• Breaking News

    Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Agam. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
    Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Agam. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

    Keluarga Harus Berperan Tingkatkan MInat Baca Anak

    Bupati Indra Catri membacakan buku untuk murid-murid SD di Agam.
    AGAM (sumbarkini.com) – Pemerintah Kabupaten Agam dukung program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pemkab membuat gebrakan yang mereka namakan (Gernas Baku).

    Gernas Baku atau Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku dicanangkan Bupati Agam, Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah bertepatan dengan upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional,  2 Mei 2018. Pada Sabtu 5 Mei 2018, langsung diimplementasi Pemkab Agam. 

    Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bertempat di GOR Rang Agam Lubuk Basung , Bupati bersama Bunda PAUD Agam, Ny. Vita Indra Catri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Drs. Isra, M. Pd, Ketua GOW Agam, Ny. Candra Trinda Farhan Satria, Kepala OPD, pelaku pendidikan, orangtua, anak usia dini mendaulat Bupati untuk membacakan buku bagi murid-murid SD di daerah itu.

    "Pencanangan GERNAS BAKU bertujuan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, satuan PAUD dan masyarakat. Harus kita dukung bersama," tegas Indra Catri.

    Dikatakannya, selain menumbuhkembangkan minat baca bagi anak usia dini, Gernas Baku juga berfungsi sebagai perekat hubungan sosial dan emosional antara anak dengan orang tuanya. Kebiasaan orang tua membacakan buku untuk anak-anaknya akan tercipta transfer of knowledge yang bernuansa keteladanan dan kekeluargaan.

    Indra Catri menilai gerakan ini menjadi salah satu solusi bersama untuk meningkatkan minat baca anak. Sekolah dan masyarakat dituntut menciptakan kondisi yang menyenangkan serta mendukung kebiasaan membaca ini. 

    Diingatkannya, kegiatan membaca berbanding lurus dengan kemampuan menulis. Artinya makin banyak seseorang membaca, maka akan semakin luas wawasan dan pengetahuan, sehingga menjadi referensi. Dia tak bakalan kehabisan ide untuk menulis.

    Memukul tambua tanda dicanangkannya Gernas Baku dan Gemarlis di Agam.
    Terkait ini, Pemkab Agam melakukan inovasi. Pemkab mengkolaborasikan Gernas baku dengan Gerakan Gemar Menulis (GEMARLIS) bagi guru dan siswa. "Keuntungan yang bisa diperoleh melalui kegiatan menulis antara lain, sarana untuk self expression, ajang untuk personal branding, membangun self confident, sebagagaiagent of change, sharing ide, hidup menjadi lebih sehat, sarana untuk berdakwah dan profil making,ungkap Indra Catri.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Drs. Isra, M. Pd dalam laporannya mengatakan Gernas Baku baru dilaksanakan serentak di Indonesia pada 5 Mei 2018. Adapun Bupati Agam sudah mengawalinya saat upacara Hardiknas, 2 Mei 2018.

    "Gernas Baku di Agam disandingkan dengan program Gerakan Gemar Menulis (GEMARLIS) bagi guru dan siswa. Sebagai bentuk kongrit dari program GEMARLIS, Disdikbud Agam akan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) menulis bagi guru PAUD, SD dan SMP se-Agam," urainya

    Bimtek, kata Isra akan dilaksanakan dua hari. Dia mengharapkan akan lahir penulis handal dari kalangan guru di Agam. "Kita berupaya meningkatkan motivasi menulis di kalangan guru dan siswa. Diharapkan masing-masing guru mampu melahirkan satu buku melalui tulisannya sendiri,”tutup Isra. (wir)

    Simulasi: Gempa 8,9 SR Mengguncang Sungai Pua

    AGAM (sumbarkini.com) - Masyarakat Sungai Puar, Agam berhamburan menyelamatkan diri begitu terjadi gempa bumi berkekuatan 8,9 SR pada Kamis April 2018. Suasana hiruk pikuk, teriakan ditingkah bunyi sirine yang meraung-raung begitu gempa menghoyak. Masyarakat yang terlihat panik itu berupaya mencari tempat berlindung guna menyelamatkan diri.

    Petugas dari BPBD, PMI, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari, petugas kesehatan  dan Palang Merah Ramaja PMR) terlihat sigap. Mereka sibuk membantu menyelamatkan masyarakat yang menjadi korban bencana. Mobil ambulance dari Puskesmas dan PMI Agam pun hilir mudik mengevakuasi dan membantu masyarakat dan siswa yang menjadi korban.

    Mereka yang selamat, diarahkan menuju titik evakuasi. Titik evakuasi terdapat pada dua tempat yaitu, lapangan sepakbola Batu Palano dan halaman Kantor Camat Sungai Pua.

    Peristiwa mengejutkan itu disimulasikan usai upacara memperingati Agam yang dipusatkan di lapangan sepakbola depan SDN Batu Palano dengan inspektur upacara Bupati Agam, Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah.

    Bupati Indra Catri gembira melihat simulasi usai upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tingkat Kabupaten menunjukkan kesiapan masyarakat dan para relawan kebencanaan. Dia mengatakan, "Dalam penanggulangan resiko bencana ada tiga hal pokok yang perlu diketahui masyarakat yaitu, pertama pengetahuan dan keterampilan pribadi. Kedua, kesigaaan atau kerjasama dan kekompakan antar keluarga. Dan ketiga teman tetangga. Selama ini masyarakat apabila terjadi bencana sering menyalahkan pihak lain atau eksternal, yaitu pemerintah, tanggap dadurat yang terlambat datang."

    Dijelaskannya hal itulah yang menjadi tujuan utama digelarnya simulasi evakuasi bencana di puncak peringatan HKB Agam tahun ini. Menurut dia Pemerintah Kabupaten Agam terus beruaya memperbanyak pelaksanakan simulasi tersebut kepada masyarakat, siswa, pegawai dan lainnya untuk memnimalkan resiko bencana, karena Agam berada di daerah rawan bencana.

    Indra Catri menyentil masyarakat sering menyalahkan tim SAR, dan terlambatnya bantuan datang. Padahal mereka itu hanya bersifat mengevakuasi. Dia mengingatkan bahwa diri sendirilah yang harus mampu menyelamatkan diri terlebih dahulu.

    "Saya menganggap simulasi atau pelatihan yang dilaksanakan BPBD Agam sangat penting. Semakin banyak BPBD melakukan pelatihan kepada masyarakat, terutama daerah-daerah yang sudah dipetakan sebagai lokasi rawan bencana, makin baik karena masyarakat makin paham bagaimana menyelamatkan diri saat bencana terjadi," ujarnya.

    Melalui HKB pemerintah Kabupaten Agam sudah mengeluarkan edaran agar dilakukan simulasi evakuasi mandiri pada setiap OPD yang ada, sekolah dan masyarakat di kecamatan, nagari dan jorong.

    Ketua pelaksana HKB 2018, M. Lutfhi dalam laporannya mengatakan, HKB diawali dengan latihan simulasi gempa bumi di beberapa kantor pemerintah. Latihan simulasi gempa bumi terhadap 100 sekolah di Kabupaten Agam. Dan melaksanakan simulasi letusan gunung api dan gempa bumi di Kecamatan Sungai Pua dengan titik evakuasi yaitu, lapangan sepakbola Batu

    “Upacara HKB tingkat Kabupaten Agam diikuti oleh untur TNI, POLRI, seluruh OPD Kabupaten Agam, Satgas BPBD Agam, camat dan walinagari, KSB, PMI, PMR, Tagana, TKSK, pendamping PKH, Senkom Mitra POLRI se-Kabupaten Agam serta tokoh masyarakat dan siswa di Kecamatan Sungai Pua,”katanya. (wir)

    Anggaran Bawaslu Agam Tercukupi, Pengawas Butuh Asuransi


    Lubuk Basung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam mendapatkan anggaran yang cukup dari Pemerintah Kabupaten Agam. Hanya saja mereka terkendala soal pengamanan pengawas selama bertugas.

    Ada dianggarkan asuransi dengan premi Rp13.000 per orang. Tapi yang ditanggung hanyalah kecelakaan kerja. Terjadi kecelakaan kerja barulah menjadi tanggungan pihak asuransi. Hal ini diungkapkan Ketua Bawaslu Agam Elvys, ST kepada Anggota DPD RI H.Loenardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH saat berkunjung ke kantornya.

    Elvys mencontohkan dua kasus di Agam ini pada pileg dan pilpres lalu. Ada dua Panwascam yang menurun kondisi kesehatannya selama mengawasi pileg dan pilpres. Satu orang gejala stroke dan satu lagi vertigo dan mereka mereka dirujuk, sudah diberi bantuan. Hanya saja saat ini mereka masih menjalani rawat jalan dan ini tidak menjadi bagian yang ditanggung asuransi.

    “Anggaran kita itu Rp12,248 miliar. Dan bagi Bawaslu Agam, anggaran ini cukup dan mencukupi. Alhamdulilah kita tidak sampai ke Mendagri, ditandangani pada 5 Oktober 2019,” ujar Elvys.

    Diungkapkan Elvys, anggaran untuk Panwascam dipenuhi 12 bulan, PPL 11 bulan dan pengawas TPS juga dianggarkan seluruhnya. Begitu juga dana bimtek, kegiatan dan laporan mereka juga tercukupi.

    Menanggapi hal itu, Leonardy mengatakan, “Sebaiknya hal ini menjadi perhatian bersama. Perlu juga kita memikirkan petugas terdepan berupa asuransi atau dana santunan. Dimasukkan saja ke naskah perjanjian hibah daerah (NPHD). Tapi besarannya di luar anggaran NPHD Bawaslu Agam yang telah disepakati sebesar Rp12,5 miliar.”

    Menurut Leonardy, jika NPHD masih bisa di addendum, bicarakan hal ini baik-baik kepada pemerintah daerah. Jika tidak ada peristiwa, maka tidak ada pengeluaran bagi pemerintah daerah dan bila terjadi akan menjadi tanggung jawab pemda. Namun dibunyikan di dalam NPHD itu apa saja klausulnya sehingga jelas nantinya.

    Dengan adanya 1.125 TPS di Agam, maka sebanyak itu pula petugas pengawas TPS yang perlu terselamatkan jika sesuatu terjadi padanya. Begitu juga 82 PPL, Panwascam yang 48 orang dan 3 staf pengawas non PNS dalam lingkup Bawaslu Agam yang berada di kecamatan.

    “Artinya, untuk Agam ada sekitar 1.303 orang pula yang mengharapkan adanya jaminan keamanan dan kenyamanannya dalam bekerja mengawas pilkada serentak. Alangkah bagusnya dilobikan dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.

    Leonardy menegaskan, dalam rapat kerja bersama KPU RI dan Bawaslu RI, dia telah mengusulkan perlunya biaya pilkada menjadi tanggungan Negara lewat APBN. Dengan ditanggung APBN, diharapkan keterlambatan NPHD dan permasalahan lainnya terkait pendanaan pilkada ini tak perlu terjadi. 

    Pengamanan terhadap pengawas dan penyelenggara pemilu terkait asuransi, santunan atau BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan pun menjadi tanggungan negara pula.

    Sebab kemampuan APBD masing-masing daerah berbeda. Belum lagi terjadinya tarik ulur besaran anggaran karena beda persepsi antara KPU dan Bawaslu dengan Pemerintah Daerah.

    Terkait jumlah pengawas di TPS, pengawas pemilihan lapangan (PPL) yang akan direkrut pada Februari nanti akan menjadi catatan utnuk kelancaran pilkada ke depannya. Begitu juga batasan umur pengawas TPS dan kebutuhan staf PNS di lingkungan tugas Bawaslu Agam.

    Leonardy juga mengingatkan soal kewenangan Bawaslu. Tapi dia berharap, Bawaslu Agam lebih mengedepankan pencegahan dibanding dengan penindakan atau penyelesaian sengketa. Aplagi waktu penyelesaian sengketa hanya dalam rentang waktu tiga hari kalender.

    Terkait pencegahan, Bawaslu diminta juga mengingatkan soal netralitas ASN. Perbanyak sosialisasinya disertai sanksi pelanggaran. (*)

    BAZNAS Serahkan Bantuan Satu Unit Mobil Dakwah

    BANUHAMPU - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membantu Yayasan Birrul Walidain, Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Bantuan berupa satu unit mobil dakwah diserahkan penguus BAZNAS pusat, Drs. Irsyadul Halim, MM kepada Ketua Yayasan Birrul Walidain, Dr. H. Misbah Malin Minggu (25/2).

    Penyerahan bantuan tersebut disaksikan disaksikan Asisten II Setdakab Agam, H. Isman Imran, Ketua BAZNAS Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Samsul Bahri Kadri, Ketua BAZNAS Agam, Ir. H. Eldi Zen, anggota DPRD Agam Dapil V, Anton, SH serta Walinagari Pakan Sinayan, H. S. Dt Kayo Nan Kuniang.

    Drs. Irsyadul Halim, MM filosofi dari zakat itu sebenarnya adalah bagaimana supaya umat dari keluarga ekonomi lemah agar senantiasa selalu dalam keadaan gembira.

    “Dengan zakat itu kita berupaya agar masyarakat miskin itu menjadi orang terhomat supaya mereka tidak merasa rendah diri,” ujarnya.

    Disebutkannya, filosofi lain dari zakat adalah bagaimana supaya orang yang sudah memiliki kelebihan rezki yang diberikan Allah mau menunaikan zakatnya. Jadikanlah zakat itu sebagai kebutuhan, bukan kewajiban. Kita yang sangat membutuhkan ridha Allah SWT agar kekayaan yang dimiliki itu betul-betul bersih.

    “Atas nama seluruh pengurus BAZNAS pusat saya sampaikan, kiranya mobil dakwah ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk syiarnya Islam serta membantu masyarakat yang membutuhkan,”katanya.

    Bupati Agam diwakili Asisten II Setdakab Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. H. Isman Imran menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS pusat yang sudah memberikan bantuan satu unit mobil dahwah kepada Yayasan Birrul Waladain.

    “Pengumpulan dan pengelolaan zakat di Agam melalui Badan Amil Zakat sudah terlaksana semenjak 2002 lalu. Dari tahun ke tahun zakat di Agam yang berasal dari ASN Alhamdulillah selalu mengalami meningkatan dari segi jumlah yang terkumpul maupun penyalurannya kepada yang berhak menerima.

    Diakui Isman prosentase penyaluran memang lebih banyak kepada progam Agam Cerdas, yaitu membantu anak kenemakan kita yang terkendala dengan biaya pendidikan, mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai perguruan tinggi. Namun untuk kategori lainnya seperti Agam Peduli, Agam Sehat, Agam Makmur dan lainnya tetap diberikan prioritas,”katanya.

    Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Pof. Dr. Samsul Bahri Kadri berharap agar bantuan mobil dari BAZNAS pusat kepada Yayasan Birrul Walidain dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

    Ketua Yayasan Birrul Walidain, Dr. H. Misbah Malin mengatakan mobil dakwah bantuan BAZNAS pusat tersebut akan digunakan sebagai transportasi dakwah serta jemput antar anak asuh yang dididik dan dibina di Birrul Walidain secara gratis.

    “Selain untuk kebutuhan dakwah dan membantu anak asuh, mobil juga akan digunakan membantu masyarakat untuk pergi berobat atau mengantar ke rumah sakit bagi mereka yang mengalami kesulitan alat transportasi dari keluarga kurang mampu.

    Mereka sangat gembira. Terlebih yayasan ini harus menunggu datangnya bantuan mobil dakwah selama empat tahun. (wir)

    Terus Tingkatkan Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten

    Taluak Kubang Putih (sumbarkini.com) - Senator Sumbar H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa mengajak para Bundo Kanduang di Kabupaten Agam untuk terus berperan aktif dalam pembangunan di Agam. Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Agam harus pula ditingkatkan karena organisasi sosial kemasyarakatan tidak bisa berharap penuh kepada pemerintah daerah.

    Diakui Anggota Komite IV itu, saat ini organisasi sosial kemasyarakatan tidak bisa menerima bantuan hibah buat pelaksanaan program dan kegiatannya setiap tahun. Untuk menyikapinya, organisasi bundo kanduang harus mampu menggandeng OPD di Agam untuk pelaksanaan kegiatan strategis  mereka.

    "Kecerdasan para bundo membuat program dan kegiatan amat berperan dalam menyiasati permasalahan anggaran bagi kegiatannya. Bisa saja setelah menilai program dan kegiatan Bundo Kanduang, Kepala OPD minta jajarannya mengajak untuk bersinergi menyukseskan program mereka," ujar Leonardy di hadapan pengurus Bundo Kanduang Agam dalam pertemuan perdana mereka setelah dilantik.

    Leonardy juga mengharapkan Bundo Kanduang memakai strategi dalam rangka mendekatkan lembaga mereka kepada para pemangku kepentingan di  Agam. Terutama kepada Bupati.

    "Buat apa kita pidato berapi-api jika pada kenyataannya usulan, pendapat, gagasan kita tidak didengarkan," ujar Mantan Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009.

    Leonardy mengingatkan pula tentang perhatian Pemkab Agam kepada bundo kanduang. Tidak semua daerah yang memasukkan LKAAM, MUI dan Bundo Kanduang menjadi unsur Forkompinda. Agam yang menganggap ketiga unsur ini sangat penting hingga membentuk Forkompinda plus.

    Dengan perhatian yang besar itu, sebenarnya Pengurus Bundo Kanduang Kabupaten Agam tinggal memanfaatkannya dengan baik. Begitu juga dengan yang di kecamatan.

    Pertemuan perdana di rumah Ketua Bundo Kandung Kabupaten Agam Hj. Rosmiyati itu benar-benar dirasakan manfaatnya. Banyak para bundo yang bertanya, memberikan usulan dan lainnya kepada Leonardy yang mau hadir memberikan pandangan dan gagasan membangunnya.

    Terlebih Putra Koto Gadang itu bersedia memberikan dorongan yang diperlukan bagi kesuksesan organisasi itu.

    "Kami berterima kasih sekali terhadap Bapak H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa atas kehadirannya di acara kami. Pandangan dan arahannya makin memotivasi kami untuk berbuat bagi organisasi dan daerah Agam," ujar Rosmiyati. (*)

    Banjir Bandang Lahar Dingin Terjang Agam, BPBD Agam Bergerak Cepat

    BPBD Agam,Budi Prawiranegara tinjau ke lokasi banjir bandang di kecamatan canduang dan Kecamatan sungai pua(f/pemkab)



    Agam(sumbarkini.com)- Pada Jumat, 5 April 2024, pukul 16.30 WIB, Kabupaten Agam diguncang oleh banjir bandang lahar dingin yang disebabkan oleh tingginya curah hujan. Menurut laporan dari Kalaksa BPBD Agam, Budi Prawiranegara, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua.

    Banjir bandang ini menyebabkan sejumlah dampak, termasuk terputusnya jalan pertanian dan terjebaknya sebuah unit mobil di lokasi pertanian. Rumah warga, kendaraan, dan akses jalan di beberapa nagari juga terdampak oleh banjir bandang ini.

    Puluhan warga harus dievakuasi ke tempat aman oleh personel TNI-Polri bersama Tim SAR Gabungan BPBD Agam yang bergerak cepat ke lokasi kejadian. Bupati Agam, H Andri Warman, turut meninjau lokasi bersama aparat terkait untuk memantau kondisi langsung di lapangan dan memberikan dukungan moral kepada warga yang terdampak.

    BPBD Kabupaten Agam juga telah melakukan upaya penanggulangan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Nagari dan Kecamatan, melakukan assessment dan pendataan, serta memberikan bantuan langsung di lokasi kejadian untuk membantu penanggulangan bencana ini.(*)

    Pemkab Sijunjung Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Agam.


    AGAM (Sumbarkini.com) - Pemerintah Daerah Bersama Baznas Sijunjung serahkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Agam. Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, S.STP. M.Si. Sutan Gumilang kepada Bupati Agam Benni Warlis di Posko Utama bencana alam kabupaten Agam di Lubuk Basung pada hari Sabtu tanggal 13 Desember 2025.

    Dikesempatan itu, Bupati Benny didampingi Wakil Ketua DPRD, Kepri Daus dan Sahril Samra, Sekdakab, DR. Zefnihan, AP, M. Si, Ketua TP PKK sekaligus Ketua PMI, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, Pimpinan Baznas Waka II Syahril Syahda, SH, dan beberapa kepala OPD lainnya, sementara itu Bupati Agam juga hadir bersama Wakil Bupati Mohamad Iqbal dan sejumlah pejabat terkait lainya. 

    Bupati Sijunjung Benni Dwifa Yuswir, S.STP. M.Si ikut berbelasungkawa atas terjadinya musibah banjir bandang yang telah melanda sejumlah wilayah Kabupaten Agam, yang tidak hanya menelan koban harta benda juga menelan korban nyawa manusia yang banyak jumlahnya. 

    "Kehadiran Pemda Kabupaten Sijunjung pada hari ini adalah dalam rangka menyampaikan bantuan dari Pemda dan masyarakat Kabupaten Sijunjung  yang ikut berusaha membantu meringankan beban para korban bencana di daerah ini, dan kamipun mendo'akan agar keadaan ini akan dapat segera dipulihkan dengan usaha bersama menghadapi kondisi yang diakibat bencana alam ini, "ujar Benny. 

    Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis menyambut baik kehadirian rombongan Bupati beserta Pimpinan DPRD Kabupaten Sijunjung yang telah berusaha menghibur kedukaan kami akaibat bencana alam ini , dan sekaligus menyerahkan bantuan dari Pemda dan dari masyarakat Kabupaten Sijunjung.

    "Kami do'akan kirannya bantuan ini akan menjadi amal soleh disisi Allah SWT, dan segera dibalas oleh Allah dengan yang lebih baik bagi para donator bantuan, " Ujarnya. 

    Bantuan dari Pemda Kabupaten Sijunjung, DPRD, PMI, Dinsos, dan BPBD yang diserahkan kepada Pemda Agam tersebut berupa Uang tunai sejumlah 30 juta, Beras, sembako, pakaian, alat tidur dan lain lainnya dan dari Baznas sejumlah uang Rp. 5 juta untuk memenui kebutuhan sehari hari para korban bencana tersebut. (Rilis).

    Kunjungan Kerja Badan Anggaran DPRD Kab. Agam ke Banggar DPRD Sumbar

    Padang- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Agam melakukan kunjungan kerja ke Banggar DPRD Provinsi Sumatera Barat. Rombongan DPRD Kabupaten Agam dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Agam, Ilham, beserta dua wakilnya, Hendrizal dan Enderia Sp. MM.


    Kunjungan ini diterima dengan hangat oleh Kasubag Humas Protokol dan Perpustakaan DPRD Sumbar, Dahrul Idris, bersama rekannya Rio yang keduanya berasal dari Kabupaten Agam, Rabu(12/2/25) di Ruang Khusus I DPRD Sumbar.

    Ketua DPRD Kabupaten Agam, Ilham, menyampaikan keluhan mengenai anggaran yang semakin terbatas di daerahnya, sehingga menyulitkan mereka dalam melakukan penilaian terkait dana pokok pikiran (pokir).

    "Karena proyek pokir tidak berjalan akibat keterbatasan dana, kami merasa kesulitan untuk mengetahui kemana dana tersebut dialokasikan," ujarnya.


    Menanggapi hal tersebut, Dahrul Idris menyatakan bahwa masalah berkurangnya APBD bukan hanya terjadi di Kabupaten Agam, melainkan juga di banyak daerah lain di Indonesia, termasuk di DPRD Provinsi Sumatera Barat.

    Wakil Ketua DPRD Kabupaten Agam, Enderia, juga menambahkan bahwa pihaknya berencana untuk kembali mengunjungi DPRD Sumbar, namun kali ini dalam bentuk audiensi dengan Banggar DPRD Sumbar.

    Rio dari DPRD Sumbar menyampaikan , segera ajukan permohonan surat audiensi tersebut agar dapat dilaksanakan sebelum rapat Badan Musyawarah (Bamus).

    Kunjungan kerja tersebut berlangsung dalam suasana yang akrab, diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan antara kedua lembaga legislatif.

    Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempererat koordinasi antara DPRD Kabupaten Agam dan DPRD Provinsi Sumatera Barat dalam menyelesaikan permasalahan anggaran dan pembangunan daerah.(putra)

    KKA Tingkatkan Kekerabatan Lewat Jalan Santai Berhadiah

    Padang (sumbarkini.com) – Kerukunan Keluarga Agam (KKA) Kota Padang menggelar Jalan Santai pada Minggu 17 Maret 2019. Kegiatan yang mengambil star di Pantai Purus yang berdekatan dengan Danau Cimpago ini diikuti oleh Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH.  

    “Kegiatan jalan santai KKA Kota Padang ini harus terus dilaksanakan. Ini bermanfaat selain untuk kesehatan, juga meningkatkan rasa kekeluargaan diantara orang Agam,” ujar Leonardy.

    Meningkatnya rasa kekeluargaan tersebut akan berdampak pada ikatan bathin diantara warga Agam yang berada di Kota Padang. Mereka akan merasa sirah. “Secara semangat, kita harus Sirah,” ungkap pria yang akrab dipanggil Bang Leo ini, Selasa 19 Maret 2019. 

    Dengan semangat itu, Kata Leo, orang Agam tidak akan merusak silaturahmi diantara mereka kendati berbeda ‘warna’, berbeda pilihan politik. Jika sudah satu rasa, mereka akan mengenali seseorang itu adalah warga kampungnya dan tergerak hatinya untuk membantu saudaranya.

    Pilihan yang berbeda diharapkan tidak akan membuat warga Agam terpecah-pecah. “Politik jangan merusak semangat silaturahmi diantara kita. Ingat mereka juga Sirah,” tegas Leonardy.

    Terkait adanya hiburan dan doorprize di jalan santai itu, Leonardy menyatakan itu penting diadakan untuk makin memeriahkan suasana. Menyemangati peserta hingga banyak yang mengikuti kegiatan ini.

    Bahkan jika seandainya diberi tahu panitia lebih awal, Leonardy pun akan ikut memperbanyak doorprize tersebut. Karena menurutnya, perhatian dan dukungan terhadap pemuda dan olahraga, kesejahteraan lansia merupakan bagian tugasnya sebagai Anggota DPD RI.

    Koordinator Lapangan Jalan Santai, Firdaus Z. Rajo Kaciak, mengajak dunsanak Kerukunan Keluarga Agam (KKA) Kota Padang semuanya untuk berkumpul kembali. Diharapkannya melalui jalan santai ini akan dapat meningkatkan hubungan silaturrahmi sembari melakukan pola hidup sehat.

    “Kita sengaja menggelar kegiatan jalan sehat ini untuk meningkatkan hubungan silaturahmi keluarga Agam dengan warga Padang yang selama ini telah berjalan rukun dan damai,” ujar pria yang akrab dipanggil Aciak itu.

    Menurut, Firdaus, acara ini dihadiri ratusan warga Agam dan Bukittinggi yang ada di Kota Padang. Panitia membagikan ratusan doorprize menarik bagi para peserta jalan santai  yang menempuh rute, Danau Cimpago, Olo Ladang, Veteran dan kembali ke Danau Cimpago.

    Menurut dia KKA selalu rutin melaksanakannya pada minggu ketiga setiap bulan. Rutenya terus berganti-ganti sesuai kesepakatan anggota. Hadiah juga diambilkan dari anggota-anggota yang menyumbang secara spontan. (*)

    Rumah Roehana Koeddoes Bakal Direnovasi

    Lubuk Basung - Seiring dengan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018 yang bakal digelar di Sumbar, Pemkab Agam berencana merenovasi rumah kelahiran tokoh pers dan wartawati Roehana Koeddoes di Jorong Koto Gadang, Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

    Hal itu disebutkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Isra, S.Pd, M.Pd., Kamis (25/1) kepada wartawan di Lubuk Basung.

    Renovasi rumah kelahiran wartawati pertama itu, kalau tidak ada aral melintang, dimulai Februari mendatang ini.

    “Secara resmi, renovasi ini akan ditandai dengan kehadiran salah satu menteri, disaksikan para wartawan pada peringatan HPN yang tidak lama lagi akan datang,” sebut Isra.

    Renovasi itu diakui tidak dilakukan sekaligus, tetapi bertahap, mengingat pembiayaannya cukup besar buat ukuran Kabupaten Agam. Tahap I dilakukan 2018 dan tahap II dilanjutkan pada tahun 2019. Tahap pertama dinggarkan dana sebesar Rp200 juta, berasal dari APBD Kabupaten Agam 2018.

    Untuk tahap ini, perbaikan hanya untuk perbaikan atap dan dinding. Sedangkan tahap II nanti akan dilakukan perbaikan terhadap bagian lainnya. “Saat ini pihak konsultan tengah menyusun perencanaan dan menghitung pembiayaan yang dibutuhkan untuk renovasi tahap II,” ujar Isra.

    Isra menyebutkan, dana yang dibutuhkan untuk renovasi rumah wartawan nasional ini cukup besar, karena rumah kelahiran beliau Roehana Koeddoes itu bangunan lama yang elit. Selain itu rumah tersebut juga merupakan cagar budaya yang mesti dilestarikan.

    Apabila rumah tersebut sudah selesai direnovasi, dalam ruangan tersebut akan dilengkapi dengan hasil karya beliau yang masih ada, juga dipasang plang merek dan memajang foto berikut karya yang dilahirkan Roehana Koeddoes.

    Kabupaten Agam dikenal dengan objek wisata yang menawan, apabila rumah kelahiran wartawati Roehana Koeddoes tersebut sudah selesai direnovasi, rumah tersebut juga akan jadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Agam. “Lokasi itu akan ramai dikunjungi wisatawan nusantara mau pun mancanegara,” jelas Isra.

    Dijelaskan Isra, sebelumnya Pemkab Agam juga telah mengusulkan Roehana Koeddoes sebagai pahlawan nasional ke Kementerian Sosial tahun 2017 lalu.

    Walinagari Koto Gadang, Budi Zulfikar membenarkan bahwa rumah Roehana Koeddoes di Koto Gadang bakal direnovasi. Menurut dia, tim dari kabupaten telah melihat ke lokasi dan memberi tahukan bahwa tim dari kementerian akan melakukan visitasi dan survey lapangan.

    Ketua KAN Koto Gadang, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa jelas menyambut baik hal ini. Ketua KAN yang juga Anggota DPD RI itu telah membawa hal ini ke rapat paripurna DPD. (z01)

    Pengecekan EWS Rutin Dilakukan

    Agam - Pusat Pengendalian Operasional  Penanggulangan Bencana Kabupaten Agam  selalu mengecek pendeteksi dini setiap tanggal 26 setiap bulannya selalu melakukan pengecekan alat pendeteksi dini (Early Warning System, EWS). Pengecekan dilakukan terhadap pendeteksi gelombang tsunami yang dipasang di sepanjang pantai dan pemukiman warga terdampak.

    “EWS di Agam terpasang permanen pada sembilan titik di sepanjang jalur pantai beradius 200 meter sampai 800 meter. Alat ini selalu diperdengarkan secara otomatis dari Pusat Pengendalian Operasional Lapangan (Pusdalops) kepada masyarakat setiap tanggal 26, mulai jam 10.00 WIB,” ujar Kabid Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam, Yunaidi. S, Selasa 27 Februari 2018.

    Dikatakan Yunaidi, Agam memiliki lokasi sepanjang pantai Samudera Hindia. Bantuan EWS dan sirine BMKG Tsunami dari BNPB, satu berada pada wilayah Kecamatan Tanjung Mutiara. Delapan lainnya di halaman Masjid Syuhada Subang-Subang, di halaman Masjid Taqwa Labuhan, di halaman Masjid Nurul Iman Ujuang Labuang, di halaman Puskesmas Gasan Kaciak. Sirine EWS juga dipasang pada halaman Masjid Al Hidayah Masang, di halaman Masjid Muaro Putuih, di Pasia Paneh dan di Banda Gadang. “Inilah EWS di Agam yang perlu dipantau setiap bulannya,” ujarnya.

    Agam juga punya alat pendeteksi dini untuk pergerakan tanah longsor. Alat ini dipasang di Nagari Baringin Kecamatan Palembayan dan merupakan bantuan kerjasama dengan UGM.  Pada Kecamatan Tanjung Raya ada dua unit bantuan kerjasama dengan NGO Jepang. (wir)

    PENILAIAN 75 BESAR ADWI Kemenparekraf RI Kunjungi Desa Wisata Lawang


    Lawang — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengunjungi Desa Wisata Lawang, Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kamis (11/5). Kunjungan ini dalam rangka penilaian 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

    Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Indra Ni Tua disambut dengan berbagai atraksi kesenian menarik anak Nagari Lawang. Kunjungan Direktur Tata Kelola Destinasi tersebut didampingi oleh Bupati Agam, Andri Warman; Staff Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Setdaprov Sumbar, Erinaldi; Koordinator TP2 Dewi, Muhammad Zuhrizul; PIC Desa Wisata Provinsi, Nemiyarti; Forkopimca Kabupaten Agam; serta Kepala OPD terkait.

    Indra Ni Tua dalam sambutannya menyampaikan Desa Wisata Lawang merupakan destinasi yang sangat menarik. Dari 4573 desa, desa wisata Lawang berhasil masuk kategori 75 besar.


    “Daya tarik ada, kebudayaan ada, keramahan serta anak muda yang masih menghargai budaya, ini merupakan konten luar biasa yang bisa dikembangkan termasuk paralayang. Tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan baik,” kata Indra.

    Selanjutnya ia mengapresiasi Desa Wisata Lawang dimana menurutnya pariwisata Indonesia, 95 persen merupakan alam dan budaya. Desa Wisata Lawang sudah mempunyai itu.


    Bupati Agam, Andri Warman dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas ditetapkannya Nagari Lawang menjadi salah satu dari 75 desa wisata dalam ADWI 2023. Ia juga menyampaikan, dalam program unggulannya selain dalam pengembangan SDM, pariwisata dan UMKM juga menjadi prioritasnya.

    Bupati menegaskan Kabupaten Agam di Sumatera Barat memiliki alam yang paling indah. “Kita punya pantai, gunung, danau, ngarai, budaya adat istiadat luar biasa dan pondok pesantrennya terbanyak di Agam,” katanya.

    Andri berharap pariwisata di Kabupaten Agam semakin meningkat dan berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi.

    Dalam visitasi ini Kemenparekraf memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Agam serta perangkat laptop kepada Pokdarwis Manih Sarumpun Nagari Lawang untuk pengembangan promosi wisata secara digital.

    Sebagai penutup dari kunjungan itu, Direktur beserta rombongan mencicipi kuliner khas Lawang, seperti air tabu, lamang, tumbang, nasi tanguli, dan kapelo bauwok. (rel/wln)

    Bupati Agam Meresmikan 6 Unit IPAL Komunal

    AGAM - Bupati Agam, Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah meresmikan enam unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kecamatan Banuhampu, Rabu 28 Februari. Kegiatan itu dipusatkan di Nagari Pakan Sinayan. 

    Keenam unit IPAL Komunal tersebut tersebar pada beberapa lokasi yaitu, Nagari Cingkariang, Kubang Putiah, Pakan Sinayan dan Nagari Padang Lua.

    “Sistem layanan air limbah komunal berbasis masyarakat (SANIMAS) merupakan salah satu pogram pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan sanitasi. Bantuan langsung diberikan kepada masyarakat untuk membangun infrastruktur sanitasi berdasarkan kebutuhan dan perencanaan masyarakat.

    Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok. Sarana air limbah komunal dibiayai melalu APBN, DAK maupun pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB).

    Untuk Agam, program Sanimas-IDB mulai dijalankan tahun 2014. Hingga 2017 sudah dibangun 10 titik lokasi IPAL Komunal. Program ini telah melayani 440 sambungan rumah atau 2.114 jiwa.

    “Program pembangunan IPAL Komunal merupaan program berkelanjutan, untuk tahun 2018 akan dibangun IPAL pada 12 titik lokasi dan diharapkan tahun 2019 dapat dibangun 21 titik lokasi lagi. Target yang ingin dicapai dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun harus memperhatikan kualitas perencanaan, pelaksanaan dan perlu dipastikan adanya ksinambungan pada saat pasca program ditingkat masyarakat.

    Dalam konteks kepedulian, kita lakukan pencanagan tahun 2018 sebagai “Tahun Peduli” di Kabupatn Agam. "Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, tunjukkan kepedulian dalam semua aspek sosial kemasyarakatan. Tunjukkan bahwa masyarakat Agam mempunyai social concerns dan social participations yang tinggi di tengah kehidupan masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

    Pada kesempatan itu Tim RPMC Sumatera Barat juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menafaatkan sarana IPAL Komunal yang berbasis masyarakat tersebut dengan baik.

    “IPAL ini sangat bermanfaat untuk kita semua. Mari sama-sama kita jaga dan rawat serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. SANIMAS ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), supaya kita terhindar dari berbagai penyakit akibat limbah,”katanya.
         
    Ketua Panitia, H.S Dt. Kayo Nan Kuniang yang juga selaku Walinagari Pakan Sinayan dalam laporannya mengatakan, semua proyek IPAL Komunal maupun SANIMAS-IDB sudah selesai dilaksanakan, dan hari ini diresmikan Bupati Agam.

    Dikatakannya IPAL Komunal dan SANIMAS tujuannya merupakan kampanye agar kepedulian masyarakat terhadap bahaya air limbah rumahtangga jika tidak dikelola dengan baik. Tersosialisasikannya program pemerintah universal akses 100-0-100 yaiu, terpenuhinya 100 persen kebutuhan air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen masyarakat memiliki sanitasi yang layak bagi masyarakat di akhit 2019. 

    Dan terjadinya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terutama dari penyakit yang dimunculkan oleh air limbah rumahtangga serta meningkatnya wwasan masyarakat, bahwaair limbah bukanlah sesuatu yang harus dijauhi dan dihindarkan, melainkan sesuatu yang harus dikelola sehingga bisa dimanfaatkan,” katanya. (wir)

    Erupsi Merapi, KPB Turunkan Tim Ke Agam

    Agam – Erupsi Merapi yang terjadi pada Minggu Sore pukul 14.56 tanggal 3 Desember 2023, telah menimbulkan korban jiwa. Di wilayah sekitar terjadi hujan batu dan hujan abu (pasir).

    Dengan adanya video yang beredar di sosial media, membuat Pembina dan Pengurus KPB Kota Padang tersentak dan pantang bagi mereka melewatkan kesempatan berbakti untuk kemanusiaan. Dalam waktu singkat melakukan rapat persiapan untuk turun ke lokasi bencana. 

    “Kami tentu saja ikut merasakan derita para pendaki gunung yang terjebak dan berada sangat dekat dengan pusat erupsi. Kami putuskan turun ke lokasi,” ujar Ketua KPB Kota Padang, Zulkifli.

    Personil KPB yang turun ke Agam.

    Dikatakan Zulkifli, dari rapat pihaknya membawa peralatan penunjang lainnya yang dibutuhkan oleh tim penyelamat dan korban bencana. Termasuk 1 unit ambulance untuk keperluan evakuasi.

    “Dengan menurunkan 11 personil, anggota kami sebagian ditempatkan di pintu evakuasi. Standby di ambulance dan aktif membantu proses evakuasi. Sebagian tim bertugas di Posko Utama Kantor Walinagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam,” ungkapnya.

    Ditambahkan oleh Sekretaris KPB Kota Padang, Rivendi Utama, KPB Kota Padang saat ini terus berkoodinasi dengan pos pengamatan gunung api Marapi, berkoordinasi dengan TWA gunung api Marapi, berkoordinasi dengan pihak nagari dan kecamatan, turut membantu pendataan, ikut rapat terkait erupsi Marapi.

    “Kami melakukannya di bawah komando BPBD Sumbar dan BPBD Kabupaten Agam. Bersama kami juga ada TNI/Polri, BPBD Padang Panjang, BPBD Bukittinggi, PMI Agam, Tagana Agam dan Basarnas,” ungkapnya.

    Dia menambahkan dari tinjauan lapangan, kecamatan yang terdampak hujan batu dan abu adalah Kecamatan Canduang, Kecamatan Sungai Pua, Kecamatan Ampek Angkek, Kecamatan Malalak. Sementara kecamatan yang terdampak hujan abu adalah Kecamatan Banuhampu, Kecamatan Tilatang Kamang, Kecamatan Baso, Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan IV Koto, Kecamatan Matur, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Kamang Magek.

    Juga sudah tercatat survivor sebanyak 75 orang. Survivor yang sudah terevakuasi dengan selamat 49 orang, Sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing dan sebagian lagi masih di rumah sakit (Padang Panjang dan Bukittinggi). Sampai pukul 7.10 pagi hari ini tim gabungan bisa menemukan 3 orang selamat dan 11 orang yang butuh medical care, sedang dievakuasi dari puncak ke bawah. Masih perlu dicari ada 12 orang lagi. (*)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2