Header Ads

  • Breaking News

    Jelang Kick-Off DCL 2026, 36 "Pengadil" Berlisensi Siap Kawal DCL 2026


     

    PULAU PUNJUNG (SUMBARKINI.COM) - Suasana tegang dan rasa antusiasme mulai menyelimuti atmosfer sepak bola Kabupaten Dharmasraya. Kian bertambah dengan semakin dekatnya kick-off turnamen bergengsi Dharmasraya Cup League (DCL) 2026. 

    Menyadari tingginya tensi pertandingan yang akan menyedot perhatian ribuan pasang mata, pemerintah daerah mengambil langkah tegas. Semua upaya ditempuh untuk memastikan kompetisi perdana ini berjalan bersih dan tanpa cela.

    Dalam briefing akhir di Sport Center Dharmasraya, Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, memberikan instruksi khusus yang mengikat bagi seluruh perangkat pertandingan. Mewakili Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wabup Leli Arni, Medison menegaskan bahwa reputasi sepak bola daerah ini berada di peluit para wasit.

    "Keputusan di lapangan harus mutlak berdasarkan aturan permainan dan menjunjung tinggi sportivitas. Integritas adalah harga mati, karena setiap detik pertandingan akan disaksikan oleh ribuan pasang mata," ujar Medison dengan nada tegas.


    Taruhan Besar di Balik Kompetisi Perdana

    DCL 2026 bukan turnamen musiman. Sebagai program unggulan daerah, ajang ini dirancang untuk menjadi fondasi sejarah baru. Jika edisi perdana ini sukses tanpa dinodai kontroversi, DCL diproyeksikan masuk ke dalam kalender tahunan resmi sekaligus menjadi ikon olahraga baru di Kabupaten Dharmasraya.

    "Kami menitipkan kesuksesan DCL 2026 ini kepada para wasit. Sukses kepanitiaan, sukses pertandingan, dan sukses perwasitan. Jika ada kendala di lapangan, segera laporkan langsung kepada kami," tambah Sekda.

    Menjawab tantangan besar tersebut, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Dharmasraya tidak main-main dalam menyaring personel. Sebanyak 36 wasit terbaik dengan reputasi mumpuni telah disiagakan untuk mengawal jalannya kompetisi agar tetap steril dari keberpihakan.

    Berikut adalah komposisi kekuatan korps baju hitam yang akan bertugas:
    2 Wasit Berlisensi C1 Nasional (Memiliki jam terbang di kompetisi elite)
    10 Wasit Berlisensi C2
    24 Wasit Berlisensi C3

    Sekretaris Bidang Perwasitan Askab PSSI Dharmasraya, Septa Saiman, mengungkapkan bahwa portofolio para pengadil ini sangat meyakinkan. Mulai dari pengalaman memimpin kerasnya kompetisi Liga 2, Liga 3, Liga 4, hingga turnamen antarkampung (tarkam) yang terkenal dengan atmosfernya yang magis dan penuh tekanan.


    Bebas Konflik Kepentingan

    Demi menjaga objektivitas mutlak, panitia menerapkan sistem penugasan yang sangat ketat dan berlapis. Bahkan Askab PSSI menjamin bahwa seluruh wasit yang diturunkan telah melalui proses skrining ketat untuk memastikan tidak ada keterkaitan emosional maupun kewilayahan dengan klub yang bertanding.

    "Kondisi fisik yang prima, mental yang teruji, dan sistem penugasan yang independen, bakal menyaksikan bagaimana ketegasan para pengadil ini mampu melahirkan juara yang bersih dan terhormat pada laga pembuka hari Sabtu nanti," pungkasnya.

    Akankah DCL 2026 berjalan mulus dan melahirkan standar baru sepak bola profesional di tingkat daerah, atau justru banyak drama lapangan hijau yang akan mencuri panggung? Jawabannya akan mulai tersaji saat peluit pertama dibunyikan. (Febri)

     

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad