Harga TBS Sawit di Dharmasraya Tembus Rp4.005/Kg
DHARMASRAYA (SUMBARKINI.COM) – Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya resmi merilis data terbaru harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) per Rabu (3/6/2026) pagi. Hasilnya, harga tertinggi kini sukses melejit hingga menyentuh angka Rp4.005 per kilogram.
Meskipun tren kenaikan ini membawa optimisme baru, pemerintah daerah masih menyoroti adanya tantangan di lapangan, terutama terkait disparitas (selisih) harga yang cukup mencolok. antar-perusahaan. Bahkan mencapai Rp870 per kilogram antara harga pembelian tertinggi dan terendah.
Kenaikan harga hingga menembus level Rp4.000-an ini menjadi momentum penting bagi sektor perkebunan daerah. Sebelumnya, harga TBS di Dharmasraya sempat mengalami penurunan yang signifikan hingga memicu keluhan dari para petani swadaya.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Dharmasraya sempat mengambil langkah tegas dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah PKS serta melayangkan surat resmi kepada perusahaan penampung. "Langkah intervensi ini dilakukan guna memastikan pihak pabrik memberikan harga yang adil dan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi," ungkapnya.
Berdasarkan data operasional dari Dinas Pertanian setempat per pukul 09.00 WIB, dari total delapan PKS yang dipantau, sebanyak tujuh perusahaan aktif melaporkan harga beli mereka.
Posisi harga tertinggi dipimpin oleh PT. AWB yang telah menyesuaikan standar Harga Dinas Perkebunan, sementara harga terendah berada di angka Rp3.135/kg yang ditetapkan oleh PT. Incasi Pangian.
Berikut adalah daftar lengkap harga pembelian TBS sawit di 7 PKS Dharmasraya, diurutkan dari yang tertinggi:
1. PT. AWB : Rp4.005 (Harga Tertinggi)|
2. PT. DSL : Rp3.340
3. PT. HKI : Rp3.310
4. PT. DL : Rp3.310
5. PT. SMP : Rp3.170
6. PT. SAK TIMPEH : Rp3.140
7.PT. INCASI PANGIAN : Rp3.135 (Harga Terendah)
> Catatan Operasional Lapangan:
Satu perusahaan, yaitu PT. TKA, dilaporkan sedang tidak menerima pasokan buah dari masyarakat untuk sementara waktu akibat kondisi operasional tertentu.
Menjadi Acuan Resmi Petani Swadaya
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pertanian menegaskan bahwa publikasi data harga ini akan terus dilakukan secara berkala. Langkah transparansi informasi ini diharapkan dapat menjadi panduan atau bargaining position bagi petani sawit swadaya.
Dengan mengetahui peta harga ini, petani diharapkan dapat lebih jeli dalam memilih mitra PKS terdekat guna mengoptimalkan nilai jual hasil panen mereka dan menghindari kerugian akibat permainan harga di tingkat tengkulak yang tidak resmi. (Febri)
