Dirjen Kemendagri, Akmal Malik Ajak LDII Sebagai Pelaksanaan Percontohan Ketahanan Pangan
Jakarta (sumbarkini.com) - Kementerian Dalam Negeri mendorong organisasi kemasyarakatan, termasuk LDII, untuk berperan aktif dalam menjaga ketahanan nasional melalui penguatan kemandirian pangan, dakwah bil hal, serta kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah. Hal itu dia ungkapkan di depan peserta Musyawarah Nasional (Munas) X LDII di Pondok Pesantren Minhajurosyidin, Jakarta Timur, pada Selasa (7/4/2026).
“Presiden Prabowo menegaskan, agar pemerintah dapat mengamankan pangan. Menjamin bisa memberikan makan pada rakyat. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun. Suatu bangsa, tidak dikatakan merdeka, kecuali bisa mengurus pangannya sendiri,” ujar Prof. (H.C.) Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si. Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri REpublik Indonesia (Kemendagri).
Menurutnya Akmal, kini dunia sedang tidak baik-baik saja. Di Bangladesh, Pakistan dan India terjadi demo besar-besaran terkait dengan pangan dan bahan bakar minyak. Dengan kondisi tersebut, Indonesia bersyukur bisa membeli minyak dengan harga normal.
Ia menegaskan, ketersediaan pangan dan energi adalah keniscayaan. “Maka perlu menjaga agar ketahanan nasional dan kehidupan berbangsa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Akmal mengajak LDII untuk dakwah bil hal. “Sampaikan Kebajikan. Sampaikan hal yang baik pada masyarakat. Kita harus mencegah hal-hal yang dapat membuat terjadinya perebutan sumber daya alam yang akan menimbulkan konflik di kemudian hari,” harapnya.
Dia juga menyampaikan pandangannya tentang jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah. “Diperlukan upaya perlindungan terhadap seluruh tumpah darah Indonesia. Perlindungan terkait pemenuhan kebutuhan paling mendasar. Terkait dengan urusan perut. Urusan pangan,” tegasnya.
Tak lupa dia mengingatkan dinamika sosial yang sedang ramai diperbincangkan yakni dampak perang di Timur Tengah. “Mari ambil hal yang baik. Banyak hal baik di Indonesia perlu disampaikan pada masyarakat. Selanjutnya, LDII dapat memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah,” tuturnya.
Ia mengatakan, saat ini, hanya 7 persen generasi muda yang berminat menjadi petani. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, Akmal mengajak LDII jadi percontohan.
"Saya akan mencarikan bibit dan kepala daerah yang bersedia, dan LDII menunjukkan lokasinya. Kami ada direktur ketahanan ekonomi, sosial dan budaya. Akan saya tugaskan kerja sama dengan LDII. Mari jadikan percontohan LDII unggul dalam pelaksanaan dakwah bil hal,” pungkasnya. (*/Dani)

Tidak ada komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...