Anggota DPR RI, Lisda Hendra Joni Ajak Warga Padang dan Pessel Nobar Film Suamiku Lukaku
PADANG (SUMBARKINI.COM) - Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni nonton bareng (Nobar) film "Suamiku Lukaku" dengan warga Kota Padang dan Pesisir Selatan di Cinema XXI Transmart Padang pada hari Selasa dan Rabu (9 dan 10 Juni 2026). Film drama yang disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, menceritakan tentang Amina yang hari-harinya dipenuhi oleh kekerasan dari sang suami.
Lisda mengatakan dari film yang diperankan Acha Septriasa, Baim Wong, Raline Shah, Ayu Azhari dan Mathias Muchus banyak mendapat pembelajaran. Lisda mengatakan banyak pembelajaran dari film Suamiku Lukaku.
"Kita bisa melihat bagaimana parenting seorang bapak, bagaimana mendidik anaknya sehingga membentuk karakter yang ternyata ada kesalahan sehingga berakibat kepada kejiwaan anaknya," ujar Lisda.
Dia mengharapkan, dari fiml ini kita tersadar dan sama-sama mengharapkan jangan terjadi KDRT di setiap rumah tangga. Dari data yang ada menunjukan banyak korban korban dan banyak diantara mereka yang tidak mau mengungkapan ini karena rasa malu, rasa takut. "Inilah kita mengajak perempuan-perempuan berani bersuara untuk hal ini. Kita perempuan-perempuan berhak untuk bahagia," tegasnya sembari mengakatakan bahwa dirinya menonton bersama 500-an warga Padang dan Pesisir Selatan.
Diungkapkannya, film suamiku lukaku memperlihatkan suami yang suka memukul, KDRT dan sebagainya. Juga diperlihatkan seorang istri yang berani membela dirinya.
"Harapan kita dapat banyak ditonton masyarakat luas. Agar mendapatkan edukasi. Ke depan kita harapkan banyak perempuan-perempuan yang berani untuk menyampaikan, berani membela dirinya," ungkapnya.
Artis Ayu Azhari mengatakan, "Kami ucapan terima kasih kepada kepada Uni Lisda yang sudah mengundang kesini. Terima kasih juga kepada ibu-ibu yang berkenan hadir untuk nonton film ini mudah mudahan bisa belajar banyak salah satunya Parenting."
Ayu Azhari menegaskan istri yang baik itu bukan nurut dan menerima nasib saja. Tetapi harus berani bicara dan berani menerima menentukan sikap bahwa jadi istri itu harus bahagia.
"Mudah-mudahan film ini banyak ditonton sehingga semakin banyak yang paham bagaimana tentang hak dan kewajiban sebagai istri harus seimbang supaya rumah tangga kita jadi berkah," harap Ayu.
Ayu pun menceritakan, dalam film suamiku lukaku ini sebenarnya ide inspirasi dari sutadaranya sering melihat potret kehidupan sekeliling, dari berita dimana banyak perempuan yang belum paham tentang hak dan kewajibannya sebagai istri. Kadang kadang jadi pelampisan frustrasi suami. Frustasi karena masalah ekonomi, mungkin juga masalah tekanan hidup, tekanan pekerjaan dan hal lain.
Disini dia ingin memberikan edukasi kepada perempuan untuk berani memutus rantai trauma antar generasi. "Menurut saya selain perempuan dan laki laki yang menonton, sebenarnya Gen Z sangat perlu nonton film ini karena ada edukasinya yang mana mereka harus berani memutus rantai trauma itu supaya kita dianggap normal," tegasnya.
Ayu menambahkan, dalam kehidupan rumah tangga itu hendaknya ada komunikasi antar suami dan istri yang seimbang. Tidak boleh ada penelantaran, tidak boleh ada ketertekanan dan tidak boleh ada kekerasan di dalam rumah tangga.
Ayu mengingatkan dengan adanya suami yang punya masalah akhirnya anak bisa juga tertekan, perempuan itu untuk di muliakan,perempuan harus berani bicara,harus berani memecah kesunyian dan ini untuk generasi muda untuk memutus rantai trauma antar genarasi.
Dijelaskannya, perannya di film ini sebagai ibu Fitria. Ibu yang konvensional, orang sederhana yang mempunyai satu anak perempuan. Ternyata ibu Fitria juga mengalami kekerasan dari suaminya dan pihak yang selalu mengalah.
Ternyatanya anak Fitria adalah Amina juga menikah dan mengalami juga kekerasan dirumah tangga seperti yang dialami ibunya. Ibunya menyadari ini harus di putus rantai trauma tersebut sehingga tidak terjadi lagi kepada generasi penerusnya.
Sutradara Ssharad Sharaan mengatakan, "Saya bikin film ini karena saya tidak mau perempuan dunia dan Indonesia mengalami kekerasan di rumah tangga. Kita harus ciptakan rumah aman dan damai."
Dia mempersilakan semua orang yang ingin rumah tangga aman dan damai mempromosikan film ini. Film berdurasi 92 menit mengisahkan tentang Amina, seorang ibu yang berbakti tetapi menjalani kehidupan yang sulit, menikah dengan Irfan, seorang pria yang dikagumi di depan umum tetapi ditakuti di rumah. Mau tahu apa yang terjadi ketika kondisi putri mereka, Nadia memburuk dan nyawanya terancam? Silakan tonton dan nikmati filmnya. (Daan/Anto)
