Porprov Sumbar XVI Resmi Dibuka, 8.794 Atlet Siap Berjuang di 53 Cabang Olahraga
PADANG — Semangat olahraga kembali menyala di Ranah Minang. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XVI Tahun 2026 resmi dibuka di halaman Istana Gubernur Sumbar, Jumat (2/10/2026) malam.
Pembukaan ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat itu berlangsung meriah dengan defile kontingen dari 19 kabupaten/kota. Momentum semakin khidmat ketika trofi piala bergilir Porprov diserahkan dan api obor dinyalakan oleh Nanda Telaumbanua, legenda atlet angkat berat Indonesia yang tercatat telah tujuh kali meraih gelar juara dunia.
Porprov XVI berlangsung 2–14 Oktober 2026. Sebanyak 8.794 atlet dari 19 kabupaten/kota ambil bagian, dengan mempertandingkan 53 cabang olahraga dan 1.049 nomor pertandingan yang tersebar di 54 lokasi.
Bagi Sumatera Barat, gelaran ini bukan sekadar rangkaian pertandingan dan perebutan medali. Setelah Porprov tidak terlaksana selama sekitar delapan tahun, kembalinya kompetisi olahraga tingkat provinsi menjadi ruang penting untuk mengukur hasil pembinaan atlet sekaligus menemukan bibit-bibit potensial yang dapat membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyampaikan rasa syukurnya karena Porprov akhirnya kembali terlaksana di tengah berbagai dinamika yang terjadi di Sumatera Barat dalam setahun terakhir.
“Alhamdulillah, di tengah berbagai dinamika yang terjadi di Sumatera Barat, khususnya dalam satu tahun terakhir, Porprov yang sudah delapan tahun tidak terlaksana akhirnya dapat kembali digelar hari ini,” ujarnya.
Padang Membawa Target Mempertahankan Juara Umum
Salah satu kontingen yang datang dengan target mempertahankan prestasi adalah Kota Padang.
Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri langsung pembukaan Porprov XVI bersama Wakil Ketua Umum KONI Pusat Tursandi Alwi, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, Ketua KONI Sumbar Hamdanus, serta para kepala daerah, pimpinan DPRD dan Ketua KONI kabupaten/kota se-Sumbar.
Untuk menghadapi Porprov kali ini, Kota Padang mengirimkan 1.132 atlet dan 338 ofisial. Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar, termasuk sekitar Rp23 miliar untuk bonus atlet peraih medali.
Fadly mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan untuk menjaga keberlanjutan prestasi olahraga Kota Padang.
“Dukungan ini bagian dari strategi pembinaan atlet untuk mempertahankan prestasi Kota Padang. Kita ingin selalu juara, sehingga dukungan ini harus dimaksimalkan agar target juara umum Porprov dapat dipertahankan,” katanya.
Namun, di balik target juara umum, terdapat agenda yang lebih panjang: memastikan pembinaan atlet tidak berhenti setelah kompetisi selesai.
Melalui program Padang Balomba sebagai bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara, Pemko Padang mendorong generasi muda untuk mengembangkan kemampuan olahraga sekaligus kapasitas dan keterampilan sesuai minat serta potensinya.
“Kami berharap pada Porprov ini, atlet-atlet Kota Padang mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerah. Keberhasilan yang diraih nantinya merupakan hasil dari pembinaan melalui Padang Balomba yang terus kita galakkan,” ujar Fadly.
Dari Porprov Menuju Panggung Nasional
Gubernur Sumbar Mahyeldi menempatkan Porprov XVI sebagai salah satu tahapan penting menuju agenda olahraga nasional.
Menurut Mahyeldi, pelaksanaan Porprov pada 2026 memberikan waktu sekitar dua tahun bagi Sumatera Barat untuk melakukan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
“Dengan kita laksanakan Porprov di 2026 ini, kita punya waktu dua tahun untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi PON 2028,” kata Mahyeldi.
Artinya, pertandingan di Porprov bukan hanya tentang siapa yang naik ke podium hari ini. Performa atlet, proses pembinaan, kualitas pelatih, serta keberlanjutan program setelah Porprov akan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Porprov juga membawa dimensi ekonomi. Mahyeldi berharap penyelenggaraan yang melibatkan 12 kabupaten/kota sebagai tuan rumah bersama dapat memberi pergerakan ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan UMKM, sektor pariwisata, jasa, transportasi, hingga berbagai aktivitas pendukung pertandingan.
Dengan ribuan atlet, ofisial dan pendamping yang bergerak di berbagai daerah, arena olahraga sekaligus menjadi ruang pertemuan antara prestasi, ekonomi lokal dan promosi potensi daerah.
Ketika Medali Bukan Satu-Satunya Ukuran
Porprov XVI pada akhirnya memberi pesan bahwa olahraga memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar angka di papan klasemen.
Di lapangan, atlet belajar mengenai disiplin, kerja keras, sportivitas dan kemampuan menerima hasil. Bagi daerah, kompetisi menjadi kesempatan mengevaluasi pembinaan. Bagi masyarakat, kehadiran Porprov membuka ruang untuk mendukung anak-anak muda agar memiliki kegiatan positif sekaligus jalan menuju prestasi.
Karena itu, keberhasilan Porprov tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya medali yang dikumpulkan sebuah kontingen.
Lebih jauh, keberhasilan itu akan terasa ketika setelah pesta olahraga berakhir, pembinaan tetap berjalan, fasilitas semakin dimanfaatkan, bibit-bibit baru terus muncul, dan atlet yang telah berjuang memperoleh perhatian yang berkelanjutan.
Dari halaman Istana Gubernur, api Porprov XVI telah dinyalakan. Selanjutnya, perjuangan berlangsung di arena-arena pertandingan di berbagai daerah. (zul)