• Breaking News

    Dalam Rangka Mencegah dan Menurunkan Stunting di Kabupaten Sijunjung, Pemda Bersama Pemuka Agama dan Pemuka Adat Jalin Kesepakatan Bersama

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung lakukan kesepakatan bersama dengan Tokoh Agama, Niniak Mamak dan Bundo Kanduang dalam rangka pencegahan dan  penurunan angka stunting di daerah tersebut

    Kesepakatan bersama ini ditandai dengan penandatanganan bersama oleh Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S.STP, M.Si dengan Ketua LKAAM Kabupaten Sijunjung beserta  perwakilan Ketua LKAAM Kecamatan se Kabupaten Sijunjung, Kadis PPKB  Roni Satria, S.STP, M.Si dan Bundo Kanduang, Yusnidar Wahab di Balairung Lansek Manih Kantor Bupati Setempat pada Jum'at 6 oktober 2023

    Penandatanganan bersama ini juga ditandatangani oleh Angota DPR RI Komisi IX, Drs. H. Darul Siska dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, Fatmawati, ST, M.Eng yang hadir dalam acara Sosialisasi advokasi dan KIE penurunan stunting berbasis kearifan dan budaya lokal di Kabupaten Sijunjung ini

    Dalam sambutannya, Anggota DPR RI, H. Darul Siska menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada masyarakat Kabupaten Sijunjung yang disiplin dan tepat waktu

    "Kami yakin masyarakat Kabupaten Sijunjung akan maju, dapat kita lihat dengan kehadirannya tepat waktu dan disiplin dibawah kepemimpinan pak Benny dan pak Iraddatillah,"ujarnya

    Kalau ingin lebih maju lagi ujar Darul Siska, kita harus memiliki anak anak yang tingkat kecerdasannya menjadi kebanggan kita semua, diantaranya fisiknya sehat, otaknya cerdas dan imannya kuat. Dan generasi ini lah nantinya yang akan membuat Kabupaten Sijunjung maju. 

    Untuk mendapatkan generasi tersebut lanjut Darul Siska, ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan diantaranya, generasi muda yang akan memasuki masa dunia perkawinan, ibu ibu yang sedang hamil, dan ibu ibu yang sedang menyusui.

    "Tanggung jawab ini tidak bisa dilakukan oleh bupati dan wakil bupati saja, oleh karena itu harus dilakukan bersama dengan niniak mamak dan bundo kanduang yang bisa menasehati langsung anak kemenakannya yang nantinya terlibat kawin muda. Serta bagi anak kemenakan kita yang sedang hamil dan menyusui harus cukup gizinya, karena salah satu penyebab stunting ini adalah kekurangan gizi,"kata Darul

    "Kita berharap di tahun 2045 nanti, Kabupaten Sijunjung mempunyai generasi emas yang jauh dari Stunting. Oleh karena itu dari sekarang mari kita selamatkan anak cucu kita,"ajak Darul Siska

    Bupati Sijunjung  Benny Dwifa Yuswir mengatakan, berdasarkan data survei status gizi indonesia (SSGI) tahun 2021 data stunting di Kabupaten Sijunjung sebesar 30,01%, yang kemudian mengalami penurunan pada tahun 2022. Sedangkan target akhir RPJMD adalah 14%. Untuk pencapaian target prevalensi stunting sebesar 14% di tahun 2024 diperlukan langkah langkah penurunan yang terintegrasi dengan melibatkan seluruh komponen terkait

    "Untuk pencapaian target tersebut, pada hari ini kita mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama  untuk bersama sama menurunkan angka stunting di Kabupaten Sijunjung, supaya anak kemenakan kita tidak ada yang stunting lagi,"ujar Benny

    Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, Fatmawati mengatakan, di Sumatera Barat sesuai data SSGI tahun 2021, angka stunting berada di angka 23,03%, ditahun 2022 naik 1,9% menjadi 25,02%. Kalau dibiarkan akan mengakibatkan SDM didaerah yang tidak berkualitas 

    "Untuk mencegah hal ini diharapkan kita bersama mengawal hari 1000 kehidupan yaitu 2 tahun. Kalau kita bisa mengawal itu kita bisa menutup jendela stunting ini. Kami juga berharap kepada ibu yang melahirkan agar menerapkan 4 T, yaitu jangan Terlalu muda melahirkan, jangan Terlalu Tua melahirkan, jangan Terlalu dekat melahirkan, dan jangan Terlalu banyak anaknya. Kami juga menyaraknan kepada ibu ibu untuk ber KB,"harap Fatmawati

    Sementara itu, Kepala Dinas PPKB, Roni Satria, SSTP. M.Si mengatakan bahwa kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE Penurunan Stunting Berbasis Kearifan dan Budaya Lokal ini diikuti lebih kurang 200 orang peserta terdiri dari Asisten, Kepala OPD, Kemenag, LKAAM, Camat dan Wali Nagari se Kabupaten Sijunjung, serta Ketua KAN, Bundo Kanduang dan Tokoh Msyarakat 

    Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas PPKB bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar dalam rangka penurunan stunting dibawah 14% daitahun 2024 ini juga dihadiri Wakil Bupati, H. Iraddatillah, S.Pt selaku Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Sijunjung, Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, Yusnidarti, SH, MM, Ketua TP PKK, Ny. Riri Benny Dwifa, Plh Setda, Khamsiardi, S.STP, dan Sekretaris DPPKB Kabupaten Sijunjung, Hendri Nurka, S.Sos, M.Si

    (Andri)

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2