Salat Tahajud
![]() |
Oleh h. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa. S.IP., MH (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, RIau, Jambi dan Bengkulu) |
Pada kesempatan yang singkat ini, marilah kita bersama-sama merenungkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Isra ayat 79:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ *نَافِلَةًۭ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ* رَبُّكَ مَقَامًۭا مَّحْمُودًۭا
Artinya:
“Dan pada sebagian malam bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita tentang keutamaan salat tahajud. Tahajud adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari, setelah kita tidur. Salat ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang menunjukkan kedekatan seorang hamba kepada Allah.
Mengapa dilakukan pada malam hari?
Karena malam adalah waktu ketika suasana lebih tenang. Ketika sebagian besar manusia sedang tidur, seorang hamba bangun, mengambil wudu, kemudian berdiri menghadap Allah. Tidak ada yang melihatnya selain Allah. Tidak ada yang memuji. Tidak ada yang mengetahui. Ia melakukannya semata-mata karena mengharap ridha Allah.
Inilah salah satu bentuk keikhlasan dalam beribadah.
Dalam ayat tersebut Allah berfirman, “Maqaamam mahmuudaa”, yaitu tempat atau kedudukan yang terpuji. Ayat ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan ibadah malam dan betapa besar kemuliaan yang Allah siapkan bagi hamba-Nya yang mendekatkan diri kepada-Nya.
Salat tahajud juga mengajarkan kita untuk tidak hanya mengingat Allah ketika sedang memiliki masalah. Jangan sampai ketika kita mendapatkan kesulitan, kita rajin berdoa, tetapi ketika mendapatkan kebahagiaan kita lupa kepada Allah.
Justru seorang mukmin hendaknya membangun hubungan dengan Allah setiap hari, baik dalam keadaan susah maupun senang.
Mungkin ada di antara kita yang berpikir, “Saya ingin tahajud, tetapi sulit bangun malam.”
Maka jangan langsung memaksakan diri untuk melakukan banyak rakaat. Mulailah secara perlahan. Misalnya, bangun lebih awal sebelum Subuh, kemudian melaksanakan dua rakaat tahajud dan berdoa kepada Allah.
Yang terpenting adalah kemauan dan konsistensi.
Jika dilakukan terus-menerus, insyaAllah hati kita akan terbiasa menikmati ibadah malam. Bahkan, suatu saat kita akan merasa ada sesuatu yang kurang ketika melewatkan tahajud.
Marilah kita menjadikan QS. Al-Isra ayat 79 ini sebagai pengingat bahwa kehidupan kita bukan hanya tentang mengejar dunia. Kita bekerja, belajar, mencari rezeki, dan menjalankan berbagai aktivitas, tetapi jangan sampai kita melupakan hubungan kita dengan Allah.
Sisihkan waktu di malam hari untuk bermunajat. Ceritakan kepada Allah segala kesulitan kita. Mohon ampun atas dosa-dosa kita. Mintalah petunjuk, kesehatan, rezeki yang halal, dan keberkahan dalam hidup.
Karena terkadang, jawaban dari doa yang kita tunggu bukan datang ketika kita sibuk mengejar dunia, tetapi ketika kita bersujud dan mendekat kepada Allah.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita kekuatan untuk menjaga salat wajib, memperbanyak ibadah sunnah, dan membiasakan diri melaksanakan salat tahajud.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, memberikan keberkahan dalam kehidupan kita, serta mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh di tempat yang terpuji.
Aamiin ya rabbal ‘alamin.
Salam
LH
