Header Ads

  • Breaking News

    Reses Miswar Jambak: Dari Modal UMKM hingga Drainase, Warga Dapil III Sampaikan Kebutuhan

     

    PADANG  (SUMBARKINI.COM)— Reses bukan sekadar pertemuan antara wakil rakyat dan masyarakat. Di ruang-ruang sederhana tempat warga berkumpul, berbagai kebutuhan sehari-hari menjadi bahan pembicaraan yang kemudian diharapkan dapat masuk ke dalam proses pembangunan daerah.

    Hal itu tergambar dalam kegiatan reses masa sidang I tahun 2026–2027 yang dilaksanakan Anggota DPRD Kota Padang, Miswar Jambak, SH, pada 2–6 September 2026.

    Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah titik di daerah pemilihan (Dapil) III, meliputi Kecamatan Lubuk Kilangan dan Kecamatan Pauh. Pertemuan digelar antara lain di kediaman Bu Yuliarti, Jalan Gang Melayu, Kelurahan Batu Gadang, Lubuk Kilangan; kediaman Bu Yen di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh; serta kediaman Bu Dayati di Jalan Jambak Indah, Kelurahan Koto Lalang, Lubuk Kilangan.

    Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari. Aspirasi tersebut antara lain berkaitan dengan penguatan usaha kecil, penerangan jalan, pembangunan infrastruktur, bantuan bagi lanjut usia, hingga dukungan biaya pendidikan anak.

    Di Kelurahan Cupak Tangah, salah satu aspirasi yang muncul adalah kebutuhan sarana dan modal usaha bagi warga yang menjalankan usaha kuliner, seperti nasi uduk dan nasi goreng.

    Warga juga menyampaikan kebutuhan penerangan lampu jalan umum serta kelanjutan pembangunan beton jalan di belakang SMP Negeri 14 Padang menuju Binuang Kampung Dalam. Salah satu ruas yang disampaikan membutuhkan penanganan disebut mencapai sekitar 500 meter.

    Selain infrastruktur, perhatian warga juga tertuju pada kebutuhan sosial. Bantuan untuk lansia dan biaya pendidikan anak menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

    Ketua RW 02 Kelurahan Cupak Tangah, Mardanius, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses di wilayahnya. Menurut dia, kehadiran anggota DPRD menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang sebelumnya dibicarakan di tingkat RT, RW maupun kelurahan.

    Ia berharap aspirasi yang disampaikan warga dapat menjadi bahan perhatian dalam proses pembangunan.

    Sementara itu, Miswar Jambak mengatakan dirinya datang untuk menjemput aspirasi masyarakat secara langsung.

    “Silakan memberikan usulnya, apa-apa saja disampaikan,” ujar Miswar dalam kegiatan tersebut.

    Menurutnya, anggota legislatif perlu mengetahui persoalan yang terjadi hingga tingkat bawah agar kebutuhan masyarakat dapat menjadi bahan dalam penyusunan program.

    Ia menyebut sejumlah bidang yang menjadi perhatian, mulai dari pengembangan UMKM, pembangunan fisik, penerangan jalan, drainase, bantuan rumah, kegiatan masyarakat, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia.

    Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, Miswar menilai dukungan terhadap UMKM menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena aktivitas usaha masyarakat berkaitan dengan perputaran ekonomi di lingkungan sekitar.

    Ia juga menyampaikan bahwa aspirasi yang diterima akan ditampung dan dipilah berdasarkan skala prioritas serta kebutuhan masyarakat.

    “Yang disampaikan kita tampung dan mana skala prioritas utama,” katanya.

    Sejumlah program yang disebut dalam pertemuan antara lain dukungan terhadap pembangunan jalan, bantuan untuk masjid, bedah rumah, kegiatan olahraga masyarakat, penerangan jalan, serta pembangunan fisik dan drainase.

    Untuk persoalan lingkungan, Miswar juga mengajak masyarakat menjaga kondisi lingkungan secara bersama-sama. Pembangunan drainase, misalnya, diharapkan dapat mendukung upaya mengurangi persoalan genangan dan banjir di kawasan yang membutuhkan penanganan.

    Bagi masyarakat, aspirasi seperti lampu jalan, akses jalan, drainase, modal usaha, bantuan pendidikan dan perhatian kepada lansia mungkin terlihat sebagai kebutuhan yang berbeda-beda. Namun semuanya memiliki satu titik temu: kebutuhan agar pelayanan dan pembangunan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Reses kemudian menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kebutuhan tersebut dengan fungsi representasi anggota DPRD.

    Miswar menegaskan, dirinya berharap pertemuan dengan masyarakat tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi dapat menjadi bahan dalam menyusun program yang manfaatnya dirasakan lebih luas.

    “Insya Allah akan banyak yang kita kerjakan,” ujarnya.

    Pada akhirnya, keberhasilan sebuah reses tidak hanya diukur dari banyaknya aspirasi yang disampaikan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana aspirasi tersebut dicatat, dipetakan berdasarkan prioritas, dibahas melalui mekanisme yang berlaku, dan sejauh mana hasilnya dapat dikomunikasikan kembali kepada masyarakat.

    Di sinilah warga juga memiliki peran penting: menyampaikan kebutuhan secara terbuka, mengawal prosesnya, serta bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar benar-benar memberi manfaat bagi lingkungan.

    Reses pun bukan akhir dari penyampaian suara masyarakat. Ia merupakan salah satu titik awal untuk memastikan persoalan yang muncul dari lingkungan warga tetap menjadi bagian dari pembicaraan pembangunan Kota Padang.

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad