• Breaking News

    Inilah Fakta Komitmen Satker PJN II Menjaga Jalan Nasional


    PADANG (sumbarkini.com) – Di balik liukan aspal yang membelah perbukitan Pesisir Selatan, ruas jalan nasional Padang-Painan-Kambang menjadi urat nadi yang tak ternilai bagi masyarakat Sumatera Barat. Menanggapi riak pemberitaan mengenai penanganan longsoran di jalur tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Masudi, ST., MT, hadir memberikan tabir kejelasan demi transparansi publik.


    Bagi Satker PJN II, setiap suara dari masyarakat dan pena awak media adalah cermin untuk menjaga integritas pembangunan. Namun, sebuah fakta teknis perlu diletakkan pada tempatnya agar persepsi tidak bias oleh pandangan kasat mata.


    Terkait celah yang terlihat di antara pondasi struktur dan tanah dasar sebagaimana yang sempat mengundang tanya, Masudi menjelaskan bahwa hal itu bukanlah cacat dari lahirnya sebuah konstruksi.


    "Celah yang berada di belakang pondasi itu merupakan dampak dari aktivitas penanaman kabel optik oleh pihak terkait. Sayangnya, proses penimbunan kembali setelah penggalian kabel tersebut tidak dilakukan secara sempurna," ungkap Masudi. 


    Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut adalah faktor eksternal dan bukan merupakan bagian dari kegagalan konstruksi utama.





    Dinding Penahan Tebing (DPT) yang berdiri tegak di jalur tersebut bukanlah sekadar tumpukan material. Masudi merinci bahwa setiap jengkal pekerjaan telah melewati 'ujian' teknis yang ketat: me ggunakan material pilihan dan kepadatan ya maksimal.

    Timbunan yang digunakan adalah material pilihan yang telah lulus uji laboratorium dan memenuhi standar spesifikasi. Kemudian proses pemadatan dilakukan dengan alat pemadat khusus dan telah divalidasi melalui density test (tes kepadatan) untuk memastikan daya dukung tanah yang stabil.


    Dalam penjelasannya, Masudi menekankan bahwa tembok penahan dari beton bertulang tersebut tidak mengalami kerusakan dini. Tidak ditemukan gejala kegagalan struktural yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.


    "Untuk menentukan sebuah bangunan mengalami gejala kegagalan struktural, diperlukan penelitian mendalam, peralatan uji khusus, dan dianalisis oleh para ahli di bidangnya. Hal ini tidak bisa disimpulkan hanya dengan pandangan kasat mata," tegasnya dengan lugas.


    Klarifikasi ini menjadi pesan kuat bahwa infrastruktur nasional dibangun dengan perhitungan matang. Jalur Padang-Painan kini tetap berdiri kokoh, siap menyambut deru kendaraan yang melintas di tengah indahnya bentang alam Sumatera Barat, membawa harapan dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat luas. (*/nelvi)

    Sastrawan Kebanggaan Sumbar Terbaring Sakit, Irfendi: Sakitnya Cukup Sampai di Sini, Kami Kehabisan Bahan Sastra

    Payakumbuh (sumbarkini.com) - Sastrawan hebat Sumatera Barat, kebanggaan Kota Payakumbuh, Iyut Fitra kini terbaring sakit. Sudah satu tahun lebih penulis Cerpen Wanita Berpayung Hitam dan Wartel itu, kini hanya menghabiskan waktu di pembaringannya, menahan sakit tak terkira. Badannya pun kian kurus menjadi pertanda.

    Apa sakitnya? Pria yang akrab dipanggil Kuyut itu hanya minta doa. ”Doakan saja, mudah-mudahan penyakit ini segera diangkat Allah, dan Kuyut bisa kembali beraktivitas seperti biasanya,” harap pria yang aktif di Sanggar seni Intro Payakumbuh itu.

    Kunjungan rekan-rekan yang mengenalnya, termasuk para jurnalis di Kota Batiahi itu sembari menjadi pelipur lara bagi pemilik nama Zulfitra itu. Apalagi dalam kunjungan tersebut para rekannya itu membawa donasi yang digalang untuk meringankan beban saudara mereka itu. 

    ”Alhamdulillah, sampaikan rasa terima kasih atas donasi/bantuan bapak/ibu dan dermawan semuanya, semoga dibalasi Allah dengan kebaikan,” ucap yang banyak meraih penghargaan tingkat nasional itu, Minggu 15 Maret 2026.

    Irfendi, Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021 juga turut menunjukkan kepeduliannya. Senin, 16 Maret 2026, Irfendi mengunjungi Iyut Fitra di kediamannya di Padang Tangah Balai Nan Duo Kecamatan Payakumbuh Barat.

    ”Pagi ini kami sengaja datang untuk melihat langsung kondisi sastrawan kebanggaan Sumatera Barat, Iyut Fitra yang terbaring sakit sejak tahun lalu, semoga kedatangan kami dapat terus memberikan semangat agar ia kembali sehat,” ungkapnya.

    Dengan berseloroh, Irfendi menyebut bahwa sastrawan tidak boleh lama-lama sakit, sebab karyanya ditunggu oleh masyarakat. ”Sakitnya cukup sampai di sini, sebab kalau sakit terus, kami kehabisan bahan bacaan/sastra untuk dibaca atau dinikmati.”ucap politisi yang dikenal luas kepeduliannya itu.  (nelvi)


    Memperbaiki Hubungan dengan Orang Tua

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)

     

    Dalam perjalanan hidup, tidak semua hubungan berjalan mulus, termasuk hubungan kita dengan orang tua. Kadang terjadi salah paham, perbedaan pendapat, bahkan mungkin ada kata-kata yang pernah melukai hati. Namun sebagai seorang muslim, kita diajarkan bahwa memperbaiki hubungan dengan orang tua adalah salah satu amal yang sangat dicintai oleh Allah.

    Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 23:
    "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."

    Perhatikan, setelah perintah menyembah Allah, langsung diikuti dengan perintah berbuat baik kepada orang tua. Ini menunjukan betapa tingginya kedudukan mereka dalam islam.

    Sering kali kita lupa betapa besar pengorbanan orang tua kita, ibu yang mengandung kita selama sembilan bulan dengan penuh kesabaran. Ia merasakan sakit saat melahirkan, tetapi tetap tersenyum melihat kita lahir kedunia. Ayah bekerja keras siang dan malam demi memenuhi kebutuhan keluarga.

    Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga mengingatkan kita dalam QS. Luqman ayat 14 bahwa manusia diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah dan juga kepada kedua orang tuanya.

    Namun sayangnya, ketika kita sudah dewasa, kadang kita mudah meninggikan suara kepada orang tua. Kita merasa lebih tahu, lebih benar, bahkan kadang membantah mereka dengan kata-kata yang tidak pantas.

    Padahal Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memperingatkan dalam QS. Al-Isra ayat 23:
    "Janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

    Jika kata "ah" saja tidak boleh, apalagi kata-kata kasar yang bisa melukai hati mereka.

    Kalau hari ini hubungan kita dengan orang tua belum baik, jangan menunggu sampai terlambat. Jangan menunggu sampai mereka sudah tiada baru kita menyesal.

    Banyak orang menangis di makam orang tuanya sambil berkata, "Seandainya dulu aku lebih lembut kepada mereka... seandainya dulu aku sering pulang... seandainya dulu aku sempat meminta maaf."

    Tetapi penyesalan itu tidak bisa mengembalikan waktu.

    Rasulullah bersabda bahwa ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka orang tua. Betapa besar kedudukan mereka di sisi Allah.

    Memperbaiki hubungan dengan orang tua sebenarnya tidak sulit. Kadang cukup dengan hal-hal sederhana: menelepon mereka, menanyakan kabar mereka, membantu mereka, atau sekedar duduk dan mendengarkan cerita mereka.

    Dan jangan lupa untuk selalu mendoakan mereka. Allah mengajarkan doa yang sangat indah dalam QS. Al-Isra ayat 24:
    "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."

    Doa ini mengingatkan kita bahwa kasih sayang orang tua kepada kita sejak kecil tidak akan pernah bisa kita balas sepenuhnya.

    Selagi orang tua kita masih hidup, bahagiakan mereka. Mintalah doa mereka. Karena doa orang tua adalah salah satu doa yang sangat mudah diijabah oleh Allah.

    Jangan sampai kita menjadi anak yang baru menghargai orang tua ketika mereka sudah tidak ada.

    Mari kita pulang ke rumah dengan hati yang lembut. Jika pernah menyakiti hati orang tua, segeralah meminta maaf. Jika hubungan sempat renggang, berusahalah memperbaikinya.

    Kiranya Allah melembutkan hati kita, menjadikan kita Anak-anak yang berbakti kepada orang tua, dan memberikan keberkahan dalam hidup kita.


    Salam
    LH.

    DPP KJI Sambungkan Tali Kasih Donatur kepada 177 Insan Pers dan Warga Kota Padang

    Padang (sumbarkini.com) – Dewan Pimpinan Pusat Kolaborasi Jurnalis Indonesia (DPP KJI) kembali menunjukkan komitmennya sebagai wadah kebersamaan bagi insan pers lewat kegiatan bertajuk ‘Tali Kasih’. Senin, 16 Maret 2026, KJI bagikan 177 paket sembako kepada rekan jurnalis lintas organisasi pers dan masyarakat umum di kantornya Jalan Delima No.77 F Ujung Gurun, Kota Padang, Sumatera Barat .

    Kepedulian sosial ini, menurut Ketua Umum KJI Andarizal menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat solidaritas di kalangan insan pers. Mempererat hubungan antarsesama jurnalis serta masyarakat di sekitar mereka.

    Andarizal menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya ingin menjadi rumah yang nyaman bagi para pekerja media di seluruh Indonesia. “KJI adalah rumah bagi para insan pers. Melalui kegiatan Tali Kasih ini, kami ingin memastikan solidaritas di antara jurnalis tetap terjaga. Ini juga bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama rekan profesi dan masyarakat,” ujar Andarizal.

    Diungkapkannya, kegiatan sosial tersebut bukan hanya program insidentil. DPP-KJI akan menjadikannya sebagai agenda rutin tahunan organisasi.

    Dalam kegiatan itu, DPP KJI membentuk panitia yang bertugas menyalurkan 177 paket Tali Kasih kepada berbagai penerima manfaat. Rinciannya, 100 paket diberikan kepada anggota yang berada di bawah naungan DPP-KJI serta sejumlah jurnalis lainnya dari berbagai organisasi pers. Sementara 77 paket disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di luar lingkungan pers sebagai bagian dari tanggung jawab sosial profesi jurnalis.

     

    Andarizal tentu saja menyampaikan penghargaan kepada para donatur yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kontribusi para dermawan memungkinkan organisasi untuk berbagi kebahagiaani momen jelang Idul Fitri ini dengan lebih banyak orang.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan amanahnya kepada kami. Semoga kolaborasi semangat kebersamaan dan kepedulian ini terus tumbuh di hati seluruh anggota KJI di mana pun berada,” katanya.

    DPP-KJI berharap aksi “Tali Kasih” dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk memperluas kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan serta solidaritas di kalangan insan pers di seluruh Indonesia.

    “Jadi, meski berakar di Sumatera Barat, jaringan DPP-KJI kini telah berkembang ke berbagai provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia. Melalui kegiatan sosial seperti ini, organisasi ingin menunjukkan bahwa profesi jurnalis tidak hanya identik dengan ketajaman berita, tetapi juga dengan kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat, tegasnya.

     

    Senada dengan itu, Ketua Nasional KJI Irvand turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial yang dilakukan oleh Kolaborasi Jurnalis Indonesia tersebut. Menurutnya, aksi ‘Tali Kasih’ mencerminkan nilai dasar yang seharusnya dimiliki setiap insan pers, yakni kepedulian sosial dan semangat kebersamaan.

    “Program seperti ini menunjukkan bahwa jurnalis tidak hanya hadir untuk menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan sosialnya. Saya mengapresiasi langkah DPP-KJI yang terus menjaga semangat solidaritas di antara wartawan sekaligus berbagi dengan masyarakat. Terima kasih juga KJI Kota Padang yang telah turut menyukseskan kegiatan kita ini,” ujar Irvand.

    Ia juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi contoh positif bagi komunitas pers di berbagai daerah agar lebih aktif membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    “Ketika jurnalis bersatu dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini, kehadiran pers akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Saya berharap kegiatan ‘Tali Kasih’ ini terus berlanjut dan dapat menginspirasi organisasi pers lainnya di Indonesia,” tambahnya. (*)

     

    Wabup Sijunjung Buka Puasa Bersama dan Berbagi Dengan Jamaah Mushollah Nurul Hidayah Pematang Panjang.

     

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt melaksanakan buka puasa bersama sekaligus sholat isya, tarwih, dan witir dengan jamaah Mushollah Nurul Hidayah Jorong Parak Gadang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung pada Jum'at 13 Maret 2026.

    Selain buka puasa bersama, Wabup Iraddatillah juga berbagi paket sembako dan kain sarung dengan jemaah mushollah.

    Wabup Iraddatillah dikesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada semua jemaah Mushollah Nurul Hidayah yang hadir untuk mengikuti buka puasa sekaligus sholat isya, tarwih dan witir secara bersama sama.

    "Kami mengucapkan terima kasih kepada kita semua yang hadir di mushollah ini untuk berbuka puasa bersama. Semoga silaturahmi ini bisa tetap terjaga, dan kita selalu diberikan kesehatan sehingga bisa kembali bertemu dengan bulan suci ramadhan tahun depan, " ujar Wabup.



    Kegiatan buka puasa bersama ini lebih terasa bermakna dengan penyampaian tausyah agama oleh buya Amrizal, S. Ag, MM dengan judul yaitu bagaimana sifat kita kepada petunjuk yang telah diberikan oleh Allah Swt.

    " Apapun yang kita lakukan dan kita ucapkan adalah Ibadah, tetapi dengan niat karena Allah /lillahitaala, dan iklas melaksanakannya, "ucap buya Amrizal. 

    (Andri). 


    PMI Salurkan Bantuan Non-Tunai untuk 858 Keluarga Penyintas Bencana di Sumatera Barat.

    PADANG (Sumbarkini.com) - Selain Huntara, Palang Merah Indonesia (PMI) juga menyalurkan Bantuan Non-Tunai (BNT) untuk masyarakat yang terdampak Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatera Barat. Jum'at (13/3) PMI Provinsi Sumatera Barat menyalurkan secara serentak Bantuan Non-Tunai masyarakat terdampak di dua wilayah yang terdampak cukup parah, yaitu Kabupaten Agam dan Kota Padang.

    Senilai 858 Juta dana disalurkan untuk 858 Keluarga penyintas bencana di dua wilayah tersebut. “Masing-masing keluarga mendapatkan BNT senilai 1 juta rupiah” ucap Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar pada saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan BNT untuk warga kota Padang di Palanta Walikota Padang."Sebanyak 544 KK di Kabupaten Agam dan 314 KK di Kota Padang" Terang Aristo. 

    Penyerahan Bantuan Non-Tunai ini, lanjut Aristo, telah melalui proses yang cukup panjang. Dilakukan melalui penilaian bersama antara masyarakat terdampak, pemerintah setempat, kecamatan, PMI, serta IFRC, sehingga data penerima benar-benar valid. Mulai dari assessment dampak bencana terhadap calon penerima manfaat, hingga verifikasi data pemerintah daerah melalui KTP dan Kartu Keluarga, imbuhnya. 

    Beberapa kriteria juga harus dipenuhi oleh calon penerima manfaat, sambungnya adalah masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor. PMI juga memastikan rumah tersebut merupakan rumah milik pribadi calon penerima manfaat. 

    Selain itu, calon penerima BNT adalah masyarakat yang belum mendapatkan bantuan Hunian Sementara atau Hunian Tetap dari pemerintah. Terakhir, Tidak bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil atau Pejabat Pemerintah, Polisi maupun militer. 

    "Kami juga menilai kerentanan calon penerima manfaat BNT ini. Seperti Lansia, Ibu Hamil, Anak-anak, Disabilitas, dan Perempuan yang sebagai kepala keluarga" Tambah Aristo. Dalam penyaluran bantuan ini, PMI bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia

    Walikota Padang, Fadly Amran, yang turut hadir dalam seremonial penyerahan BNT di Palanta Rumah Dinas Walikota Padang, juga menyampaikan apresiasi yang begitu tinggi atas dukungan yang diberikan oleh PMI. Kehadiran PMI saat ini telah meringankan beban ekonomi masyarakat, "apalagi sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H" Ujar Fadly. 

    Bantuan PMI, diakui Fadly sudah dirasakan sejak awal kejadian bencana November tahun lalu. "Mulai dari sembako, kebutuhan rumah lainnya, hingga dukungan membersihkan rumah. Bahkan sampai saat ini bantuan air bersih untuk masyarakat dari PMI juga masih berjalan" Pungkas Fadly

    Ia juga menyampaikan Terimakasih kepada masyarakat Indonesia yang telah berdonasi bersama PMI selama ini. 

    Rasa haru dan syukur juga disampaikan oleh Widya (45) warga Tabiang Banda Gadang, salah satu wilayah terdampak bencana yang cukup parah di Kota Padang. Bantuan yang ia terima hari ini, bagi Widya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan menyambut  lebaran juga membayar sewa rumah yang ia tempati sementara ini. 

    "Sekarang masih ngontrak, karna rumahnya sudah tidak bisa dihuni. Alhamdulillah bisa nambah bayar uang sewanya" Tutur Widya. 

    (Humas PMI Sumbar) 

    Gubernur Sumbar Letakkan Batu Pertama Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie



    Pasaman Barat – Gubernur Sumatera Barat, Buya H. Mahyeldi Ansyarullah, melakukan peletakan batu pertama pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat pada Rabu, 11 Maret 2026 . Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan vokasi di wilayah pesisir Pasaman Barat, khususnya setelah sekolah tersebut terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.

    Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Cabang Dinas Wilayah VI, unsur Forkopimda Pasaman Barat, Camat Sasak Ranah Pasisie, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, serta para guru dan siswa SMKN 1 Sasak.

    Sekolah Direlokasi Setelah Terdampak Banjir

    Kepala SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie, Dr. Desman, S.Pd., M.A, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan sekolah di lokasi baru ini berawal dari musibah banjir yang melanda kawasan sekolah pada 27 November 2025 lalu.

    Banjir tersebut menyebabkan genangan air setinggi sekitar 1,2 meter di area sekolah lama, setelah dilakukan peninjauan langsung oleh pihak Kementerian Pendidikan melalui Direktur BSMK, akhirnya diputuskan bahwa sekolah tersebut harus direlokasi ke lokasi yang lebih aman dari potensi bencana.

    “Alhamdulillah setelah kita bergerak bersama tokoh masyarakat, akhirnya masyarakat melalui Kelompok Tani Bundo Kanduang dan KUD Rantau Pasaman bersedia menghibahkan tanah untuk pembangunan sekolah ini,” ujar Desman.

    Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Pendidikan sebesar Rp12 miliar, dengan tahap awal pembangunan sebesar Rp3 miliar.

    Menurutnya, hibah tanah dari masyarakat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.

    “Semoga tanah yang dihibahkan ini menjadi amal jariyah bagi masyarakat dan menjadi awal lahirnya generasi yang beriman, berprestasi, serta menguasai teknologi,” tambahnya.

    Apresiasi Gubernur kepada Masyarakat

    Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah mengapresiasi kepedulian masyarakat Sasak Ranah Pasisie yang telah menghibahkan lahan seluas sekitar dua hektare untuk pembangunan sekolah tersebut.

    Menurut Mahyeldi, peristiwa ini menunjukkan bahwa di balik musibah selalu ada hikmah dan jalan keluar yang diberikan Allah SWT.

    “Allah berfirman bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Apa yang terjadi pada SMK Negeri 1 Sasak ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu dan bertakwa, Allah akan memberikan jalan keluar,” ujarnya.

    Mahyeldi juga menilai keberadaan SMK tersebut nantinya akan memberikan dampak besar bagi perkembangan ekonomi dan pendidikan masyarakat di sekitar kawasan Sasak Ranah Pasisie.

    Ia mencontohkan bagaimana pembangunan kampus Universitas Andalas di Limau Manis, Kota Padang, mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

    “Keberadaan sekolah akan menggerakkan ekonomi masyarakat, meningkatkan pendidikan, dan memotivasi generasi muda untuk belajar lebih tinggi,” katanya.

    Gubernur juga berharap SMK Negeri 1 Sasak nantinya dapat menjadi pusat pendidikan vokasi yang melahirkan tenaga kerja terampil, khususnya di bidang pelayaran, perikanan, dan sektor kelautan, sesuai dengan karakter wilayah pesisir Pasaman Barat.

    Harapan untuk Masa Depan Pendidikan

    Mahyeldi berharap pembangunan SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie dapat berjalan lancar serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku.

    Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak menjaga integritas dalam pelaksanaan pembangunan agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan dunia pendidikan.

    “Kita berharap pembangunan ini berjalan lancar dan benar-benar menjadi investasi pendidikan bagi generasi masa depan Pasaman Barat,” tutupnya.

    Dengan peletakan batu pertama tersebut, pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie resmi dimulai, menjadi simbol kebangkitan pendidikan setelah bencana, sekaligus harapan baru bagi generasi muda di wilayah pesisir Pasaman Barat. (Jimi)

    Bersilaturahmi ke Nagari Pematang Panjang, Wabup Iraddatillah Berikan Bantuan Untuk Masjid Jihad.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah didampingi Kakan Kesbangpol, Sukardy, Ketua Baznas, H. Hidayatullah, Camat Sijunjung, Khairuddin dan Sekcam, Wahyu bersilaturahmi sekaligus melakukan sholat isya, tarwih dan witir bersama dengan jemaah Masjid Jihad, Nagari Pematang Panjang, pada Kamis 12 Maret 2026.

    Kedatangan Wakil Bupati langsung disambut antusias oleh niniak mamak bersama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan jemaah yang telah berkumpul di masjid jihad Nagari Pematang Panjang.

    Acara tidak hanya berhenti pada silaturahmi semata. Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp. 5 Juta Rupiah yang secara resmi diterima oleh pengurus Masjid Jihad.


    Dalam sambutannya yang penuh makna, Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat Nagari Pematang Panjang.

    "Kami mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan yang diberikan, Kedatangan kami bukan dalam rangka Safari Ramadhan, tetapi untuk silaturahmi sekaligus ingin mengikuti sholat isya, tarwih dan witir bersama dengan masyarakat di Pematang Panjang ini, " ujarnya.


    Wakil Bupati juga mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum berharga.

    " Mari kita jadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri agar lebih baik dari sebelumnya. Semoga kita senantiasa berbuat baik dan mendapat keberkahan," ucap Wabup yang merupakan putra Nagari Pematang Panjang.
    "(Andri)

    Dihadiri Wabup Iraddatillah, Muhammadiyah Sijunjung Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Warga Muhammadiyah Sijunjung gelar buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada 27 orang anak yatim bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ahmad Syafi'i Ma'arif, Muaro Sijunjung pada Kamis 12 Maret 2026.

    Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah,S. Pt, Wakapolres Sijunjung, Kompol Deni Akhmad Hamdani, S.Kom, S.IK., M.H, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat Bidang Lingkungan Hidup dan Resiliensi Bencana, Drs. H. Marhadi Efendi, M.Si, serta pengurus Muhammadiyah, tokoh masyarakat, para donatur, serta anak-anak yatim dari wilayah Muhammadiyah Sijunjung.

    Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah dikesempatan itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih Kepada Muhammadiyah Sijunjung yang telah melaksanakan acara buka bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim

    "Kegiatan Buka bersama sekaligus memberikan santunan bagi anak yatim ini sangatlah mulia, karena kita tau kalau anak yatim kita berhak membantu dan memperhatikannya. Kami sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini dan berharap bisa dilaksanakan secara rutin ditiap tahunnya, " ujar Wabup Iraddatillah. 

    Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sijunjung, Usman Gumanti menyampaikan bahwa  kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. 

    "Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian kita bersama kepada anak-anak yatim, sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan dan berbagi kebahagiaan,” ujarnya. 

    Ia mengatakan bahwa, santunan ini diberikan kepada 27 orang anak yatim dengan besaran masing masing Rp. 500.000,- ditambah dengan tas sekolah, serta biaya belanja diwarung serba 35 yang masing masing paketnya sebesar Rp. 35.000,- (Andri)

    Wabup Iraddatillah Salurkan Zakat Dari Baznas Sijunjung Kepada 80 Orang Penerima di Kecamatan Tanjung Gadang.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt kembali menyerahkan secara simbolis Dana Zakat Bidang Kemanusiaan Tahap I dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung kepada 80 orang penerima manfaat se Kecamatan Tanjung Gadang, pada Kamis 12 Maret 2026.

    Santunan dana sebesar Rp. 32.000.000,- ini disalurkan di UDKP Kecamatan Tanjung Gadang oleh Wakil Bupati bersama Ketua Baznas Sijunjung, H. Hidayatullah, Lc. Ma, Sekretaris Dinas Poldam, Yasran Fuadi, SE, MM, Camat Tanjung Gadang, Rahmad Azandi Fajar, SSTP dan Kepala Pelaksana Baznas, Meri Muliadi, S. Pdi.

    Dalam sambutannya, Wabup Iraddatillah mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada penerima yang hadir tepat waktu dalam acara tersebut, serta mengucapkan terima kasi kepada pengurus Baznas yang telah bekerja keras sehingga terlaksana kegiatan tersebut dengan baik.

    Lebih lanjut Wabup Iraddatillah menyampaikan bahwa Baznas seperti biasa menyalurkan santunan sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu pada saat memasuki hari raya idul fitri dan saat mengawali masuk sekolah dengan tujuan bisa membantu masyarakat yang sedang membutuhkan.

    Pada Tahun 2026 ini ujar Wabup, Baznas kembali menyalurkan dana zakat Bidang Kemanusiaan Tahap I sebesar Rp. 710 Juta rupiah untuk santunan biaya hidup fakir miskin kepada 1.775 penerima manfaat se Kabupaten Sijunjung.

    "Untuk itu kami berharap santunan ini dapat bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Kami juga menghimbau kepada para mustahik agar membayarkan zakat fitranya melalui Baznas maupun UPZ yang ada di setiap nagari, karena dana tersebut akan kembali lagi kepada masyarakat melalui santunan bagi anak sekolah, fakir miskin serta untuk bantuan rumah layak huni dari Baznas Sijunjung, "ujar Wabup.


    Sementara itu, Ketua Baznas Sijunjung, H. Hidayatullah mengatakan bahwa, penyaluran dana zakat ini merupakan hari kedua penyaluran, sebelumnya telah diserahkan di empat kecamatan, dan pada Kamis 12 Maret ini juga diserahkan di empat kecamatan termasuk di Kecamatan Tanjung Gadang.

    Zakat yang disalurkan ini lanjut Hidayatullah adalah merupakan zakat dari PNS, CPNS, maupun PPPK di Lingkup Pemkab Sijunjung yang diserahkan kembali bagi masyarakat yang membutuhkan.

    "Penyerahan santunan ini biasanya pada bulan juni, namun pada saat ini bertepatan akan memasuki hari raya Idul Fitri, banyak dari masyarakat yang membutuhkan untuk keperluan berhari raya, oleh karena itu, pendistribusiannya kami percepat agar bisa membantu dan meringankan beban masyarakat memasuki hari raya tahun ini, "ujar Hidayatullah.

    Ia juga berharap semoga zakat yang didistribusiakan ini dapat memberikan arti dan bermanfaat bagi masyarakat.

    "Mari kita doakan bersama bapak dan ibu para muzaki yang telah membayarkan zakatnya melalui baznas agar selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlipat ganda dari Allah Swt, serta para penerima santunan hari ini kedepannya bisa juga menyalurkan zakatnya melalui Baznas atau UPZ di Nagarinya masing masib, "harapnya. (Andri).

    Bantu Masyarakat Mendapatkan Kebutuhan Pokok Menjelang Idul Fitri, Kajari Sijunjung Menggelar Pasar Murah.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sijunjung menggelar kegiatan Pasar Murah Ramadhan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Sijunjung. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung Muhammad Ali, SH, MKn, didampingi seluruh Kepala Seksi Kejaksaan Negeri Sijunjung menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian sosial Kejaksaan kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang biasanya diikuti dengan meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok.

    Pasar Murah Ramadhan ini, Kejari Sijunjung berkolaborasi dan sinergi yang baik dengan unsur daerah dalam hal ini, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperindagkop, Bulog, PDAM, Bank BRI, Bank Nagari dan bersama dengan Ikatan Adhyaksa Dharma Karini dari Kejari Sijunjung. 

    "Kegiatan Pasar Murah ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian Kejaksaan Negeri Sijunjung kepada masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu agar dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Idul Fitri,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung pada hari Kamis 12 Maret 2026 saat membuka secara resmi Pasar Murah Ramadhan. 

    Ia menjelaskan, kegiatan pasar murah tersebut merupakan inisiasi dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Muhibuddin, S.H., M.H., yang mendorong jajaran kejaksaan di daerah untuk turut berkontribusi membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok selama bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

    Dalam kegiatan tersebut, Kejaksaan Negeri Sijunjung menyediakan berbagai paket sembako yang dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar karena telah mendapatkan subsidi. Paket sembako tersebut terdiri dari sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, serta bahan kebutuhan pokok lainnya yang biasanya mengalami kenaikan harga menjelang hari raya.

    “Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh paket sembako dengan harga yang telah disubsidi sehingga diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan wujud dukungan Kejaksaan Negeri Sijunjung terhadap program pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat.

    Selain itu, kegiatan pasar murah ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sijunjung. Keterlibatan UMKM diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi lokal sekaligus memperkuat sinergi antara institusi kejaksaan dan masyarakat.

    “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara Kejaksaan dengan masyarakat,” pungkas Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung. (Andri) 


    Mencari Malam Seribu Bulan

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)


    Di penghujung Ramadan ini, kita sedang berada pada malam-malam yang sangat istimewa. Malam-malam yang di dalamnya tersimpan sebuah malam yang sangat agung, yaitu Lailatul Qadr.

    Allah menyebutkan keagungan malam ini dalam Surah Al-Qadr di dalam Qur'an:
    Lailatul Qadri, khairum min alfi syahr.
    Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
    (QS. Al-Qadr ayat 3)

    Seribu bulan jika dihitung kira-kira lebih dari 83 tahun. Artinya, satu malam ibadah pada malam itu nilainya  lebih baik daripada ibadah selama seumur hidup manusia.
    Subhanallah...betapa luas rahmat Allah kepada umat Nabi Muhammad.

    Namun ada satu hal yang perlu kita renungkan. Malam Lailatul Qadar tidak diberitahu secara pasti kapan waktunya.

  • Iqra, Perintah Pertama yang Menghidupkan Hati
  • 10 Hari Kedua Ramadhan. Saatnya Membersihkan Dosa dan Hati 
  • 10 Hari Terakhir Ramadhan Saatnya Mendekat Lebih Dekat kepada Allah

  •  

    Rasulullah hanya memberi petunjuk agar kita mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.

    Mengapa Allah merahasiakannya?

    Para ulama mengatakan agar kita bersungguh-sungguh beribadah, bukan hanya satu malam saja.
    Kalau malam itu sudah diketahui secara pasti, mungkin kita hanya akan beribadah pada malam itu saja. Tetapi karena dirahasiakan, kita bersemangat untuk menghidupkan banyak malam dengan ibadah.

    Karena itu, ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah meningkatkan ibadahnya. Dalam hadis disebutkan bahwa beliau menhidupkan malam-malamnya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah. Ini menunjukan bahwa malam-malam terakhi Ramadan adalah puncak perjuangan seorang mukmin.

    Pertanyaannya sekarang adalah: sudahkah kita benar-benar mencari Lailatul Qadar?

    Kadang-kadang kita sibuk mempersiapkan akhir Ramadan dengan urusan dunia. Kita sibuk dengan belanja, persiapan hari raya, dan berbagai kesibukan lainnya. Padahal justru pada malam-malam inilah Allah membuka pintu rahmat yang sangat besar.

    Karena itu para ulama menganjurkan kita memperbanyak beberapa amalan pada malam-malam ini.

    Pertama, shalat malam atau qiyamul lail. Bangunlah di tengah malam, walaupun hanya dua rakaat, tetapi dengan hati yang khusyuk.

    Kedua, membaca Al-Qur'an. Karena pada malam Lailatul Qadar, Al-Qur'an pertama kali diturunkan.

    Ketiga, memperbanyak  doa.
    Rasulullah mengajarkan doa kepada Aisyah radhiyallahu 'anha ketika mencari Lailatul Qadar:
    Allahumma innaka 'afuwwun 'afwa fa'fu 'anni.
    "Ya Allah, Engkau maha pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah Aku."


    Keempat, memperbanyak istighfar dan zikir.
    Memohon ampun atas dosa-dosa yang kita lakukan.

    Bayangkan jika Ramadan berlalu begitu saja tanpa kita mendapat Lailatul Qadar. Padahal malam itu adalah kesempatan emas untuk menghapus dosa-dosa kita dan mengangkat derajat kita di sisi Allah.

    Rasulullah pernah mengingatkan bahwa orang yang merugi adalah orang yang melewati Ramadan tetapi tidak mendapatkan ampunannya Allah. Maka jangan sampai kita termasuk orang yang merugi itu.

    Mari kita hidupkan malam-malam terakhir Ramadan ini dengan shalat, doa, zikir, dan membaca Al-Qur'an. Siapa tahu pada salah satu malam itu Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar, malam penuh rahmat dan ampunan.

    Salam
    LH.

    Bentuk Rasa Syukur, Wabup Iraddatillah Beserta Istri Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Dengan Jamaah Musholah.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Memasuki malam ke 22 bulan suci ramadhan 1447 H/ 2026 M, Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt bersama Istri, Ny. Donna Iraddatillah menggelar buka puasa sekaligus sholat tarawih dan witir bersama dengan jamaah Mushollah Rumah Dinas Wakil Bupati Tersebut pada Rabu 11 Maret 2026.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah menyampaikan terima kasih kepada jemaah yang selalu ramai dan rutin melaksanakan sholat tarwih dan witir berjamaah di musholah tersebut.


    Ia juga mengajak para jamaah agar memanfaatkan waktu yang tinggal satu minggu lagi dibulan suci ramadhan ini untuk selalu memperkuat tali silaturahmi antar sesama jamaah serta meningkatkan kepedulian sosial antar sesama.

    “Di waktu yang tinggal satu minggu lagi dibulan suci Ramadan ini, mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita, serta memperkuat silaturahmi antar sesama. Selain itu, kepedulian sosial juga perlu terus ditingkatkan sebagai wujud bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat,”ujar Wabup.


    Sebagai bentuk terima kasih dan kepedulian antar sesama, serta bentuk syukur atas nikmat rezeky yang di berikan oleh Allah Swt, Wakil Bupati bersama istri membagikan paket sembako kepada jemaah musholah dan sedekah bagi anak anak yang rutin mengikuti sholat tarwih di musholah tersebut, serta menyalurkan santunan bagi anak yatim yang tinggal disekitaran komplek Musholah Rumah Dinas tersebut.

    "Ini sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah Swt atas rezeky yang diberikan, kami beserta istri juga sedikit berbagi bersama para jamaah, semoga bermanfaat hendaknya, " harap Wabup Iraddatillah. (Andri)

    Ketua Kwarcab 0303 Sijunjung, Kak Iraddatillah Lantik Pengurus Saka Rintisan Yogaswara KPU Sijunjung Masa Bakti 2026 - 2031


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) 0303 Gerakan Pramuka Kabupaten Sijunjung, Kak Iraddatillah, S. Pt mengukuhkan dan melantik pengurus satuan karya pramuka rintisan Yogaswara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sijunjung masa bakti 2026 - 2031

    Pelantikan yang digelar di Aula Kantor KPU ini dihadiri jajaran pimpinan Kwarcab Kabupaten Sijunjung, Ketua KPU Provinsi Sumatera Barat diwakili Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Hubungan Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Jons Manedi, S. Pd,. M. Ap, Pembina Saka Bhayangkara, Multazam, Pembina Adyasta Bawaslu, Agus Husrial Tatul, beserta para majelis pembimbing Saka Yogaswara, Pimpinan Saka, Pamong Saka, dan Para Instruktus Rintisan Saka Yogaswara.


    Dalam sambutannya Kak Iraddatillah menekankan bahwa pengukuhan dan pelantikan tersebut merupakan momentum penting. Bukan hanya bagi KPU dan Gerakan Pramuka, tetapi juga bagi generasi muda untuk dipersiapkan menjadi warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

    "Dengan telah dikukuhkan dan dilantik, kami berharap rintisan saka Yogaswara dapat menjalankan program pembinaan secara optimal, terarah dan berkelanjutan. Peran pembimning sangat penting dalam memberikan arahan, dukungan dan kebijakam dalam pelaksanaan kegiatan Saka. Demikian juga bagi pimpinan saka, pamong saka, dan para instruktur, "ujarnya.

    Ia juga berharap agar Rintisan Saka Yogaswara ini dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi salah satu sarana pendidikan kewarganegaraan yang efektif bagi generasi muda di Kabupaten Sijunjung.

     


    Ketua KPU Sumbar diwakili Jons Manedi, S. Pd,. M. Ap dikesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Kwrcab 0303 Gerakan Pramuka Sijunjung, Kak Iraddatillah yang telah mengukuhkan dan melantik pengurus satuan karya pramuka rintisan Yogaswara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sijunjung dan berharap agar Saka Yogaswara bergerak cepat dalam memajukan saka ini di Kabupaten Sijunjung.

    Ketua KPU Sijunjung, Dori Kurniadi, S. Pd dikesempatan itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana, khususnya Ketua Divisi Sosdiklih Parmasy dan SDM KPU Sijunjung, Juni Wandri yang telah berjasa dengan berdirinya Saka Yogaswara KPU Sijunjung ini. (Andri).

    Diserahkan Wabup, Baznas Sijunjung Salurkan Santunan Biaya Hidup Tahap 1 Kepada 1.775 Penerima Manfaat.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung salurkan dana zakat Bidang Kemanusiaan Tahap I sebesar Rp. 710 Juta rupiah untuk santunan biaya hidup fakir miskin tahun 2026 kepada 1.775 penerima manfaat se Kabupaten Sijunjung.

    Santunan ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt bersama dengan Ketua Baznas Sijunjung, H. Hidayatullah, Lc. Ma, Kakan Kemenag  H. Okto Verisman, S. Ag, Ma, Camat Sijunjung, Khairuddin SE dan Kabag Kesra diwakili Amrizal di UDKP Kecamatan Sijunjung, pada Selasa 10 Maret 2026.

    Dalam sambutannya, Wabup Iraddatillah menyampaikan apresiasi kepada Baznas Sijunjung yang telah bekerja keras dalam rangka mengumpulkan zakat dari muzaki sehingga bisa disalurkan kembali kepada masyarakat yang berhak menerima.

    "Alhamdulillah dengan semangat ketua Baznas bersama pengurus yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah sehingga bisa mengumpulkan zakat saat ini. Dengan pengelolan yang baik akan terasa manfaatnya oleh kita semua, oleh karena itu marilah kita mendoakan pengurus baznas beserta semua muzaki yang telah berzakat agar selalu diberikan kesehatan dan rezeky yang berlipat ganda oleh Allah Swt hendaknya, "ujar Wabup.


    Kepada penerima manfaat, Wabup Iraddatillah juga berpesan agar bisa dipergunakan dengan sebaik mungkin terutama untuk kebutuhan wajib.

    " Pergunakanlah santunan ini dengan baik, utamakan dahulu untuk kepentingan yang wajib. Kami juga berharap bagi penerima manfaat agar bisa membayarkan zakat fitranya melalui Baznas nantinya, "harap Wabup Iraddatillah.

    Ketua Baznas Sijunjung, H. Hidayatullah menyebutkan, bahwa bantuan biaya hidup tahap I ini akan didistribusikan masing masig di delapan Kecamatan se Kabupaten Sijunjung.

    Hari Selasa ini (10/3) lanjut Hidayatullah, akan di Distribusikan di UDKP Kecamatan Sijunjung untuk 548 mustahik se Kecamatan Sijunjung dengan besaran dana Rp. 219.200.000,-, selanjutnya di UDKP Kecamatan IV Nagari untuk 79 orang mustahik dengan dana Rp. 31.600.000,-, di UDKP Kecamatan Kupitan disalurkan kepada 100 orang penerima manfaat dengan dana Rp. 40.000,000,- dan di UDKP Kecamatan Kecamatan Koto VII untuk 206 orang penerima dengan dana Rp. 82.400.000,-

    Sementara pada Kamis (12/3) akan disalurkan di UDKP Kecamatan Tanjung Gadang untuk 80 penerima dengan dana Rp. 32.000.000,- di UDKP Kecamatan Lubuak Tarok untuk 70 penerima dengan dana Rp. 28.000.000,- di UDKP Kecamatan Kamang Baru untuk 96 penerima dengan dana Rp. 38.400.000,- dan di UDKP Kecamatan Sumpur Kudus untuk 110 penerima dengan dana Rp. 44.000.000,-

    Sementara pada Jum'at (13/3), rencananya akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung kepada 105 orang penerima manfaat se Nagari Muaro dengan dana Rp. 42.000.000, ujar Hidayatullah.

    Ia berharap dana zakat ini bisa berguna dan bermanfaat bagi para mustahik penerima manfaat untuk kepentingan memasuki hari raya Idul Fitri nantinya. (Andri) 

    10 Hari Terakhir Ramadan, Saatnya Mendekat Lebih Dekat kepada Allah

     Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)

     

    Tidak terasa, perjalanan Ramadan kita telah sampai pada 10 hari terakhir. Hari-hari ini adalah bahagian paling istimewa dari bulan Ramadan. Jika di awal Ramadan Allah menurunkan rahmat-Nya, di pertengahan Allah membuka pintu ampunan-Nya, maka di 10 hari terakhir Allah menjanjikan pembebasan dari api neraka.

    Karena itu, Rasulullah memberikan perhatian yang sangat besar pada hari-hari ini. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:
    "Apabila sudah masuk sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.

    Ini menunjukkan bahwa  10 hari terakhir adalah puncak ibadah di bulan Ramadan.

     


    Di antara keistimewaan 10 hari terakhir Ramadan adalah adanya Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Lailatul qadar khairun min alfi syahr."
    Artinya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan
    .

    Seribu bulan sama dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, jika seseorang beribadah pada malam Lailatul Qadar, maka pahalanya seakan-akan ia beribadah salama lebih dari 83 tahun.

    Masya Allah, ini adalah kesempatan luar bisa yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad. Karena itu, para ulama mengatakan: orang yang rugi adalah orang yang melewati Lailatul Qadar tanpa mendapatkan ampunan  Allah.

    Ada beberapa amalan yang perlu kita perbanyak di 10 hari terakhir Ramadan.

    Pertama, memperbanyak qiyamul lail atau ibadah malam.

    Jangan biarkan malam-malam terakhir Ramadan berlalu begitu saja. Isilah dengan shalat malam, membaca Al-Qur'an, dzikir, dan doa. Walaupun beberapa rakaat, tetapi dilakukan dengan hati yang ikhlas dan penuh harap kepada Allah.

    Kedua, memperbanyak  istighfar dan taubat.

    Setiap manusia pasti memiliki dosa. Ramadan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati dari dosa-dosa tersebut.

    Rasulullah mengajarkan sebuah doa yang sangat dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar.
    "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni."
    Artinya: Ya Allah, Engkau maha pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.


    Doa ini pendek, tetapi mengandung harapan besar agar Allah menghapus dosa-dosa kita.

    Ketiga, memperbanyak  sedekah dan amal kebaikan.

    Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadan. Memberi makanan berbuka, membantu orang lain, atau bersedekah kepada yang membutuhkan adalah amalan yang sangat dicintai Allah.


    Mari kita renungkan sejenak.
    Ramadan tahun lalu mungkin kita masih bersama banyak orang: keluarga, sahabat, atau tetangga. Namun hari ini sebahagian dari mereka sudah kembali kepada Allah. Itu berarti tidak ada jaminan bahwa kita akan bertemu Ramadan berikutnya.

    Karena itu, jangan sampai Ramadan yang tinggal beberapa hari ini berlalu tanpa kita manfaatkan dengan baik. Jika di awal Ramadan kita belum maksimal, jika di pertengahan Ramadan kita masih banyak lalai, maka 10 hari terakhir adalah kesempatan terakhir untuk memperbaiki semuanya.

    Perbanyak membaca Al-Qur'an.
    Perbanyak doa.
    Perbanyak istighfar.
    Dan dekatkan hati kita kepada Allah.

    Salam

    LH. 

    Safari Ramadan di Pessel, Muchlis Yusuf Abit Salurkan Bantuan Rp460 Juta untuk 8 Masjid dan 3 Musala


    PESSEL (sumbarkini.com) — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muchlis Yusuf Abit, melaksanakan Safari Ramadan di daerah pemilihannya di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp460 juta untuk 8 masjid dan 3 musala.

    Bantuan ini merupakan aspirasi yang diperjuangkan Muchlis Yusuf Abit bagi rumah ibadah di daerah pemilihan VIII yang meliputi Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. Penyerahan bantuan untuk masjid dan musala tersebut berlangsung Kamis (5/3), dalam kegiatan Safari Ramadan yang dilaksanakan Muchlis Yusuf Abit di Masjid Da’watul Iman Labuhan Tanjak, Air Haji Barat, Kecamatan Linggo Sari Baganti.

    Sejak diamanahkan di periode pertama 2019–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029, hampir seratus unit rumah ibadah yang telah mendapat bantuan aspirasi dari Muchlis Yusuf Abit selaku anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra.
     

    Saat diwawancarai, Minggu (8/3), anggota dewan yang biasa disapa Yusuf Abit itu menjelaskan, untuk Safari Ramadan tahun ini masing-masing masjid menerima bantuan sebesar Rp50 juta, sedangkan musala memperoleh bantuan Rp20 juta.

    Rumah ibadah yang menerima bantuan tersebut diantaranya, Masjid Syuhada, Masjid Da’watul Iman, Masjid Darul Huda, Musala Nurul Ijtihad, Masjid Nurul Haq, Masjid Nur Ikhlas serta Musala Nurul Huda di Kecamatan Linggo Sari Baganti. Kemudian, Surau Gadang di Kecamatan Lengayang serta Masjid Nurul Iman di Kecamatan Air Pura.

    Menurut Yusuf Abit, Safari Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

    “Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui Safari Ramadan ini kita tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga berupaya membantu kebutuhan rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat,” katanya.

    Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan ibadah serta meningkatkan kenyamanan jemaah dalam melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan selama Ramadan.

    Yusuf Abit juga menyinggung kondisi Kabupaten Pesisir Selatan yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, selain pembangunan fisik dan pemulihan ekonomi masyarakat, penguatan nilai-nilai keagamaan serta kebersamaan di tengah masyarakat juga menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

    “Masjid dan musala bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat. Karena itu kita ingin memastikan rumah ibadah ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Selaku anggota DPRD, Yusuf Abit sangat konsen terhadap kondisi daerah pemilihannya. Bukan hanya tempat ibadah yang mendapat perhatian, tapi juga banyak sektor lain, seperti pertanian, sektor pendidikan, perkebunan, kelautan, dan lain-lain.

    Dari hasil perjuangannya di DPRD Sumbar, pada tahun 2025 telah direalisasikan sejumlah program pembangunan di Pesisir Selatan. Di antaranya pembangunan jalan rabat beton di Durian Pandaan, pembukaan jalan usaha tani di Kampung Labuhan Tanjak, pembangunan pengaman tebing sungai di Kampung Labuhan Tanjak, serta bantuan sarana dan prasarana sekolah di beberapa kecamatan di Pesisir Selatan.

    Sementara untuk tahun 2026 sekarang, Muchlis Yusuf Abit telah menganggarkan pembangunan pengamanan tebing sungai di Nagari Air Haji Barat dan Nagari Pasar Lama Muara Air Haji dengan total anggaran sekitar Rp2,5 miliar, serta beberapa program pembangunan lainnya.

    “Dalam menjalankan amanah ini, kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat di tingkat provinsi,” tuturnya.

    Selain menyerahkan bantuan untuk sejumlah masjid dan musala, saat Safari Ramadan di Masjid Da’watul Iman Labuhan Tanjak, Yusuf Abit juga membagikan ratusan kain sarung kepada jemaah salat tarawih yang hadir. Dalam kesempatan itu turut hadir Kabag Kesra Provinsi Sumatera Barat, Wali Nagari Air Haji Barat, serta penceramah Buya Sihar dari Pasar Bukit Air Haji.

    Safari Ramadan yang dilaksanakan Muchlis Yusuf Abit disambut antusias oleh masyarakat dan pengurus masjid yang menerima bantuan. Mereka berharap perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah dan kegiatan keagamaan di daerah terus berlanjut demi memperkuat kehidupan sosial masyarakat di Pesisir Selatan. (*)

    Iqra, Perintah Pertama yang Menghidupkan Hati

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)



    Ketika wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad di Gua Hira, malaikat jibril datang dan menyampaikan satu kata yang sangat agung. Kata itu adalah Iqra. Firman Allah dalam Surah Al-'Alaq ayat 1:
    "Iqra' bismi rabbikal ladzī khalaq."
    "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan."


    Menariknya, Nabi Muhammad saat itu adalah seorang yang tidak bisa membaca dan menulis. Namun Allah tetap memerintahkan Iqra. Ini memberi kita pelajaran besar bahwa makna Iqra. tidak hanya sekadar membaca tulisan.

    Iqra berarti membaca kehidupan, membaca tanda-tanda kebesaran Allah, dan membaca diri kita sendiri.

    Jika kita membaca alam ini dengan hati yang hidup, kita akan melihat kebesaran Allah di mana-mana. Langit yang luas, matahari yang terbit setiap pagi, dan kehidupan yang Allah berikan kepada kita. Semua itu adalah ayat-ayat Allah yang harus kita baca dengan hati yang sadar.

    Para ulama mengatakan, ada dua ayat yang harus dibaca oleh manusia.

    • Pertama, ayat gauliyah, yaitu Al-Qur'an. 
    • Kedua, ayat kauniyah, yaitu alam semesta.


    Orang yang benar-benar menjalankan perintah Iqra akan semakin dekat kepada Allah. Ilmunya bertambah, dan juga kerendahan hatinya semakin dalam.

    Dalam ayat berikutnya Allah berfirman:
    "Alladzī 'allama bil qalam, 'allamal insāna mā lam ya'lam."
    "Yang mengajarkan manusia dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

     





    Ini menunjukan bahwa Allah memuliakan manusia dengan ilmu. Karena itu, peradaban Islam dahulu menjadi terang benderang. Umat Islam membaca, belajar, menulis, dan meneliti. Dari perintah Iqra lahirlah ulama besar, ilmuwan besar, dan peradapan yang mulia.

    Namun hari ini kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah kita masih hidup dengan semangat Iqra?

    Apakah kita membaca Al-Qur'an setiap hari?
    Apakah kita membaca tanda-tanda kebesaran Allah dalam kehidupan kita?
    Ataukah kita lebih sibuk membaca hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah?

    Para ulama tasawuf mengatakan, Iqra yang dalam adalah membaca hati kita sendiri. Apakah ia penuh dengan cinta kepada Allah? Ataukah ia penuh dengan dunia?

    Karena orang yang semakin dekat kepada Allah akan semakin sadar akan kekurangan dirinya, dan semakin rindu untuk memperbaiki hati.

    Oleh karena itu, mari kita hidupkan kembali perintah Iqra dalam kehidupan kita. Membaca Al-Qur'an dengan hati. Membaca kehidupan dengan iman. Dan membaca diri kita dengan muhasabah.

    Kiranya dengan itu Allah membuka hati kita, menambah ilmu kita, dan mendekatkan kita kepada-Nya.

    Salam
    LH.

    Peduli Jurnalis, Irfendi Arbi Bezuk Antoni Surya Roza di RS Adnaan WD PAyakumbuh

    Limapuluh Kota - Terkenal dengan empati dan suka bersilaturahmi, menjadikan Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021, Ir. H. Irfendi Arbi, M.P bakal mudah terpanggil nuraninya jika mendengar kabar ada yang sakit.  Begitu pun ketika Antoni Surya Roza terbaring sakit di Rumah Sakit Adnaan WD PAyakumbuh.

    Sebagai orang yang dekat dengan pers, Irfendi pun datang membezuk sahabatnya itu Jum’at siang (6 Maret/2026)..  ”Secara pribadi saya turut prihatin dan mendoakan agar rekan wartawan Antoni Surya Roza segera pulih dari sakit yang dialaminya dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa," ungkap Irfendi Arbi, Sabtu 7 Maret 2026.

    Irfendi tentu saja mengharapkan sahabatnya itu kembali bisa menjalankan tugas jurnalistiknya guna menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerahnya. Irfendi mengaku senang melihat sahabatnya itu sudah mulai membaik kondisinya dan sudah bisa bercanda ketika Irfendi datang membezuknya. .

    ”Saya datang untuk turut berduka atas musibah sakit yang dialami sahabat. Dan, Alhamdulillah, saat bertemu Antoni Surya Roza, kondisi kesehatannya sudah mulai tampak membaik,” ujar Bupati yang di masa kepemimpinannya membebaskan beberapa warganya yang dipasung itu,

    Ayah tiga putri dan dua putra itu  juga mengatakan, peristiwa kecelakaan yang dialami Antoni Surya Roza, tentunya menjadi pengingat bahwa  tugas seorang wartawan itu sangatlah berat dan dibutuhkan dukungan dari banyak pihak. 

    Suami dari Monalisas, S.Sos ini mengingatkan agar sahabatnya itu dan rekan pres yang bertugas di lapangan untuk lebih perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Jangan sampai keinginan menyampaikan informasi yang akurat dan bermafaat sampai membahayakan kesehatan sendiri.

    “Jurnalis adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sekali lagi, saya mendoakan agar kondisi kesehatan sahabat Antoni Surya Roza segera pulih dan bisa kembali beraktivitas dengan baik. Untuk semua rekan-rekan wartawan, semoga selalu dalam keadaan sehat dan terus semangat dalam menjalankan profesi yang mulia ini,” tambahnya. 

    Kedatangan, empati, doa dan bantuan yang ditunjukkan oleh Irfendi Arbi mempercepat proses penyembuhan Antoni Surya Roza. Betapa seorang Irfendi Arbi tidak hanya dekat ketika dia butuh publikasi. (*)  


     

    Ditlantas Polda Sumbar Tetapkan One Way di Lembah Anai

    PADANG - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat resmi menetapkan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di jalur utama Padang–Bukittinggi. One way ini khusus diberlakukan pada kawasan Lembah Anai. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.

    Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor dalam menyambut Operasi Ketupat 2026. Langkah ini diambil mengingat kondisi infrastruktur di Lembah Anai yang belum pulih total pascabencana beberapa waktu lalu.

     


    Menurut Reza, sistem one way dibagi menjadi dua shift harian guna menjamin kelancaran arus.  Shift Pertama dari arah Padang menuju Bukittinggi pada pukul 10.00–14.00 WIB. Sementara shift kedua dari arah Bukittinggi menuju Padang pada pukul 14.00–18.00 WIB. 

    "Kami juga memberlakukan clearance time atau waktu steril selama 30 menit sebelum perpindahan arus. Selama masa tersebut, jalur sepanjang 20 kilometer akan dikosongkan untuk memastikan keamanan dan mencegah benturan kendaraan dari arah berlawanan," ujar Kombes Pol Reza, Jumat, 6 Maret 2026.

    Meskipun diterapkan sistem satu arah, pihak kepolisian menargetkan perbaikan infrastruktur jalan dapat selesai tepat waktu. "Perbaikan terus dikebut. Kami menargetkan pada H-7 Lebaran, jalur Lembah Anai sudah dapat difungsikan secara normal dua arah selama 24 jam," tambahnya.

    Lebih jauh dijelaskannya, guna memastikan keamanan, Polda Sumbar mendirikan pos pantau di titik-titik krusial seperti Lembah Anai dan Padang Panjang. Pemantauan tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga mengandalkan teknologi modern.

    “Kita melakukan pemantauan 24 jam melalui sistem Regional Traffic Management Centre (RTMC) serta patroli udara menggunakan drone untuk memantau titik kepadatan secara real-time,” imbuhnya.

    Untuk jalur alternatif Padang Bukittingi via Malalak, pihak kepolisian belum memberlakukan sistem one way karena status jalan yang masih dianggap darurat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mematuhi instruksi petugas di lapangan, dan selalu memantau informasi terkini sebelum memulai perjalanan mudik. (nelvi)


    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2