Header Ads

  • Breaking News

    Jeritan Pedagang Seragam Sekolah, Harapkan Bantuan Seragam Gratis Berupa Uang



    PADANG (SUMBARKINI.COM) - Kesatuan Pedagang Pakaian Sekolah (KPPS) Kota Padang mengadakan pertemuan. Kegiatan itu dilakukan pada Hari Kamis (4/6) di Pertokoan IPPI.

    Dalam pertemuan itu dibahas mengemuka bahasan terkait seragam gratis dari Pemerintah Kota Padang. Ada beberapa inti persolan yang akan  disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang. 

    Ketua KPPS Kota Padang, Jasman Tanggo mengatakan program seragam gratis dari Pemerintah Kota Padang sangat diharapkan Walikota Padang memperhatikan juga nasib pedagang di pasar raya. "Kami senang dan setuju bapak Walikota memperhatikan masyarakat yang kurang mampu dengan memberikan insentif. Tapi kita berharap, memberikannya berupa uang kepada orang tua siswa. Dan orang tua siswa belanja ke pasar, kepada anggota KPPS dan lainnya," ujarnya.

    Dikatakan Jasman, cara seperti itu akan membuat pasar bergerak. Tak hanya pakaian sekolah, pedagang sepatu bahkan penjual makanan pun merasakan manfaatnya. Ekonomi bergerak dengan ramainya orang belanja ke pasar.

    Dia pun berdiplomasi, bapak pun pasti mengharapkan bagaimana meramaikan pasar. Ini caranya. Dia mengungkapkan saat ini jual beli stagnan. Sekarang sudah masuk tahun baru ajaran sekolah belum satupun orang tua membeli baju pakain sekolah. Berbanding terbalik dari dua tahun lalu dimana dua dua bulan sebelum tahun ajaran orang tua sudah membeli baju anak. Minimal baju putih dan baju pramuka.

    "Sekarang tidak ada pak. Kami mohon kebijakan Pemerintah Kota Padang. Berikan uang pada orang tua dan pasar akan bergerak. Kami akan sangat berterima kasih karena merasa terayomi. Dengarkanlha pak jeritan kami pedagang pakain seragam ini," ungkapnya penuh harap. 

    Pedagang juga meminta khusus baju seragam putih dan pramuka jangan ditunjuk vendor atau tukang jahit tertentu. Lempar ke pasar sehingga jual beli di pasar kembali bergairah dengan begitu ekonomi Padang bangkit. Apalagi dagangan seragam pakai sekolah ini bersifat tahunan.

    Secaa terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menyampaikan Program seragam gratis dari Pemerintah Kota Padang. "Untuk anak yang tidak mampu dari desil 1 sampai desil 5, keluarga kurang mampu atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan dan kita alokasikan sekitar 8.000-an untuk SD dan 8.000-an untuk SMP," ujar Yopi.

    Yopi menyebutkan tren daya tampung sekolah nyaris sama dengan daya tampung tahun lalu.

    Dikatakannya, pihaknya sudah mengumpulkan vendor. Karena in adalah dari APBD jadi masuknya dengan mekanisme e-Katalog. "Siapa yang menang itu akan menjadi penyedia untuk pengadaan pakaian gratis bagi siswa SD dan SMP," jelasnya.

    Namun dia tak menampik, harapan pedagang untuk di berikan bantuan langsung kepada orang tua. Namun aturannya tidak membolehkan. Ditegaskannya, bantuan berupa uang secara langsung jika itu berbentuk hibah atau bantuan sosial yang diserahkan kemasyarakat. "Program ini harus melalui e-Katalog. Seluruh toko-toko bisa masuk di LPSE Kota Padang sepanjang mereka masuk di e-katolog. Kita berikan kesempatan sepanjang memehui syarat dan spek jumlah yang diminta dan ikuti mekanismenya," ujarnya memberi solusi.

    Dijelaskan Yopi, pakaian seragam ini sebanyak 6 stel. Jumlah ini sudah rekomadasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (Daan/Anto)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad