Musda IKBA Universitas Bung Hatta: Kepemimpinan Baru, Harapan Baru bagi Alumni dan Sumbar
PADANG (SUMBARKINI.COM) — Lebih dari 60 ribu alumni bukan sekadar angka bagi Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Universitas Bung Hatta. Di balik jumlah tersebut, tersimpan potensi sumber daya manusia, jejaring profesional, pengalaman, serta kekuatan ekonomi yang dapat digerakkan untuk memperkuat almamater dan berkontribusi bagi kemajuan Sumatera Barat.
Pesan itulah yang mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) IKBA Universitas Bung Hatta. Forum ini diharapkan tidak berhenti pada agenda memilih ketua dan menyusun kepengurusan baru, tetapi menjadi momentum menyatukan potensi alumni dalam gerakan yang lebih terarah, produktif, dan berdampak bagi masyarakat.
Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta, Dr. Zulherman, M.Sc., mengingatkan bahwa alumni harus mampu menjadi kekuatan nyata bagi almamater. Salah satu wujudnya ialah membangun solidaritas antargenerasi, terutama dengan membantu alumni yang baru menyelesaikan pendidikan agar memiliki akses lebih luas dalam merintis karier.
Menurutnya, dukungan alumni senior kepada lulusan baru dapat diwujudkan melalui pembukaan jaringan profesional, pendampingan karier, hingga penciptaan lapangan kerja.
Dengan demikian, organisasi alumni tidak hanya menjadi ruang untuk menjaga hubungan emosional dengan kampus, tetapi juga berfungsi sebagai jaringan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Lebih dari Sekadar Memilih Ketua
Zulherman menegaskan, Musda memiliki arti strategis bagi masa depan organisasi. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat kekompakan, menjaga silaturahmi, dan mengoptimalkan potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi serta wilayah.
Ia juga mendorong IKBA Universitas Bung Hatta agar lebih proaktif mengidentifikasi dan mengembangkan potensi daerah di Sumatera Barat.
Menurutnya, alumni memiliki peluang untuk mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kerja sama, serta menghubungkan berbagai potensi daerah dengan sumber daya dan keahlian yang dimiliki para lulusan Universitas Bung Hatta.
Zulherman turut menekankan pentingnya mewujudkan nilai-nilai kebunghattaan di tengah masyarakat, termasuk dalam pengembangan ekonomi.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi identitas yang melekat pada alumni, tetapi juga tercermin dalam tindakan, etika profesional, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata terhadap kehidupan masyarakat.
"Alumni kita sudah lebih dari 60 ribu orang. Semoga menjadi kekuatan untuk kejayaan almamater dan alumni," menjadi salah satu pesan yang ditekankannya.
Ia berharap, melalui kepengurusan yang semakin solid, eksistensi IKBA Universitas Bung Hatta kian kuat dan kiprahnya semakin diperhitungkan di tengah masyarakat.
Yoserizal: Satukan Seluruh Potensi Alumni
Ketua Panitia Pelaksana Musda, Yoserizal, mengatakan bahwa IKBA harus menjadi wadah yang mampu menghimpun seluruh elemen dan potensi alumni.
Baginya, kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya jumlah anggota, tetapi juga oleh kemampuan menyatukan mereka dalam tujuan bersama.
Yoserizal menegaskan, semangat pengabdian alumni perlu diwujudkan melalui dua arah. Secara internal, alumni diharapkan saling membantu, memperkuat solidaritas, dan membuka peluang bagi sesama anggota. Sementara secara eksternal, pengabdian itu perlu diarahkan untuk mendukung almamater dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, Musda diharapkan menjadi ruang untuk merumuskan langkah konkret dalam mengembangkan kekuatan alumni, bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan.
Ia mengajak seluruh peserta mengedepankan semangat kekeluargaan agar potensi lebih dari 60 ribu alumni dapat dihimpun menjadi kekuatan yang membantu daerah mengembangkan berbagai peluang pembangunan.
"Sesuai tema kita, bersatu, berdaya untuk alumni dan Sumatera Barat. Minimal ini yang kita wujudkan bersama," ujarnya.
Yoserizal juga mengungkapkan adanya gagasan dari kalangan calon pengurus untuk mengusung pengembangan koperasi alumni. Gagasan tersebut diharapkan dapat mendukung program Dewan Pengurus Pusat (DPP) IKBA Universitas Bung Hatta sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi anggota.
Pengembangan koperasi menjadi salah satu gagasan yang dapat dibahas lebih lanjut untuk memperkuat kemandirian ekonomi alumni. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada perencanaan, tata kelola, partisipasi anggota, serta program yang benar-benar menjawab kebutuhan bersama.
DPP Minta Musda Berjalan Sesuai AD/ART
Dari tingkat pusat, Ketua Harian DPP IKBA Universitas Bung Hatta, Defri Nasli, M.Kn., mengingatkan seluruh peserta agar menjaga etika berorganisasi dan mengedepankan semangat kekeluargaan selama Musda berlangsung.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran DPP dalam forum tersebut merupakan bagian dari upaya mengawal pelaksanaan musyawarah agar berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
"Kami bersama Sekjen Dr. Irwandi hadir mewakili Ketum untuk mengawasi musyawarah daerah IKBA agar sesuai dengan AD/ART," ujarnya.
Defri menyebutkan, DPP mencatat pelaksanaan Musda tersebut sebagai yang pertama dilakukan oleh kepengurusan daerah setelah terbentuknya DPP IKBA Universitas Bung Hatta periode 2026–2031.
Karena itu, pelaksanaan Musda diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan proses organisasi sesuai ketentuan yang telah disempurnakan.
Ia berharap forum berjalan lancar, menghasilkan kepemimpinan baru, serta melahirkan kepengurusan yang mampu membangun kerja sama yang baik dengan DPP.
Defri juga menjelaskan bahwa bidang organisasi telah menyusun peraturan organisasi untuk mengatur lebih terperinci sejumlah hal yang belum diatur secara khusus dalam AD/ART.
Keberadaan aturan tersebut diharapkan dapat memperjelas mekanisme kerja organisasi, memperkuat koordinasi antarpengurus, dan menjadi pedoman dalam menjalankan roda organisasi.
Dalam pelaksanaan Musda, tercatat 13 dari 14 Dewan Pengurus Cabang (DPC) hadir. Kehadiran tersebut menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi organisasi untuk memperkuat komunikasi dan menyatukan aspirasi alumni dari berbagai daerah.
Tantangan Sesungguhnya Dimulai Setelah Musda
Besarnya jumlah alumni Universitas Bung Hatta menyimpan peluang yang tidak kecil bagi pengembangan organisasi. Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis berubah menjadi kekuatan apabila tidak disertai program yang jelas, kepemimpinan yang terbuka, dan kerja sama yang berkelanjutan.
Tantangan kepengurusan baru nantinya bukan hanya menjaga komunikasi ant alumni, melainkan juga membangun sistem yang memungkinkan mereka saling terhubung dan memberikan manfaat.
Program pendampingan karier bagi lulusan baru, perluasan jejaring usaha, penguatan koperasi alumni, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku ekonomi dapat menjadi ruang pengabdian yang perlu dirumuskan secara terukur.
Di sisi lain, hubungan dengan almamater juga perlu diperkuat melalui kerja sama yang memberikan manfaat timbal balik, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi lulusan, maupun perluasan kesempatan kerja.
Pada akhirnya, keberhasilan IKBA tidak cukup diukur dari banyaknya anggota atau ramainya kegiatan organisasi. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana alumni dapat saling menguatkan, almamater memperoleh dukungan nyata, dan masyarakat merasakan manfaat dari keberadaan organisasi tersebut.
Semangat "Bersatu, Berdaya untuk Alumni dan Sumatera Barat" pun menjadi tantangan sekaligus harapan bagi kepengurusan baru.
Sebab, ketika lebih dari 60 ribu alumni mampu bergerak bersama, jejaring yang selama ini tersebar berpeluang menjadi kekuatan kolaboratif untuk membuka kesempatan, mengembangkan potensi daerah, dan ikut mendorong kemajuan Sumatera Barat.
Kini, harapannya bukan sekadar lahir kepemimpinan baru, melainkan juga tumbuh gerakan alumni yang semakin solid, mandiri, dan memberi manfaat nyata bagi almamater serta Ranah Minang.

