Sily Aguspa Bahagia Bisa Berhaji Tahun Ini, Dimanjakan Hingga Terasa Masih Seperti Mimpi
PADANG (SUMBARKINI.COM) - Ada cerita indah tentang perjalanan spiritual Sily Aguspa (37). Jemaah Kloter 03 Padang asal Bengkulu. ini terlihat selalu tersenyum saat berbincang dengan kerabatnya, sembari menjalani proses transit di Debarkasi Padang (BIM), Minggu 7 Juni lalu.
Bagi ibu dua anak ini, perjalanan menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci tahun 2026 ini justru terasa sangat nikmat, penuh kemudahan, dan jauh dari kata kekurangan.
"Enak sekali! Kalau dengar cerita sebelum-sebelumnya kan katanya banyak halangan dan hambatan. Ternyata pas dijalani, alhamdulillah semuanya lancar-lancar saja. Makanannya berlimpah," ujar Sily dengan mata berbinar-binar.
Sily pun menceritakan soal melimpahnya logistik yang disediakan petugas pelayanan haji, makanan di dalam tenda maktab sampai tak habis terkonsumsi oleh jemaah.
"Di tenda kami itu berserakan buah seperti jeruk, apel, dan pisang. Semuanya (seperti) tidak ada harga diri lagi, karena tidak kemakan. Perut kita kan terbatas kapasitasnya," guraunya sembari tertawa bahagia.
Sily juga mengungkapkan cerita bahagia saat rombongan hendak bertolak menuju fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Ia sampai membongkar tasnya dan mengisinya dengan perbekalan makanan karena takut kelaparan di tenda lantaran mendengar cerita mereka yang berhaji sebelumnya.
Namun, ia menemukan hal sebaliknya. "Baru naik bus saja kami sudah langsung dikasih snack. Waktu itu tetap diambil karena takut kelaparan di sana kan," kenangnya.
Begitu tiba di Arafah, Sily makin dibuat takjub dengan fasilitas tenda yang super lengkap layaknya penginapan yang nyaman. Pas tiba di Arafah, diberi tempat tidur yang sudah lengkap dengan alasnya, bantal, sampai selimut.
"Ada tumbler, kopi, payung, semuanya lengkap, Masya Allah. Di situ kami langsung mikir, buat apa kemarin bawa bekal banyak-banyak kalau tahu fasilitasnya selengkap ini?" ucapnya heran sekaligus kagum.
Es Krim Melimpah Penawar Cuaca Panas
Hal lain yang membekas di hati Sily adalah cara petugas memanjakan jemaah di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi. Jemaah disuguhi es krim gratis yang jumlahnya sangat masif, tentu saja memberi kesegaran tersendiri.
"Es krim ada di mana-mana! Setiap tenda itu es krimnya banyak sekali. Kami boleh ambil sepuasnya," tutur Sily.
Masih Seperti Mimpi
Di puncak ibadah, Sily yang mengambil skema murur saat di Muzdalifah. Ia mengaku seluruh prosesi berjalan sangat tertib. Bahkan saat melontar jumrah yang biasanya identik dengan desak-desakan, ia mendapatkan jalur yang longgar dan nyaman.
Meskipun kini kakinya sudah kembali memijak bumi pertiwi dan bersiap melanjutkan penerbangan pulang ke Bengkulu, Sily mengaku jiwanya seolah masih tertinggal di Baitullah.
"Sebelumnya saya tidak pernah bermimpi bisa sampai di sana. Ini sudah pulang lagi ke Indonesia, tapi rasanya masih seperti mimpi," tutupnya haru.
Kisah Sily Aguspa ini menjadi potret nyata bahwa peningkatan kualitas pelayanan haji tahun ini berhasil memberikan kenyamanan fisik sekaligus menghadirkan kebahagiaan yang mendalam di hati para jemaah haji Indonesia.
Ia juga sangat bahagia karena pulang membawa oleh-oleh Al-Qur'an gratis yang didapatnya saat di Jeddah sebelum memasuki ruang tunggu bandara. (*/elsi)
