelenggaraan pemilu.

    Kegiatan Sosialisasi Pengawasan yang menghadirkan nara sumber, Eliyanti selaku Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi itu, menghadirkan para Camat, Wali Nagari, KAN, organisasi pemuda dan mahasiswa di tiga Kecamatan,  yaitu  Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Kecamatan Pauah Duo.

    Pada materi sosialisasi, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sumbar Elly Yanti mengatakan, berdasarkan indeks kerawanan Pemilu yang dibuat Bawaslu pusat tingkat kerawanan Sumbar berada di urutan ke tiga setelah Papua dan Yogyakarta.

    "Tingkat kerawanan ini berdasarkan hasil penilaian dari Pemilu sebelumnya yaitu pada 2014/2015," ujarnya.

    Dijelaskannya, , kerawanan Pemilu ada disetiap tahapan seperti saat pemutakhiran data pemilih, kerawanannya adalah pemilih ganda. Saat ini tahapan Pemilu 2019 adalah masa kampanye dan waktu kampanye cukup panjang yaitu lebih dari enam bulan mulai September hingga Maret 2019.

    Oleh sebab itu katanya, untuk mencegah pelanggaran sehingga Bawaslu gencar melakukan sosialisasi. Selain itu ia mengajak masyarakat untuk mewaspadai politik uang kampanye hitam sebab akan merugikan dan melanggar hukum.

    "Masyarakat jangan mau menjual hak pilihnya hanya dengan Rp100 ribu karena dampaknya sampai lima tahun kedepan," ujarnya.

    Kegiatan sosialisasi selain dihadiri dua Komisioner Bawaslu Solsel, juga dihadiri Sekretaris, Bawaslu, Admi Munandar dan staf sekretariat Bawaslu Solsel. (afriyoriza)

    Motivasi Pelajar Agar Giat Pelajar SMPN 1 Solsel Terapkan Sistem Poin dan Pelaksanaan Ibadah

    Padang Aro, (Sumbarkini-Com) - Selain penerapan louncing sistem poin untuk mendorong pelajar agar lebih serius dalam mengikuti proses belajar mengajar, pihak SMP Negeri 1 Solsel bersama Komite sekolah juga telah menerapkan adanya kegiatan keagamaan, seperti kegiatan khatam quran dan kegiatan shalad Zuhur berjamaah setiap hari, Senin sampai Kamis setiap minggunya.


    Kepala SMPN 1 Solsel, Yuges Oktris, S.Pd kepada Singgalang menjelaskan, untuk motivasi siswa agar rajin belajar disetiap kegiatan PBM, sekolah telah menerapkan sistem poin untuk setiap pelanggaran yang dibuat oleh siswa. Kesepakatan poin itu, adalah bagian dari sanksi yang diberikan pada pelajar atas kesalahan yang dilakukan.

    Telah disepakati, bahwa poin tertinggi untuk pelanggaran anak yang terjadi adalah 100, dengan rentang poin pembinaan mulai dari 25, 50 dan 75 poin. Artinya, pada kesalahan yang didapat anak sudah mencapai 25, maka orang tua mereka akan dipanggil untuk diberitahu. Hal yang sama juga dilakukan pada poin 50 hingga 75. Pada capaian poin kesalahan telah di angka 100, maka secara otomatis, anak kita kembalikan para orang tua, terang Yuges.

    “ kita telah melakukan louncing penerapan disiplin pelajar dengan sistem poin pelanggaran, yang dihadiri lansung oleh Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga”, tukuk kepala SMPN 1 Solsel.

    Meski adanya penerapan poin pelanggaran terhadap pelajar, pihak sekolah juga akan memberi apresiasi pada siswa yang telah melakukan perubahan atau siswa yang telah berprestasi, baik dibidang akademik maupun dibidang ekstrakurikuler, maka sanksi yang diberikan akan dikurang.

    Yuges Oktris menambahkan, dengan penerapan kegiatan sanksi dengan sistem poin untuk motivasi belajar, pihak sekolah juga telah melakjukan kegiatan ekstrakurikuler dengan pelaksanaan shalad Zuhur berjamaah setiap harinya (senin-kamis-red).

    Alhamdulillah kegiatan shalad zuhur ini, telah berjalan dilaksanakan oleh 561 pelajar (23 rombel-red) yang ada di sekolah ini, sejak awal tahun pelajaran kemaren. Kegiatan shalad berjamaah ini, selain menjadi tanggungjawab guru agama secara lansung, juga menjadi tanggung jawab masing-masing wali kelas, terang Yuges.


    Guna mendukung keberhasilan pelajar, pihaknya, dengan dukungan guru 43 orang, diantaranya 31 orang guru sertifikasi. Sedangkan ruang kelas, masih kurang empat lokal karena rusak berat akibat gempa beberapa waktu lalu. Saat ini, kekurangan lokal dimamfaatkan ruang labor dan ruang osis untuk kegiatan PBM, demikian Yuges. Afriyoriza

    Minim Anggaran, Solsel Tetap Rutin Sosialisasi Mitigasi dan Tanggap Bencana

    Padang Aro (sumbarkini.com) - Menjadi salah satu daerah rawan bencana alam, membuat Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) rutin memberi sosialisasi mitigasi maupun tanggap bencana kepada warga setempat. Hal ini guna meminimalisir resiko akibat bencana.

    "Sejatinya kita minim anggaran untuk kegiatan itu. Namun, untuk sosialisasi mitigasi dan tanggap bencana tiap tahun selalu dilakukan, baik ke masyarakat maupun ke pelajar sekolah. Lalu, tiap tahun juga dilakukan simulasi bencana," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Sumardianto.

    Solsel lanjutnya, merupakan daerah yang rawan terhadap bencana banjir disertai longsor, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bencana gempa, erupsi Gunung Kerinci, kekeringan dan puting beliung. Termasuk bencana non alam seperti konflik sosial.

    Sementara itu, bencana dengan resiko besar yang dikhawatirkan Solsel yakni ancaman erupsi gunung kerinci. Terlebih, sejak September 2007 lalu, gunung kerinci ditetapkan status waspada atau level dua (waspada) oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geology (PVMBG) yang berkantor di Bandung dan sampai sekarang belum dicabut.

    Lalu terkait potensi gempa sambungnya, sebagian wilayah Solsel dilalui patahan sesar semangko yang dikenal dengan segmen Suliti. Panjangnya sekitar 95 km, dimulai dari Lembah Gumanti melalui Ulu Suliti, Koto Parik Gadang Diateh, Muaralabuh, Liki hingga Kerinci dan bertemu dengan Segmen Siulak.

    Namun sejauh ini, segmen Suliti masih dinilai belum banyak berulah. Terakhir, pergerakan besar terjadi pada segmen ini yakni pada tahun 1943 silam. Tahun 2015 lalu segmen Suliti juga sempat mengalami pergerakan dan tercatat pusat gempa di Pasirtalang dengan kekuatan sekitar 3 skala Richter.

    Masyarakat di jalur segmen itu jelas Sumardianto telah banyak menetap dan membangun perumahan. Jika segmen Suliti mengalami pergerakan yang kemudian menimbulkan gempa, maka minimnya informasi akan memicu kekhawatiran yang tinggi terhadap resiko korban bencana.

    Oleh karena itu sebutnya, BPBD selalu intens memberi sosialisasi kebencanaan. Demikian pula pemahaman pentingnya mitigasi bencana di lingkungan tempat tinggal masyarakat. Sebab resiko bencana akan semakin membesar jika masyarakat hanya sedikit mengetahui dan memahami pola tanggap bencana yang tepat.

    "Sekarang kita memiliki program sosialisasi yang dinamakan SMAB. Sosialisasi kebencanaan bagi Sekolah dan Madrasah aman Bencana. Dalam bulan ini akan turun ke sekolah-sekolah, bertindak sebagai pemimpin upacara lalu menyampaikan kepada siswa betapa pentingnya memahami potensi dan penanganan bencana," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala BPBD Solsel Johny Hasan Basri menambahkan, upaya mengurangi resiko bencana yang berkaitan dengan mitigasi bencana, kajiannya tidak selesai pada BPBD saja. Namun peran leading sektor lain yang memegang wewenang pembangunan fisik serta pemberi izin terhadap pendirian bangunan juga diperlukan keseriusannya.

    "Kebijakan leading sektor lain itu mesti selaras dengan upaya peningkatan kemampuan yang diberi ke masyarakat dalam menghadapi dan menangani bencana ini. Seperti, kita telah mengingatkan masyarakat agar tidak membangun rumah pada lokasi kaki bukit yang kemiringan melebihi 45 derajat, jika ada juga yang nekat maka jangan dikeluarkan IMBnya," katanya. (afriyoriza)

    Ultah ke-64 Muzni Terima WTP

    Padang Aro (sumbarkini.com) - Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria Ulang Tahun ke 64 pada 10 Oktober 2018, momen tersebut jadi lebih istimewa karena kadonya adalah laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

    "Tidak mudah mendapatkan ini, 14 tahun usia  kabupaten, 7 tahun disclaimer baru dua kali WTP, Terasa istimewa karena diserahkan tanggal 10 bertepatan tanggal lahir Bupati 64 tahun yang lalu", Ujarnya di Padang aro minggu lalu.

    Ia mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah tersebut agar lebih semangat bekerja untuk mewujudkan  opini WTP lima tahun berturut-turut.

    "Mendapat WTP adalah harapan setiap daerah, Mari lebih semangat lagi bekerja agar kita mampu memenuhi target WTP lima tahun berturut yang insya Allah sejalan dengan terwujudnya masyarakat Solok Selatan sejahtera dan religius." Harapnya.

    Ia mengucapkan Terima kasih atas kerja keras seluruh OPD sehingga laporan keuangan WTP ini bisa diraih.

    "Hari ini saya bahagia, terima kasih seluruh OPD, Para ASN dan THL yang hari ini telah memberikan kejutan Ulang Tahun yang sangat sederhana beserta hadiah WTP ini", katanya.

    Kepala Kantor Perbendaharaan Negara Solok, KPPN  Junaidi, mengatakan pihaknya diperintahkan Menkeu untuk menyampaikan laporan keuangan WTP tersebut.

    "Pesan Menkeu mudah-mudahan Pemerinah Kabupaten Solok Selatan dapat mempertahankan WTP ini sehingga berlanjut ke WTP berikutnya", katanya. (afriyoriza)


    Total Pelamar CPNS di Solsel Yang Lengkap Persyaratan 2470

    Padang Aro (sumbarkini.com) - Semenjak dibukanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sekitar empat minggu lalu, hingga saat ini tercatat sebanyak 2.470 yang lengkap persyaratan dari total 2.964 pelamar yang memasukan bahan.

    Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Solsel, Erwin Ali menjelaskan, bahwa dari total sebanyak 2.470 pelamar tersebut, telah mengisi formasi untuk Tenaga Teknis, 966 orang, Tenaga Kesehatan,590 orang, Tenaga Pendidik, 1.398 orang, Kategori II, 7 orang, Disabilitas, 2 orang, dan Cumloude, 1 orang.

    “Hingga hari ini (Jumat-red), beberapa formasi yang masih kosong tiga minggu lalu sudah mulai terisi, diantaranya untuk formasi Disabilitas, Comloude, dan Ketegori II, “ terang Erwin Ali.
    Sebelumnya, dari 211 formasi yang disediakan, sebanyak delapan formasi masih ada yang belum terisi. Sedikitnya delapan formasi yang masih kosong pada tiga minggu setelah pendaftaran dibuka.

    "Tiga minggu berjalan sejak dibuka pendaftaran, ada delapan formasi yang masih belum ada peminatnya. Delapan formasi yang masih kosong itu, ada untuk kategori penyandang disabilitas, lulusan terbaik, tenaga honorer dan satu formasi dokter spesialis," tukuk Erwin Ali.

    Delapan formasi yang belum ada pendaftar itu lanjutnya, jabatan penata laporan keuangan bagi kategori penyandang disabilitas pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Jumlah formasi yang dibutuhkan satu orang untuk kualifikasi pendidikan S-1 Akutansi dan masih kosong pelamar hingga kini.

    Selanjutnya, satu formasi bagi kategori lulusan terbaik untuk jabatan analisis sistem informasi pada BKPSDM, bagi S-1 Sistem Informasi. Jumlah formasi satu orang, juga masih kosong.

    Lalu, formasi untuk jabatan analisis dunia usaha bagi S-1 Bisnis Internasional yang akan ditempatkan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solsel. Untuk formasi ini, dibutuhkan dua orang dan baru ada satu pendaftar. Kemudian, formasi untuk jabatan pengelola sistem dan jaringan untuk lulusan S-1 Teknik Komputer Jaringan. Formasi ini dibuka untuk umum dengan jumlah dua formasi yang disediakan. Hingga kini tercatat masih nihil pendaftar.

    Selanjutnya, formasi untuk jabatan Pranata komputer ahli pratama di Diskominfo Solsel bagi kategori penyandang disabilitas. Kualifikasi pendidikan yang diminta yakni, S-1 Sistem Komputer dan S-1 Teknik Komputer dengan jumlah formasi satu orang.

    Kemudian, formasi untuk tenaga guru di sekolah negeri di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Solsel, sebanyak 27 formasi. Dibuka untuk kategori honorer K2 lulusan S-1 keguruan. Lalu, formasi untuk jabatan tenaga dokter spesialis pada Puskesmas Abai sebanyak satu formasi. Terakhir, tenaga kesehatan untuk Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Solsel dengan kualifikasi pendidikan DIII kesehatan sebanyak satu formasi.

    Masih data sebelumnya, dari delapan formasi sudah mulai terisi. Khusus untuk honorer sejatinya telah ada yang mendaftar sebanyak tujuh orang dari 27 formasi yang dibutuhkan. Namun, saat ini masih dalam proses perivikasi berkas oleh BKPSDM karena alur pendaftaran dari K2 ada syarat tambahan.

    "Di sisi lain, guna mendorong minat pendaftar kami berencana juga akan berkoordinasi dengan Kemenpan-RB dan BKN terkait penambahan jumlah kualifikasi pendidikan. Seperti S-1 Sistem Informasi kan sulit itu, nah kita minta agar Kementerian menambah kualifikasi pendidikan lain yang serupa," ujarnya.

    Ia membeberkan, sebanyak sebanyak 2.964 memasukan bahan, telah terverifikasi lengkap sebanyak 2.470 pelamar, demikian Erwin Ali. (afriyoriza)

    Pulau Mutiara Objek Wisata Terpendam Bupati Motivasi Wisata Baru Solsel

    Padang Aro (sumbarkini.com) - Bupati Solok Selatan, H. Muzni Zakaria mengatakan akan mendukung pengembangan salah satu obyek wisata, Pulau Mutiara, yang berada di Jorong Manggiu, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir

    “Saya akan dukung potensi wisata yang ada disetiap nagari, dalam rangka membangun kepariwisataan Solsel yang sudah dimulai lewat Kawasan Saribu Rumah Gadang”, ungkap Muzni Zakaria saat melihat potensi pulau ‘Mutiara’ yang bisa dijadikan objek wisata baru ketika membuka Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Kabupaten Solok Selatan mingu kemaren.

    Bupati berjanji akan memberikan dukungan untuk setiap usulan masyarakat atau kelompok masyarakat yang siap memajukan potensi yang dimiliki nagarinya. Apalagi potensi tersebut dapat membawa dampak peningkatan perekonomian masyarakat, tukuk Muzni.

    "Silahkan nanti ajukan perencanaan pengembangan potensi yang dimiliki nagari, terutama potensi pulau mutiara ini yang bisa dikembangkan untuk kepariwisataan, " ungkap Bupati bersemangat

    Sebelum membuka kegiatan Jambore PKK, Bupati Solok Selatan, Asisten Perekonomian Epli Rahmat, dan rombongan lainnya menyempatkan diri untuk meninjau pinggiran sungai Batang Sangir yang berada di Pulau Mutiara tersebut.

    "Tolong jaga keasrian alam yang ada di Pulau ini, dan jangan terlalu banyak bangunan beton nantinya. Termasuk hutan kecil yang ada di lokasi ini jangan ditebang dulu," ungkap Bupati dengan penuh takjub melihat indahnya sungai dengan pemandangan alam yang asri tersebut

    Sungai yang begitu indah tersebut juga disarankan Bupati untuk dijadikan sungai larangan, terutama untuk Ikan Garing yang begitu lezat yang biasa hidup di sungai-sungai yang ada
    "Lokasi ini juga bisa menjadi wisata kuliner dimana pengunjung bisa memancing ikan sekaligus membakar ikan," saran Bupati

    Bahkan bupati meminta OPD terkait untuk mendesain pulau mutiara ini sebaik mungkin dalam rangka mendukung pengembangan wisata alam plus wisata kuliner ikan gariang.

    “ silakan bangun rumah makan dengan pondok-pondok yang bernuansa alami disepanjang sungai ini”, tambah Muzni Zakaria.

    Muzni Zakaria juga berkeinginan untuk menjadikan lokasi pula Mutiara itu sebagai tempat permanen untuk penyelenggaraan jambore atau menjadi tempat kegiatan berkemah.

    Sementara itu  Ketua Bamus Nagari Lubuk Gadang Utara, Bulhasan Dt. Panduko Alat, , mengatakan harapannya agar pengembangan obyek wisata tersebut dapat didukung oleh Pemerintah Kabupaten nantinya

    "Kita sudah menyusun master plannya secara umum, dan kita akan sampaikan nantinya kepada Bapak Bupati. Apalagi lokasi ini jga telah dihibahkan ke pemerintahan nagari untuk dikelola lebih lanjut," ujar Bulhasan

    Dalam pengembangan obyek wisata nantinya menurut Bulhasan akan terdapat sarana pemandian, sarana olahraga, dan lokasi kuliner khas tradisional dengan makan pakai daun pisang.
    "Tahun ini juga telah kita anggarkan lapangan futsal dan volley terbuka dari dana desa Nagari," ujarnya.

    Selain mengapresiasi pulau mutiara, Bupati H. Muzni Zakaria juga mengajak seluruh pemerintahan nagari dan kecamatan untuk mendata potensi wisata yang dimiliki untuk dijadikan sebagai salah satu unggulan untuk pendukung kepariwisataan di kabupaten berjuluk Nagari Saribu Rumah Gadang itu. (afriyoriza)

    240 Kader PKK Ikuti Jambore di Pulau Mutiara


    Padang Aro (sumbarkini.com) - Sebanyak 240 orang kader Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) ikuti Jambore PKK berprestasi tingkat kabupaten, di objek wisata Pulau Mutiara, Nagari Lubuk Gadang Utara, Sangir, Rabu (27/6). Kegiatan ini, ditujukan guna meningkatkan wawasan dan rasa kekeluargaan serta saling bertukar informasi dan pengalaman antar kader dalam pelaksanaan gerakkan PKK.

    "Kegiatan ini diadakan selama 3 hari, dimulai dari rabu (27/6) hingga Jum'at (29/6) mendatang. Ada 240 kader yang mengikuti, terdiri dari 273 kader PKK Nagari, 21 orang kader PKK Kecamatan dan 36 pengurus PKK Kabupaten. Selama tiga hari ini, kami menggelar beberapa rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan 10 Program Pokok PKK," kata Ketua TP-PKK Kabupaten Solsel, Ny Suriati Muzni.

    Jambore sendiri lanjut Suriati digelar bukanlah sebagai kegiatan tahunan yang bersifat hura-hura. Melainkan untuk memberi pengalaman bagi para kader PKK di Solsel termasuk ajang untuk melihat kebolehan dan beragam keterampilan yang ditunjukkan para kader.

    "Hal-hal yang terdapat dalam jambore ini dan lomba-lomba yang dilaksanakan tentu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para kader. Terutama inspirasi untuk pekerjaannya mensejahterakan keluarga dan masyarakat umumnya," paparnya.

    Beberapa rangkaian kegiatan lomba yang digelar selama jambore tersebut yakni, lomba yel yel dasawisma, lomba Mars PKK, lomba stand UP2K dengan penampilan dan menggali produk produk unggulan nagari, lomba simulasi pola asuh anak dan remaja, lomba penyuluh pengolahan sampah rumah tangga, serta beberapa lomba ria melalui out bond.

    Ny Suriati juga mengapresiasi kehadiran kepala OPD dalam pembukaan jambore PKK ini. "Sebagaimana kita ketahui, jambore digelar bertepatan dengan hari libur nasional. Namun, kehadiran kepala OPD tetap banyak, terima kasih dan apresiasi kami sampaikan, ini menunjukkan bagaimana kepedulian dan kerjasama OPD kepada PKK sangat baik," ujarnya.

    Sementara itu, Bupati Solsel, Muzni Zakaria mengatakan jambore sejatinya ajang atau wadah untuk bersilaturahmi antar kader PKK di Kabupaten Solsel. Lebih dari itu katanya, merupakan ajang kreasi dan prestasi yang pada akhirnya untuk mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera.

    Bupati berharap agar kader PKK dari berbagai nagari maupun kecamatan dapat memperlihatkan prestasi-prestasinya. Supaya nanti Solsel dapat dipilih untuk mengikuti Jambore PKK ditingkat Provinsi Sumatera Barat.

    Disisi lain Bupati juga menginginkan lokasi pulau mutiara di permanenkan sebagai lokasi jambore PKK tiap tahunnya. "Dimana-mana telah kita laksanakan jambore PKK, namun di sini adalah lokasi yang paling bagus dan cocok untuk melaksanakan jambore," tegasnya.

    Pemerintah daerah lanjut Muzni, akan berupaya menata lokasi Pulau Mutiara ke depannya. Sehingga katanya, selain untuk lokasi perhelatan jambore juga mempunyai daya tarik tersendiri dan bisa juga nanti dijadikan lokasi wisata baru.

    "Lebih sempurna lagi lokasi ini karena ada sungai, di sini bisa kita jadikan lokasi ikan larangan, masyarakat dilarang menyentrum ikan, meracun ikan, kita jadikan wisata memancing serta kuliner ikan bakar khusus ikan gariang," kata Bupati.


    Sambutlah Kedatangan Presiden

    Pada saat penutupan jambore, Jumat (29/6) lalu, Bupati juga meminta kesiapan seluruh pejabat lingkup Pemkab Solsel beserta seluruh masyarakat setempat dalam menyambut kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke Solsel. Terutama katanya, persiapan dari segi menjaga tatanan sikap yang berbudaya dan berbudi luhur sebagai masyarakat Minangkabau.

    "Memang belum dipastikan agendanya kapan Bapak Presiden ke Solsel. Namun, sebagaimana pernyataan beliau sendiri bahwa dalam waktu dekat pasti akan berkunjung ke daerah Seribu Rumah Gadang ini. Semoga dalam waktu dekat keinginan beliau untuk datang ke sini terwujud," katanya.
    Dengan datangnya Presiden ke Solsel nantinya lanjut Muzni, tentu akan berdampak baik bagi pembangunan daerah. Terlebih lagi, kondisi Solsel sebagai kabupaten yang masih berusia muda dan saat ini tengah berjuang untuk maju lewat pemanfaatan potensi wisata daerah.

    "Setidaknya Solsel akan lebih dikenal. Jika sebelumnya diketahui dari segi kekurangannya saja, sekarang tentu akan dikenal sebagai daerah yang kaya budaya dan memiliki beragam prestasi," katanya.

    Turut Hadir pada acara pembukaan dan penutupan jambore itu, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kapolsek Sangir, Camat se-Solok Selatan, Walinagari se Solok selatan serta tokoh masyarakat dan Ninik Mamak dan bundo kandung di kecamatan Sangir dan undangan lainnya. (afriyoriza)

    Menghadapi Lebaran SMPN 2 Solsel Berbagi Dengan Warga Lingkungan Sekolah


    Pembagian Reward pada juara kelas oleh R. Rita (Kepsek SMPN 2 Solsel)

    Padang Aro (sumbarkini.com) - Berbagi dengan sesama, terutama bagi warga sekitar sekolah yang kurang mampu masih menjadi bagian kegiatan rutin digelar setiap menjelang akhir ramadhan oleh keluarga besar SMPN 2 Solok Selatan. bahkan kebersamaan juga dilakukan oleh pimpinan sekolah pada anak-anak yang kurang mampu disekolah tersebut.

    “ selain kegiatan ini bagian dari tradisi sekolah, juga dalam rangka memberi tauladan pada siswa agar saling peduli dengan sesama. Terutama dalam menghadapi hari lebaran idul fitri, ungkat Kepala SMPN 2 Solsel, R. Rita, S.Pd, M.Pd, ketika memberi sambutan diacara penyerahan lapor kenaikan kelas siswa sekolah tersebut, Sabtu (9/6).

    Masih menurut R. Rita, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kali ini diberikan pada anak 105 orang siswa dengan masing-masing menerima sebesar Rp. 120 ribu. Selain itu ada juga diberikan pada beberapa staf dan guru sukarela di sekolah yang terletak di depan Mapolsek Sungai Pagu tersebut.  Tidak itu saja, sebanyak 14 orang warga masyarakat yang berada disekitar sekolah, juga dijatah sembako oleh pihak sekolah.

    Adapun sumber dana untuk pembayaran THR dan pemberian sembako pada warga masyarakat yang bertempat tinggal dilingkungan sekolah adalah, dana zakat yang disisihkan oleh guru dan staf selama satu tahun.

    “ sebanyak 70 % dari total dana zakat yang dikumpul sekolah dari guru dan pegawai sekolah diserahkan pada Baznas Solok Selatan, dan 30 % diserahkan oleh sekolah pada siswa dan masyarakat disekitar sekolah, “ tukuk R. Rita.
    Kepsek SMPN 2 Solsel. R.Rita, S.Pd, M.Pd 
    Memberi Sembako pada warga sekitar sekolah. (sumbarkini.com)

    Disela-sela pemberian bantuan Zakat/THR pada siswa dan warga masyarakat, Kepala SMPN 2 Solsel, R. Rita yang didampingi guru agama sekolah tersebut, Osmanto, S.Pd.I, menambahkan bahwa pada bulan ramadhan kali ini ada beberapa kegiatan yang digelar, diantaranya pelaksanaan pesantren ramadhan bagi seluruh siswa. Kegiatan itu oleh pihak sekolah juga diganjar dengan hadiah bagi siswa yang berhasil dalam kegiatan pesantren dibidang tahfidz dan shalad berjamaah.

    Dipenghujung acara pihak sekolah juga memberikan reword pada siswa yang berprestasi disetiap kelas dan juara umum bidang prestasi sekolah bidang Kurtilas dan KTSP. Untuk kelompok Kurtilas siswa yang nilainya paling tinggi dan merupakan juara umum diraih Vella Rahma Dini dan jura umum kelompok KTSP, adalah Nova Indra Saputri. Afriyoriza

    Baznas Salurkan Zakat Kepada 1.076 Pegawai Honorer

    Wabup H. Abdul Rahman sebelum menyalurkan zakat baznas pada THL Pemkab.Solsel

    Padang Aro (sumbarkini.com) -  Baznas Kabupaten Solok Selatan, menyalurkan zakat kepada 1.076 orang pegawai sukarela dan Tenaga Harian Lepas (THL) atau honorer baik di OPD maupun guru sebelum memasuki hari raya Idul Fitri yang tinggal hitungan hari lagi.

    "Zakat yang disalurkan kepada tenaga honorer sebelum hari raya Idul Fitri sebanyak Rp 269 juta, dimana setiap orang mendapat Rp 250 ribu", kata Ketua Baznas Solsel Bakri Bakar, sebelum prosesi penyerahan zakat secara resmi oleh Wakil Bupati H. Abdul Rahman di kantor Baznas Solsel, Selasa (5/6).

    Dia mengatakan, untuk tenaga honorer dan sukarela yang menerima zakat ini dilakukan proses seleksi oleh Baznas supaya lebih tepat sasaran.Pegawai honorer dan sukarela yang mengajukan permohonan ke Baznas sebanyak 1.315 orang tetapi ada kriteria yang tidak terpenuhi seperti belum menikah, sama-sama THL  sehingga dipilih salah satu atau pasangannya ASN dan formulir yang tidak terisi lengkap.

    Penyaluran zakat bagi pegawai honorer ini katanya, yang dekat dengan kantor Baznas diharapkan datang langsung dan yang jauh diantarkan kelokasi. Ia menambahkan, hingga Mei 2018 pihaknya sudah mengumpulkan zakat sebanyak Rp1,07 miliar yang sebagian besar dari Aparatur Sipil Negara.

    "Perorangan yang menyerahkan zakatnya melalui Baznas masih relatif kecil yaitu Rp. 30,4 juta," katanya.

    Sementara itu Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, mengatakan, masih banyak ASN yang belum paham manfaat zakat sehingga belum semua OPD yang zakatnya terkumpul 100 persen. Menurut dia, Sebagai umat muslim memberikan zakat merupakan sebuah kewajiban bukannya kedermawanan.

    "Zakat tidak ada hubungannya dengan kedarmawanan karena itu kewajiban sebab dalam harta yang ia miliki ada hak orang lain," ujarnya.

    Dia mengatakan, dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini kehadiran Baznas sangat membantu sebab penyalurannya langsung menyentuh kesasarannya.

    "Perekonomian masyarakat Solok Selatan saat ini cukup berat sebab sebagian besar warga setempat merupakan pekerja musiman," katanya.

    Meski demikian Wabup. Abdul Rahman sangat berharap pada semua masyarakat Solsel untuk dapat menghadapi lebaran dengan sabar dan penuh kesederhanaan, namun penuh makna dan kebahagiaan.
    Dipenghujung kegiatan penyaluran zakat, Ketua Baznas, Bakri Bakar menginformasikan bahwa untuk penerimaan zakat fitrah pada tahun ini masih di fokus pada masing-masing masjid dan mushallah yang ada di Solsel, dan diharapkan untuk disalurkan sesegera mungkin  pada masyarakat sekitarnya. (afriyoriza)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2