Header Ads

  • Breaking News

    Perkuat Karakter Bangsa, Sako Kemenag Dharmasraya Bersama Kwarcab 18 Gelar Kursus Mahir Dasar


    DHARMASRAYA – Guna melahirkan korps pembina Pramuka yang kompeten, adaptif, dan berkarakter, Satuan Komunitas (Sako) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dharmasraya resmi menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) 18 Dharmasraya dalam menyelenggarakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Tahun 2026.

    Pelatihan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama satu pekan penuh, mulai tanggal 24 hingga 30 Juni 2026. Untuk menciptakan atmosfer diklat yang kondusif dan semi-terisolasi dari hiruk-pikuk perkotaan, panitia memusatkan seluruh rangkaian kegiatan di Kompleks Pondok Pesantren Pembangunan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya.


    Pramuka Sebagai Benteng Moral dan Garda Terdepan

    Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Cabang 18 Dharmasraya, H. Adlisman, S.Sos., M.Si. Dalam pidato pembukaannya, H. Adlisman menyoroti dinamika disrupsi zaman yang kian masif serta tantangan degradasi moral yang mengintai generasi muda saat ini. Menurutnya, revitalisasi gerakan Pramuka melalui penguatan kapasitas pembina adalah kunci utama pertahanan moral bangsa.

    "Tantangan zaman yang dihadapi anak-anak kita ke depan akan semakin berat. Gelombang informasi dan modernisasi harus mampu disaring dengan bijak. Di sinilah Pramuka harus mengambil peran penting. Saya berharap melalui sentuhan para pembina yang lahir dari kursus ini, Pramuka benar-benar menjadi garda terdepan dalam membentengi moralitas dan jati diri generasi muda kita," ujar H. Adlisman di hadapan para peserta.


    Apresiasi Tinggi dari Jajaran Kementerian Agama

    Langkah sinergis ini mendapat sambutan hangat dari pihak birokrasi keagamaan. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Dharmasraya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari kepanitiaan Sako Kemenag maupun jajaran pelatih dari Kwarcab 18 Dharmasraya.

    Kepala Kemenag menegaskan bahwa KMD bukan sekadar formalitas pengisian sertifikat kompetensi, melainkan wadah peningkatan kualitas metode kepanduan di lingkungan madrasah dan pondok pesantren. Beliau berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan momentum emas ini untuk menyerap ilmu kepramukaan secara totalitas, disiplin, dan bertanggung jawab agar nantinya dapat langsung diaplikasikan di gugus depan (Gudep) masing-masing.


    Proyeksi Jangka Panjang: RTL Menuju Kemah Bakti Kemenag 2027

    Secara teknis, KMD dirancang secara komprehensif merujuk pada standar sistem pendidikan dan pelatihan (Sisdiklat) Gerakan Pramuka. Para peserta dibekali dengan fundamental kepramukaan, prinsip dasar metodologi membina, psikologi perkembangan anak, hingga keterampilan teknis (scouting skills) seperti pioneering, navigasi, dan tata laksana perkemahan.

    Ketua Pelaksana Kegiatan, Sarwono, memaparkan bahwa pelatihan ini memiliki indikator keberhasilan jangka panjang yang terukur melalui Rencana Tindak Lanjut (RTL). Selepas kursus ini, para peserta tidak langsung dilepas, melainkan memikul tanggung jawab strategis untuk mempersiapkan sebuah perhelatan akbar di tingkat kabupaten.

    "KMD ini tidak berakhir begitu saja saat penutupan nanti. Hasil konkret atau RTL dari kegiatan ini dirancang sebagai fondasi utama dalam mempersiapkan dan menyukseskan agenda besar Kemah Bakti Kemenag Tahun 2027 mendatang. Para alumni KMD inilah yang nantinya akan menjadi motor penggerak utama acara tersebut," terang Sarwono optimis.

    Dengan sinergi antara nilai keagamaan yang kuat dari Sako Kemenag serta metode kepanduan yang solid dari Kwarcab 18 Dharmasraya, KMD 2026 ini diharapkan mampu melahirkan para inovator kepramukaan yang siap mencetak generasi emas Dharmasraya yang religius, tangguh, berwawasan kebangsaan, dan siap menghadapi tantangan global.

    (Febri Rajomudo).

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad