Menikmati Hidup Sebelum Kehidupan Yang Sebenarnya
Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
"Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui."(QS. Al-'Ankabut: 64)
Banyak orang mengetahui bahwa hidup di dunia ini sangat singkat, tetapi mereka terlena seolah-olah akan hidup selamanya. Padahal tidak seorang pun mengetahui berapa lama lagi usianya.
Seorang mukmin meyakini bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan, sedangkan kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di akhirat. Karena itu, setiap aktivitas di dunia hendaknya menjadi bekal untuk kehidupan yang kekal.
Jalankan ikhtiar dengan sungguh-sungguh, tetapi serahkan hasilnya kepada Allah. Tawakal bukan berarti meninggalkan usaha, melainkan menerima dengan lapang apa pun keputusan Allah setelah usaha terbaik dilakukan.
Orang yang hidup dengan iman dan tawakal akan lebih tenang, lebih bersyukur, dan lebih bahagia. Ia tidak dikuasai ketakutan terhadap masa depan maupun penyesalan terhadap masa lalu, karena yakin bahwa Allah selalu memilihkan yang terbaik bagi hamba-Nya.
Ya Allah, jadikan kami hamba yang memanfaatkan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat, kuatkan ikhtiar kami, sempurnakan tawakal kami, dan karuniakan kepada kami kebahagiaan di dunia serta keselamatan di akhirat.
