Jangan Menjual Iman dengan Dunia
Oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
“Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, mereka tidak akan dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun. Dan bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Ali 'Imran: 177)
Allah menggambarkan adanya orang yang telah memiliki iman, tetapi kemudian menjual imannya demi kepentingan dunia. Padahal yang rugi bukanlah Allah, melainkan dirinya sendiri.
Seseorang yang telah mengetahui haramnya riba, lalu tergoda meminjam atau mencari keuntungan dengan cara riba, berarti ia sedang menukar ketaatan dengan kemaksiatan. Seorang muslimah yang telah menutup aurat, lalu membuka hijab demi pekerjaan atau kepentingan dunia, sedang menghadapi ujian yang sama.
Godaan dunia akan selalu ada hingga akhir kehidupan. Karena itu, yang paling penting bukan hanya memulai kebaikan, tetapi mempertahankan istiqamah dalam kebaikan.
Di akhirat nanti, orang-orang yang masuk neraka ingin menukar seluruh harta, jabatan, dan kekayaan dunia untuk menyelamatkan diri mereka. Namun saat itu semua sudah terlambat. Sebaliknya, ketika masih hidup di dunia, kita masih bisa "menjual" harta, tenaga, waktu, dan kemampuan kita untuk meraih surga Allah melalui sedekah, membantu sesama, dan berbagai amal saleh.
Jangan menjual iman untuk dunia yang sementara. Gunakan dunia untuk membeli surga yang abadi.
Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Jauhkan kami dari segala godaan yang merusak iman kami, kuatkan kami untuk tetap istiqamah dalam ketaatan, wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah, dan masukkan kami bersama keluarga kami ke dalam surga-Mu yang tertinggi bersama Rasulullah ï·º.
