Ada Layanan Humanis Petugas Untuk Jemaah Kloter 08
PADANG (SUMBARKINI.COM) - Mendampingi ratusan jemaah haji selama lebih dari 40 hari di Tanah Suci bukan pekerjaan yang mudah. Beragam karakter, kebutuhan, hingga perhatian terhadap kondisi kesehatan jemaah menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari oleh petugas kloter.
Namun tantangan itu mampu dilalui dengan baik oleh petugas Kloter 08 Debarkasi Padang. Di balik lancarnya pelayanan terhadap 385 jemaah asal Kota Padang, tersimpan kunci sederhana yang terus dijaga sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air, yakni saling percaya, pendekatan humanis, dan keikhlasan dalam melayani.
Ketua Kloter 08, Depi Dasmal, mengatakan kesempatan menjadi petugas haji merupakan anugerah besar yang patut disyukuri. Meski memiliki tanggung jawab yang tidak ringan, ia mengaku banyak merasakan kebahagiaan selama mendampingi jemaah di Tanah Suci.
“Subhanallah walhamdulillah. Ini merupakan anugerah dan rahmat yang sangat besar yang saya syukuri. Menjadi petugas kloter memang memiliki tanggung jawab yang besar, tetapi ketika dijalankan dengan hati dan kebersamaan, kenikmatan melayani tamu-tamu Allah itu terasa luar biasa,” ujarnya.
Menurut Depi, suka dan duka menjadi bagian yang tidak terpisahkan selama menjalankan tugas. Kebahagiaan terbesar dirasakan ketika melihat jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, tenang, dan penuh kegembiraan.
“Kami bisa bersama-sama mendampingi jemaah melaksanakan ibadah. Kami melihat jemaah merasa nyaman, gembira, dan bahagia. Itu yang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai petugas,” katanya.
Di sisi lain, tantangan juga tidak sedikit. Apalagi sebagian besar jemaah yang didampinginya merupakan lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih dalam menjalankan aktivitas ibadah.
“Tentu ada tantangan. Kadang jemaah membutuhkan pelayanan yang prima. Banyak juga jemaah lansia yang perlu pendampingan lebih intensif. Tetapi semua itu bisa kami sikapi dengan baik karena kami memahami kondisi mereka,” tuturnya.
Ia menjelaskan, salah satu kunci menjaga kekompakan petugas adalah membangun kepercayaan di antara seluruh anggota tim.
Setiap petugas diberikan ruang untuk menjalankan tugas sesuai bidang dan kompetensinya masing-masing. Pembimbing ibadah fokus mendampingi kebutuhan ibadah jemaah. Dokter dan tenaga kesehatan menangani pelayanan kesehatan. Sementara Petugas Haji Daerah turut membantu berbagai kebutuhan pelayanan di lapangan.
“Kami mencoba bekerja sesuai fungsi masing-masing. Pembimbing ibadah kami percayakan memimpin dan membimbing ibadah. Tenaga kesehatan fokus melayani kesehatan jemaah. Begitu juga dengan rekan-rekan PHD. Semua bekerja sesuai tugasnya,” jelas Depi.
Selain itu, petugas juga mengedepankan pendekatan yang humanis dalam melayani jemaah.
Menurutnya, pelayanan haji tidak cukup hanya mengandalkan prosedur dan aturan. Kesabaran, empati, dan kemampuan memahami kondisi jemaah menjadi faktor penting dalam membangun hubungan yang baik selama di Tanah Suci.
“Setiap jemaah kami dekati secara humanis dengan mengedepankan
nilai-nilai kemanusiaan. Kepada teman-teman petugas juga selalu kami
sampaikan untuk bersabar karena ini adalah amanah dan tanggung jawab
yang harus dijalankan dengan bijak,” ujarnya.
Berkat kebersamaan itu, seluruh rangkaian ibadah dan pelayanan dapat berjalan dengan baik. Bahkan, menurut Depi, kekompakan yang terbangun tidak hanya dirasakan petugas, tetapi juga oleh para jemaah.
“Alhamdulillah kami merasakan kebersamaan itu. Jemaah juga merasakan pelayanan yang diberikan. Ini tentu menjadi kebahagiaan bagi kami,” katanya.
Kloter 08 Debarkasi Padang sendiri tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan 392 orang jemaah dan petugas. Secara umum seluruh jemaah berada dalam kondisi sehat setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Tanah Air.
“Alhamdulillah jemaah sehat. Perjalanan berjalan lancar dan seluruh proses kepulangan berlangsung dengan baik. Kami berharap seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur dan membawa nilai-nilai kebaikan itu ke tengah masyarakat,” pungkasnya. (*)
