• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label Pemberdayaan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Pemberdayaan. Tampilkan semua postingan

    Mobile Coke Tour CCAI Hadir di Politeknik Negeri Padang.

    Padang (sumbarkini.com) - Pada Hari Rabu, 21 Agustus 2019 Coca-Cola Amatil 
    Indonesia hadir berbagi inspirasi dan membawa semangat baru dalam kuliah umum di kampus Politeknik Negeri Padang, masih di rangkaian peringatan HUT RI ke-74.


    "Perubahan yang terus terjadi dimana-mana seakan mendisrupsi banyak ranah kehidupan. Era Revolusi Industri 4.0 harus disikapi positif dan optimis. Perubahan ini dianggap sebagai tantangan baru yang harus kita hadapi," urai Regional Manager West Indonesia Yayan Sopian CA dalam paparan motivasinya di hadapan dosen dan mahasiswa baru Politeknik Negeri Padang.

    Kegiatan Mobile Coke Tour kali ini hadir di Padang Sumatera Barat membawa pesan semangat untuk terus mengenali dan menggali potensi diri ditengah perubahan sehingga kita mudah dalam tuntutan beradaptasi.

    Hadir dalam kesempatan ini jajaran local leader dari berbagai function mewakili manajemen dari HO CCAI Central Sumatera Operation.

    Asmaranur HR Manager CSO  dalam sambutannya menyatakan, "Kami senang kita semua bisa berbagi pengalaman memperkenalkan dunia kerja serta kiat meraih sukses dalam berkarir di CCAI sebagai perusahaan yang sempat meraih predikat HR Asia  Best Companies To Work for In Asia 2019, bisa hadir di tengah-tengah komunitas millenial kampus di Padang Sumatera Barat." (*)

    Ketua GOW, Genny Putrinda Apresiasi Pelatihan Menjahit Baju Kuruang Basiba

    PADANG (sumbarkini.com) - Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang, Ny. Genny Putrinda memberikan apresiasi atas digelarnya pelatihan "Menjahit Baju Kuruang Basiba" yang diikuti 30 pengurus dan anggota GOW Kota Padang. Adapun tema yang diangkat pada pelatihan ini yakni 'Dengan Pelatihan Menjahit Baju Kurang Basiba, Dapat Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Pelestarian Budaya Minangkabau'.

    Istri Wakil Walikota Padang, Hendri Septa itu menyebutkan bahwa salah satu hak perempuan di bidang sosial budaya adalah hak perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kompetensi tanpa diskriminasi.

    "Pelatihan-pelatihan yang bersifat menambah keterampilan perlu diberikan bagi kamu ibu-ibu seperti yang kita laksanakan pada saat ini. Saya tentu berharap, dengan ini ibu-ibu dapat membuka usaha dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar dan masyarakat umum. Semoga semakin menambah tumbuh dan berkembangnya wirausahawan baru yang merupakan salah satu program unggulan Kota Padang," imbuh Genny dalam pelatihan yang dilangsungkan di Kantor Sekretariat TP-PKK Kota Padang, Rabu 21 Agustus 2019.


    Genny pun dalam kesempatan itu mengingatkan seluruh peserta pelatihan untuk serius mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan ini digelar Pemko Padang melalui DP3AP2KB.

    "Apabila kita serius dan sungguh-sungguh mengikuti pelatihan menjahit baju kuruang basiba insya Allah semua ilmu yang diberikan pelatih dapat kita terima dan implementasikan secara baik," pungkas nya.(*mella)

    LKKS Sumbar Bentuk 7 Posdaya di Kecamatan Banuhampu

    Banuhampu - Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumbar sukses
    membentuk tujuh buah pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam. Ketujuhnya dibentuk setelah mengikuti pelatihan Penguatan Peran Posdaya dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Aula Kantor Walinagari Padang Lua.

    ""Alhamdulillah hari ini telah kita bentuk pula tujuh buah Posdaya di Kecamatan Banuhampu. Posdaya ini memperkuat lembaga akar rumput di tujuh nagari di Kecamatan Banuhampu," ujar Ketua Harian LKKS Sumbar, Drs. Parlagutan Nasution M.Si, Rabu 17 Juli 2019.

    Pria yang lebih dikenal dengan panggilan Parla ini mengungkapkan pembentukan Posdaya bukan bertujuan untuk sebagai pesaing bagi lembaga yang sudah ada di nagari. Posdaya lebih diharapkan untuk menjadi pusat komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) bagi.lembaga yang sudah ada tersebut.

    Dia menjelaskan, organisasi atau lembaga kemasyarakatan di nagari.seperti berdiri dan berjuang sendiri-sendiri. Posdaya dapat memainkan perannya dalam mempererat silaturahmi dan sinergi antar lembaga yang ada di nagari.

    Sinergi yang tercipta tentu berdampak positif bagi pembangunan di nagari. Sebab di Posdaya semua kegiatan produktif dari organisasi semakin diperkuat. Posdaya bisa mengjadi 'corong' dalam mengkoordinasikan, mengusulkan, memperjuangkan dan melaksanakan program dan kegiatan bagi kemajuan nagari.

    "Lewat Posdaya bisa diakses program dan kegiatan dari berbagai dinas/badan. Program inisiasi dari Posdaya bisa minta dukungan dari program pemberdayaan nagari," ulasnya.

    Adapun ketujuh posdaya yang dibentuk itu adalah Posdaya Puncak Kabun (Nagari Cingkariang), Posdaya Sahati (Nagari Ladang Laweh), Posdaya Cahaya Nagari (Nagari Kubang Putiah), Posdaya Sungai Tanang Sejahtera (Nagari Sungai Tanang), Posdaya Pincuran Tujuh (Nagari Padang Lua), Posdaya Berkah (Nagari Taluak IV Suku), Posdaya Sakinah (Nagari Pakan Sinayan).

    Ditegaskan Parla, Posdaya yang terbentuk ini dikuatkan dengan Surat Keputusan Walinagari. Pihak kabupaten bakal menyurati kecamatan agar sesegeranya menetapkan kepengurusan Posdaya yang terbentuk ini. (mela)

    LKKS Sumbar Terus Perkuat Posdaya dalam Penanganan Kesejahteraan Sosial

    Banuhampu - Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumbar terus berupaya melakukan perkuatan terhadap lembaga kesejahteraan sosial (LKS) pos pemberdayaan keluarga (Posdaya). Selasa 16 Juli 2019, di Aula Kantor Walinagari Padang Lua dilaksanakan bimbingan teknis 'Penguatan Peran LKS Posdaya dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial'.

    Dalam kegiatan itu, Ketua Umum LKKS Sumbar Hj. Nevi Zuairina menegaskan optimismenya bahwa Posdaya memegang peran strategis dalam penanggulangan kemiskinan dan penanganan masalah sosial di tengah-tengah masyarakat.

    "Sejak lima tahun pertama memimpin LKKS Sumbar, peran LKS Posdaya terus menunjukkan pengembangan yang signifikan. Lewat Posdaya, LKKS memberikan bantuan terhadap keluarga-keluarga kurang mampu. Mereka yang peduli pun semakin banyak yang menyalurkan bantuannya lewat LKKS," ujar Nevi Zuairina.

    Ditegaskannya, pada lima tahun pertama, bisa dilakukan bedah rumah sebanyak 500 rumah di Padang, 200 di Payakumbuh.

    Pada lima tahun kedua, kepemimpinannya di LKKS Sumbar direalisasikan 1.000 jamban. Untuk tahun 2019 ini telah dibagikan oleh LKKS Sumbar sebanyak 5000 paket sarung dan 3000 paket sembako. Total dengan paket Ramadhan ada 10.000 paket.

    Dengan adanya networking/jejaring yang berhasil dibangun bersama Pemprov Sumbar, PT Semen Padang, Baznas, Wardah, Bank Nagari, Elzatta dan lainnya, bisa dilaksanakan banyak hal. Terakhir sunatan massal bagi 300 anak di Pasaman.

    "Peningkatan kepercayaan terhadap.LKKS tak
    lepas dari peran pekerja sosial kemasyarakatan dan Posdaya di Sumbar dalam memberikan data hingga bantuan tepat sasaran. Kami berharap agar Posdaya di Agam ini tumbuh dan berkembang menjadi lembaga mandiri yang mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan permasalahan sosial," harap perempuan yang jadi calon Anggota DPR RI terpilih pada pemilihan legislatif lalu.

    Ditegaskan Hj. Nevi Zuairina agar para ibu bersemangat dalam menjalankan program dan kegiatannya. Susun program dan kegiatan yang konkrit untuk membantu keluarga yang kurang mampu, disabilitas, bermasalah secara sosial. 'Jangan tutup mata terhadap tetangga kita. Bantu, perhatikan dan sosialisasikan kepada mereka program Posdaya. Bukankah manusia terbaik itu adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya," ungkap Nevi seraya mengingatkan jangan sekali-kali merasa aman dan nyaman untuk tidak peduli dengan masyarakat di sekitar kita.

    Senada dengan itu, Ketua LKKS Kabupaten Agam yang diwakili Ny. Chandra Trinda Farhan menyebutkan betapa Posdaya ikut berpartisipasi dalam mewujudkan Agam yang Madani.

    "Kami berharap camat dan jajarannya dapat membantu. Begitu juga dengan walinagari bersama.petangkat diminta turut membantu memberikan bimbingan dan arahan dalam upaya penguatan LKS Posdaya ini," ujar Ny. Chandra Trinda Farhan.



    Dalam kegiatan yang dilaksanakan LKKS Sumbar dan LKKS Agam itu diperjelas pula makna kemiskinan dan permasalahan keluarga yang berdampak pada penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Materi tentang Kemiskinan dan Permasalahan Keluarga ini disampaikan oleh Kepala Seksi Kepahlawanan, Kepeloporan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial Dinas Sosial.Sumbar, Embun Dini, SH

    "Kemiskinan dan masalah keluarga erat kaitannya dengan kesejahteraan sosial. Kemiskinan dan adanya permasalahan dalam keluarga sangat berpotensi memunculkan masalah-masalah kesejahteraan sosial," ungkapnya

    Penanggulangan kemiskinan dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah dengan memperkuat keluarga melalui posdaya. Bagaimana memperkuat peran posdaya ini disampaikan oleh Ketua Harian  LKKS Sumbar, Drs. H. Parlagutan Nasution, M.Si.


    Parlagutan menyebutkan Posdaya diharapkan memainkan perannya dalam sustainable development goals (SDG's). Ada 17 program besar yang hendak diwujudkan oleh negara-negara anggota PBB. Dingatkannya bahwa pada tahun 2030, PBB menargetkan seluruh anggotanya menghapuskan kemiskinan.

    "Keberlanjutan program SDG's dapat dicapai dengan mengefektifkan semua lembaga di akar rumput untuk selalu bersinergi memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial," ujar pria yang akrab dipanggil Parla.ini.

    Artinya, Posdaya bisa bekerja sama dengan kader PKK, kader posyandu, kader PAUD, kader kesehatan, kader KB, kelompok usaha bersama (KUBE), wirausahawan untuk mencapai tujuan SDG's ini. Harus saling memperkuat, bukan saling menghilangkan.  (Mela)

    Kemiskinan dan Masalah dalam Keluarga Munculkan Permasalahan Kesejahteraan Sosial

    Padang Luar (sumbarkini.com) - Kemiskinan dan permasalahan yang terjadi dalam keluarga bakal memicu berbagai persoalan kesejahteraan sosial. Hal itu siungkapkan Kepala Seksi Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial (K2KRS) Embun Dini, SH menyampaikan materi Kemiskinan dan Masalah Keluarga, di Aula Kantor Walinagari Padang Lua, Agam, Selasa 16 Juli 2019.

    "Kemiskinan dan masalah keluarga erat kaitannya dengan kesejahteraan sosial. Kemiskinan dan adanya permasalahan dalam keluarga sangat berpotensi memunculkan masalah-masalah kesejahteraan sosial," ungkap Dini Embun di hadapan TKSK, pekerja sosial, organisasi sosial kemasyarakatan dan peserta penguatan peran LKS Posdaya dalam penanggulangan kemiskinan dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

    Dijelaskan Embun, kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, lesehatan, papan dan pendidikan. Ketidakmampuan ini dibedakan atas kemiskinan absolut, relatif dan kultural.

    Seseorang dikatakan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan yang ditetapkan pemerintah. Sementara miskin relatif adalah bila kehidupannya di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya meski telah hidup di atas garis kemiskinan.

    Data penduduk miskin ini berdasarkan basis data terpadu yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

    Ada 14 kategori  miskin tinggal di rumah dengan lantai berukuran kurang dari delapan meter persegi per orang, berlantai tanah/bambu atau kayu yang murah, dinding rumah terbuat dari bambu atau kayu berkualitas murah atau tembok yang belum diplester, air minumnya dari sumur atau mata air tidak tertutup atau sungai atau air hujan, memakai bahan bakar kayu, makan daging hanya mampu sekali seminggu, makan kurang dari dua kali sehari, hanya mampu beli baju satu stel setahun, tidak sanggup membiayai pengobatan di puskesmas, pemdapatan Rp600.000 sebulan, pendidikan suami isteri paling tinggi tamat SD, tidak punya tabungan.

    "Ini panduan kita dalam penentuan warga yang pantas menerima bantuan. Lebih baik lagi jika rumah penerima bantuan diberi label rumah tangga miskin," tegasnya.

    Lebih jauh, Embun memaparkan permasalahan keluarga terjadi karena keluarga tidak menjalankan fungsi agama, sosial, budaya, cinta kasih perlindungan dan reproduksi secara baik dan benar. Permasalahan keluarga ini bisa disebabkan penyakit kronis, PHK/pensiun, perceraian, hamil diluar nikah, perdagangan anak, tindak kekerasan dalam rumah tangga, pekerja migran, eksploitasi anak dan isteri, kemiskinan narkoba. (mela)

    TP PKK Sumbar Semangati Kader untuk Berkoperasi

    Padang (sumbarkini.com) – Kader-kader PKK dari berbagai daerah dimotivasi untuk memperkuat kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) melalui koperasi. Caranya pun unik. Para kader tersebut diminta mensimulasikan proses pembentukan koperasi dalam lomba yang merupakan kerjasama Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Sumbar dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumbar.

    “PKK punya kader-kader yang mempunyai usaha-usaha makanan, kerajinan dan jasa untuk peningkatan kesejahteraan keluarga mereka. Mereka tergabung dalam UP2K dan membuat kita bangga terhadap para kader. Terakhir mereka ditampilkan dalam Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG) tingkat Sumbar beberapa waktu lalu,” ujar Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sumbar, Ny. Wartawati Nasrul Abit saat membuka Lomba Simulasi Pendirian Koperasi, Kamis 27 Juni 2019.

    Perempuan yang akrab disapa Wati  Nasrul Abit ini punya mimpi besar. Usaha para kader yang tergabung dalam UP2K muncul sebagai kekuatan ekonomi keluarga di Sumbar lewat wadah koperasi. Karena dia yakin dengan koperasi yang punya badan hukum bakal lebih mudah menggaet aneka pembinaan dari dinas/badan/lembaga terkait. Dia menegaskan agar kader PKK memilih badan hukum koperasi untuk memperkuat kelembagaan UP2K PKK.

    Diakui Ny. Wati Nasrul Abit, produk dari kelompok UP2K tidak kalah dari segi rasa dan tampilan produk. Hanya sayangnya, dari kemasannya masih banyak yang menggukan bungkus plastik yang diikat dengan karet gelang. “Kemasan yang diikat dengan karet ini membuat harga langsung turun. Ini yang perlu kita perkuat. Jalannya ya dengan meningkatkannya lewat wadah koperasi,” tegasnya.

    Dia menyatakan, demi melihar semangat kader dalam mengikuti simulasi tersebut, Wati Nasrul Abit optimis koperasi-koperasi yang beranggotakan para kader PKK nantinya bakal tumbuh dan berkembang dengan baik di berbagai daerah di Sumbar. “Minimal dalam waktu dekat lahir Koperasi berbasis PKK di 19 kabupaten dan kota. Lalu dilanjutkan di tingkat kecamatan hingga kelurahan/desa/nagari,” katanya menambahkan.

    Dia mengajak kader untuk berterimakasih atas fasilitasi Dinas Koperasi UKM Sumbar. Simulasi Pendirian Koperasi bakal menumbuhkan kesadaran untuk punya wadah usaha bersama yang menerapkan ilmu yang didapat dari simulasi yang mereka lakukan.

    Kepala Dinas Koperasi UKM Sumbar, Zirma Yusri menyambut baik antusiasme kader PKK untuk berkoperasi. Kemampuan mereka mensimulasikan proses pembentukan sebuah koperasi merupakan pembelajaran penting untuk memahamkan semangat dan jiwa koperasi kepada para kader tersebut.

    “Kita gembira melihat semangat Wakil Ketua TP PKK Ny. Wati Nasrul Abit dan para kader PKK dalam kegiatan lomba ini. Lomba perdana ini mendapat sambutan luar biasa. Semoga koperasi di lingkungan TP PKK Sumbar menambah deretan koperasi yang kuat, maju dan mandiri di Sumbar,” ungkap Zirma Yusri.

    Pendirian koperasi di lingkup PKK Sumbar berarti menambah deretan koperasi yang didirikan kaum perempuan yang punya organisasi terstruktur hingga tingkat pusat. Setelah Dekranasda Sumbar, PKK Sumbar diharapkan mampu mendirikan koperasi di kabupaten/kota. Dia menyatakan optimismenya PKK punya koperasi di kelurahan/desa/nagari.

    Zirma menegaskan bahwa koperasi bertujuan memperkuat kelompok UP2K, bukan menghilangkan UP2K. PKK pun jangan khawatir pembinaan bakal diambil alih oleh koperasi. “Koperasi hanya memfasilitasi, melakukan pendampingan, memberdayakan dan mengawasi koperasi. Begitu juga dinas terkait lainnya. Pembinanya tetap PKK kok,” ungkapnya.

    Kabid Perijinan dan pemberdayaan Koperasi Sumbar, Saunida Gusti dan Kasi Perijinan Edwar menyebutkan Lomba Simulasi Pendirian Koperasi ini berlangsung tiga hari, mulai dari 27 Juni 2019 hingga 29 Juni 2019. Lomba yang juga rangkaian HKG PKK ke-47 ini diikuti UP2K dari 14 kabupaten/kota.

    “Hari pertama ini perlombaan menampilkan kebolehan kader PKK Kota Padang Panjang, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman dan Tanah Datar. Mereka diberi waktu selama 30 menit,” ujar Saunida Gusti. (*)

    Coke Kicks 2018, Semangat Merah Putih dari Banua Kalimantan


    Banjarmasin (sumbarkini.com) — Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan Asian Soccer Academy (ASA) Foundation gelar rangkaian Coke Kicks 2018 di 10 kota di Indonesia. Kegiatan Coke Kicks kali ini di Banjarmasin diinisiasi oleh KONI Provinsi Kalimantan Selatan, selama 2 hari 18-19 Agustus 2018. Dalam siaran Persnya Nurdin Salimun, SE. MM. Kabid Prestasi KONI Provinsi Kalimantan Selatan berharap pelatihan yang diberikan hari ini akan meberikan penguatan baru bagi para pelatih untuk memunculkan pemain muda berbakat yang merupakan harapan bersama masyarakat Kalimantan Selatan di Banjarmasin. Tahun 2018 Banjarmasin menjadi 1 diantara 10 tempat  menjadi tempat terpilih pelaksanaan COKE KICKS.

    Coke Kicks telah digelar setiap tahunnya oleh Coca-Cola Amatil Indonesia sejaktahun 2011,dalam setiap kesempatannya tahun ini gelaran Coke Kicks terus melakukan peningkatan kualitas pelatihan yang diberikan kepada para pelatih dan talenta sepakbola lokal untuk meningkatkan kemampuan mereka melalui sesi train the trainers, player coaching, dan mini competition.

    Kegiatan yang digelar diStadion 17 Mei Banjarmasin disambut antusias para penggiat sepak bola di Banua Kalimantan Selatan yang lebih dikenal dengan kota seribu sungai. Coke Kicks Kalimantan 2018 hari ini diikuti oleh 16 team yang terdiri dari 224 anak – anak usia 14-16 tahun di Banjarmasin dan 32 orang pelatih. Mereka menyatakan “senang bisa ikut dan menjadi bagian dari acara Coke Kicks Kalimantan di Banjarmasin,ilmu pelatihan yang diberikan selama 2 hari  oleh Technical Advisor dan Coach ASA Foundation sangat bermanfaat untuk mengembangkan potensi anak didik kami begitulah uraian singkat coach W.Ridwan, SE perwakilan pelatih peserta dari Banua Putra. Coke Kicks Kalimantan 2018 didukung oleh KONI Provinsi Kalimantan Selatan.

    Hari ini Coke Kicks 2018 Kalimantan, telah memilih Peseban sebagai Tim Terbaik Coke Kicks 2018 Kalimantan, Best Player M. Fauzan (Banua), A Yazid Busthami (Palam), M Ferdy (Junior), Top Score M Rizky Setiawan (Peseban), Fair Play M Alwi Shihab (Bayangkara FC ), Best Of The Best Ridwan Jamil (Junior A) Best Coach Ahmadi  (Peseban).

    Yayan Sopian CA Regional Manager West Indonesia, Coca-Cola Amatil Indonesia.  Dalam keterangan persnya menyatakan  “Beroperasi selama 25 tahun di Indonesia, CCAI berkomitmen untuk terus tumbuh bersama para stakeholder melalui berbagai inisiatif, termasuk pengembangan komunitas. Di Coke Kicks 2018, kami menitikberatkan pelatihan bagi para pelatih lokal melalui sesi train the trainers yang dipandu oleh para pelatih sepakbola professional dari ASA Foundation, dengan harapan dapat terciptanya komunitas sepakbola yang mandiri dan berkelanjutan “kami percaya bahwa pelatih lokal memiliki peranan penting untuk mewujudkan masyarakat yang positif dan terus berkembang. Melalui sesi train the trainers, pelatih lokal diberikan pembekalan metode pelatihan yang komprehensif, terutama untuk terus membina mental positif dari tim yang dibina sehingga siap meraih berbagai kesempatan di masa depan,”.tahun ini Coca-Cola Amatil Indonesia mentargetkan untuk melatih 320 pelatih lokal dan 2.240 pemain muda di 10 kota sepanjang 2018.

    Upaya CCAI dalam menjalankan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Sustainability diterapkan dalam empat pilar: Environment, Our People, Wellbeing, dan Community. Coke Kicks merupakan salah satu inisiatif yang dilakukan oleh CCAI untuk pilar Community. Berbagai inisiatif serupa juga telah dilakukan oleh CCAI—utamanya untuk masyarakat yang bersentuhan langsung dengan fasilitas CCAI di seluruh wilayah operasinya—antara lain melalui bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi, bantuan infrastruktur, bantuan air bersih melalui Water for Life, sertapenanaman pohon di area tangkapan air dan pelatihan masyarakat setempat melalui Coca-Cola Forest. (relis)


    PT Semen Padang Finalisasi Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

    Program pemberdayaan masyarakat “Basinergi Membangun Nagari” telah memasuki tahun ke empat pelaksanaannya. PT Semen Padang terus mematangkan program ini agar makin tepat sasaran dalam pemberian bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).

    Untuk itu, semua elemen yang berkepentingan dalam program “Basinergi Membangun Nagari” pada Selasa 27 Februari bersama Biro CSR Semen sosialisasi serta finalisasi Rencana Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat (RKPM) yang akan dijalankan pada tahun 2018.

    Kepala Biro CSR PT Semen Padang Muhamad Ikrar mengatakan,  pihaknya bersama dengan forum nagari, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), LCO, lurah, camat, hingga LPM melakukan pembahasan dan finalisasi RKPM. “Hari ini juga kita akan matangkan semuanya untuk program 2018 setelah melakukan rangkaian kegiatan sekarang sosialisasi dan finalisasi, serta penandatanganan. Program ini juga nantinya akan lansung diawasi oleh CSR,” kata Ikrar.

    Kegiatan ini dibuka  Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto, dan juga dihadiri Kadep Komunikasi Perusahaan  Semen Padang Iskandar Z Lubis, Camat Lubuk Kilangan Yalmasril, Camat Pauh Yefri Nawi, dan camat lainnya, Lurah Limau Manis, Lambung Bukit, Pampangan, para  pengurus Forum Nagari Kelurahan, dan Kecamatan.

    Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto menjelaskan,  “Semen Padang berusaha men sinergikan pelaksanaan program CSR, termasuk dalam finalisasi pembahasan RKPM dengan melibatkan semua unsur dalam masyarakat.”

    Menurutnya, pada tahun lalu, Semen Padang berhasil meraih CSR Award dari berbagai program yang dilaksanakan. “Kita cukup bangga bisa jadi percontohan dan bersama sukses dalam pelaksanaan program CSR. Bisa jadi Semen Padang dapat menjadi benchmark bagi perusahaan lainnya di Indonesia. Mereka bisa datang ke tempat kita untuk sharing, termasuk dalam pelaksanaan forum nagari,” katanya.

    Tri menambahkan, keberadaan Semen Padang selama ini tidak terlepas  dari dukungan masyarakat sekitar. Begitupula masyarakat tidak terlepas dari aktivitas Semen Padang yang selalu berkontribusi bagi pembangunan.

    Koordinator LCO Kecamatan Lubuk Kilangan Zulmaidi mengatakan, program ini adalah pemberdayaan masyarakat, dengan delapan tahapan mulai dari social mapping, analisa proposal, uji kelayakan, laporan.

    “Seperti proses program bersinergi membangun nagari ini. Kami telah melakukan survei khusus 7 kelurahan di Lubuk Kilangan, dan hasilnya program ini cukup memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

    Camat Lubuk Kilangan Yalmasril menyampaikan terimakasih kepada PT Semen Padang yang terus memberikan perhatian pada masyarakat. Terimakasih atas bantuan PT Semen Padang melalui CSR pada masyarakat di daerah ini, terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat. Ini tidak lepas dari partisipasi semua pihak, saya bangga terhadap PT Semen Padang,” kata Yalmasril.

    Ia juga mengapresiasi bantuan yang telah dilakukan Semen Padang pada tahun 2017, seperti pembangunan jembatan di SMA 14, dan bantuan lainnya pada masyarakat diluar program pemberdayaan masyarakat. (noc)

    Komunitas Asosiasi Honda Hayati Ikuti Pelatihan Jurnalistik

    Padang - PT. Hayati Pratama Mandiri selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda Sumatera Barat bersama dengan para bikers yang tergabung dalam Asosiasi Honda Hayati (AHH) menggelar Workshop Jurnalistik. Kegiatan bertema Komunitas Honda Santun & Aktif di online maupun di jalan dilaksanakan di Cisangkuy Cafe, Sabtu (27/1).

    Lebih kurang 50 bikers mengikuti pelatihan jurnalistik itu. Mereka antusias mendengarkan materi yang disampaikan Ocky Anugrah Mahesa. Banyak hal menarik yang disampaikan Redaktur Ekonomi, Politik dan Olahraga dari salah satu media online di Sumatera Barat.

    “Acara tersebut bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para bikers bagaimana cara menulis artikel yang menarik serta memberikan pemahaman kepada anggota komunitas motor Honda tentang dunia jurnalistik, dari sisi penulisan maupun etika jurnlistik, serta edukasi memanfaatkan media sosial dan media online,” ujar Marketing Communication & Development Manager PT.Hayati Pratama Mandiri, Asri Wirawan.

    Asri Wirawan, berharap para bikers juga dapat mempublikasikan kegiatan-kegiatan komunitas dengan baik kepada masyarakat. Publikasi dari anggota bisa melalui web resmi komunitas www.hayatihondacommunity.com.

    “Dengan adanya pelatihan ini, nantinya para bikers dapat mempublikasikan aktifitas klub baik itu seperti touring, bakti sosial maupun aktifitas lainnya dalam bentuk tulisan serta angle foto yang menarik di media sosial klub,” harap pria yang akrab dipanggil Wira itu.

    Maraknya berita hoax juga menjadi pembahasan dalam workshop tersebut. Bagaimana kita dapat mencari fakta-fakta sebelum mensharingkan informasi di media sosial. (yon)

    Bunda PAUD Padang Resmikan APE PAUD Restu Ibu

    PADANG - Pemerintah Kota Padang terus memperkuat lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pemko melakukan pembinaan serta pemberian bantuan berupa Alat Permainan Edukatif (APE). 

    PAUD yang mendapatkan bantuan APE adalah PAUD Restu Ibu Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo. APE di sana diresmikan pemakaiannya oleh Bunda PAUD Padang Hj. Harneli Mahyeldi.

    "Penguatan fungsi PAUD sebagai wadah bermain dan belajar bagi anak adalah sebuah keniscayaan. Hal ini patut menjadi perhatian bersama, bukan saja pemerintah tetapi juga masyarakat," ujar Harneli saat peresmian APE itu, Rabu 17 Januari 2018.


    Menurut Harneli keberadaan PAUD sebagai wadah belajar dan bermain bagi anak sangat penting. Makanya patut jadi perhatian kita bersama untuk pengembangannya.

    Istri Walikota Padang itu menegaskan pertumbuhan PAUD tak lepas dari perhatian Lurah dan Camat serta SDM pengurusnya. Bila perhatian tingkatan pemerintahan di bawah bagus, pasti akan akan berdampak atas kemajuannya.

    "Peran kecamatan dan kelurahan dalam mendorong kemajuan PAUD memang yang sangat diharapakan," tukasnya.

    Bahkan untuk memotivasi, istri Walikota yang akrab disapa Ummi itu menggalang dana (badoncek) bersama yang hadir untuk membangunkan sebuah toilet untuk PAUD Restu Ibu. Semua yang hadir diajak badoncek.

    Camat Nanggalo Teddy Antonius mengungkapkan berdirinya PAUD Restu Ibu berdiri tidak lepas dari peran dan kesungguhan para kader Posyandu dan PKK. Lokasi yang dulunya tempat pembuangan sementara bagi warga di perumahan Siteba akhirnya bisa disulap sebagai tempat pendidikan anak usia dini. 

    "Setelah mendapatkan bantuan APE yang representatif, PAUD restu ibu sudah semakin baik. Hanya saja belum ada tempat toilet yang memadai sehingga ini perlu jadi perhatian bersama," kata Camat Teddy.

    Magdalena selaku pengurus PAUD juga mengharapkan bantuan dari donatur atau dinas di Pemko Padang untuk melengkapi sarana dan prasarana.

    "Dengan sarana dan prasarana yang lebih lengkap kita bisa menerima murid lebih banyak lagi. Kita utamakan menerima anak-anak di lingkungan terdekat," ujarnya. (Zal)

    Rekind Berikan Pelatihan HSE di Sumbar

    Padang - PT Rekayasa Industri (Rekind) perusahaan Engineering, Procurement, Construction (EPC)
    Nasional bekerja sama dengan Universitas Andalas melaksanakan kegiatan Health Safety & Environment (HSE) Training School di proyek Muara Labuh, Sumbar tanggal 18-23 Desember 2017 lalu.

    "HSE Training School merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dengan mengedukasi dan memberdayakan mahasiswa dan masyarakat di wilayah proyek mengenai pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan wawasan dan keterampilan yang didapatkan dari HSE Training School ini di dalam pekerjaannya dan membudayakan safety dalam kehidupan sehari-hari," ujar Jakub Tarigan, Plt. Direktur Utama Rekind, yang merupakan salah satu anak perusahaaan PT Pupuk Indonesia (Persero).

    Jakub Tarigan mengatakan, Rekind sebagai perusahaan yang bergerak di bidang EPC, memiliki jam kerja yang tinggi di lapangan sehingga kesehatan dan keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Untuk itu, Rekind terus mengembangkan SDM yang memahami dan menjalankan prinsip-prinsip HSE.

    Menurutnya, gagasan awal diselenggarakannya HSE Training School adalah untuk meningkatkan wawasan masyarakat di lingkungan proyek terhadap sistem penerapan HSE Rekind.
    Diharapkan jika proyek membutuhkan tenaga HSE dari wilayah setempat maka dapat dipenuhi lulusan-lulusan dari HSE Training School ini.

    Program yang digulirkan sejak tahun 2013 ini semakin berkembang dan Rekind mulai membangun kerjasama dengan berbagai institusi seperti Kementerian Kesehatan, Perguruan Tinggi, dan lainnya. “Kini, HSE Training School juga membidik mahasiswa tingkat akhir dengan harapan mahasiswa tersebut memiliki keterampilan dan wawasan lebih di bidang HSE sehingga menjadi bekal mahasiswa untuk terjun ke masyarakat,” ujarnya.

    Di Bulan Desember 2017 ini, Rekind telah melaksanakan kegiatan HSE Training School di 2 lokasi yaitu di proyek SPL-SPM Balongan, Jawa Barat bekerjasama dengan AKAMIGAS Balongan dan di Proyek Tangki Pulau Layang serta Proyek GRPU bekerjasama dengan Universitas Sriwijaya di Palembang. (And)

    Updating Pendataan Keluarga 2017 Harus Dikebut

    Padang - Updating hasil pemutakhiran pendataan keluarga 2017 sangat perlu dilakukan guna mengetahui besaran data yang terhimpun dan yang diupload Kepala UPT Kecamatan dan  kader. Data perlu diverifikasi dan divalidasi mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan. Sarasehan ini sekaligus menjadi penilaian kinerja UPT Kecamatan. Dari kegiatan ini didapat gambaran sejauhmana upaya UPT mencapai target yang ditetapkan.

    “Sarasehan ini dilakukan untuk mencari solusi terkait permasalahan teknis selama pengisian data secara online. Jangan sampai UPT dan kadernya dirugikan sistem,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Padang, Heryanto Rustam diwakili Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan, Wardas Tanjung, Kamis (22/12).

    Wardas menjelaskan sistem komputer bisa saja menolak data atau malah menampilkan data tak sesuai dengan yang diinput tidak sesuai dengan alur pemograman sistem. Salah dalam menginput data maka sistem pelaporannya pasti terganggu.

    Bisa saja UPT dan kader merasa telah menginput data sementara terlihat di sistem jauh dari jumlah yang diinput. “Permasalahan ini dicarikan solusinya. Kita lakukan sinkronisasi, verifikasi dan validasi data. Perbanyak koordinasi,” tegasnya. (z01)

    Walikota Ingatkan LPM Jalankan Fungsinya

    Padang - Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengingatkan agar pengurus LPM dapat menjalankan perannya dengan baik. Hal itu diungkapkan Mahyeldi saat menghadiri syukuran terpilihnya Ketua LPM Teluk Kabung Tengah, Arsyad Jumat (15/12)

    “Sesuai fungsinya, LPM adalah pemberdayaan masyarakat. LPM menjadi penggerak dalam berbagai kegiatan pembangunan,” ujar Walikota.

    Ia juga mengatakan, banyak potensi dalam masyarakat Teluk Kabung Tengah yang dapat digali. Potensi tergali jika LPM mampu memaksimalkan perannya dalam peningkatan kualitas hidup, kualitas lingkungan dan kesejahteraan.

    “Mudah-mudahan, saudara Arsyad sebagai ketua LPM yang baru juga membawa harapan baru untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

    Arsyad menyampaikan ucapan tetima kasih atas kehadiran Walikota dalam jamuan itu. Ia juga berterimakasih kepada warga yang telah memberinya amanah dan berjanji menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

    Pada kesempatan itu, didampingi Camat Bungus Teluk Kabung, Walikota menyerahkan dana bantuan operasional RT dan RW  di kecamatan itu. Juga turut hadir anggota DPRD dari Fraksi PAN Masrul Rajo Intan. (Z4L)

    Sektor KB Padang Telah Capai 113 Persen

    Padang - Padang mengalami peningkatan menggembirakan di sektor keluarga berencana (KB). Pada November sudah tercapai 113 persen.

    "Capaian ini disebabkan kesabaran para kader yang umumnya terdiri dari kaum perempuan. Kunci kesuksesan itu adalah kesabaran dan umumnya yang sabar itu adalah para ibu," ujar Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah di hadapan kader PPKBD dan sub PPKBD di Masjid Agung Nurul Iman, Kamis (14/12).

    Mahyeldi mengapresiasi kinerja bagus para kader ini. Apalagi tugas sosial itu sukses mereka lakukan di tengah tugas berat mereka menangani keluarga masing-masing.

    Kader PPKBD dan Sub PPKBD diharapkannya untuk terus aktif dalam pembenahan kualitas keluarga di Padang. Mahyeldi menegaskan para kader PPKBD hendaknya menjadi contoh rumah tangga percontohan dalam hal kebersihan, kerapian, kenyamanan dan hal baik lainnya. Di Padang ada 920 kader, berarti 920 rumah pula yang pantas menjadi contoh. Terapkanlah program 18.21 di keluarga masing-masing.

    "Jika mau bangsa ini bagus, hadirkanlah rumah tangga yang harmonis, sakinah mawaddah warahmah. Ini yang terus kita benahi," ujarnya.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2KB) Padang Heryanto Rustam mengungkapkan capaian sukses KB di Padang yang 113 persen belum termasuk Desember ini. Besar harapan tembus 120 persen.

    Dia mengungkapkan kisah sukses kampung KB di Padang. Berkat dukungan penuh Pemko Padang, di 2018 kampung KB pada 11 kecamatan di Padang bakal mendapat bantuan Rp800 juta.

    Dengan bantuan ini, diharapkan pengembangan kampung KB semakin bagus ke depannya. Daerah yang dulunya prasejahtera berubah jadi daerah yang berpendidikan tinggi dengan tingkat kesejahteraan bagus.

    Sukses ini membuat Padang bakal menambah jumlah kampung KB ini. Diharapkan kawasan prasejahtera lain di kecamatan itu yang belum jadi kampung KB bisa belajar di sana. (z01)


    DWP Padang Diminta Tingkatkan Kinerja ASN

    Padang - Dharma wanita persatuan (DWP) Padang berkontribusi besar terhadap peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di kota ini. Para istri ASN yang berperan penting memberikan kenyamanan dan ketenangan kerja kepada suami mereka sehingga mampu menghasilkan karya nyata bagi kemajuan Padang.

    “Anggota DWP hendaknya menjadi contoh dalam membentuk keluarga yang baik dan berkualitas.
    Keluarga berkualitas inilah yang akan berkontribusi terhadap kemajuan Padang,” ujar Dewan Pembina DWP,  Harnelli Mahyeldi,  Rabu (13/12).

    Dicontohkannya, salah satu program pemko untuk mendorong terbentuknya keluarga berkualitas adalah program 18.21. Program yang dicanangkan Walikota Padang, Mahyeldi pada 1 Muharram 1439 lalu bertujuan untuk meningkatkan kualitas hubungan dalam keluarga di Padang.

    Walikota meminta keluarga-keluarga di kota ini saling bercerita, memotivasi dan melakukan aktivitas bersama pada jam 18.00 hingga 21.00. Ayah, ibu dan anak  bisa saling memperhatikan nilai agama, adat dan budaya, tingkat pendidikan, kesehatan dan lainnya hingga mampu meningkatkan perekonomian mereka.

    "Keluarga-keluarga berkualitas inilah yang diinginkan Pak Wali hadir di Kota Padang. Diminta ASN, anggota DWP menjadi contoh pelaksanaannya. Bukankah keberhasilan pembangunan di kota ini merupakan bukti nyata kinerja para ASN itu?"

    Atas peran dan dukungan ibu-ibu dharmawanita tersebut, Harnelli mengungkapkan apresiasinya. Harnelli menyatakan pujiannya karena anggota DWP sebagian juga merupakan ASN dan mereka bisa sukses melakoni keduanya dengan baik.

    Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Fedriati Asnel menegaskan kegiatan ini merupakan agenda rutin organisasi. Ulang tahun ke-18 ini ditujukan untuk memperkuat silaturrahmi antar anggota. Lewat HUT, DWP juga ingin menegaskan partisipasi terhadap program pemerintah. Diharapkan anggota yang terdiri dari istri ASN ini mampu meningkatkan peran aktifnya. (z01)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2