Header Ads

  • Breaking News

    70 Tahun Leonardy Harmainy: Dari Panggung Politik hingga Pembinaan Karate, Jejak Pengabdian yang Terus Berjalan



    PADANG, SUMBARKINI.COM — Tujuh puluh tahun bukan sekadar angka. Ia adalah jejak waktu yang menyimpan perjalanan, keputusan, pengabdian, sekaligus cerita tentang bagaimana seseorang memilih tetap hadir di tengah masyarakat.

    Hari ini, 7 September 2026, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa memasuki usia 70 tahun.

    Lebih dari sekadar menandai pertambahan usia, momentum ini menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan panjang Leonardy—seorang tokoh Sumatera Barat yang pernah berada di berbagai ruang pengabdian, mulai dari olahraga, organisasi, dunia politik, hingga penyiaran.

    Namanya juga tidak asing dalam perjalanan politik Sumatera Barat. Leonardy pernah dipercaya memimpin DPRD Sumatera Barat sebagai Ketua pada periode 2004–2009 dan kemudian menjadi Wakil Ketua DPRD Sumbar. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya di tingkat nasional sebagai anggota DPD RI.

    Pada Pemilu 2019, Leonardy kembali dipercaya masyarakat Sumatera Barat menjadi anggota DPD RI periode 2019–2024. Data resmi KPU mencatat ia memperoleh 199.027 suara, menempatkannya pada posisi keempat calon anggota DPD terpilih dari Sumatera Barat.

    Namun, perjalanan Leonardy tidak hanya tercatat dalam lembaran politik.

    Di dunia karate, namanya juga memiliki jejak panjang. Ketika memimpin FORKI Sumatera Barat, salah satu momentum penting terjadi pada PON Kalimantan Timur 2008, ketika karate Sumbar untuk pertama kalinya meraih medali emas PON melalui atlet Martinel Prihastuti.

    Sejumlah pihak di lingkungan karate menyebut peran Leonardy dalam pembinaan saat itu, termasuk upaya menghadirkan pelatih dari Malaysia dan pelatih nasional untuk memperkuat persiapan tim Sumbar.

    Perhatian terhadap pembinaan atlet kemudian terus berlanjut melalui Lemkari.

    Pada 2020, Leonardy dipercaya menjadi Ketua Umum PB Lemkari periode 2020–2024 setelah terpilih secara aklamasi dalam Kongres PB Lemkari XV di Jakarta. Dalam visi yang disampaikannya saat itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru, pelatih, wasit dan juri, sekaligus pembinaan karakter serta prestasi karateka.

    Jejak pembinaan itu juga tercermin dari berbagai kegiatan karate yang berlangsung di Sumatera Barat. Catatan lama Lemkari bahkan menyebut 2008 sebagai salah satu tahun penting bagi karate Sumbar, termasuk raihan emas PON serta kegiatan ujian kenaikan tingkat dengan jumlah peserta yang sangat besar.

    Dari politik ke organisasi, dari organisasi kembali kepada masyarakat

    Perjalanan Leonardy memperlihatkan satu pola yang cukup konsisten: berada di tengah organisasi dan masyarakat.

    Ia pernah berkecimpung dalam berbagai organisasi, termasuk dunia usaha, olahraga, kepemudaan dan kemasyarakatan. Pengalaman lintas bidang tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam membangun jejaring pengabdian di Sumatera Barat.

    Di dunia penyiaran, Leonardy juga memiliki perjalanan tersendiri. Keterlibatannya dalam radio dan komunikasi publik membuat ruang pengabdiannya tidak hanya berlangsung melalui lembaga politik atau organisasi, tetapi juga melalui media.

    Karena itu, ketika membicarakan usia 70 tahun Leonardy Harmainy, rasanya kurang lengkap jika hanya melihat jabatan yang pernah disandang.

    Sebab jabatan memiliki masa, sementara jejak pengabdian dapat meninggalkan pengaruh yang lebih panjang.

    70 tahun: bukan tentang berhenti, tetapi tentang apa yang ditinggalkan

    Usia 70 tahun sering menjadi titik bagi seseorang untuk menengok perjalanan ke belakang.

    Ada keberhasilan yang patut dicatat. Ada keputusan yang menjadi pengalaman. Ada organisasi yang pernah dipimpin. Ada generasi muda yang pernah dibina. Dan ada pula masyarakat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

    Bagi Sumatera Barat, perjalanan Leonardy Harmainy merupakan salah satu bagian dari dinamika panjang tokoh-tokoh daerah yang pernah mengisi ruang publik dalam berbagai bidang.

    Kini, ketika usianya genap 70 tahun, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya berapa banyak jabatan yang pernah diemban, tetapi apa yang tetap hidup setelah jabatan itu berakhir.

    Apakah ada atlet yang tumbuh karena pembinaan?

    Apakah ada generasi muda yang mendapatkan teladan?

    Apakah ada organisasi yang menjadi lebih kuat?

    Dan apakah pengalaman panjang di ruang publik dapat terus ditransformasikan menjadi pengetahuan bagi generasi berikutnya?

    Pertanyaan-pertanyaan itu pada akhirnya menjadi ukuran yang lebih bermakna bagi sebuah perjalanan panjang.

    Selamat ulang tahun ke-70, Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa.

    Tujuh dekade telah dilalui.

    Semoga usia yang bertambah bukan sekadar menjadi catatan waktu, tetapi menjadi kesempatan untuk terus berbagi pengalaman, menjaga silaturahmi, membimbing generasi muda, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

    Karena pada akhirnya, umur menghitung berapa lama seseorang hidup, tetapi pengabdianlah yang membuat perjalanan itu berarti.


    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad