window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Jelang Musda 22 November, KNPI Sumbar Tekankan Regenerasi dan Persatuan Pemuda - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    Jelang Musda 22 November, KNPI Sumbar Tekankan Regenerasi dan Persatuan Pemuda


    PADANG, (SUMBARKINI .COM) — Regenerasi kepemimpinan, persatuan organisasi, dan keberlanjutan perjuangan pemuda menjadi pesan utama dalam silaturahmi keluarga besar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung pada 22 November mendatang.

    Ketua KNPI Sumbar, Nanda Satria, mengatakan pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat komunikasi antarkader dan menyelesaikan agenda organisasi yang belum terlaksana.

    Menurut Nanda, pihaknya sebelumnya berharap Musda dapat digelar pada Desember, tetapi rencana tersebut masih menunggu kepastian dari pengurus pusat. Dalam dinamika organisasi menjelang kongres, pengurus juga telah meminta izin kepada ketua umum terkait perpanjangan masa kepengurusan.

    “Alhamdulillah, kami memiliki kesempatan menggelar ASEAN Creative Meeting, pertemuan organisasi seperti KNPI dari berbagai negara ASEAN,” ujar Nanda.

    Ia menilai, pertemuan lintas negara tersebut menjadi salah satu capaian yang patut disyukuri sekaligus peluang bagi pemuda Sumatera Barat untuk memperluas jejaring dan meningkatkan kontribusi di tingkat regional.

    Nanda juga menyoroti cepatnya regenerasi kepemimpinan di Sumatera Barat. Menurutnya, percepatan munculnya pemimpin muda merupakan modal penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan kehidupan organisasi.

    Motivasi dari Fadly Amran.


    Menjelang Musda, ia berkomitmen menuntaskan pekerjaan rumah kepengurusan semaksimal mungkin. Namun, ia juga menyadari bahwa tidak semua agenda dapat diselesaikan dalam satu periode.

    “Jika ada yang belum bisa kami selesaikan, tentu akan kami titipkan kepada generasi selanjutnya,” ungkapnya.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak semata-mata diukur dari capaian satu kepengurusan, tetapi juga dari kemampuan menyiapkan penerus yang dapat melanjutkan program dan memperbaiki hal-hal yang masih perlu dibenahi.

    Fadly Amran: Musda Adalah Pesta Demokrasi Pemuda

    Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Sumbar, Fadly Amran, yang menyampaikan pandangannya mewakili Ketua KNPI, mengapresiasi jalannya organisasi yang dinilainya telah berupaya menjaga ketertiban dan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

    Ia menekankan pentingnya menjalankan organisasi sesuai aturan agar kepercayaan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan para kader tetap terjaga.

    Menurut Fadly, Musda merupakan pesta demokrasi di kalangan pemuda. Momentum ini menjadi kesempatan bagi kader untuk menentukan arah kepemimpinan sekaligus memperlihatkan kualitas demokrasi dalam organisasi.

    Ia menggambarkan posisi ketua KNPI sebagai semacam “gubernur para pemuda”, sebuah tanggung jawab yang menuntut kemampuan merangkul berbagai kelompok, mengelola perbedaan, dan menggerakkan potensi generasi muda.

    Fadly juga memberikan apresiasi terhadap capaian kegiatan internasional yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan Nanda.

    “Kalau soal karya nyata, saya angkat tangan sama Bung Nanda. Pada masa saya, hanya bisa mengundang enam negara. Di waktu Nanda, bisa menghadirkan sepuluh negara. Ini harus kita apresiasi,” ujar Walikota Padang itu.

    Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh dinamika pemilihan ketua, tetapi juga oleh program yang mampu memperluas peran pemuda dan membawa nama Sumatera Barat ke tingkat yang lebih luas.

    Hendra Irwan Rahim: Banggalah Menjadi Bagian dari KNPI

    Tokoh senior Hendra Irwan Rahim menyebut pertemuan tersebut sebagai salah satu silaturahmi terbaik yang pernah diikutinya.

    Ia mengingatkan bahwa KNPI memiliki sejarah panjang dalam membentuk kader dan melahirkan pemimpin di berbagai bidang. Menurutnya, pengalaman organisasi yang dimiliki para kader merupakan modal penting untuk berkiprah di tengah masyarakat.

    Hendra juga menyoroti kebanggaan terhadap identitas KNPI di Sumatera Barat. Ia menilai, keberadaan kader muda yang dipercaya memimpin daerah menjadi salah satu bukti bahwa organisasi kepemudaan memiliki ruang untuk melahirkan pemimpin.

    Ia menyinggung pengalaman kepemimpinan di Kota Padang, termasuk sosok Syahrul Ujud dan Fadly Amran, sebagai bagian dari perjalanan lahirnya pemimpin daerah yang memiliki keterkaitan dengan dunia kepemudaan.

    Hendra menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Musda KNPI Sumbar mendatang.

    Dukungan para senior tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan organisasi, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk tampil dengan gagasan dan kapasitas kepemimpinan mereka sendiri.

    Asnawi Bahar: KNPI Harus Terus Melahirkan Pemimpin

    Pandangan senada disampaikan Asnawi Bahar. Ia mengingatkan bahwa KNPI dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) merupakan dua organisasi yang memiliki peran penting dalam pembentukan kader di Indonesia, masing-masing dalam bidang kepemimpinan dan kewirausahaan.

    Menurut Asnawi, KNPI telah berkembang menjadi organisasi besar yang memiliki sejarah dalam perjalanan kepemimpinan daerah maupun nasional.

    Ia menyinggung Syahrul Ujud dan Fadly Amran sebagai contoh nama yang patut menjadi bahan refleksi mengenai kontribusi kader dan lingkungan kepemudaan dalam melahirkan pemimpin.

    Asnawi berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi berikutnya agar tidak berhenti berproses setelah menyelesaikan aktivitas organisasi.

    “Kondisi ini harus dipertahankan. Kader KNPI harus terus bangkit. Identitas KNPI akan selalu melekat pada diri kita,” demikian pesan yang disampaikannya.

    Baginya, kebanggaan terhadap organisasi seharusnya tidak berhenti pada simbol, atribut, atau jabatan. Kebanggaan itu perlu diwujudkan melalui integritas, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

    Kandris Asrin: Berbeda Pilihan, Jangan Membuat Perpecahan

    Tokoh KNPI Sumbar, Kandris Asrin, turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika organisasi.

    Ia menilai KNPI Sumbar memiliki sejarah dan pengalaman yang patut dibanggakan. Karena itu, berbagai perbedaan yang muncul dalam perjalanan organisasi semestinya menjadi pelajaran untuk memperkuat kelembagaan, bukan justru membuka jalan bagi perpecahan.

    Kandris menegaskan bahwa setiap kader memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri dalam kontestasi kepemimpinan. Namun, proses demokrasi harus diikuti dengan kedewasaan dalam menerima hasil.

    “Siapa pun bisa mencalonkan. Tetapi, jika kalah, jangan sampai membuat KNPI tandingan. Mari sama-sama mendukung yang terpilih,” pesannya.

    Pesan ini menjadi pengingat bahwa kompetisi dalam organisasi seharusnya menjadi sarana menguji gagasan dan kapasitas calon pemimpin, bukan alasan untuk memutus hubungan antarkader.

    Dalam demokrasi yang sehat, setiap orang berhak memiliki pilihan. Namun, setelah keputusan diambil melalui mekanisme organisasi yang sah, seluruh elemen perlu mengutamakan kepentingan bersama.

    Selain persatuan, Kandris menitipkan pesan agar gedung KNPI tetap dipertahankan sebagai aset dan rumah bersama bagi seluruh kader pemuda.

    Ia menceritakan pengalamannya ketika identitas sebagai kader KNPI memberikan kemudahan dalam membangun komunikasi dan berinteraksi dengan berbagai pihak.

    Pengalaman tersebut, menurutnya, memperlihatkan bahwa nama besar organisasi harus dijaga melalui perilaku dan kontribusi positif para anggotanya.

    Yuk Achyari Sastra: Kepemimpinan Tidak Bertumpu pada Satu Orang

    Sementara itu, Yuk Achyari Sastra mengingatkan pentingnya menghormati senior tanpa menghilangkan ruang bagi kader muda untuk berkembang.

    Ia menyampaikan bahwa hubungan antargenerasi merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di KNPI. Perbedaan pandangan boleh terjadi, tetapi komunikasi dan sikap saling menghormati harus tetap dijaga.

    “Kalau dilihat, saya yang paling sering melawan. Tetapi ketika senior menegur kita, kita harus patuh,” ujarnya.

    Selain itu, ia menekankan bahwa kepemimpinan KNPI harus dijalankan secara kolektif kolegial. Artinya, tanggung jawab organisasi tidak hanya berada di pundak ketua, tetapi juga menjadi kewajiban seluruh jajaran pengurus.

    Ketika ketua berhalangan atau disibukkan dengan agenda lain, pengurus lainnya harus tetap aktif menjalankan roda organisasi.

    Pandangan ini penting agar KNPI tidak bergantung pada figur tertentu. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang memiliki sistem kerja, pembagian tanggung jawab, dan kader-kader yang siap menjalankan amanah secara bersama-sama.

    Yuk juga berharap Musda berlangsung demokratis, dengan memberikan kebebasan kepada kader untuk menentukan pilihan sesuai pertimbangan masing-masing, bukan karena adanya tekanan atau keharusan mengaklamasikan calon tertentu.

    Ia turut menitipkan perhatian terhadap renovasi mushalla KNPI yang selama ini telah dimanfaatkan banyak orang.

    Menurutnya, keberadaan mushalla tersebut bukan hanya menjadi bagian dari fasilitas gedung, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan keagamaan yang perlu dipertahankan serta ditingkatkan kualitasnya.

    Musda Menjadi Ujian Kedewasaan Organisasi

    Berbagai pesan yang disampaikan para tokoh dalam silaturahmi tersebut memperlihatkan bahwa Musda KNPI Sumbar tidak hanya berkaitan dengan pergantian kepemimpinan.

    Lebih dari itu, Musda menjadi momentum untuk menguji kedewasaan demokrasi, kesiapan melakukan regenerasi, serta kemampuan organisasi menjaga persatuan di tengah perbedaan.

    Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa proses pemilihan berjalan sesuai AD/ART, memberikan kesempatan yang adil kepada kader, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda.

    KNPI juga dihadapkan pada pekerjaan yang tidak ringan, mulai dari memperkuat konsolidasi OKP, menjaga aset organisasi, melanjutkan program yang belum tuntas, hingga memperluas kontribusi pemuda dalam pembangunan daerah.

    Pada akhirnya, keberhasilan Musda tidak cukup diukur dari terselenggaranya pemilihan ketua. Ukuran yang lebih penting adalah apakah setelah Musda, KNPI menjadi lebih solid, lebih terbuka, dan semakin mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

    Sebab, regenerasi yang sesungguhnya bukan sekadar memindahkan jabatan dari satu orang kepada orang lain, melainkan memastikan bahwa semangat pengabdian, tradisi demokrasi, dan tanggung jawab sosial terus hidup dalam setiap generasi pemuda Sumatera Barat. (Zul/DaAn)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad