Kurang Masjid atau Kurang ke Masjid
Oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (QS. At-Taubah: 18)
Dalam sebuah podcast bersama Panji Pragiwaksono, Ustadz Fatih Karim menyampaikan bahwa masalah umat Islam di Indonesia bukanlah kurangnya masjid, tetapi kurangnya orang yang datang ke masjid. Bukan kurangnya pengajian, tetapi kurangnya orang yang mengamalkan isi pengajian.
Pertanyaannya, apakah kita masih membutuhkan lebih banyak masjid, atau justru lebih banyak orang yang memakmurkan masjid? Apakah kita kurang majelis ilmu, atau kurang mengamalkan ilmu yang sudah kita dengar?
Menjelang Muharram ini, mari kita berbenah. Perbaiki hubungan kita dengan Allah, dengan Al-Qur'an, dengan masjid, dengan keluarga, dan dengan sesama. Jangan hanya mengaku Islam, tetapi berusahalah agar akhlak, ibadah, dan kehidupan kita benar-benar mencerminkan ajaran Islam.
Muharram adalah momentum hijrah. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari kelalaian menuju ketaatan, dari ilmu menjadi amal, dan dari dosa menuju taubat.
Ya Allah, jadikan Muharram ini sebagai awal hijrah kami menuju kehidupan yang lebih baik, lebih taat, lebih dekat dengan Al-Qur'an, lebih mencintai masjid, dan lebih semangat mengamalkan ilmu yang telah kami pelajari. Aamiin.
