• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan

    Gandeng Paguyuban Warga Sunda, LAZ Al-Hilal dari Bandung Salurkan Bantuan Mushaf Al-Quran

    Penyaluran bantuan Mushaf Al-Quran dari LAZ Al-Hilal di Kota Padang.


    Padang, sumbarkini.com-Lembaga Amil Zakat Al-Hilal yang berasal dari Bandung, Jawa Barat bekerjasama dengan Paguyuban Warga Sunda, Sumatera Barat menyalurkan bantuan mushaf Al-Quran kepada kaum muslimin di Sumatera Barat. Selain mushaf Al-Quran, LAZ Al-Hilal juga menyalurkan bantuan buku Iqra dan buku-buku Islam lainnya.


    Bantuan mushaf Al-Quran, Iqra, dan buku-buku Islam sudah dilakukan secara berkala. Sementara, serah terima penyaluran bantuan dilaksanakan pada Jumat (19/7) bertempat di Masjid Babussalam, Ulak Karang dan  di Masjid Nurul Yaqin Al Huffaz, Bungus, Kota Padang. Serah terima dilakukan langsung oleh Direktur Eksekutif LAZ Al-Hilal, H. Iwan Setiawan.


    Iwan Setiawan menjelaskan, LAZ Al-Hilal merupakan Lembaga Amil Zakat yang menghimpun dana zakat, infaq, sedekah, wakaf dan fidyah, CSR dari muzaki, serta dana hibah, donatur baik perorangan, komunitas atau perusahaan. Lembaga Amil Zakat ini berlokasi Kantor Pusat di Pesantren Al-Hilal Gegerkalong Jl. Gegerkalong Hilir No.155A, Sarijadi, Sukasari, Bandung.


    Iwan Setiawan mengucap syukur karena bantuan untuk kaum muslimin Sumatera Barat telah terlaksana dengan baik. "Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan perjalanan untuk menyalurkan beberapa paket dus berisi Mushaf Quran, Iqra, dan buku-buku Islam yang merupakan amanah dari para donatur setia Al-Hilal kepada LAZISWAF Al-Hilal untuk disalurkan secara langsung kepada saudara muslim di Padang, Sumatera Barat," ujar Iwan Setiawan.


    Iwan menceritakan, dalam menjalankan misi mulia ini, tim memulai perjalanan dari Bandung menuju Padang melalui jalur udara beberapa hari yang lalu yang bertepatan dengan Munas FOZ di ZHM Premiere Hotel Padang. Dus-dus yang berisi Mushaf Quran, Iqra, dan buku-buku langsung disalurkan di Kota Padang dan wilayah Sumbar lainnya. Ada sekitar 40 lembaga yang dibagikan mendapatkan bantuan.


    Bantuan mushaf Al-Quran, Iqra, dan buku-buku Islam yang digalang LAZ Al-Hilal ini rutin dilaksanakan. Tidak hanya menyasar kaum muslimin di Ranah Minang, tapi juga kaum muslimin di daerah lain. Bahkan, sebaran bantuan Al-Hilal ini hampir di seluruh provinsi di Indonesia.


    Paguyuban Warga Sunda yang diwakili oleh Deni Mahesa menyampaikan dukungan penuh atas bantuan mushaf Al-Quran, Iqra, dan buku-buku Islam dari LAZ Al-Hilal ini. "Kita akan beri support untuk penyaluran, baik untuk internal maupun untuk umum nantinya," ujar Deni Mahesa.


    Deni Mahesa menguraikan, mushaf Al-Quran, Iqra, dan buku-buku Islam ini akan
    disalurkan kepada lembaga pendidikan Al-Quran, masjid dan lembaga lainnya yang ada di Sumbar. Bantuan ini diharapkan dapat dibaca dan diajarkan, sehingga memberi manfaat bagi umat muslim terutama generasi penerus.


    Penerima manfaat wakaf Al-Quran ini menurut Deni bukan hanya yayasan dan rumah tahfidz, namun juga disebarkan ke DKM, ormas, dan lembaga lainnya.


    Di Kota Padang saja, sebaran bantuan tidak hanya di satu titik. Di Kota Padang sebaran bantuan menurut Deni bahkan sampai ke kawasan pinggiran, seperti Bungus Teluk Kabung. "Wakaf Al-Quran ini manfaatnya sangat luar biasa bagi kita dan untuk generasi masa depan. Manfaat pahalanya akan terus mengalir, selagi Al-Quran yang disebarkan selalu dibaca dan diajarkan makna kandungan di dalam kehidupan sehari-hari," ujar Deni Mahesa. (Zal)

    Buya Muslim M. Yatim Bantu Korban Galodo Lahar Dingin Marapi

    Anggota DPD-RI, Buya Muslim M. Yatim menyerahkan langsung bantuan untuk korban galodo lahar dingin Gunung Marapi. 

    Agam, sumbarkini.com-Anggota DPD-RI, Buya Muslim M. Yatim mengulurkan tangan membantu korban galodo lahar dingin Gunung Marapi. Senator yang juga Komisaris Utama Perusahaan Herbal Halal, HNI ini juga turun langsung ke lokasi bencana.


    Buya Muslim M. Yatim menyerahkan bantuan langsung pada Kamis (16/5). Bantuan senator yang kembali terpilih pada Pemilu yang dilaksanakan awal tahun ini berupa barang-barang, perlengkapan, kebutuhan dan uang tunai Rp13 juta.


    Bantuan yang diberikan Buya Muslim M. Yatim berupa barang, makanan, termasuk produk herbal HNI yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan imunitas tubuh. Penyerahan bantuan tersebut disambut suka cita masyarakat yang menjadi korban galodo.


    Galodo lahar dingin Gunung Marapi menerpa sejumlah kawasan di Sumbar. Saat mengunjungi lokasi bencana di Bukik Batabuah, Buya Muslim M. Yatim menyaksikan langsung betapa Maha Besarnya Allah SWT. Adalah Surau Kasiak An-Nur yang berada persis di jalur lahar dingin Marapi tampak berdiri kokoh. Sementara, bangunan di sekitarnya sudah hancur diterpa air bah. "Inilah bukti keagungan Allah SWT terhadap rumah-Nya. Ketika Allah berkehendak, maka semuanya akan terjadi. Karena itu, marilah kita selalu berserah diri kepada Allah SWT," ujar Buya Muslim M. Yatim.


    Buya Muslim M. Yatim berharap, bantuan yang diberikan bisa meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak. Buya Muslim juga mendoakan agar para korban diberi ketabahan dan kesabaran. Dan, korban jiwa mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.


    Bencana galodo lahar dingin Gunung Marapi menurut Buya Muslim M. Yatim begitu dahsyat. Rumah-rumah hancur. Bahkan, korban-korban terbawa rumah mereka yang tersapu air bah bercampur lumpur. Begitu dahsyatnya bencana galodo ini, makanya diharapkan mematik perhatian dan solidaritas semua pihak.


    Buya Muslim M. Yatim juga mengingatkan agar di saat bencana ini tidak ada yang saling menyalahkan. "Saatnya bahu-membahu agar semuanya bisa kembali pulih dari bencana," ujar Buya Muslim M. Yatim. (Jal)


    Banjir Bandang Lahar Dingin Terjang Agam, BPBD Agam Bergerak Cepat

    BPBD Agam,Budi Prawiranegara tinjau ke lokasi banjir bandang di kecamatan canduang dan Kecamatan sungai pua(f/pemkab)



    Agam(sumbarkini.com)- Pada Jumat, 5 April 2024, pukul 16.30 WIB, Kabupaten Agam diguncang oleh banjir bandang lahar dingin yang disebabkan oleh tingginya curah hujan. Menurut laporan dari Kalaksa BPBD Agam, Budi Prawiranegara, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua.

    Banjir bandang ini menyebabkan sejumlah dampak, termasuk terputusnya jalan pertanian dan terjebaknya sebuah unit mobil di lokasi pertanian. Rumah warga, kendaraan, dan akses jalan di beberapa nagari juga terdampak oleh banjir bandang ini.

    Puluhan warga harus dievakuasi ke tempat aman oleh personel TNI-Polri bersama Tim SAR Gabungan BPBD Agam yang bergerak cepat ke lokasi kejadian. Bupati Agam, H Andri Warman, turut meninjau lokasi bersama aparat terkait untuk memantau kondisi langsung di lapangan dan memberikan dukungan moral kepada warga yang terdampak.

    BPBD Kabupaten Agam juga telah melakukan upaya penanggulangan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Nagari dan Kecamatan, melakukan assessment dan pendataan, serta memberikan bantuan langsung di lokasi kejadian untuk membantu penanggulangan bencana ini.(*)

    Sekwan DPRD Sumbar Terima Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Riau

    Kunjungan kerja DPRD Riau ke DPRD Sumbar(f/putra)



    Padang(sumbarkini.com)-Komisi II DPRD Provinsi Riau lakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Sumatra Barat(Sumbar)dalam rangka melakukan studi tentang masalah bahan pangan untuk menghadapi lebaran.


    Hal itu disampaikan oleh ketua rombongan komisi II DPRD Riau, H syarudin ipun, kehadiran komisi II Riau ke DPRD Sumbar dalam rangka studi tentang masalah bahan pangan untuk menghadapi lebaran.


    Kehadiran komisi II DPRD Riau diterima oleh Sekwan DPRD Sumbar,Raflis beserta jajaran Pemprov Sumbar diantaranya,Dinas Pangan Sumbar,Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar,serta Kabag Persidangan dan Perundang undangan DPRD Sumbar,Zardi Syahrir,Jumaat(5/4/2024)diruang rapat khusus I DPRD Sumbar.


    Sementara itu pimpinan rombongan komisi II DPRD Riau,Syafrudin ipun mengucapkan terimakasih kepada Sekwan DPRD Sumbar,pak Raflis beserta jajaran Pemprov Sumbar yang telah bersedia menerima kehadiran kami. Kami mengucapakan terimakasih


    Sementara itu kami tau Provinsi Riau dan Provinsi Sumbar bertetangga. Jadi kami ingin tau tentang pengawasan masalah ketahanan bahan pangan di Sumbar ini mengadapi bulan suci ramadhan dan lebaran.


    "Mungkin kami satu visi dan misi dalam menghadapi bulan ramadhan dan lebaran. Karena biasanya para tengkulak dan pedagang biasanya menaikan harga semau mereka saat menghadapi bulan suci ramadhan dan menjelang lebaran ini,maka dari itu kami belajar masalah bahan pokok pangan ini ke Sumatra barat,"ujarnya.(putra)

    PC IAI Padang Pariaman-Kota Pariaman Berbagai Takjil Serentak di Enam Rumah Sakit

    Aksi berbagi takjil serentak PC IAI Padang Pariaman-Kota Pariaman di enam rumah sakit.


    Pariaman, sumbarkini.com-Pengurus Cabang (PC) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Padang Pariaman-Kota Pariaman menggelar aksi berbagi di bulan suci. PC IAI Padang Pariaman-Kota Pariaman berbagi takjil serentak. Kegiatan ini dilaksanakan di enam rumah sakit yang ada dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.



    Berbagi takjil serentak ini dilaksanakan pada Kamis (4/4). PC IAI Padang Pariaman-Kota Pariaman menyasar RSUD Pariaman, RSUD Padang Pariaman, RS TMC Pariaman, RS Aisyiah Kota Pariaman, RS dr. Sadikin Kota Pariaman, dan RS Paru.


    Ketua PC IAI Kabupaten Padang Pariaman-Kota Pariaman, apt. Helen Widaya, S. Farm menyebutkan, kegiatan Ramadhan Berbagi merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan oleh PC IAI Kabupaten Padang Pariaman-Kota Pariaman. "Kami berterimakasih pada seluruh direktur RS yg telah memberi izin atas kegiatan berbagi takjil yang kami laksanakan di RS setempat," ujar Helen Widaya.


    Helen berharap, kegiatan berbagi takjil ini bisa bermanfaat bagi pasien dan meringankan beban keluarga pasien yang selalu berjaga untuk sanak-keluarganya. Ibarat sitawa sidingin, hal ini diharapkan bisa menyenangkan hati pasien, sehingga mempercepat kesembuhannya.


    Takjil dibagikan kepada keluarga pasien rawat inap di 6 RS yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman-Kota Pariaman. Ketua Panitia Pelaksana, apt.Indra Rizki Lesmana, S. Farm mengaku sangat antusias karena keluarga pasien menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan PC. IAI Padang Pariaman- Kota Pariaman. "Keluarga pasien berterima kasih sekali dan menyambut hanga," ujar Rizki Lesmana. (Jal)

    Buya Muslim M. Yatim Sosialisasi Empat Pilar di Payakumbuh

    Anggota DPD-RI, Buya Muslim M. Yatim menyampaikan paparan dalam Sosialisasi Empat Pilar di Payakumbuh Utara.

    Payakumbuh, sumbarkini.com-Anggota DPD-RI, Buya Muslim M. Yatim melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di aula Mangkuto Jalan Jenderal Sudirman, Kota Dibaruah, Kelurahan Tigo, Payakumbuh Utara pada (8/3) yang lalu.


    Buya Muslim M. Yatim dalam paparannya mengungkapkan pentingnya sosialisasi empat pilar kebangsaan. Menurutnya, pemahaman terhadap NKRI, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhineka Tunggal Ika sangat penting dalam implementasi kehidupan berbangsa dan bernegara.


    Negara Kesatuan Republik Indonesia lahir dari sejarah yang unik. Menurut Buya Muslim M. Yatim, berbeda dengan negara-negara tetangga, kemerdekaan Indonesia lahir bukan karena pemberian bangsa penjajah. "Kemerdekaan Indonesia karena perjuangan rakyat dan atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa," ujar Buya Muslim M. Yatim yang kembali terpilih sebagai anggota DPD-RI pada Pemilu 2024 yang lalu.


    Negara Indonesia terbentuk atas ribuang pula dengan keragaman suku bangsa, agama, dan bahasa. Dengan keberagaman itu, Indonesia bisa bersatu dan menjadi bangsa yang kuat. Persatuan dalam keberagaman ini menurut Buya Muslim M. Yatim adalah sesuatu yang harus terus dirawat dengan pemahaman empat pilar kebangsaan.


    Buya Muslim M. Yatim menekankan agar peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan terus bersemangat mempelajari dan memahami Empat Pilar Kebangsaan. Pemahaman ini sangat penting karena zaman yang terus berubah. Perubahan zaman memberikan tantangan yang berbeda terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.


    Dengan kemajuan teknologi saat ini, tantangan hidup berbangsa dan bernegara menurut Buya Muslim M. Yatim justru semakin berat. Contohnya saat ini, dengan kemajuan teknologi informasi, masyarakat sangat mudah terpengaruh dengan konflik di negara lain. "Ada juga masyarakat kita yang malah mendukung dan mengidolakan bangsa penjajah. Ini kan bertentangan dengan Empat Pilar Kebangsaan. Kita bangsa yang menjunjung kemerdekaan," urai Buya Muslim M. Yatim.


    Pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan menurut Buya Muslim M. Yatim sangat penting dalam menjawab tantangan hidup berbangsa dan bernegara. Karena itu, tiada kata berhenti untuk terus mempelajari dan meningkatkan pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan. (jal)


    Buya Muslim M. Yatim Hadiri Silaturrahim Akbar Masyarakat Tapanuli di Sumbar

    Anggota DPD-RI, Buya Muslim M. Yatim berfoto bersama pengurus baru HMTI Sumbar dan masyarakat Tapanuli bagian Selatan yang ada di Sumbar.

    Padang, sumbarkini.com-Anggota DPD-RI, Buya Muslim M. Yatim menghadiri silaturrahim akbar Himpunan Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Indonesia. Kegiatan yang diikuti oleh seribuan masyarakat Tapanuli bagian Selatan yang bermukim di Sumatera Barat itu dilaksanakan pada Ahad (17/12) bertempat di Adzkia Convention Center, Padang.


    Buya Muslim M. Yatim yang dekat dengan semua kalangan masyarakat berkesempatan menghadiri acara silaturrahmi akbar tersebut. Senator asal Sumbar ini merasa sangat antusias sekali karena begitu kuatnya kebersamaan masyarakat Tapanuli bagian Selatan di Sumatera Barat.


    Buya Muslim M. Yatim menyebut masyarakat Tapanuli bagian Selatan di Sumatera Barat sudah seperti keluarga besar saja. "Luar biasa, di sini semuanya saling merangkul. Seperti sebuah keluarga besar," ujar Buya Muslim M. Yatim.


    Buya Muslim M. Yatim mengajak masyarakat Tapanuli bagian Selatan di Sumbar untuk terus menjaga kekompakan. Rawat terus rasa kekeluargaan dan memberi kontribusi yang nyata untuk kemajuan Sumatera Barat.


    Masyarakat Tapanuli bagian Selatan di Sumbar juga harus terus melangkah maju. "Teruslah melangkah maju. Sebab, menjadi maju itu sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Sumbar," urai Buya Muslim M. Yatim.


    Pada kesempatan silaturrahim akbar itu, HMTI Sumatera Barat juga membentuk kepengurusan yang baru. Buya Muslim M. Yatim mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus baru DPW HMTI Sumbar. "Semoga pengurus baru bisa mengemban amanah dengan baik dan membuat HMTI semakin berkembang," ujar Buya Muslim M. Yatim.


    Silaturrahim akbar masyarakat Tapanuli bagian Selatan berlangsung meriah dan penuh keakraban. Buya Muslim M. Yatim berkesempatan berfoto bersama pengurus HMTI Sumbar yang baru. (zal)

    Buya Muslim M. Yatim Bantu Ponpes Hasanah Surian Solok

    Muslim M. Yatim didampingi anggota DPRD Sumbar, Nurfirmanwansyah menyerahkan bantuan untuk Ponpes Hasanah Surian, Kabupaten Solok.


    Surian, sumbarkini.com-Anggota DPD-RI asal Sumbar, H. Muslim M. Yatim memiliki kepedulian yang tinggi terhadap dunia pendidikan, terutama pondok pesantren. Dalam kesempatan kunjungan ke Pondok Pesantren Hasanah, Surian, Kabupaten Solok, Muslim M. Yatim memberikan bantuan kapada Ponpes Hasanah yang telah melahirkan alumni yang berkiprah di mancanegara.

    Muslim M. Yatim menyerahkan bantuan di sela-sela acara Politik Bagi Tokoh Masyarakat Kabupaten Solok  oleh Kesbangpol Sumbar yang diangkatkan anggota DPRD Sumbar, Drs. Nurfirmanwansyah, MM, Apt, Ahad (5/12). Kegiatan di Ponpes Hasanah tersebut di hadiri seratus peserta yang merupakan tokoh masyarakat setempat.

    Muslim M. Yatim yang juga seorang pendidik mengharapkan bantuan ini memberi semangat dan motivasi bagi pengelola Ponpes Hasanah untuk meberikan pendidikan terbaik bagi santri. "Ponpes memiliki sejarah yang panjang dalam dunia pendidikan di Tanah Air. Kita harus mendorong Ponpes maju dan menjadi pilihan bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan," ujar Muslim M. Yatim.

    Ponpes Hasanah memiliki kiprah yang sudah teruji di Kabupaten Solok. Ponpes ini telah melahirkan alumni yang berkiprah di mana-mana. Banyak alumni Ponpes Hasanah yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri, terutama ke negara-negara Timur Tengah, seperti Mesir. Muslim M. Yatim yang merupakan alumni King Saud University Riyadh, Arab Saudi sangat terkesan dan antusias dengan kiprah Ponpes Hasanah.

    Di masa lalu, pendidikan Sumatera Barat menurut Muslim M. Yatim menjadi rujukan bagi daerah lain, bahkan menjadi rujukan bagi negara-negara tetangga. "Ponpes seperti Hasanah ini kita harapkan bisa mengembalikan kejayaan pendidikan Sumatera Barat," ujar anggota DPD-RI yang akrab dipanggil Buya ini.

    Buya Musim M. Yatim berharap bantuan yang diberikannya bisa bermanfaat bagi Ponpes Hasanah. Baik untuk operasional, fasilitas, dan juga peningkatan mutu pendidikan di ponpes ini.

    Secara khusus, Buya Muslim M. Yatim menyoroti arti penting ponpes dan Kabupaten Solok dalam sejarah pendidikan Sumatera Barat. Pasalnya, Kabupaten Solok merupakan tanah kelahiran tokoh ulama dan tokoh bangsa, M. Natsir. Jejak M. Natsir masih ada di daerah ini dengan adanya pondok pesantren. "Semoga, pondok pesantren dan pendidikan Kabupaten Solok bisa semakin maju," tambah Buya Muslim M. Yatim. (zal)


    Muslim M. Yatim Terenyuh dengan Anak-anak Berkebutuhan Khusus

    H. Muslim M. Yatim bersama anak-anak penyandang disabilitas.


    Bukittinggi, sumbarkini.com-Dengan menggunakan kursi roda, anak itu mendekati H. Muslim M. Yatim tergopoh-gopoh. Begitu bersemangat ia hendak mencium tangan. Hal sederhana, namun menjadi teramay berat bagi si anak. Buya Muslim M. Yatim sigap dengan keadaan. Ia bergegas menyusul si anak. Tanpa sungkan, anggota DPD-RI asal Sumbar itu memilih lebih dahulu menyapa.


    Ada bermacam pemandangan yang tak biasa di salah satu ruangan hotel berbintang di Kota Bukittinggi itu. Pemandangan yang tak biasa itu adalah keberadaan anak-anak disabilitas atau berkebutuhan khusus. Setiap anak, masing-masing membawa cerita suka dan duka. Bila dipaparkan, tak cukup selembar-dua lembar buku. Panjang sekali.


    Anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim hadir dalam kegiatan Sosialisasi Upaya Perlindungan Khusus Anak Penyandang Disabilitas bersama Celebral Palcy Rumah Gadang Sumbar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Santika Bukittinggi, Minggu (15/10). Kegiatan ini dihadiri anak-anak berkebutuhan khusus yang didampingi orang tua masing-masing dan pihak-pihak berkompeten lainnya.


    Menurut Muslim M. Yatim, anak-anak penyandang disabilitas perlu mendapat perlakuan khusus. Hal itu selain merupakan amanat undang-undang, juga sejalan dengan hak-hak dasar bahwa anak-anak ini juga berhak tumbuh dan berkembang, bahkan menggapai cita-citanya menjadi manusia sukses.


    Anak-anak penyandang disabilitas perlu mendapatkan fasilitas khusus, karena mereka tidak bisa berkembang seperti anak-anak normal lainnya. "Kekurangan bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Anak-anak ini juga bisa menjadi orang-orang sukses," ujar Muslim M. Yatim.


    Lingkungan sehari-hari kadang menjadi sesuatu yang buruk bagi anak-anak penyandang disabilitas ini. Bahkan, kadang membahayakan. Karena itu, menurut Muslim M. Yatim, penyandang disabilitas harus mendapat perlindungan.


    Misalnya, fasilitas publik mesti ramah bagi penyandang disabilitas. Dengan begitu, mereka bisa beraktivitas dan menjadi orang mandiri. "Jangan lagi ada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas," tegas Muslim M. Yatim.


    Kepada penyandang disabilitas, Muslim M. Yatim yang juga seorang pendidik ini memberi semangat dan motivasi. Menurutnya, kekurangan diri bukan menjadi berhalang untuk sukses dan menjadi manusia bermanfaat. Banyak tokoh penting dunia, bahkan mantan Presiden RI saja ada yang berkebutuhan khsusus. "Ilmuan Fisika terkemuka dunia saja penyandang disabilitas. Ulama berpengaruh saja ada yang merupakan penyandang disabilitas. Bahkan, baru-baru ini ada putri Indonesia penyandang disabilitas yang mengharumkan nama bangsa di ajang seni tingkat dunia. Jadi, tetaplah bersemangat," ujar Muslim M. Yatim.


    Kegiatan sosialisasi itu tiba-tiba mengandung bawang. Muslim M. Yatim terenyuh dengan semangat anak-anak penyandang disabilitas ini. Walau memiliki kekurangan, anak-anak itu selalu ceria dan segala beban hidup tampak enteng bagi mereka.


    Di sela-sela acara, Muslim M..Yatim tak segan menyapa anak-anak berkebutuhan khusus ini satu persatu. Bahkan, tak sungkan, anggota DPD-RI yang biasa dipanggil Buya ini memberikan buah tangan kepada anak-anak surga ini. (zal) 

    Dukung Ketahanan Pangan, Muslim M. Yatim Bantu Bibit Jagung

    H. Muslim M. Yatim bersama masyarakat Nagari Sariak Laweh saat memberikan bantuan bibit jagung. 


    Limapuluhkota, sumbarkini.com-Di tengah iklim global yang sedang tidak baik-baik saja, disusul konflik di berbagai negara, ketahanan pangan menjadi sesuatu yang sangat penting. Apalagi, bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan memiliki jumlah penduduk 273, 8 juta lebih.


    Mendukung ketahanan pangan di Sumatera Barat, Anggota DPD-RI, H. Muslim M. Yatim membagikan bibit jagung kepada masyarakat petani. Bantuan bibit jagung untuk masyarakat Nagari Sariak Laweh, Kecamatan Akabirulu, Limapuluhkota dilaksanakan Jumat (20/10) kemarin. 


    Muslim M. Yatim menyebutkan, dipilihnya bibit jagung karena jagung menjadi salah satu komoditi yang mendukung ketahanan pangan. "Kita mendukung ketahanan pangan di tahun 2023 ini," ujar Muslim M. Yatim.


    Program ketahanan pangan menurut senator yang akrab dipanggil Buya ini sangatlah penting. Program ketahanan pangan nasional selain untuk menjaga kestabilan ketersediaan pangan, juga untuk memberi peluang pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 tahun kemarin.


    Menurut Muslim M. Yatim, masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang ada, bahkan lahan yang selama ini menganggur untuk ditanami jagung. "Dengan begitu, kita juga menciptakan pekerjaan atau lapangan ekonomi untuk masyarakat," urai Muslim M. Yatim.


    Setelah memberi bantuan bibit jagung kepada masyarakat, Muslim M. Yatim berpesan agar masyarakat tetap bersemangat dalam bertani. Menurutnya, pekerjaan petani sangat penting artinya. Sebab, menentukan ketahanan pangan.


    Di zaman modern sekarang, ketahanan pangan sangatlah penting. Bangsa ini tak bisa bergantung pada impor pangan. Sebab, ketergantungan itu akan membuat bangsa ini seperti terjajah kembali. "Kita bisa swasembada pangan. Sehingga, tidak tergantung lagi pada impor," ujar Muslim M. Yatim mengakhiri. (zal)


    Muslim M. Yatim Sukses Bina Usaha Ikan Koi

    Anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim meninjau usaha ikan koi binaannya. ist


    Padang Pariaman, sumbarkini.com-Dalam kesibukannya sebagai anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim tetap mempunyai perhatian yang besar terhadap UMKM di Sumbar. Berlatar usahawan, sosok senator yang dikenal sebagai buya ini membina UMKM di Sumbar dan menumbuhkan wirausahawan baru.

    Salah satu UMKM binaan Muslim M. Yatim yang sudah sukses, yaitu usaha budidaya ikan koi di Ulakan, Padang Pariaman. Usaha yang dirintis oleh mahasiswa ini telah berjalan satu tahun dan terus mendapatkan tempat di hati pecinta ikan hias.

    Pondok Usaha Ikan Koi Sumatera yang beralamat di Jalan Syekh Burhanuddin khusus bergerak di bidang ikan Koi mulai dari penyediaan ikan koi, makanan ikan koi, obat-obatan ikan koi dan jasa pembuatan kolam. Usaha yang di rintis oleh seorang mahasiswa yang saat ini sudah mulai mendapatkan hasil.

    Muslim M. Yatim ketika meninjau usaha binaannya itu mendapat informasi, usaha ika koi ini telah memiliki pelanggan yang luas. Berbagai pelanggan berasal dari Sumbar dan bahkan di luar wilayah Sumbar pun mampir untuk membeli ikan koi. Kios Ikan Koi Sumatera ini juga sudah ikut andil dalam berbagai ajang kontestan perlombaan ikan koi di Sumbar dan mendapatkan juara. "Tak terasa kelompok binaan UMKM kami sudah berjalan satu tahun. Semoga ke dapan semakin berkembang dan maju," sambut Muslim M. Yatim.

    Tak lupa, Muslim M. Yatim ikut mempromosika usaha binaannya ini. "Silahkan bagi sahabat yang ingin memelihara ikan koi dan bingung meu beli damana yuk mampir ke Pondok Koi Sumatera di Jalan Syekh Burhanuddin, Ulakan, Padang Pariaman," ujar Muslim M. Yatim berpromosi. (arr)

    SURVEI SBLF: Mahyeldi-Audy Menangi Pilgub Sumbar

    Cagub-Cawagub Sumbar, Mahyeldi-Audy. ist



    Padang, sumbarkini.com-Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi-Audy Joinaldy diprediksi akan memenangi Pilkada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Mahyeldi-Audy memenangi Pilkada Sumbar berdasarkan hasil survei terbaru dari Sumatera Barat Leadership Forum (SBLF) Riset.

    SBLF Riset merilis hasil survei Pilkada terbaru, Jum’at (4/12). Lembaga riset yang sudah berdiri sejak 2014 ini menyebutkan pasangan Mahyeldi-Audy meraih 36,69 persen suara, disusul Mulyadi-Ali Mukhni dengan 28,79 persen, Nasrul Abit 26,21 persen, Fakhrizal-Genius 6.62 persen, dan yang belum menentukan pilihan sebesar 1.69 persen.

    Direkrut SBLF Riset, Edo Anderson menyebutkan, survei dilaksanakan pada 29 November-3 Desember. Survei melibatkan 2.000 responden dengan sampel tersebar proporsional di 19 kabupaten dan kota di Sumbar. Survei menggunakan metodologi multistage random sampling dengan margin of error 2,1 persen. “Keunggulan Mahyeldi-Audy terprediksi konsisten sejak 3 survei sebelumnya, Agustus, September, dan November,” ujar Edo.

    Edo yang merupakan kandidat doktor Universitas Negeri Padang ini lebih lanjut menyebutkan, keunggulan Mahyeldi-Audy dalam keterpilihan terlihat dari penguasaan basis kabupaten dan kota yang dominan dari pada paslon lainnya. Basis Mahyeldi adalah Kota Padang sebagai DPT terbesar pertama, kemudian tanah kelahirannya Agam, sebagai sumando Luak Limo Puluah serta support dari kada PKS, terutama Irwan Prayitno yang menjadi Gubernur Sumbar sekarang dan Riza Falepi yang menjadi Walikota Payakumbuh. Ditambah pula daerah pemilih karakter kota sebagai basis pemilih PKS dan beberapa daerah yang tidak ada daerah asal calon menjadi unggulan pasangan Mahyeldi-Audy.

    Keberhasilan Mahyeldi sebagai Walikota Padang menurut Edo menjadi sorotan. Terutama dalam tata kelola pemerintahan dan program yang menyentuh di masyarakat. Tak tanggung-tanggung, penghargaan kepala daerah terbaik didapatkan Mahyeldi dalam ajang penghargaan yang dilakukan Metro Tv. “Masyarakat di luar Padang yang menjadikan Padang sebagai tujuan wisata dan perkembangan sarana dan prasarana publik yang semakin hari semakin rancak serta dukungan dari sektor petani, peternak, dan nelayan sebagai background tamatan paslon membuat Mahyeldi mendapatkan dukungan berarti,” urai Edo.

    Sementara, Calon Wakil Gubernur, Audy menurut Edo mempunyai basis di Solok raya karena menjadi satu-satunya putra daerah yang maju di Pilgub. Audy mendapat dukungan dari kaum milenial sebagai satu-satunya calon yang muda. Audy meraup lebih dari 50 persen pemilih milenial yang berjumlah 40 persen dari total pemilih di Sumbar.

    Audy juga mendapat dukungan dari sektor pengusaha UMKM dan besar yang melihat Audy yang seorang wirausaha sukses di Indonesia Timur. “Audy menjadi harapan baru perekonomian Sumbar semakin baik,” terang Edo.

    SBLF Riset merupakan lembaga riset yang berdiri sejak 2014. Lembaga ini telah ikut serta dalam lebih dari 50-an survei di wilayah Sumatera bagian utara (Sumbar, Aceh, Sumut, Riau dan Kepri). Surveiya terbukti berhasil memprediksi hasil pemilih di 7 Pilkada sebelumnya di Sumbar dan survei di luar Sumbar. Terakhir hasil survei Pilwako Padang yang dirilis 63 persen hasil akhir di KPU dengan angka 62.9 persen. Survei SBLF ini menunjukan hasil senada dengan survei Voxpol yang dilaksanakan November lalu yang menempatkan Mahyeldi-Audy dalam kriteria paslon yang paling mampu memimpin Sumbar, sederhana, religius dan anti korupsi menurut masyarakat Sumbar. (ar)

    SDIT Adzkia 3 Juara 1 Festival dan Lomba Seni Nasional

    Tim tari SDIT Adzkia 3 yang meraih juara 1 FLS2N tingkat Sumbar tahun 2020. ist



    Padang, sumbarkini.com-Sekolah Dasar Islam Terpadu Adzkia 3 berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Tim tari SDIT Adzkia 3 berhasil menjadi juara satu ajang Fetival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Sumatera Barat tahun 2020.


    Kepastian raihan juara pertama tingkat Sumbar itu berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Prestasi Nasional Sekretariat Jenderal Kementrian Pendidikan Nasional tertanggal 20 September 2020. SDIT Adzkia 3 meraih juara 1 tingkat Sumbar untuk cabang seni tari. 


    Kepala SDIT Adzkia 3, Nurmaini, Senin (21/9) menyambut antusias prestasi siwa binaannya ini. Tak hanya membawa harum nama sekolah di tingkat Sumbar, mereka juga ikut membawa nama baik Kota Padang di ajang FLS2N tingkat Sumatera Barat.


    Menurut Nurmaini, prestasi siswa-siswanya ini berkat kerja keras dan ketekunan sebagai tim. "Kita dari pihak sekolah mendukung penuh anak-anak dalam mengembangkan kreativitasnya di segala bidang. Termasuk di bidang seni," ujar Nurmaini.


    Prestasi SDIT Adzkia 3 di cabang seni tari bukan prestasi individu. Anak-anak ini tergabung dalam tim membawa nama ADIT Adzkia 3. Siswa SDIT Adzkia 3 yang tergabung dalam tim tari ini adalah Muflih Batrisya Offik, Muhammad Farras Shiddiq, dan Yaqzan Khairi Ruanda.


    Koordinator Humas Yayasan Adzkia Sumatera Barat, Ronika Putra menambahkan, siswa-siswi Adzkia di segala jenjang pendidikan memang dimotivasi untuk meraih prestasi di segala bidang. Tak hanya di bidang akademis, siswa-siswi Adzkia juga berprestasi di bidang lainnya, seperti olahraga, agama, seni, dan lain sebagainya. "Pengembangan diri anak-anak ini memang di segala aspek. Selain akademis, ahklak, anak-anak ini juga kita dorong berprestasi di bidang yang disenanginya," ujar Ronika.


    Sebagai sekolah yang menerapkan sistem pendidikan terpadu, siswa-siswi Adzkia berhasil meraih prestasi di berbagai bidang. Secara akademik, siswa-siswi Adzkia selalu menjadi lulusan terbaik. Anak-anak ini juga berprestasi di bidang agama, sebagai hafiz dan hafizah. 


    Yayasan Adzkia Sumatera Barat menurut Ronika mengelola pendidikan dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Sekolah-sekolah Adzkia tersebar di Kota Padang, Bukittinggi, dan Payakumbuh. Walau di masa pandemi covid-19, siswa-siswi Adzkia tetap bisa meraih prestasi terbaik di bidangnya. "Kita selalu mendorong anak-anak ini tetap bersemangat untuk meraih prestasi terbaik," tambah Ronika. (arr)


    Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sudah Final

    Anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim dan Gubernur Irwan Prayitno saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. ist

    Padang, sumbarkini.com-Di tengah isu Sumatera Barat adalah provinsi yang tidak pancasilais, Anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Empat Pilar Kebangsaan meliputi, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika disosialisasikan pada Selasa (15/9) kemarin bertempat di Hotel Grand Zuri, Padang.


    Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini dihadiri oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Pada kesempatan itu, Gubernur menegaskan jika Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika sudah final. Artinya, Empat Pilar Kebangsaan sudah mendarah-daging bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi masyarakat Sumatera Barat.


    Seakan hendak menapik isu yang berkembang belakangan ini, Gubernur Irwan Prayitno menegaskan bahwa Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sudah final bagi masyarakat Sumbar. "Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sudah menjadi nilai-nilai dasar bagi masyarakat Sumatera Barat," ujar Gubernur.


    Dengan penegasan ini, maka jangan lagi ada pihak-pihak yang menyangsikan dan menyebut masyarakat Sumbar itu tidak pancasilais. Menurut Gubernur, Empat Pilar Kebangsaan memang harus disosialisasikan kepada masyarakat. Hal itu agar nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan ini semakin kuat dan mendarah-daging di dalam sanubari masyarakat.


    Gubernur Irwan Prayitno menyambut antusias kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim. "Momennya tepat sekali. Kita mengapresiasi anggota DPD-RI, Bapak Muslim M. Yatim yang pro-aktif mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di tengah masyarakat," ujar Gubernur.


    Anggota DPD-RI asal Sumbar, Muslim M. Yatim hendak menapik pula isu yang menyebut masyarakat Sumbar tidak pancasilais. Muslim menyinggung sejarah lahirnya Pancasila tak lepas dari peran masyarakat Sumatera Barat. Pancasila dirumuskan oleh sembilan tokoh pendiri bangsa. Dari sembilan orang itu, tiga di antaranya berasal dari Sumatera Barat. Mereka adalah M. Hatta, M. Yatim, dan Agus Salim.


    Rumusan Pancasila menurut Muslim M. Yatim di antaranya juga diambil dari intisari falsafah hidup dan nilai-nilai yang mengakar pada masyarakat Sumbar. Contohnya saja, sila keempat Pancasila yang identik dengan prinsip hidup bermusyawarah dan bergotong-royong dalam masyarakat Sumbar. Oleh proklamator, Bung Hatta, semangat musyawarah dan gotong-royong ini dimplementasikan dalam prinsip ekonomi koperasi yang dicetuskan oleh Bapak Koperasi ini.


    Masyarakat Sumbar menurut Muslim juga berperan besar dalam keutuhan NKRI. Hal itu terbukti dari masa agresi Belanda di Tanah Air, Sumatera Barat dalam hal ini Bukittinggi dijadikan ibukota Republik Indonesia di tengah kepemimpinan PDRI. Dengan adanya PDRI, maka NKRI bisa tetap utuh sampai hari ini.


    Muslim M. Yatim menekankan agar masyarakat untuk senantiasa mempelajari dan memahami Empat Pilar Kebangsaan. "Jangan pernah lupakan sejarah bangsa," ujar Muslim M. Yatim.


    Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai elemen. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh MPR-RI. Sebagai anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim sekaligus merupakan anggota MPR-RI. (arr)


    Besok, Fahri Hamzah Orasi Kebangsaan di Padang

    Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah. ist


    Padang, Sumbarkini.com-Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah akan menyampaikan orasi kebangsaan di Kota Padang. Sosok yang baru saja menerima tanda jasa Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden RI itu akan menyampaikan orasi kebangsaan pada Sabtu (22/8) bertempat di Pangeran Beach Hotel Padang. 

    Sekretaris Wilayah Partai Gelora Sumbar, Erizal Jum'at (21/8) menyebutkan, kedatangan Fahri Hamzah ke Kota Padang dalam rangka kegiatan Partai Gelora Sumbar. “Bang Fahri akan menyampaikan orasi kebangsaan di hadapan kader Gelora se-Sumatera Barat dan tokoh Sumbar lainnya,” ujar Erizal. 

    Kehadiran Fahri akan menjadi maknet bagi simpatisan dan masyarakat untuk lebih dekat dengan Partai Gelora. Sebagai partai baru, sosok Fahri Hamzah memang lebih dikenal luas oleh masyarakat. Lebih dari itu, kehadiran Fahri menurut Erizal akan menjadi nilai tambah bagi kader dan pengurus Gelora se-Sumatera Barat. 

    Fahri adalah sosok yang terkenal vokal dan tak gentar menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Mantan Wakil Ketua DPR-RI itu menguasai narasi-narasi kebangsaan yang kuat. Hal ini menurut Erizal menjadi motivasi dan penyemangat bagi kader dan pengurus Gelora Sumbar. “Narasi-narasi kuat yang disampaikan Bang Fahri secara langsung akan menjadi motivasi dan penyemangat bagi kader dan pengurus Gelora. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri dan optimisme sebagai partai baru di kancah perpolitikan Sumatera Barat,” jelas Erizal. 

    Dalam orasinya, Fahri akan menyampaikan narasi-narasi tentang kebangsaan. Ia juga akan mengungkap kondisi perpolitikan nasional, termasuk hal-hal kekinian yang sedang hangat-hangatnya dan menjadi trending topik di tengah masyarakat. Bagaimana pun, Fahri Hamzah tetap muncul sebagai sosok yang kritis. 

    Kegiatan orasi kebangsaan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi Partai Gelora Sumbar menghadapi Pilkada serentak pada Desember mendatang. Menurut Erizal, dalam Pilkada mendatang, baik Pilgub, maupun Pilbup dan Pilwako, Partai Gelora Sumbar tidak hanya sebagai penonton. Sebagai partai baru, Gelora akan memainkan perannya dalam helat Pilkada. 

    Dalam kegiatan orasi kebangsaan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh yang disebut-sebut sebagai kandidat kepala daerah, Partai Gelora akan menentukan arah politiknya di Pilkada. “Tidak ada deklarasi. Tapi, dalam kegiatan ini nanti akan terlihat bagaimana arah politik Partai Gelora Sumbar di Pilgub nanti,” ujar Erizal. (rel/zal)

    Di Depan Patung Proklamator, Refrizal Seru Selamatkan Indonesia

    Refrizal di depan patung proklamator dalam aksi menyelamatkan Indonesia. Ist



    Jakarta, sumbarkini.com-Di depan patung proklamator, Soekarno-Hatta, tokoh masyarakat Padang Pariaman, H. Refrizal menyeru selamatkan Indonesia. Seruan itu sebagai bentuk partisipasinya dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia di Tugu Proklamasi Jakarta.

    Aksi Menyelamatkan Indonesia dilaksanakan pada Selasa (18/8). Aksi ini digagas oleh sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar, seperti mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo hingga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Sjamsudin.

    KAMI, gerakan yang dideklarasikan di depan Tugu Proklamasi adalah gerakan moral untuk menyelamatkan bangsa Indonesia. Banyak hal penting yang harus dibenahi untuk menghindari bangsa ini dari keterpurukan yang besar.

    Sebagai tokoh yang peduli dengan nasib bangsa, Refrizal tergerak ikut dalam aksi menyelamatkan Indonesia. "Saya selalu bersemangat untuk terlibat dalam aksi, terutama dalam upaya mendorong perubahan ke arah yang lebih baik," ujar Refrizal.

    Latar aktivis di masa mudanya membuat Refrizal selalu bersemangat ikut dalam berbagai aksi. Ketua Umum PKDP ini bahkan tak segan turun ke jalan. Seperti sebelumnya dilakukan Refrizal ketika terlibat dalam aksi demonstrasi menentang RUU Haluan Ideologi Pancasila di depan Gedung DPR-RI.

    Naluri pergerakan memang tak bisa dilepaskan dari kandidat Bupati Padanf Pariaman ini. Semangat yang sama akan digaungkannya untuk menjadikan Padang Pariaman juara. (arr)

    Muslim M. Yatim Jadi Khatib Ied di RSUP M. Djamil

    Anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim jadi khatib salat Idul Adha di RSUP M. Djamil Padang. ist


    Padang, Sumbarkini.com-Anggota DPD-RI, Muslim M. Yatim menjadi kharib salat Idul Adha yang dilaksanakan di lapangan parkir RSUP M. Djamil Padang. Salat Ied kali ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol pencegahan covid-19.

    Muslim M. Yatim dalam khutbahnya, Jumat (31/7) menjelaskan tentang keteladanan keluarga Islam dan menghadapi pandemi covid-19. Tak lupa, senator yang dikenal juga sebagai dai ini mengungkapkan hikmah keteladanan pada kuluarga Nabi Ibrahim AS.

    Kisah Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail menurut Muslim M. Yatim mengajarkan tentang kekuatan iman dan istiqomah dengan ajaran Islam. "Nabi Ibrahim dan Ismail mengajarkan tentang keteguhan iman. Hal ini menjadi pondasi dalam mewujudkan keluarga sakinah yang diimpi-impikan setiap orang," ujar Muslim M. Yatim.

    Muslim M. Yatim mengajak setiap orang untuk meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail. Dalam membangun keluarga yang sakinah, penting juga meneladani Rasulullah SAW. Kehidupan Nabi Muhammad SAW dan keluarganya merupakan contoh terbaik.

    Muslim M. Yatim juga menyinggung soal pandemi covid-19. Muslim mengajak setiap orang untuk selalu tawakal dan istiqomah dalam upaya mencegah diri dari pandemi covid-19.

    Tak lupa, Muslim M. Yatim memberi semangat kepada paramedis dan dokter di RSUP M. Djamil yang menjadi ramah sakit rujukan penanganan covid-19 di Sumbar. "Pengorbanan paramedis dan dokter akan menjadi amal kebaikan," ujar Muslim M. Yatim. (arr)


    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2