• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label tanggap bencana. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label tanggap bencana. Tampilkan semua postingan

    Padang Usulkan Pembuatan 200 Titik Sumur Komunal dan Penambahan Dua SPAM Baru

    Padang (sumbakini.com) - Perumda Air Minum Kota Padang bersama Pemko Padang mempercepat penanganan krisis air bersih. Salah satunya adalah pengajuan pembangunan 200 sumur bor komunal dan penambahan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

    Hal itu disampaikan disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran kepada Menteri PUPR Dody Hanggodo saat meninjau kondisi intake Perumda Air Minum Kota Padang, Jumat (30/1/2026). Ikut dalam rombongan itu Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang mendampingi Anggota DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Anggota DPRD Kota Padang Mastilizal Aye.

    Fadly Amran menyampaikan bahwa Perumda Air Minum Padang saat ini telah bekerja maksimal untuk memulihkan layanan. Hanay saja keterbatasan infrastruktur pascabencana membuat sistem distribusi air masih bersifat sementara dan rentan terhadap gangguan.

    “Kami meminta pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami kekeringan agar beban distribusi Perumda AM tidak terlalu berat," ujarnya. 

    Ditegaskan Fadly bahwa dengan bertambahnya sumur bor komunal, suplai air ke rumah tangga bisa lebih stabil dan tidak seluruhnya bergantung pada jaringan Perumda Air Minum.

    Lebih jau Fadli menerangkan dari 200 titik sumur bor yang diusulkan, hanya sekitar 50 titik berada di atas aset milik pemerintah kota. Sisanya akan ditempatkan di fasilitas publik agar mudah diakses masyarakat.

    “Sebagian besar sumur bor akan kita arahkan ke masjid dan musala sehingga warga bisa memanfaatkan air bersih secara komunal, terutama saat pasokan PDAM terganggu,” tegasnya.

    Fadly Amran juga mengungkapkan pembangunan SPAM baru telah disetujui untuk tahun anggaran 2026. Upaya ini dilakukan dalam rangka peremajaan sistem air bersih di Kota Padang yang rawan bencana.

    “Direncanakan ada dua SPAM baru dengan kapasitas 200 liter per detik dan 500 liter per detik. Fokus utama kita adalah mengganti SPAM Gunung Pangilun yang kondisinya sudah tidak layak,” ulasnya.

    Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyatakan pihaknya telah menyiapkan kebijakan khusus bagi pelanggan yang terdampak paling parah.

    “Sekitar 1.382 pelanggan atau sekitar 1,1 persen dari total pelanggan kami benar-benar tidak mendapatkan aliran  air. Untuk pelanggan tersebut, rekening air bulan Februari kami nol-kan, termasuk retribusi sampah,” ungkapnya. (*/Elsi)

    Walikota Padang Tegaskan Dukungan Terhadap Respon Cepat Menteri PUPR

    PADANG (sumbarkini.com) – Wali Kota Padang, Fadly Amran Fadly Amran menegaskan kesiapan jajaran Pemerintah Kota Padang untuk mendukung penuh percepatan normalisasi sungai yang diinstruksikan pusat. Hal ini disampaikannya saat  mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, di Bendungan Koto Tuo, Kelurahan Balai Gadang, Kamis (29/1/2026). 

    Fadly mengatakan bahwa kehadiran Menteri PUPR merupakan angin segar bagi warga Kecamatan Koto Tangah yang terdampak banjir. Ia menyatakan apresiasinya atas langkah tegas kementerian yang meminta pemulihan infrasturktur itu dilakukan selama 24 jam. 

    “Kami sangat mengapresiasi perhatian dan langkah cepat dari Bapak Menteri PUPR. Pemerintah Kota Padang siap berkolaborasi dan bersinergi agar seluruh proses penanganan pascabanjir ini berjalan tanpa kendala teknis di lapangan,” ujar Fadly.

    Selain fokus pada perbaikan fisik, Fadly juga menyambut baik arahan Menteri terkait program padat karya yang melibatkan warga lokal. Menurutnya, keterlibatan masyarakat akan sangat membantu ekonomi warga yang sempat terganggu akibat bencana.

    “Harapan kita, normalisasi ini segera tuntas sehingga masyarakat kembali merasa aman dan tenang. Bendungan Koto Tuo adalah urat nadi pengairan dan kendali air di kawasan ini, jadi penyelesaiannya memang sangat mendesak,” ujarnya.

    Tampak hadir Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V). (Nelvi) 

    Meski Lelah, Pegawai PDAM Tetap Layani Kebutuhan Air Warga

    Padang – Tak terbayang oleh para pegawai Perumda Air Minum Padang, banjir bandang yang melanda Kota Padang sejak selasa 25 November 2025 lalu akan merubah drastis ritme kerja mereka. Sejak suplai air bersih terputus, mereka harus secara simultan mendistribusikan air bersih ke warga-warga kota.

    Truk tangki atau mobil bak terbuka yang memuat beberapa tandon air volume 1.000 liter berkeliling menjajakan air gratis. Perkampungan hingga komplek perumahan mereka kunjungi untuk memastikan warga terutama pelanggan mendapatkan air bersih.



    Walau lelah, petugas Perumda Air Minum Kota Padang tetap berupaya mendistirbusikan air bersih. “Sedikit pak, tapi ini adalah tugas yang harus kami jalankan demi membantu warga yang kekurangan air bersih pasca banjir bandang. Lelah kami terbayar kalua melihat wajah ceria masyarakat,” ujar Redy Patria, petugas Perumda Air Minum Kota Padang.

    Diceritakan Redy awalnya mereka mendistribusikan air dipusatkan di rumah tokoh masyarakat, rumah ibadah, sekolah dan tempat-tempat yang memungkinkan banyak mengakses air bersih yang mereka bawa. Tak peduli malam hari sekalipun.

    Ade Nofrizal petugas lainnya, sembari mengisi bak penyimpanan air milik warga mengatakan saat ini petugas mempermudah akses warga untuk mendapatkan air bersih. Tangki-tangki air didirikan di lokasi-lokasi tertentu. Petugas berkoordinasi dengan RT/RW setempat, dimana tangka air akan diletakkan. “Petugas akan mengisi tangki itu saja. Ini kebijakan pimpinan kami untuk mempermudah pendistribusian air bersih,” ujarnya, Sabtu 20 Desember 2024. 

    Disebutkannya, dia dan Kawan-kawan telah diturunkan ke lapangan sejak pasca banjir bandang pertama  pada Senin 24 November 2025 dan makin banyak armada yang turun pasca banjir 27 November 2025. Bahkan damkar dan kepolisian juga turut menurunkan petugasnya.

    Bahkan Perumda Air Minum Kota Padang menanyakan kebutuhan warga dan kemungkinan mereka memiliki tangki air atau reservoir air di rumah masing-masing. Warga ini juga dilayani kebutuhan air mereka. (zul)

    Kolaborasi Bersama Pemko, KJI Kota Padang Salurkan Puluhan Paket Sembako

    PADANG – Sisa-sisa trauma akibat terjangan banjir bandang yang melanda Kota Padang beberapa waktu lalu masih membekas di ingatan warga. Di tengah upaya pemulihan yang menguras tenaga dan air mata, secercah harapan muncul melalui aksi solidaritas yang digagas oleh organisasi profesi Pers Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Kota Padang.


    Pada Jumat pagi (19/12/2025), suasana di sebuah sudut pemukiman tepatnya Jalan Delima Nomor 77F Ujung Gurun, kantor Dewan Pimpinan Pusat Kolaborasi Jurnalis Indonesia (DPP-KJI) tampak berbeda. Di atas sebuah meja kayu sederhana, tumpukan tas berwarna oranye mencolok berisi bahan pokok (sembako) menjadi simbol penyambung hidup bagi mereka yang terdampak.


    Sebagai payung bagi para pemburu berita, KJI menyadari bahwa jurnalis bukan sekadar pelapor berita, tetapi juga bagian dari masyarakat yang tak luput dari musibah. Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara KJI dengan Pemerintah Kota Padang.


    Ketua KJI Kota Padang, Mukthisar, turun langsung memantau proses pendistribusian. Di sela-sela kesibukannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada pimpinan kota.


    "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Fadly Amran dan Bapak Maigus Nasir serta DPRD Kota Padang. Kepedulian pemimpin terhadap nasib wartawan dan warga terdampak adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir di saat-saat tersulit kami," ujar Mukthisar dengan nada haru.


    Di lokasi, terlihat para penerima bantuan bergantian menandatangani daftar hadir. Meski garis lelah masih tampak di wajah mereka, senyum kecil mulai merekah saat menenteng paket sembako tersebut.


    Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan betapa berartinya bantuan ini di tengah situasi ekonomi yang belum stabil pasca-bencana. "Alhamdulillah, bantuan dari KJI ini sangat meringankan beban dapur kami. Kami merasa tidak sendirian menghadapi ujian ini," tuturnya.


    Sentimen serupa datang dari salah satu awak media yang menjadi anggota KJI. Baginya, momen ini bukan sekadar tentang menerima paket pangan, melainkan tentang rasa persaudaraan dan perlindungan.


    "Kini kami benar-benar merasakan arti penting dari sebuah organisasi. Di saat kami jatuh, ada rekan-rekan yang merangkul. Semoga KJI semakin berkibar dan terus menjadi rumah yang hangat bagi kami semua," ucapnya lirih, sembari menatap tumpukan tas oranye yang perlahan berpindah tangan kepada mereka yang membutuhkan.


    Aksi sosial ini menjadi pengingat bahwa di balik pena dan kamera yang setiap hari bekerja, ada sisi kemanusiaan yang harus terus dirawat. KJI Kota Padang membuktikan bahwa sinergi antara pers dan pemerintah dapat menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan mental dan fisik masyarakat pasca-bencana.  (And)

    Maxim Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Bencana di Sumbar

    Padang - Perusahaan transportasi online Maxim menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Solok dan Jorong Aie Angek, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Aksi ini merupakan wujud kepedulian Maxim terhadap masyarakat  yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam. 

    Dalam kegiatan tersebut, Maxim menyalurkan bantuan berupa makanan, sembako, air mineral, peralatan sekolah serta pakaian layak pakai. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke lokasi terdampak oleh tim Maxim.

    Untuk penyaluran di wilayah Kabupaten 50 Kota, Maxim juga berkolaborasi dengan komunitas mitra pengemudi BRIXK, dengan dukungan aparat kepolisian setempat. Saat proses penyaluran bantuan, tim Maxim tetap berupaya menjangkau wilayah tersebut agar bantuan dapat diterima langsung oleh para korban meski akses menuju lokasi bencana tergolong sulit dan menantang,

    Head of Subdivision Maxim Solok, Andika Laksmana menyatakan, “Maxim  peduli dengan bencana yang terjadi di kota dan Kabupaten Solok. Meringankan meringan saudara kita ada adalah tugas kita bersama”.

    Sementara itu, Head of Subdivision Maxim Payakumbuh, Desfi Witra Yenti,  menyampaikan, “Kami manajemen Maxim turut berduka cita atas bencana ini, terutama bagi para korban yang berada di Koto Tinggi, Aie Angek, Kabupaten 50 Kota. Kami terpanggil untuk segera tanggap terhadap bencana
    ini yang telah menelan korban jiwa serta menyebabkan kerugian materiil”.

    Desfi menuturkan bahwa kehadiran Maxim di lokasi bencana diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan moral dan semangat bagi para korban untuk bangkit kembali. Kepedulian ini diharapkan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat terdampak.

    Salah satu korban bencana, Hengky, mengungkapkan, “Terima kasih kepada Maxim Payakumbuh atas perhatian dan pertolongannya. Tidak mudah untuk mencapai lokasi bencana di sini, namun Maxim mau bersusah payah menempuh rute yang rusak parah demi menyalurkan bantuan. Kami salut,” tuturnya.

    Aksi kemanusiaan ini merupakah salah satu perwujudan komitmen Maxim  dalam membantu korban bencana di berbagai daerah. Sebelumnya, Maxim telah menyalurkan ratusan paket makanan gratis bagi korban banjir di Sumatera Utara. Perusahaan juga berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam mendirikan posko bantuan di Dumai yang akan disalurkan kepada korban banjir di Sumatera Barat.

    Melalui rangkaian kegiatan sosial tersebut, Maxim berkomitmen untuk  terus hadir dan berperan aktif dalam mendukung masyarakat terdampak bencana serta memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di Indonesia. (*)

    Air Diantar Perumda Air MInum Kota Padang ke Rumah Pelanggan

    Padang – Warga Kota Padang yang mulai resah menanti jawaban kapan air PDAM mengalir ke rumah mereka lagi Bagai mendapat berkah dengan kedatangan mobil bak terbuka berlogo Perumda Air Minum Kota Padang. Mobil tersebut membawa dua torrent berukuran masing-masingnya 1.000 liter.

    “Alhamdulillah Perumda Air Minum Kota Padang mengantarkan air ke rumah-rumah pelanggannya. Untuk memudahkan pendistribusian  air tersebut, masyarakat menunggu pasokan air di rumah ini,” ujar Ketua RT 05/RW XV  Kelurahan Surau Gadang, yang akrab dipanggil Adek itu, Rabu, 17 Desember 2025.

    Dikatakan Adek kita yang selama ini ‘dimanjakan’ oleh pasokan Perumda Air Minum Kota Padang, dimana air mengalir hingga ke dalam rumah kita tentu mulai resah dengan air yang tiba-tiba terhenti, tidak mengalir lagi. Sementara air merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat.

    “Bagaiamana mereka melakukan aktifitas mandi, cuci dan kakus (MCK) jika air tak ada. Pasti ada yang kurang,” ujarnya sambil tertawa.

    Warga di sini pun mulai bertanya kenapa air minum belum juga mengalir. Kapan mengalirnya. Apa benar yang rusak dan sebagainya. Mereka juga bercerita suka duka demi memenuhi kebutuhan air bersih ini. Mulai dari membanjiri tempat gallon isi ulang, meminta air ke tetangga atau rumah ibadah bahkan ada yang menumpang di rumah keluarga dan sahabat yang punya persediaan air cukup banyak karena air sudah mengalir atau punya sumur cincin/sumur bor.

    “Sekarang tanya dan resah masyarakat sudah sedikit teratasi. Mereka mulai merasakan hadirnya PDAM, hadirnya pemerintah di tengah dampak bencana yang terjadi beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

    Petugas PDAM sambil melayani pendistribusian air tetap melayani pertanyaan-pertanyaan warga saat menunggu giliran mereka memenuhi ember, dirigen atau gallon yang mereka bawa.

    Dari mereka lah diketahui daerah Wisma Indah Siteba termasuk satu dari tiga wilayah yang menjadi tugas mereka yaitu Pisang, Sungai Sapih dan Lolong Karan. Mereka bertugas 24 jam dengan system shift demi membantu pemenuhan kebutuhan air masyarakat. Perumda juga dibantu oleh armada damkar dan kepolisian

    Jika air masih ada dan warga sudah tidak ada yang datang untuk mengambil air ke rumah Pak RT. Petugas pun berjalan lambat dan ketika melihat warga di rumahnya mereka menawarkan air yang mereka bawa.  “Ibu masih butuh air? Masih ada air bersih,” ujar mereka.

    Buk Nel dan Buk Rahmi yang kebagian air bersih di depan rumahnya tentu saja senang. Apalagi ketika petugas tidak segan membantu memindahkan air dari baskom besar ke ember-ember kecil yang digunakan untuk membawa air ke dalam rumah.

    “Senang kita dibuatnya. Air datang ke depan rumah dan kedua petugasnya ringan tangan membantu kita  menyalin air ke ember-ember kecil sementara kitab membawa air ke dalam. Terima kasih PDAM,” ujar pensiunan Bank Nagari tersebut. (zul)

    Kolaborasi Jurnalis Indonesia dengan BPBD Bersinergi, Antarkan Bantuan Satu Truk ke Nan Sabaris


    PADANG PARIAMAN - Secercah harapan menghampiri warga Nan Sabaris. Satu truk penuh bantuan kemanusiaan datang berkat aksi sinergi yang menyentuh, Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) menggandeng erat BPBD Provinsi Sumatera Barat untuk memastikan uluran tangan sampai ke titik paling terdampak.


    Pada sore yang diselimuti awan mendung tak menyurutkan semangat para jurnalis dan relawan. Di depan sebuah truk pengangkut berwarna merah menyala, yang punggungnya terhias spanduk bertuliskan "KOLABORASI JURNALIS INDONESIA", enam sosok berdiri tegak dengan kepalan tangan sebagai simbol persatuan dan ketangguhan. Wajah-wajah mereka, yang terdiri dari generasi muda hingga senior, memancarkan determinasi untuk membantu sesama.


    Bantuan logistik ini telah dikumpulkan melalui upaya bersama, ditujukan kepada warga yang mengalami dan merasakan langsung dampak banjir dan longsor di Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Daerah ini menjadi salah satu fokus utama penyaluran, mengingat dampak signifikan yang dialami masyarakat setempat.



    "Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai insan pers, tidak hanya memberitakan, tetapi juga bertindak nyata," ujar Andarizal, Ketua Umum DPP-KJI. 


    Ditegaskannya, sinergi dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat dimaksudkan guna memastikan bahwa bantuan ini terdistribusi secara tepat sasaran. "Langsung ke tangan saudara-saudara kita di Nan Sabaris," ungkapnya.


    Tim inti dari DPP-KJI telah disiapkan dengan matang. Di bawah komando lapangan yang cekatan dari Khairul Koto dan Jhon Rusli Pratama, bersama anggota KJI lainnya, rombongan kemanusiaan ini kini telah bersiap untuk menembus jalur menuju lokasi terdampak.


    "Kami tahu medan di sana tidak mudah pasca bencana, tapi kami akan pastikan amanah ini sampai," tegas Khairul Koto, menggambarkan kesiapan timnya.


    Kehadiran satu truk bantuan ini bukan sekadar logistik, melainkan simbol bahwa masyarakat Sumatera Barat tidak sendirian. Kolaborasi antara organisasi kewartawanan dan badan penanggulangan bencana ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan tetap membara di tengah cobaan alam, membawa pesan harapan bagi warga Nan Sabaris untuk segera bangkit dan memulihkan diri. (*/Elsi)

    Desak Nyatakan Bencana Nasional, Leonardy Ajak PERTI Peduli Bencana Terus Berkiprah

    Padang -
    Ketua Majelis Dewan Pembina Pimpinan Daerah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Provinsi Sumatera Barat, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH mengajak semua elemen yang ada di Sumbar dan perantauan untuk terus menyuarakan bencana lahar dingin, longsor dan air bah yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat sebagai bencana nasional. Suara kita ini penting dalam mendesak Presiden menetapkan bencana di daerah kita sebagai bencana nasional.

    “Kita harus terus menyuarakan agar bencana yang terjadi di Sumbar ini sebagai bencana nasional. Secara eskalasi bencana menimpa 6 kabupaten/kota yang ada di Sumbar. Korban jiwa dan harta pun tak sedikit. Ini bentuk empati kita kepada korban sehingga penanganannya lebih baik, lebih luas dan lebih cepat,” ujar Ketua Badan Kehormatan DPD RI itu, Rabu 15 Mei 2024.  

    Hal ini penting, karena dengan bencana di lahar dingin, longsor dan air bah sudah memenuhi penetapan syarat penentuan status bencana yang terjadi. Diantaranya jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana, cakupan luas wilayah yang terkena bencana dan
    dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. “Kita berharap, dengan ditetapkannya sebagai bencana nasional, perhatian dan penyelesaian terhadap akar penyebab bencana akan lebih fokus sehingga bencana lanjutan dapat diminimalisir,” tegasnya.

    Dikatakannya, akibat bencana pada Sabtu 11 Mei 2024 dan Minggu 12 Mei 2024, sudah menimbulkan dampak yang signifikan. Beberapa ruas jalan termasuk jalan nasional terputus akan berdampak pada perekonomian daerah. Akibat arus distribusi barang dan pergerakan orang-orang semakin jauh tentu mengakibatkan lonjakan harga kebutuhan pokok. Ini harus jadi perhatian bersama.

    Ditambahkan Leonardy, saat ini korban tewas tercatat sebanyak 58 orang, 35 orang hilang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi. Adapun rincian korban meninggal dunia di antaranya Kota Padangpanjang 2 orang, Kabupaten Agam 20 orang, Kabupaten Tanahdatar 19 orang, Kota Padang 1 orang, Kabupaten Padangpariaman 8 orang.

     


     

    Sebagaimana kita ketahui, kata Leonardy lagi, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah memaparkan akibat bencana itu rumah warga yang rusak berat sebanyak 84 unit, rusak sedang 125 unit dan rusak ringan 17 unit.

    Sedangkan rumah warga yang hanyut diterjang air sebanyak 6 unit, jembatan rusak sebanyak 27 unit, fasilitas pendidikan sebanyak 1 unit, tempat ibadah 1 unit dan irigasi rusak sebanyak 33 unit. Lahan pertanian warga yang rusak diterjang air seluas kurang lebih 150 hektare dan hewan ternak (sapi dan kambing) warga yang hanyut sebanyak 41 ekor.

    Juga diungkapkan, Pemkab Tanah Datar juga korban meninggal dunia di Tanah Datar berjumlah 19 orang, luka-luka 20 orang dan korban hilang sebanyak 14 orang. Kendaraan bermotor roda 4 sebanyak 46 unit dan kendaraan roda 2 sebanyak 115 unit.

    Saat ini pun masih dilakukan pencarian 29 orang korban yang masih belum ditemukan. Proses pencarian dibantu oleh Basarnas, TNI, Polri, relawan, masyarakat dan lainnya. Dan untuk melakukan pencarian selain manual juga menggunakan drone termal.

    Sementara Pemerintah Kabupaten Agam mengatakan seluas 240,65 hektare lahan pertanian di daerah itu mengalami rusak dengan kerugian Rp4,86 miliar, akibat diterjang banjir bandang, Sabtu (11/5). Lahan pertanian yang rusak terbagi atas padi, cabai, bawang daun, wortel, bawang merah dan lainnya. Ternak yang mati atau hilang berupa kambing 14 ekor, sapi tiga ekor, kerbau empat ekor dan ayam 120 ekor. Ini berdasarkan pendataan yang meraka lakukan di sembilan kecamatan.

    total luasan lahan rusak sebesar 41 hektar, dengan rincian di Kecamatan Canduang 20 hektar dan Ampe Angke 21 hektar. 

    Bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sektor infrastruktur publik, seperti saluran irigasi di 6 lokasi, drainase dan sejumlah jembatan rusak berat. Jalan rusak berat sepanjang 1 km di Jalan Lingkar Kampung Patalangan menuju Tabek Barawak. Kemudian, jalan rusak 1 km pada ruas jalan Simpang Bukit menuju Lasi. 

    Pemerintah Kota Padang Panjang kerugian material akibat bencana alam diperkirakan lebih kurang Rp5 miliar. Meluapnya air sungai Lubuk Mata Kucing mengakibatkan putusnya jalan ke Nagari Singgalang Kabupaten Tanah Datar, pemandian Lubuk Mata Kucing dibawa arus Sungai. Begitu juga dua warung masyarakat di sana.

    Luapan air Batang Aia Sangkua mengakibatkan dua unit rumah di pinggir sungai hanyut. Korban jiwa atas nama Ratna Yulidawati (40) dan Fikri (15). Sementara Elnawati (29) dirawat di RSUD Padang Panjang.

    Di Kelurahan Sigando meluapnya air sungai mengakibatkan enam rumah warga di Solok Batuang terendam air. Sementara di Kelurahan Ekor Lubuk, akibat luapan air sungai di Gajah Tanang merendam Balai Benih Ikan (BBI) dan rumah warga.

    Kita pun harus mengapresiasi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang telah memberikan Dana Siap Pakai Dukungan Operasional Penanganan Darurat Bencana sebesar Rp. 250 juta dan dana siap pakai dukungan logistik dan peralatan (DSP) bencana berupa tenda pengungsi, tenda keluarga, sembako, makanan siap saji, terpal, selimut, kasur lipat, genset dan lainnya untuk korban bencana.

    “Terima kasih Jenderal,” ujar  Ketua Umum PB Lemkari tersebut.

    Leonardy juga mengapresiasi aksi spontan dari berbagai elemen masyarakat yang menggerakkan kepedulian terhadap korban bencana. Dia sangat berharap PD Perti Sumbar terus berperan dalam aksi nyata ini. 


    Dalam Zoom Meeting Selasa malam tanggal 14 Mei 2024, kepada Buya dan Umi, pemuda di lingkungan Perti Sumbar terus mengaktifkan tim Perti Peduli Bencana untuk bahu membahu dengan pemerintah dan organisasi lainnya. Perti Peduli Bencana harus terus menggalang dana dan aktif dalam upaya trauma healing bagi korban bencana.

    “Saudara-saudara kita tersebut sedang berduka dan trauma atas bencana yang menimpa mereka. Mereka pasti masih membutuhkan bantuan kita semua menjelang mereka pulih dari trauma dan bisa beraktifitas seperti semua. Semoga semua kepedulian kita membawa keberkahan,” pungkasnya. (zulfadli)

    Normalisasi Batang Lembang Dimulai Tahun Ini

    Solok (sumbarkini.com) - Tahun 2020 normalisasi Batang Lembang bakal dimulai. Kejadian bencana banjir hari ini di Kota Solok dan Kabupaten Solok beberapa Minggu lalu akibat Batang Lembang meluap. Jika nanti dimulai pekerjaan normalisasi Batang Lembang ini agar Walikota dan Bupati Solok menyelesaikan persoalan lahan dengan baik.

    Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit ketika, peninjauan lokasi banjir di Kota Solok akibat luapan sungai Batang Lembang, Selasa 18 Februari 2020.

    Dalam kesempatan pertama Wagub Nasrul Abit setiba di lokasi langsung menghubungi Kepala BWS Sumatera V, dan pihak BWS telah menganggarkan untuk normalisasi sungai batang lembang ini walaupun belum sepenuhnya bisa dikerjakan tahun ini.

    "Dan meminta Dinas Sosial, Dinas Pangan dan BPBD Prov Sumbar untuk segera mengirimkan bantuan ke Kota Solok terkait apa yang di butuhkan masyarakat yang terkena dampak banjir," ujarnya.

    Wagub Nasrul Abit berkesempatan meninjau di 2 titik kelurahan, yakni kelurahan IX Korong dan kelurahan Koto Panjang.

    "Ini kebetulan saja saya dalam perjalanan menuju Sijunjung utk menghadiri HUT Sijunjung, berhubung di jalan dapat kabar bahwa Kota Solok banjir, kita langsung menuju lokasi bencana menemui masyarakat yang terdampak banjir," ungkapnya. (zrd)


    Nasrul Abit juga katakan lokasi banjir di  kelurahan IX Korong dan kelurahan Koto Panjang Kota Solok, akibat luapan Sungai Batang Lembang.

    "Menurut informasi, Kepala BWS Sumatera normalisasi Sungai Batang Lembang telah dianggarkan namun belum bisa sepenuhnya  dikerjakan tahun ini. Masyarakat harap bersabar dan tetap siaga menghadapi bencana alam, yang datang tanpa diduga karena cuaca dan iklim hujan masih akan terjadi hingga bulan Maret," ajaknya.

    Nasrul Abit Turut Prihatin, Tim BPBD Diminta Segera Mengatasi

    Tanah Datar - Kita prihatin dan berharap masyarakat yang terdampak dapat sabar akan musibah bencana banjir bandang yang melanda Jorong Tanjuang Sawah Nagari Padang Kecamatan Batipuh Selatan.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit di sela-sela kunjungan meninjau lokasi banjir bandang yang terjadi Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu, 18 Januari 2020.

    Wagub Nasrul Abit katakan akibat  banjir bandang yang terjadi pada Jumat kemarin, dipicu tingginya curah hujan, sebanyak 7 rumah warga, 1 bengkel dan tiga bangunan fasilitas umum berupa kantor walinagari, koperasi dan PDAM rusak.

    "Ini terjadi karena curah hujan yang begitu tinggi yang membawa material batu-batu yang cukup banyak beserta lumpur. Kita tidak dapat menduga apakah karena ada illegal logging atau tidak akan tetapi menurut Kasmir penerima Kalpataru zaman presiden SBY, katanya tidak ada illegal logging di daerah ini, jika ada ia yang akan turun langsung menegurnya," ungkap Nasrul Abit.

    Nasrul Abit juga ungkapkan, bencana dahsyat seperti ini dalam beberapa tahun terakhir hampir selalu terjadi di beberapa daerah Sumatera Barat. "Bencana seperti ini dalam beberapa tahun ini hampir selalu terjadi di Sumbar, perlu kiranya bantuan para peneliti untuk memberikan hasil pemantauan kajian dalam melihat kondisi alam dan proses penyebab bencana ini," usulnya.


    Nasrul Abut jelaskan, kajian dalam berbagai aspek dari kalangan akademisi tentu akan bermanfaat dalam menetapkan langkah dan kebijakan pembangunan daerah ke depan.

    "Sudah saatnya bupati dan walikota se Sumbar menganggarkan kegiatan kajian oleh para akademisi terhadap setiap bencana banjir bandang, lonsor di lokasi perbukitan di Sumatera Barat. Kita butuh sebuah analisis yang mampu memberikan gambar kondisi kekinian alam Sumbar, apakah ada hubungan dengan gempa bumi yang terjadi atau memang ulah para pelaku illegal logging," ujarnya.

    Nasrul Abit juga tegaskan,  pemerintah provinsi akan selalu memberikan perhatian besar terhadap kebencanaan ini. "Setiap bencana terjadi, tim penanggulangan bencana akan selalu diturunkan secepatkannya,  apakah lewat koordinasi antar daerah terdekat,  maupun dari OPD terkait di lingkup pemerintah provinsi. Masyarakat mesti kita bantu dan selamatkan secepatnya," ujarnya. (*)

    Ditimpa Pohon, Rumah Warga Rusak

    Padang - Hujan lebat yang disertai angin kencang yang melanda Kota Padang, Provinsi Sumbar, pada Selasa sore mengakibatkan rumah Kayu milik Adi Supardi, rusak berat. Rumah warga RT 02 RW 1 Sungai Pisang Kelurahan Teluk Kabung Selatan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, hampir rata dengan tanah.

    Rika Yanti (35 thn) Istri Adi yang juga sedang hamil pada saat kejadian mengatakan pada sore hari hujan dan angin kencang melanda di daerah Sungai Pisang. "Saat itu saya sempat mendengar seperti suara gemuruh dan tidak menduga gemuruh keras tersebut ternyata pohon kelapa yang berada persis di samping rumahnya tumbang dan menimpa rumah," ujarnya. 

    Sementara itu Danru A TRC BPBD Kota Padang Joni Amir mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa telah terjadi pohon tumbang menimpa rumah warga di Sungai Pisang pada pukul 20.15 wib,  laporan kami respon dan langsung turun ke lapangan untuk membantu membersihkan pohon yang menimpa rumah warga tersebut.

    Berdasarkan analisa di lapangan, pohon tersebut tumbang akibat hujan dan angin kencang. Adapun pohon yang menimpa rumah warga adalah berupa pohon kelapa dengan panjang sekitar 18 m diameter 50 cm.

    "Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta rupiah," pungkasnya. (MR)

    Presiden Minta Penaganan Terbaik bagi Korban Gempa Lombok

    Jakarta (sumbarkini.com) - Presiden Joko Widodo menyampaikan duka mendalam bagi para korban bencana gempa yang kembali terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gempa yang juga dirasakan hingga ke Bali dan Jawa bagian timur terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 18.46 WITA.

    "Saya atas nama pribadi dan masyarakat Indonesia mengucapkan duka yang dalam atas banyaknya saudara-saudara kita di NTB yang meninggal karena gempa sore hari kemarin," ujar Presiden pada Senin, 6 Agustus 2018, di venue pencak silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

    Segera setelah laporan terkait kejadian gempa tersebut sampai kepada dirinya, Presiden menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan penanganan pascagempa dengan sebaik-baiknya.

    "Tadi malam saya sudah memerintahkan kepada Menko Polhukam untuk mengoordinasi seluruh jajaran yang terkait dengan ini, baik BNPB, Kemensos, TNI, Polri, dan lainnya agar penanganan masalah gempa ini bisa dilakukan secepat-cepatnya. Baik yang berupa evakuasi korban yang meninggal maupun yang luka-luka untuk segera ditangani termasuk penanganan logistik dan yang lain-lainnya," ucapnya.

    Kepala Negara juga meminta jajarannya memberikan pelayanan terbaik bagi para wisatawan yang sedang berada di Lombok saat kejadian.

    "Saya pesan kepada Menko Polhukam agar penanganan turis ini juga dilakukan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada pelayanan yang kurang terutama dalam rangka pengaturan jadwal penerbangan," kata Presiden.

    Dalam pernyataannya, Presiden memastikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan bagi para korban terdampak gempa seperti yang mengalami kerusakan tempat tinggal maupun yang lainnya. Namun, pemerintah akan terlebih dahulu meninjau langsung di lapangan untuk memberikan kepastian mengenai jumlah bantuan yang akan diterima para korban terdampak.

    "Kita akan melihat dulu keadaan di lapangan, baru kita putuskan. Tetapi bahwa akan diberikan bantuan iya, jumlahnya yang belum diputuskan," tandasnya. (musthafa)

    Simulasi: Gempa 8,9 SR Mengguncang Sungai Pua

    AGAM (sumbarkini.com) - Masyarakat Sungai Puar, Agam berhamburan menyelamatkan diri begitu terjadi gempa bumi berkekuatan 8,9 SR pada Kamis April 2018. Suasana hiruk pikuk, teriakan ditingkah bunyi sirine yang meraung-raung begitu gempa menghoyak. Masyarakat yang terlihat panik itu berupaya mencari tempat berlindung guna menyelamatkan diri.

    Petugas dari BPBD, PMI, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari, petugas kesehatan  dan Palang Merah Ramaja PMR) terlihat sigap. Mereka sibuk membantu menyelamatkan masyarakat yang menjadi korban bencana. Mobil ambulance dari Puskesmas dan PMI Agam pun hilir mudik mengevakuasi dan membantu masyarakat dan siswa yang menjadi korban.

    Mereka yang selamat, diarahkan menuju titik evakuasi. Titik evakuasi terdapat pada dua tempat yaitu, lapangan sepakbola Batu Palano dan halaman Kantor Camat Sungai Pua.

    Peristiwa mengejutkan itu disimulasikan usai upacara memperingati Agam yang dipusatkan di lapangan sepakbola depan SDN Batu Palano dengan inspektur upacara Bupati Agam, Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah.

    Bupati Indra Catri gembira melihat simulasi usai upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tingkat Kabupaten menunjukkan kesiapan masyarakat dan para relawan kebencanaan. Dia mengatakan, "Dalam penanggulangan resiko bencana ada tiga hal pokok yang perlu diketahui masyarakat yaitu, pertama pengetahuan dan keterampilan pribadi. Kedua, kesigaaan atau kerjasama dan kekompakan antar keluarga. Dan ketiga teman tetangga. Selama ini masyarakat apabila terjadi bencana sering menyalahkan pihak lain atau eksternal, yaitu pemerintah, tanggap dadurat yang terlambat datang."

    Dijelaskannya hal itulah yang menjadi tujuan utama digelarnya simulasi evakuasi bencana di puncak peringatan HKB Agam tahun ini. Menurut dia Pemerintah Kabupaten Agam terus beruaya memperbanyak pelaksanakan simulasi tersebut kepada masyarakat, siswa, pegawai dan lainnya untuk memnimalkan resiko bencana, karena Agam berada di daerah rawan bencana.

    Indra Catri menyentil masyarakat sering menyalahkan tim SAR, dan terlambatnya bantuan datang. Padahal mereka itu hanya bersifat mengevakuasi. Dia mengingatkan bahwa diri sendirilah yang harus mampu menyelamatkan diri terlebih dahulu.

    "Saya menganggap simulasi atau pelatihan yang dilaksanakan BPBD Agam sangat penting. Semakin banyak BPBD melakukan pelatihan kepada masyarakat, terutama daerah-daerah yang sudah dipetakan sebagai lokasi rawan bencana, makin baik karena masyarakat makin paham bagaimana menyelamatkan diri saat bencana terjadi," ujarnya.

    Melalui HKB pemerintah Kabupaten Agam sudah mengeluarkan edaran agar dilakukan simulasi evakuasi mandiri pada setiap OPD yang ada, sekolah dan masyarakat di kecamatan, nagari dan jorong.

    Ketua pelaksana HKB 2018, M. Lutfhi dalam laporannya mengatakan, HKB diawali dengan latihan simulasi gempa bumi di beberapa kantor pemerintah. Latihan simulasi gempa bumi terhadap 100 sekolah di Kabupaten Agam. Dan melaksanakan simulasi letusan gunung api dan gempa bumi di Kecamatan Sungai Pua dengan titik evakuasi yaitu, lapangan sepakbola Batu

    “Upacara HKB tingkat Kabupaten Agam diikuti oleh untur TNI, POLRI, seluruh OPD Kabupaten Agam, Satgas BPBD Agam, camat dan walinagari, KSB, PMI, PMR, Tagana, TKSK, pendamping PKH, Senkom Mitra POLRI se-Kabupaten Agam serta tokoh masyarakat dan siswa di Kecamatan Sungai Pua,”katanya. (wir)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2