window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); El Nino Ekstrem Landa Dharmasraya: 13.554 Keluarga Kritis Air Bersih, Pemkab Kerahkan Satgas Darurat - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    El Nino Ekstrem Landa Dharmasraya: 13.554 Keluarga Kritis Air Bersih, Pemkab Kerahkan Satgas Darurat


    PULAU PUNJUNG (SUMBARKINI.COM)
    – Gelombang panas dan cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino mulai memberikan dampak signifikan di wilayah Sumatera Barat. Di Kabupaten Dharmasraya, krisis air bersih dan kekeringan kini melanda 106 jorong yang tersebar di 25 nagari pada 10 kecamatan. Tercatat, sebanyak 13.554 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh krisis ini.

    Berdasarkan pembaruan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Dharmasraya hingga Kamis malam, dari 11 kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Sembilan Koto yang hingga saat ini masih aman dan belum melaporkan adanya defisit air bersih.

    Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengambil langkah cepat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kemarau. Satgas ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan air bersih untuk kebutuhan harian warga, tetapi juga mengamankan sektor krusial lain, seperti distribusi pompa air untuk areal pertanian yang terancam gagal panen akibat penyusutan debit air tanah.

    “Kolaborasi adalah kunci utama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di tengah krisis iklim ini,” tegas Bupati Annisa.


    Mobilisasi Armada dan Titik Distribusi

    Sebagai langkah tanggap darurat tahap awal yang dimulai sejak Jumat (11/9/2026), Pemkab Dharmasraya telah mengerahkan belasan armada mobil tangki air. Berdasarkan skema distribusi, terdapat 16 armada yang dikerahkan:

    • 4 unit dari Pemkab Dharmasraya

    • 10 unit bantuan dari Balai Wilayah Sungai

    • 2 unit dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat

    Distribusi air bersih telah menyasar titik-titik kritis. Sebelumnya, pasokan dialirkan ke Gunung Selasih, Pulau Punjung, dan Koto Gadang. Memasuki akhir pekan ini, distribusi diperluas ke Ampang Kuranji, Taratak Tinggi, Sikabau, hingga wilayah padat lainnya seperti Koto Ranah, Sungai Duo, Gunung Medan, dan Sungai Kambut.

    Untuk memperluas daya jangkau armada, Pemkab juga tengah melobi sejumlah perusahaan swasta yang beroperasi di Dharmasraya agar mengalokasikan program CSR (Corporate Social Responsibility) mereka dalam bentuk peminjaman mobil tangki air tambahan.


    Sinergi BNPB dan Solusi Sumur Bor

    Kekeringan tahun 2026 ini sejalan dengan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat yang sebelumnya mencatat bahwa anomali suhu permukaan laut (El Nino) di Samudra Pasifik akan memicu musim kemarau lebih panjang dan kering, khususnya di wilayah tengah dan selatan Sumatera. Jika tidak ditangani secara struktural, kekeringan ini berisiko menurunkan ketahanan pangan lokal.

    Menyadari hal tersebut, Pemkab Dharmasraya tidak hanya bergantung pada pasokan air tangki. Bupati Annisa telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk berkoordinasi langsung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus utama dari sinergi ini adalah pembangunan infrastruktur sumur bor baru di titik-titik zona merah kekeringan untuk menjadi solusi jangka panjang.

    Pemkab Dharmasraya memastikan penanganan akan terus dievaluasi setiap hari. Instruksi tegas telah diturunkan kepada seluruh perangkat daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar pemantauan lapangan dilakukan secara berkala dan terpadu.

    Pendataan harian kini menjadi acuan utama pemerintah dalam memetakan prioritas penyaluran air, memastikan tidak ada satu pun warga terdampak yang luput dari penanganan. (Febri)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad