window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Resmi Ditutup Yanisman, Penutupan Wushu Porprov Sumbar XVI Jadi Sorotan: Momen Kebangkitan Atlet Daerah - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    Resmi Ditutup Yanisman, Penutupan Wushu Porprov Sumbar XVI Jadi Sorotan: Momen Kebangkitan Atlet Daerah

    BUKITTINGGI (Sumbarkini.com) - Gelaran kompetisi sengit cabang olahraga (cabor) Wushu Indonesia pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 resmi berakhir dengan sukses besar. Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Sumatera Barat, Yanisman, secara resmi menutup rangkaian pertandingan yang berlangsung meriah di Hall Ateh Ngarai, Kota Bukittinggi, Sabtu (10/10/2026).

    Acara penutupan yang dikemas semarak tersebut dirangkai langsung dengan prosesi penganugerahan medali kepada para pemenang. Momen ini sekaligus menjadi panggung selebrasi atas perjuangan gigih para atlet Wushu terbaik dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Barat yang telah berlaga memperebutkan gengsi dan kehormatan daerah.

    Dalam sambutannya, Yanisman menegaskan bahwa ajang bergengsi empat tahunan ini tidak semata-mata menjadi arena berburu medali emas. Menurutnya, Porprov merupakan tolok ukur utama untuk menilai keberhasilan dan efektivitas pembinaan atlet yang telah dijalankan di setiap daerah.

    "Porprov ini bukan hanya tentang siapa yang meraih medali emas, perak, atau perunggu. Lebih dari itu, ajang ini menjadi evaluasi bagi kita semua untuk melihat sejauh mana pembinaan atlet Wushu telah berjalan. Atlet yang berprestasi harus terus dibina, sementara yang belum berhasil harus tetap semangat berlatih dan meningkatkan kemampuan,” ujar Yanisman di hadapan ratusan atlet dan official.

    Ia juga menambahkan bahwa kunci utama keberhasilan olahraga wushu di Sumatera Barat terletak pada sinergi yang kokoh antara pengurus, pelatih, atlet, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kolaborasi yang berkesinambungan ini diyakini mampu melahirkan talenta unggulan yang sanggup mengibarkan bendera daerah di kancah nasional.

    Lebih lanjut, Yanisman mengingatkan para jawara agar tidak cepat merasa puas dengan raihan medali yang diraih di Bukittinggi. Ia membakar semangat para atlet agar menjadikan momentum Porprov ini sebagai batu loncatan menuju panggung kompetisi yang jauh lebih bergengsi.

    Jangan berhenti sampai di Porprov. Teruslah berlatih, jaga disiplin, dan tingkatkan kemampuan. Kita ingin atlet-atlet Wushu Sumatera Barat tidak hanya berjaya di tingkat provinsi, tetapi juga mampu membawa nama daerah ke pentas nasional,” tegasnya penuh optimisme.

    Persaingan di papan klasemen sendiri menyajikan kejutan menarik, terutama pada kategori Taolu. Kontingen Kabupaten Solok tampil sangat dominan dan keluar sebagai juara umum kategori ini dengan memborong 8 medali emas, disusul tuan rumah Kota Bukittinggi (6 emas), Kota Solok (5 emas), Kota Padang (4 emas), serta Kota Sawahlunto, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang masing-masing mengamankan 1 medali emas.

    Sementara itu, Kabupaten Sijunjung di Kategori Taolu mendapatkan 3 Medali Perak dan 1 Medali Perunggu. Pada Kategori Sanda, Kabupaten Sijunjung berhasil meraih 1 Medali Emas dan 2 Medali Perunggu. 

    Berakhirnya laga di Hall Ateh Ngarai Bukittinggi ini menjadi angin segar bagi peta kekuatan olahraga bela diri di Sumatra Barat. Porprov Sumbar XVI diharapkan menjadi titik balik lahirnya generasi baru atlet Wushu yang makin solid, tangguh, dan siap mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi. (*) 

    Laporan: Novrianto, SP

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad