Atlet Karate Sumbar 100 Persen Siap Bertanding, FORKI Soroti Kepastian Porprov 2026
PADANG (SUMBARKINI.COM) – Para atlet karate Sumatera Barat disebut telah berada dalam kondisi siap untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026. Kepastian jadwal pelaksanaan kini menjadi hal yang paling ditunggu, setelah muncul wacana pergeseran waktu penyelenggaraan.
Ketua FORKI Sumbar periode 2025–2029, Khairuddin Simanjuntak, mengatakan seluruh atlet karate telah mempersiapkan diri untuk menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Atlet kami 100 persen siap mengikuti Porprov Sumbar Tahun 2026 ini. Semua menunggu iven tersebut resmi digelar,” ujar Khairuddin saat ditemui di Ruang Fraksi Gerindra DPRD Sumbar, Rabu (9/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pembahasan mengenai kemungkinan perubahan jadwal Porprov Sumbar 2026. Pelaksanaan yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 disebut berpotensi digeser menjadi November.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kesiapan anggaran di daerah. Sejumlah daerah disebut belum memasukkan kebutuhan Porprov ke dalam APBD 2026 dan baru mengalokasikannya melalui APBD Perubahan.
Bagi Khairuddin, perubahan jadwal masih memungkinkan sepanjang menjadi kesepakatan bersama dan memiliki dasar keputusan yang jelas.
“Selagi ada kesepakatan dan itu tertuang dalam keputusan gubernur, ya silakan saja,” katanya.
Namun, ia mengingatkan pentingnya kejelasan mengenai pihak yang menjadi penyelenggara Porprov. Menurutnya, apabila penyelenggaraan menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan provinsi memiliki kemampuan untuk melaksanakannya, maka keputusan tersebut perlu dihormati seluruh pihak.
Di sisi lain, Khairuddin berharap persoalan penganggaran kegiatan olahraga yang telah terjadwal dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia mempertanyakan alasan anggaran untuk kegiatan yang sudah direncanakan belum dialokasikan dalam APBD 2026 dan baru akan dimasukkan melalui anggaran perubahan.
“Jadi wajarlah jika banyak daerah memilih opsi ini,” ujarnya.
Khawatir Penundaan Kembali Terjadi
Bagi Khairuddin, yang terpenting bukan sekadar memilih Oktober atau November. Yang lebih penting adalah adanya kepastian agar persiapan atlet dan seluruh pihak yang terlibat tidak terus berada dalam ketidakpastian.Ia juga mengingatkan bahwa Porprov Sumbar sebelumnya telah mengalami perubahan rencana. Semula ajang tersebut direncanakan berlangsung pada Juni 2026, kemudian muncul wacana pelaksanaan pada Oktober.
Jika kembali bergeser ke November, kata Khairuddin, berarti terjadi penundaan untuk kedua kalinya.
“Saya khawatir jika ditunda-tunda juga pelaksanaannya, nasib Porprov seperti pada tahun 2020 yang akhirnya batal dilaksanakan. Patut diingat, Porprov sudah 8 tahun vakum di Sumbar,” tuturnya.
Bagi para atlet, kepastian penyelenggaraan bukan sekadar persoalan kalender pertandingan. Di baliknya terdapat proses latihan, persiapan mental, pembinaan, serta harapan untuk mengukur kemampuan setelah menjalani latihan dalam waktu panjang.
Dari Potensi Menjadi Prestasi
Khairuddin menilai cabang olahraga karate memiliki sistem pembinaan yang cukup aktif di Sumatera Barat. Pembinaan tidak hanya berlangsung melalui FORKI, tetapi juga melalui perguruan-perguruan karate yang secara berjenjang terus melakukan pembinaan atlet.“FORKI punya perguruan-perguruan yang aktif melakukan pembinaan berjenjang. Tiap perguruan bahkan FORKI sendiri punya kejuaraan yang menjadi ajang membina potensi dan menjadikannya prestasi,” katanya.
Kejuaraan yang digelar perguruan karate, FORKI maupun institusi pendidikan dan lembaga lainya dinilai memberikan ruang bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
Rangkaian kompetisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses panjang seorang atlet: mulai dari mengenal olahraga, menjalani latihan, mengikuti pertandingan, mengevaluasi kemampuan, hingga berusaha mencapai prestasi.
Karena itu, Khairuddin optimistis atlet karate Sumbar tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga telah memiliki pengalaman kompetisi yang menjadi modal menghadapi Porprov 2026.
“Jadi saya percaya diri menyatakan para atlet karate di Sumbar siap bertanding di Porprov 2026,” pungkasnya.
Kini, perhatian tidak hanya tertuju kepada para atlet yang terus berlatih. Kepastian waktu dan penyelenggaraan Porprov juga menjadi bagian penting agar kerja keras atlet, pelatih, perguruan, dan seluruh pihak yang selama ini melakukan pembinaan dapat memperoleh ruang untuk diuji dalam kompetisi resmi. (Zul/Daan)
