Header Ads

  • Breaking News

    Menahan Amarah Bisa Menyelamatkan Nyawa

    Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said


    “Jangan marah.” (HR. Bukhari)

    Kadang persoalannya sangat kecil. Hanya karena antrean dipotong, emosi meledak lalu perkelahian berujung kematian. Hanya karena ejekan dan perselisihan, kemarahan tidak terkendali hingga seseorang melakukan sesuatu yang akhirnya disesali seumur hidup.

    Agama datang dengan aturan untuk melindungi kita. Ketika marah, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita tidak mengikuti dorongan emosi. Jika sedang berdiri, duduklah; jika kemarahan belum reda, berbaringlah. (HR. Abu Dawud)

    Ketika emosi memuncak, jauhkan diri dari benda tajam, benda keras, kendaraan, atau apa pun yang dapat digunakan untuk menyakiti. Jangan mengejar, jangan mendekati lawan, dan jangan mengambil keputusan ketika kemarahan sedang menguasai diri.

    Orang kuat bukanlah yang memenangkan perkelahian. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Menahan amarah beberapa menit bisa menyelamatkan dua kehidupan: orang lain selamat dari tangan kita, dan kita selamat dari penyesalan, hukuman, serta dosa.

    Ya Allah, lindungi kami dari buruknya amarah, kuatkan kami mengendalikan diri, dan selamatkan lisan serta tangan kami dari menzalimi orang lain.

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad