Reses di Lubuk Gading Permai 3, Warga Sampaikan Aspirasi, Manufer Ungkap Sejumlah Program untuk Masyarakat
PADANG (SUMBARKINI.COM) — Pertemuan antara wakil rakyat dan masyarakat tidak selalu harus berlangsung dalam ruang formal. Di tengah lingkungan tempat warga menjalani aktivitas sehari-hari, berbagai kebutuhan masyarakat justru dapat disampaikan secara langsung.
Suasana tersebut terlihat ketika Anggota DPRD Kota Padang Manufer Putra Firdaus melaksanakan Reses I Tahun 2026/2027 di Masjid Al Iman, Perumahan Lubuk Gading Permai 3, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, pada Minggu 6 September 2026.
Pertemuan itu dihadiri warga dari RT 01 hingga RT 04, pengurus masjid, jemaah, majelis taklim, serta unsur masyarakat setempat.
Manufer mengatakan reses merupakan bagian dari tugas kedewanan sekaligus ruang bagi anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk berdialog, bertukar pikiran, sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di tengah warga.
“Hari ini kami datang dalam rangka tugas kedewanan Anggota DPRD Kota Padang. Ini momentum pertemuan anggota dewan dengan masyarakat sekaligus kesempatan menyerap dialog, tukar pikiran serta aspirasi warga di sini,” ujar Manufer.
Aspirasi tidak berhenti di pertemuan
Dalam kesempatan tersebut, Manufer menyampaikan sejumlah program yang menurutnya telah diarahkan ke kawasan Lubuk Gading Permai 3 dan sekitarnya.
Ia menyebut di antaranya pembangunan dua jalan lingkungan di RT 01 dan RT 04, hibah untuk majelis taklim, dukungan bagi kelompok senam, serta program yang berkaitan dengan kelompok usaha masyarakat.
Manufer juga menyebut sebagian pokok pikiran anggota dewan telah diarahkan ke kawasan tersebut.
“Ada sepertiga dari pokok pikiran anggota dewan senilai Rp2,5 miliar itu diarahkan ke wilayah ini dan sekitarnya. Ini sudah terlaksana, bukan sekadar omon-omon,” katanya.
Pernyataan mengenai program tersebut disampaikan Manufer dalam forum reses sebagai bagian dari penyampaian perkembangan aspirasi masyarakat.
Kabar baik Untuk Jemaah Masjid Al Iman
Tidak hanya persoalan infrastruktur dan kegiatan masyarakat, kebutuhan rumah ibadah juga menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan.
Manufer mengatakan aspirasi pengurus Masjid Al Iman yang sebelumnya disampaikan saat Safari Ramadan telah memperoleh perkembangan.
Ia menyebut telah ada SK wali kota terkait penerima bantuan untuk rumah ibadah tersebut. Pengurus masjid diminta mempersiapkan dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan untuk proses selanjutnya.
“Silakan disiapkan persyaratannya, insya Allah dalam satu minggu ini akan diberitahu oleh Bagian Kesra untuk proses penerimaan bantuan tersebut,” ujarnya.
Informasi tersebut menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pertemuan, mengingat rumah ibadah bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Aspirasi kaum ibu juga mendapat perhatian dalam reses tersebut. Manufer menyampaikan bahwa permintaan dari kelompok majelis taklim diharapkan dapat diakomodasi melalui APBD Perubahan.
“Insya Allah di APBD perubahan ini bisa diakomodasi permintaan ibu-ibu majelis taklim. Insya Allah September ini bisa masuk ke rekening organisasi,” katanya.
Ia sekaligus mengingatkan organisasi penerima bantuan untuk mempersiapkan proposal pencairan serta menyelesaikan laporan pertanggungjawaban setelah dana digunakan sesuai peruntukannya.
Menurut Manufer, kelengkapan pertanggungjawaban menjadi bagian penting dalam pengelolaan bantuan karena akan berkaitan dengan proses pengajuan bantuan pada masa berikutnya.
Selain program yang sedang berjalan, warga juga menyampaikan kebutuhan pembaruan atau pembangunan gapura lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Manufer mengatakan usulan tersebut akan diupayakan untuk masuk dalam perencanaan tahun 2027.
Ia mengajak warga terlebih dahulu mendiskusikan bentuk gapura yang diinginkan dan menyiapkan perencanaannya agar dapat diusulkan melalui mekanisme yang berlaku.
Lurah: Manfaatkan ruang bertemu wakil rakyat
Lurah Lubuk Buaya, Junaidi, S.I.Kom., mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.
Menurutnya, pertemuan langsung dengan anggota DPRD merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara terbuka.
“Apa uneg-uneg, keinginan, harapan atau masukan yang ingin disampaikan, pada momen seperti inilah perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Junaidi.
Warga merasakan dukungan program
Ketua RW 11 Kelurahan Lubuk Buaya, Hendri Syarief, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya.
Ia menyebut sejumlah kegiatan masyarakat telah mendapatkan dukungan, mulai dari ambulans, bantuan untuk kelompok masyarakat, betonisasi, hingga dukungan terhadap kelompok usaha bersama (KUBE).
“Sejak Pak Dewan masuk ke daerah kami, tak putus bantuan yang dialurkan beliau untuk masyarakat kami,” kata Hendri.
Menurut Hendri, perhatian tersebut juga dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk kaum ibu serta pemuda dan pemudi.
Sebagai perwakilan warga, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan.
Pertemuan reses tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang penyampaian program, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memastikan bahwa kebutuhan di lingkungan mereka tercatat, dibicarakan, dan memiliki jalur untuk diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan.
Bagi warga, setiap jalan yang diperbaiki, kegiatan masyarakat yang mendapat dukungan, maupun fasilitas publik yang dibangun bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Dampaknya akan kembali dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. (Zul/DaAn/Anto)