Header Ads

  • Breaking News

    Dapur Hangus dan Uang Rp8 Juta Lenyap, Pemkab Dharmasraya Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Koto Salak

    DHARMASRAYA (SUMBARKINI.COM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya bergerak cepat menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang tertimpa musibah. Tim dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DINSOSP3APPKB) bersama Camat Koto Salak, Herpadison, turun langsung menyalurkan bantuan masa tanggap darurat kepada Gunawan, warga Jorong Sungai Bungin, Nagari 8kKamis (3/9/2026).

    Kerugian Materiel yang SignifikanK

    Musibah nahas yang menimpa keluarga Gunawan terjadi pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Jago merah melahap habis bagian dapur rumah beserta seluruh isinya. Tak hanya kerugian bangunan, musibah ini juga menghanguskan dua unit sepeda motor dan uang tunai senilai kurang lebih Rp8 juta.

    Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, pemicu kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik. Meski demikian, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya.

    Sebagai bentuk empati dan respons cepat, Pemkab Dharmasraya menyerahkan bantuan logistik berupa bahan kebutuhan pokok (sembako) dan perlengkapan tidur seperti kasur.

    "Kami berharap bantuan dari Pemkab Dharmasraya ini setidaknya dapat meringankan beban saudara Gunawan dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar pasca-musibah," ujar Herpadison saat menyerahkan bantuan.


    Momentum Peringatan Darurat Karhutla

    Di sela-sela kunjungannya, Herpadison turut membawa instruksi penting dari Bupati Dharmasraya. Insiden kebakaran rumah ini dijadikan momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat akan ancaman yang lebih luas di musim kemarau, yakni Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    Sebagai salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang memiliki area perkebunan cukup luas, Dharmasraya rentan terhadap kemunculan titik panas (hotspot). Mengutip laporan kualitas udara regional baru-baru ini, sebaran kabut asap sempat membuat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa kawasan turun ke kategori tidak sehat.

    "Kami meminta seluruh jajaran di tingkat nagari untuk turun tangan langsung dan siaga penuh mencegah potensi perluasan kebakaran hutan dan lahan," tegas Herpadison pada pernyataan lanjutannya, Sabtu (5/9/2026).


    Larangan Keras Metode "Tebas-Bakar"

    Camat Koto Salak tersebut memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar segera meninggalkan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar (slash and burn). Praktik konvensional ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menjadi pemicu utama bencana kabut asap yang merusak ekosistem dan mengancam kesehatan pernapasan warga.

    Pemerintah menyadari bahwa mitigasi bencana tidak bisa berjalan tanpa peran warga. Oleh karena itu, Herpadison mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif menjadi pengawas di lingkungan masing-masing.

    "Kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat adalah kunci. Segera laporkan apabila menemukan aktivitas pembukaan lahan yang mencurigakan maupun titik api baru di sekitar Anda agar bisa segera ditangani sebelum meluas," tutupnya. (Febri)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad