• Breaking News

    Dosen yang Tulus dan Setia Kawan itu Telah Tiada

    Padang (sumbarkini.com) - Innalillahi wainnailaihi Raajiuun. Universitas Negeri Padang (UNP) kembali kehilangan dosen terbaiknya. Drs. H. Amran Gambut, MA, Dekan Fakultas Teknik (FT) UNP periode 2008-2012 pergi menghadap Sang Khalik, Sabtu (04 Juli 2020) pukul 17.15 WIB di RSUP M. Jamil Padang. Amran adalah sosok yang tulus dan sangat setia kawan. Amran Gambut wafat di usia 71 tahun. Beliau lahir di Padang 03 Januari 1949. Dia berasal dari Tanjung Saba, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Minggu 5 Juli 2020 setelah dishalatkan di Masjid Raya Al Azhar UNP dan disemayamkan di Rektorat UNP, jenazah Alm. Amran Gambut dimakamkan di kampungnya di Tanjung Saba. "Beliau adalah sosok orang yang peduli, responsif dan setia kawan," kata Nizwardi Jalinus Minggu 5 Juli 2020. Prof. Dr. Nizwardi Jalinus, M.Ed adalah yunior empat tahun di bawah almarhum. Rumah Alm. Amran Gambut berdekatan dengan Nizwardi, dan juga dengan Dr. Azwar Inra, M.Pd dan Alm. Prof. Dr. Maizwar, M.Pd, di Blok A Perumahan Dosen FT UNP, Jl. Belibis, Air Tawar Barat, Padang. Nizwardi dosen Jurusan Teknik Mesin, sedangkan Alm. Amran Gambut dosen Teknik Elektro. Azwar Inra dan Alm. Maizwar sama-sama dosen Teknik Sipil. Mereka berempat rekan kerja yang kompak di kampus FT UNP dan juga tetangga yang akur dan saling peduli. Nizwardi menuturkan, almarhum mengidap diabetes sejak menjabat sebagai Dekan FT UNP (2008-2012). Sebelumnya, sekitar tahun 2000 almarhum juga sempat mengalami sakit jantung, dan telah menjani operasi. Jantungnya harus di-by pass ketika itu. Amran Gambut dulu juga seorang perokok dan suka ngemil atau memakan makanan ringan. Dampaknya, berat badan beliau terus bertambah. Kendati berbadan tambun,  namun Amran Gambut adalah seorang yang suka berolahraga. Hobinya tenis lapangan dan juga jogging. Namun, sejak jatuh pada tahun 2018 lalu di dekat GOR UNP dan meninggalkan luka pada kakinya, Amran Gambut mulai mengurangi aktifitas olahraga. Kalau pun ada aktifitas, hanya secukupnya. Beliau memasuki usia pensiun tahun 2016. Meski telah pensiun, namun beliau tetap memberi kuliah di FT UNP, karena memang limu dan pemikiran beliau masih sangat dibutuhkan oleh FT UNP. Memasuki masa pandemi corona sekitar bulan Maret, April dan Mei lalu, Amran Gambut kadang masih beraktifitas gerak tubuh dengan senam corona di halaman depan rumahnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Nizwardi Jalinus dan Azwar Inra. Namun di Bulan Juni 2020, Amran Gambut mulai jarang keluar rumah. Karena itulah Nizwardi dan tetangga lainnya langsung melihat ke rumah beliau dan menanyakan kepada Ibu Eti, tentang kondisi Amran Gambut. Ternyata luka lama di kaki almarhum, saat jatuh sekitar dua tahun lalu kembali basah. Kaki almarhum pun sudah agak menghitam. Karena itulah Amran Gambut dibawa berobat ke Rumah Sakit Aisyiah Padang. Ternyata basah pada bekas luka itu tidak hanya pada bagian luar saja, tapi juga bagian dalam. Setelah melalui perawatan dan konsultasi lebih lanjut, akhirnya dokter menyampaikan kaki Amran Gambut harus diamputasi. Sebab infeksi telah menjalar. Proses amputasi dilaksanakan di RSUP M. Djamil Padang, satu pekan lalu. Sejak selesai operasi sampai Allah SWT memanggilnya, mantan Ketua Jurusan Elektro FT UNP itu tak pernah lagi sadar diri. Uniknya, dia sudah mengajar pada tahun akhir di Jurusan Pendidikan Elektro DIII FKT IKIP Padang, tepatnya pada 1973. Amran Gambut memberi kuliah sebagai asisten dosen. Setelah tamat, dia melanjutkan studinya dengan mengambil jenjang pendidikan S1 di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FKT IKIP Jogyakarta dan wisuda tahun 1977. Berikutnya beliau juga pernah setahun menjalani studi di Inggris dan berikutnya menamatkan S2 (MA) di University IOWA Amerika Serikat (AS) tahun 1987. Menurut Nizwardi, mahasiswa kesayangan Amran Gambut di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro adalah Ganefri yang kini menjabat sebagai Rektor UNP. Yang mengangkat atau mempromosikan Ganefri menjadi dosen juga Amran Gambut. Bahkan saat Amran Gambut menjabat sebagai Dekan FT UNP, yang menjadi Wakil Dekan II juga Ganefri. Berikutnya, Dekan FT UNP setelah habis masa jabatan Amran Gambut juga sosok kesayangannya Ganefri. Prof. Ganefri, Ph.D saat dikonfirmasi tentang penuturan Prof. Dr. Nizwardi Jalinus, M.Ed, yang menyatakan bahwa Ganefri adalah mahasiswa sekaligus yunior kesayangan dari Drs. Amran Gambut, MA, tidak menepis hal tersebut. Rektor UNP yang baru dilantik untuk periode kedua tersebut seperti benar-benar merasa kehilangan sosok Bapak, dosen, guru dan sekaligus seniornya di Jurusan Teknik Elektro FT UNP. Ganefri di sela-sela kesibukannya membuka acara formal UNP, pada Minggu pagi sebelum menyolatkan, melepas dan mengantarkan almarhum ke pemakaman, masih sempat mengirimkan biodata singkat Amran Gambut. Sementara itu, Nizwardi Jalinus benar-benar sangat merasa kehilangan atas kepergian seniornya Amran Gambut. Nizwardi kembali menyatakan bahwa almarhum adalah sosok yang baik, tulus dan setia kawan. Alumni FT UNP dan keluarga besar UNP dari berbagai pelosok Tanah Air juga menyampaikan duka mendalam atas kepergian Amran Gambut. Banyak karangan bunga dan juga ucapan duka cita melalui berbagai media sosial atas kepergian sang dosen. Selamat jalan Pak Drs. H. Amran Gambut, MA. Semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan dapat bersabar.  Amran Gambut, alumni Diploma III, FKT IKIP Padang 1971 itu meninggalkan empat orang anak yang semuanya perempuan. Emil, Irma, Riska dan Laura telah bersuami. Ranti anaknya yang nomor tiga saat kuliah, telah terlebih dahulu meninggal dunia. Dosen Elektro FT UNP tersebut meninggalkan seorang istri tercinta yang sehari-hari dipanggil Ibu Eti. Istri almarhum juga tamatan Jurusan PKK FKT IKIP Padang dan kini berstatus sebagai pensiunan guru salah satu sekolah di Padang. (*)

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2