Header Ads

  • Breaking News

    Kloter Pertama Kembali ke Ranah Minang, Pengalaman Berhaji Membuat Ingin Kembali Ke Makkah


    PADANG (SUMBARKINI.COM)
    - Kelompok Terbang (Kloter) pertama tiba dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (3/6/2026) malam. Kedatangan 390 jemaah ini menandai dimulainya operasional pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang.

    Jemaah datang dengan Pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER dengan nomor penerbangan GA 3801 mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pukul 19.17 WIB malam. Kedatangan jemaah disambut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, bersama Kepala Kankemenhaj Padang Zulfahmi, beserta seluruh unsur yang tergabung, juga PPIH.

    “Alhamdulillah, jemaah tiba dalam keadaan selamat. Bagi jemaah yang sakit kita doakan segera pulih dan bisa kembali ke tanah air bersama kloter berikutnya," ungkap Rifki.

    Disampaikan Rifki, Kloter 1 merupakan jemaah asal Kota Padang. Dari total 391 jemaah yang diberangkatkan, 390 orang kembali ke Tanah Air. Satu jemaah atas nama Busnar Jamaran masih berada di Arab Saudi karena menjalani perawatan di rumah sakit dan belum bisa pulang.

    Rifki mengatakan proses pemulangan jemaah berjalan lancar sesuai prosedur yang telah disiapkan PPIH Debarkasi Padang bersama seluruh instansi terkait.

    Proses kedatangan pun berjalan lancar mulai dari pesawat mendarat hingga jemaah turun melalui garbarata. "Ini tentu memberikan kenyamanan bagi jemaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi,” kata Rifki.

    Ia juga menyempatkan diri menyapa dan berbincang langsung dengan sejumlah jemaah setibanya di bandara. Dari hasil dialog tersebut, mayoritas jemaah mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan selama pelaksanaan ibadah haji.

    “Alhamdulillah, berdasarkan keterangan jemaah, pelayanan berjalan baik. Seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dan mereka kembali dalam keadaan sehat,” ujarnya.

    Suasana haru terlihat saat para jemaah tiba di BIM. Banyak di antara mereka mengungkapkan rasa syukur karena dapat menyelesaikan seluruh prosesi ibadah haji dan kembali ke kampung halaman dengan selamat.

    Salah seorang jemaah, Atika (27), mengaku pengalaman berhaji memberikan pelajaran berharga baginya. Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik karena hampir seluruh rangkaian ibadah menuntut ketahanan tubuh.

    “Haji itu membutuhkan tenaga ekstra karena seluruh rangkaian ibadah memerlukan fisik yang kuat. Karena itu saya mengajak generasi muda untuk berhaji sejak usia muda jika sudah memiliki kesempatan,” ujarnya.

    Meski demikian, Atika mengaku sangat bersyukur dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji. Ia juga merasa terharu saat kembali menginjakkan kaki di Tanah Air setelah menjalani perjalanan spiritual di Tanah Suci. (*)


    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad